Aku Memilih Mu

Aku Memilih Mu
Libur Semester.


__ADS_3

Setelah beberapa bulan lamanya Akhirnya ujian kelulusan di pondok tahfidzulQur'an, pun di laksanakan setiap Santri di haruskan menghafal dengan baik dan di perdengarkan setiap hari semasa Ujian di Pondok.


Hingga beberapa waktu, banyak di antara mereka merasakan kegentingan di kala para pesaing yang sekaligus teman bahkan sahabat mereka sendiri sedikit menemui kesulitan.


"E'hmm, fyuh".


"Itu tadi bukanya Uti salsabila yah".


"Iya, beliau yang hafalannya kenceng bagus aja masih sedikit kesulitan nih".


"Emm gimana kalau kita yah".


Ujar beberapa Santriwati yang hari itu sedang mendengarkan lantunan hafalan yang di perdengar luaskan di pengeras suara yang ada di seluruh pondok.


"Wah sejauh ini sudah sangat bagus menurutku". lirih Salwa.


"Eh Uti, kembaran Uti lagi ujian yah hari ini".


(Nisrina)


"...".(Tersenyum)


"Sepertinya nggak akan lama, nanti maghrib akan segera selesai".


"Beliau hafalannya bagus banget".(Salwa takjub)


"Hemmm, apalagi Uti deh, Aku yakin Uti juga bakalan sebagus ini nanti".


"Aamiin".


Salwa yang mendapat sedikit pujian dari sahabatnya tersebut semakin bersemangat untuk mewujudkan impiannya yaitu menghadiahkan mahkota kepada Abi dan Ummi.


Apalagi dirinya begitu senang dengan setiap pribadi di Pondok tersebut, termasuk hanifa salsabila putri yang juga seorang teman sekaligus motivator yang sempat menyemangati Salwa.


"Hei kembaran".


"Eng?".


Salwa yang di jenguk Salsabila kaget.


"Iya kamu kamu Salwa hanum salsabila yah".


"Iya".


"Aku Hanifa Salsabila Putri".


"...".(senyum)


"Heh.. Kita itu kembaran loh, Salsabila".


"Iya..".


"Kata mamah aku, salsabila itu orangnya kuat-kuat".


"Kamu kok malah cengeng ginih".


"Hhh".


"Ini Aku belikan minuman".


"Sebelumnya kita nggak pernah saling kenal, Aku yakin kamu juga hanya sempat sekedar tau aja ada yang bernama sama, sama kamu ya kan, ".


"Aku tau Kamu dari kalangan Ustadzah".


"Apalagi Ustadzah Fruit Ramadhan".


"Eh hhh, Fitri".


"Iya, beliau lucu sih suka becanda".


"Kamu kan temanya,


"Iya".(Salwa)


"beliau udah jadi ustadzah".


"Iya".


"Kamu jangan sering-sering dekat dengan Ustadzah".


"...".(bingung)


"Kasihan temen-temen kamuh".


"Ntar pada cemburu".


"Hhh".


"Dah, yang terpenting Kamu yang kuat yah".


"Masa baru beberapa hari dah masuk ke BAKESA".


"Iya Terima kasih banyak".


"Sama-sama, Kembaran".


Itulah momen ketika Salwa di jenguk oleh Salsabila yang secara diam-diam mengkhususkan waktu untuk menjenguk salwa Ketika dirinya sempat dirawat di Bagian kesehatan santri.

__ADS_1


Kini Dirinya sedang mendengarkan seraya berdo'a yang terbaik untuk Salsabila supaya dapat Lulus di kesempatan kali ini.


Sementara itu Zahira sempat menyesal mengiyakan keinginan Ukhti Lailah mengajaknya liburan, padahal dirinya sempat sempat ingin menolak.


"Eh, Ra".


"Umm?".


"Gimana kalau kita daki gunung libur semester ini?".


"Mendaki?".


"Iya".


"...".


"Emmm berlebihan yah?".(Lailah)


"Entahlah Uti hhhh".(bingung)


Karena hal yang tidak terduga terjadi ketika Ukhti Lailah ternyata mempunyai ikatan kerabat dengan Fattah.


dan Kali ini sedang merasa Canggung karena hadir di tengah-tengah sebuah keluarga besar bersama Sofi, dan lailah".


Sedangkan Salwa yang kala itu tidak dapat ikut menyertai mereka karena harus segera berkunjung ke suatu tempat di jawa timur di gantikan Uti Putri.


"Hemmm lebih baik aku di rumah".


"Emmm di pondok sepertinya nggak buruk".(Sofi)


"Ey-ey , ciwi-ciwi yang sholehah".


"Aamiin".(Sofi-Zahira Lesu)


"Besok lusa kita mendaki gunung, jadi kita harus mempersiapkan niat yang kuat".


"Hemm, Dah semuanya uti, kan itu juga yang di katakan Uti lailah".(Sofi)


"Iya, Pokonya harus pasang niat yang bener-bener kuat, biar entar nggak nyusahin fattah sama kawan-kawanya".(Lailah)


"Em sejak kapan Uti berkerabat dengan Al'akh Fattah?".(Sofi)


"Em ituh, yah panjang sebenarnya Ayah saya pernah membantu Ayah Fattah, itu saja dan akhirnya kami menjadi Akrab".


"Oooo, dah, Uti zahira".


"Nggak perlu khawatir, mereka hanya berteman".


"Ih, anak kecil, ngapain bicara gituh".


Lirih Zahira menyerang Sofi dengan mengelitiki nya.


"Hemm".


"Sebenarnya siapa teman-teman Fattah?".


"Pendaki juga?".


"...".(Lailah tersenyum)


...


"Ayyyuha".


"Antunna lagi ngapain...?".


"Eh, Uti hhhh".


"Ini jam masuk kelas kok ada di Asrama?".


Ujar Sofi yang kala itu sedang bertugas menjaga Kamar, menemukan Beberapa Santriwati yang ketahuan memanfaatkan waktu izin ke belakang untuk menjemur pakaian.


"Uti, Ana lupa kalau ada pakaian yang belum di jemur, takut bau... uti".(Memelas)


"Hemm tapi sebaiknya jangan memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, kan masih ada dua puluh menit lagi sebelum istirahat".


(Fokus mencatat)


"Baiklah, Fatimah, kelas sebelas b dan windi kelas sebelas A".


"Kalian Saya tunggu di depan BAKAM setelah Maghrib tepat".


"Bisa bisanya kalian berkerja sama hemm".


"Sudah segera kembali ke kelas".(Tersenyum)


"Syuqran Uti"(merengut)


"Hmmmm".


"Nananana".(Melanjutkan inspeksi)


Sementara itu Sofi yang kembali ke Kamar hendak mendirikan Shalat duha di ajak oleh Uti Lailah untuk menyertai mereka mendaki Gunung.


"Emmm Kamu belum pernah kan".


"Iya sih, kayanya seru kalau mendaki bareng sama temen-temen, tapi".

__ADS_1


"Tapi?".(Zahira)


"Uti Salwa bisa ikut nggak yah?".


"Hemm itulah tugas kamu".


"Yang pasti Aku juga akan mengabarinya untuk mendaki bersama".


"Kalian deket kan?".


"Iya".


"Ajak tuh Kakakmu Sof".(Zahira)


"InsyaAllah".


...


"Huft...".


"Aku kok jadi kepikiran Kata-kata Ustadz yusuf yah".


"Eh?".


"Apa nih apa?".


"Pasti pelajaran bagus".


"Aku seneng banget kalau udah di ajar beliau".


Ujar mujadid antusias.


"Hemmm Aku juga sih".


"Tapi kadang.., hhh kalau lagi latihan suka ngeri gimana gituh". celetuk Asyifa.


"...".


"Eh beliau itu sangat mengena kalau membahas tentang muamalah".


"dan Do'a yang sering banget di baca sama beliau di setiap kesempatan adalah".


"Allahumma Arinal haqa haqqan warzuqnattiba'ahu, Wa arinalbathila bathilan warzuqnajtinabahu".


"Iya see..tiap perkumpulan do'a itu selalu yang nomer satu". ujar Asyifa mengiyakan kata-kata mujadid.


"Hummm, iya".


(Salman sedikit lesu)


"O iya, lu dah siap semua ujian?".


"Hemm dah, insyaAllah tahun depan kuliah".


"Hummm nggak Sabarnya bisa merasakan suasana baru".


"Iya apalagi pake stelan anak Bakam buat ke kampus ye kan".(Asyifa nyengir)


"Tapi sayang hehe".


"Kayanya lebay deh kalo pake serba biru gituh".


"Ya sih".(Asyifa).


"Eh mau kemana kang?".


Tanya Mujaddid melihat Salman beranjak meninggalkan mereka berdua.


"Ke mesjid".(Salman)


...


Di masjid.


"Emm Aku sih nggak tau yah Tah, bisa apa nggak".


"Soalnya Kafe sama Mamah kalo aku tinggal kasihan".


"Toh cuma berapa hari aja kan Kang".


Lirih Fattah yang entah kenapa tidak ada angin tidak ada hujan di pagi menjelang siang itu membicarakan perihal keinginannya untuk mendaki gunung di dekat Rumahnya.


"Kalau Aku ikut boleh?".(Arif)


"Hemm kalau Kamu sudah selesai dengan Ujian dan segala macamnya boleh aja Rif".


"Iya kang, kan nggak langsung mendaki kan".


"Pasti kumpul dulu?".


"Iya di rumahku, Jawa barat".(Singkat Fattah)


"Ooo, Aku berarti harus ajak Kang salman".


"Karena beliau bisa jadi Alasan untukku pergi dan rumahku ternyata dekat dengan Pondok beliau".


"Hemm bicara Apa nih?"

__ADS_1


"Bawa-bawa nama nama Aku segala?".(Menghampiri).


...


__ADS_2