Aku Memilih Mu

Aku Memilih Mu
Aneh


__ADS_3

"Mana Orang nya?".


"...".(syok)


"Saya mau ketemu orangnya".


Dika yang tidak bisa berkata apa-apa kini terlihat pucat, bahkan karena begitu takut tak terasa lemas, terduduk dan mengalirkan Air seni tanpa sadar.


Di dalam otaknya berkecamuk siapakah yang ada di hadapannya sekarang, terlintas untuk meminta tolong tapi pita suara tak dapat berbunyi apapun.


Di Remang-remang lampu penerangan yang begitu jauh letaknya, hanya mampu mengedipkan mata dan nafas yang terdengar ngos-ngosan.


Suna dengan cepatnya melangkah meninggalkan Dika yang terduduk sendiri.


Dug...


Tanpa mampu mengucapkan kata-kata Dika hanya mendapati Sosok Suna yang kali ini tersenyum setelah menyenggol kakinya.


Tapi tanpa sengaja Dika melihat Sarung yang di kenakannya mengambang tanpa adanya kaki menapak tanah.


"Huft".


"Haa!!!!!".


Dengan menghimpun tenaga untuk berteriak akhirnya sebuah suara itu pun terdengar hingga ke telinga Salman yang tertidur dalam posisi duduk dan memegang mushaf.


Dan Segera berpatroli setelah mendapati Suna tidak ada dan Asyifa tertidur dengan menaruh kepala di atas meja.


Kini Salman sedang kebingungan Saat Absensi perjam sudah mendekati waktunya, namun dirinya malah berada jauh dari Kamar BAKAM, Dan Asyifa sedang Berpatroli ke arah Masjid dan kelas.


"Allah.. Kang,".


"Ini Kang Suna kan?".


"Iya Man, haduh Aku kehilangan jejaknya".(Ngos-ngosan)


"Aku baru Saja mendengar teriakan hingga tersadar dari tidur".(Masih menguap)

__ADS_1


"Huft.., Tadi ada anak keluar dari kamar mandi".


"Aku kira Orang itu".


"Huft, ya Allah, ini gimana model ngangkatnya yah".


Lirih Salman yang dalam kantuknya menyadari bahwa seorang anak yang sedang tak sadarkan diri sudah mengotori celananya dengan Air seninya sendiri.


...


Sementara itu beberapa orang Yang masih terjaga kini terlihat kembali dari BAKAM dengan sedikit menggelengkan kepala.


"Eh, kang, nanti Absensinya di tanda tangani di jam Dua yah!".(Salman)


"Untuk jam Satu udah kang".(Bingung)


"Eh, Sama siapa?".


"Sama Kang Suna, Katanya biar Saya yang tanda tangan".


Singkat salah seorang pengurus yang dengan polosnya berkata bahkan dirinya tidak merasa aneh kala mendapati Suna juga berada tepat di sebelah Salman.


"Gawat".(Salman).


"Kang, tolong urus akang inih".


Lirih Salman menunjuk seorang anak yang masih tergeletak lemas tak sadarkan diri, dan bergegas kembali ke kamar BAKAM.


...


Sementara itu, di Asrama Putri kini masih terlihat seperti biasanya, semua hal berjalan tanpa kendala, hanya beberapa permasalahan yang terjadi beberapa Asrama masih belum melaporkan pengabsenan per jamnya.


"Uti, sebentar ya, Saya mau ngecek Asrama jeddah Sama tunisia".(Uti Lailah)


Sedangkan Zahira masih duduk dengan sesekali menyalakan dan mengarahkan Senter besar ke salah Satu asrama terdekat, karena beberapa pengurus terlihat tertidur.


"Loh.., Akang Suna".(Asyifa)

__ADS_1


"Iya?".


"Tadi disini terjadi banyak hal".


"Lihat". Lirih Suna memperlihatkan tanda tangan aneh menyerupai Emoticon tersenyum.


"Ummm".(Asyifa)


"Ini yang menanda tanganinya adalah seseorang yang mirip Suna".


"Ya Akang Suna lah itu?".(Murung)


"...".(Salman).


"...".(Suna).


"Aku kira Akang Suna sudah akan kembali ke Masjid tadi, eh gak taunya di sini".


Lirih Asyifa memecah Keheningan di saat Salman dan Suna merasakan usaha mereka mengejar sosok misterius tersebut sia-sia.


"Huft..".


"Aku nggak percaya ternyata Kita kehilangan jejaknya lagi".


"Huft".(Salman)


"..."(Murung)


"Aku sedari tadi belum kembali ke arah Masjid".


"Dan sejak tadi berkutat dengan hal-hal aneh di sini".


"Yah, sudah Kang, Saya capek memikirkannya".


"Biarkan saja kalau Allah menghendaki kita temuin kok".


"Iya sih, Aku cuma nggak mau dia melakukan Hal-hal yang menyalahi aturan dengan sosok sama persis seperti Aku".

__ADS_1


Lirih Suna yang di hadapkan dengan raut wajah Lesu dari kedua Temanya tersebut.


__ADS_2