
ليس اليتيم من انتهى ابواه من هم الحياة وخلفاه ذليلا
ان اليتيم هو الذي تلقى له اما تخلت او ابا مشغولا
(Syair Ahmad Syauqi)
Bukan lah seorang yatim yang ke dua orang tuanya telah tiada dari kehidupan dunia dan meninggalkannya dalam keadaan hina.
Namun anak yatim adalah anak yang engkau dapati ibunya tidak perduli atau ayahnya sibuk tidak mau mengurusi.
"Laisal Yatimu man intaha Abawaahu min hammil hayati wa khalafahu dzaliilan".
"Innal Yatiimu huwa alladzi talqaa lahu umman takhallats au aaban masyghuulan".
"Laisal Yatimu Man(intaha)
"Kang nggak latihan?"ujar Arif setelah Shalat Ashr yang melihat Suna masih duduk dengan sebuah buku catatan Miliknya.
"Ng.. entahlah, Aku masih punya hafalan".
"Hafalan Apa?"(menghampiri)
"Ini!?"(menunjukan buku)
"Aaa Dua bait dari Penyair Syauqi".
"Jadi nggak ke lapangan?"
"Ng ... ".
"Dah.. ntar Subuh bisa itu".(membujuk untuk latihan)
"Assalamualaikum!?"
Ujar Salman dengan lantang, bahkan sempat menghafalkan dua Bait syair yang sama , yang juga sedang di hafal oleh Suna.
"Wah wah wah, sepertinya Akang tidak pernah belajar tapi...(Arif)
"Berlarilah sebelum orang berjalan, maka engkau Sampai saat mereka masih berlari".(tersenyum)
"Ruttu tu nanana waminallaili fatahajjad bihi naafilatallak (melanjutkan hafalan Qur'an sembari mengganti Kostum)
"Mau latihan kan?"
"Iya saya sebenarnya ingin".(Arif)
...
"Uh.. Ustadzah... jangan banyak-banyak... !"
"Ini hukuman karena tidak menjaga kesehatan dan pola makan yang baik".
"Ya Allah bisa-bisanya Kamu seperti ini".
"(...)"(menatap dengan pipi menggelembung)
"Kamu kalau ada masalah, jangan di pendam dan di pikirkan sendiri... gini kan jadinya".
"Kalau sudah sakit nanti bagai mana? Kamu mau merepotkan kedua orang tuamu?"
"(...)"(menggeleng)
"MasyaAllah, akhirnya Uti bisa makan berkat Ustadzah Fitri, terima kasih banyak Ustadzah".(pengurus BAKESA)
"Sama-sama, ini anak sukanya jajan... terus yang di makan".
"Harusnya di bekam atau di tahan dulu untuk membeli makanan-makanan ringan".
"Jangan, Aku nggak mau di Bekam".(panik)
...
"Assalamualaikum!?"
"Waalaikumussalam eh, Mas Willy!"(kaget)
"Gimana kabarnya Kang Triss?"
__ADS_1
"Alhamdulillah, baik,".
"Ramai nih kayanya, biar Saya di sini, Kang triss layani pesanan".(mengenakan celemek)
"Ok, semangat ".
Lirih Willy yang di awal keberangkatannya ke Kafe menyaksikan Zahira memberikan pertolongan kepada Fattah.
"Mas, Kopinya satu cepat ya!"
"Ok, sebentar".(bergegas meracik kopi)
...
"Wah, Design-designnya bervariasi".(takjub melihat permulaan yang hampir mencapai lima puluh persen)
"Iya Ustadzah, sepertinya mereka selain mahir dalam hafalan dan qiroath, design mereka pun terbilang sangat bagus".lirih putri yang sempat berpapasan dengan Ustadzah Khumairah yang hendak melihat berbagai macam persiapan.
"Emmm ini?" mau membuat apa?"
"Emmm ini hanya sebuah hadiah Aja si Ustadzah, tidak dalam nominasi yang bertanding, Itung-itung mengobati rindu menjahit".
"Wah.. sepertinya Uti Putri menjahitnya sendiri?"
"Hhh iya".
...
"Uti... segera bergegas mandi dan menuju masjid!".(Uti Lailah)
"Haya.. haya..!"(Uti Zahira)
"Ayo, udah-udah, di tinggal semua peralatannya di tinggal, sudah jam empat empat lima".
"Ayo-Ayo!".
Suara kedua ketua Bakam menggema di seluruh lorong gedung tempat pengerjaan karya seni.
"Ya Allah, sepertinya baru saja Aku memulai pekerjaan". lirih Sofi yang melipat pelastik menyerupai daun.
"Iya Uti".Lirih Sofi menanggapi teman seangkatannya.
"Sofi, di atas sudah tidak ada orang?"(Uti Lailah)
"Sudah tidak ada Uti, sudah turun semua". lirih Sofi seraya bergegas menuju kamar Bakam, karena sudah harus memanage teman-teman yang masih di asrama.
...
"Alhamdulillah, belum terlambat... !".
ujar Suna yang masih memiliki waktu Sepuluh menit sebelum melantunkan qiroath.
"Eh, Kang Sun.. Aku dulu yang mandi!"
"Ah sudah tidak sempat!"
"Aku sudah harus qira' ini...".
"Wah.. mana Arif lama banget lagi Rif... Arif..!".
Ujar Salman yang paling akhir mencapai kamar mandi.
SEBELUMNYA Di lapangan
"Wah wah wah, si Squad marbot nih dateng!"(Luthfi)
"Kang.. ayo latihan!".
"Ayo.. memang kami ingin latihan nih!"(Salman menyambar Sasaran tendang yang di pegang Luthfi).
"KETBAKAM Baru kang, Awas ..!"
"Seriusan Fa?" Ujar Salman Kaget mendengar kata-kata Asyifa.
"Wah-wah-wah memang, bagus ini jadi malam ini bakalan di traktir kita".
ujar Salman menambahkan sesaat sebelum kembali menyambar sasaran tendang.
__ADS_1
"Sepertinya Kang Salman sudah panas tanpa melakukan pemanasan terlebih dahulu".ujar Arif kepada Suna yang masih memakai menit-menit awal untuk pemanasan.
"(...)".(Suna)
CIYAT!!! POK!! KRk
"Allah!!"
Salman terjatuh setelah melayangkan tendangan tinggi di atas kepala namun tergelincir di tumpuan terakhir.
"Ok... kita mulai!"
teriak Suna berdiri seraya menjulurkan tangan setelah menghampiri Salman.
HGUAH... POK!!
"Nggak apa-apa Kang?"(Arif)
"Ini Rif .. pergelangan".(Salman kesakitan)
"Wah ini mah kurang pemanasan".
Ujar Arif terkekeh melihat ekspresi Salman kesakitan saat pergelangan kakinya di pijat.
...
"Kang Fattah!"
"Oi.. Luthfi..".
"Kenapa itu?" (memegang pundak menahan laju jalan Fattah)
"Ah, ini terjatuh aja luthfi".
"Ng?"
"Jadi gimana?latihan tadi?".
"Ya.. , tadi anak-anak masjid juga datang, Saya sebenarnya ingin bertanya-tanya perihal kuliah dan jurusan yang Akang ambil".
"Mumpung Saya masih punya banyak waktu untuk benar-benar memantapkan niat pada satu bidang di Perkuliahan".
"Ah, kalau Saya sama seperti yang lain, tidak banyak menonjol di satu bidang apapun, jadi mengambil jurusan yang selaras dengan pendidikan pondok, tarbiah".
"Ooo".
"O iya, kedepanya Saya akan mulai banyak tanya tentang kepemimpinan di BAKAM".
"Wait jangan bilang?!"
"Alhamdulillah Kang, Saya di percaya Kiayi untuk menggantikan Akang".
"Wah bagus itu, yah, tanyakan semuanya, apapun saya akan bantu selama saya mampu".
"Alhamdulillah".(merangkul)
...
"Pah ... Anak kita sudah benar-benar betah di Pondoknya".
"Mamah juga berniat untuk menjenguk putri besok".
"Papah nggak mau ikut?".
"Papah masih ingin istirahat?"
"Papah!!! papah!!! Dokter!!! dokter!!!!
Teriak Sumi mendapati detak jantung Suaminya sempat berhenti berdetak dan membuat panik beberapa perawat yang sedang melintas.
"Dokter suami saya!!"
"Iya, Ibu... tolong tunggu di luar, Kami akan berusaha semaksimal mungkin".
"Suster siapkan segera peralatan darurat!"
"Dokter tolong Suami saya Khu khu khu"(terduduk di depan pintu). sedang di dalam ruangan Semua perawat dan Dokter melakukan penangan serius kepada Ayah Suna dengan segala cara.
__ADS_1