Aku Memilih Mu

Aku Memilih Mu
Biar Aku perjelas


__ADS_3

"Aku cinta kamu Sal".


"Aku tak perduli BAKAM atau siapa pun yang menghalangiKu, aku tetap mencintai diriMu".


"Telah lama Aku tunggu masa-masa ini, Aku dan dirimu saling bertatap muka , Aku tidak perduli dengan apa yang akan kamu katakan ataupun kamu kembali meninggalkan aku di sini".


"Agar semuanya jelas Aku katakan padamu semuanya sekarang, aku selalu mencari Mu setelah kejadian malam itu, bahkan dari sebelumnya". Ujar Suna yang berusaha meyakinkan Salwa di kedai kopi (Kafe Kita)


"Perasaan itu hadir di saat kamu senang Aku hanya khawatir ini hanya ilusi cinta yang timbul dengan Rasa kagum duniawi".


(meletakkan selembar uang lalu pergi)


SEBELUMNYA


"MasyaAllah, tak Ku sangka Akang Hasan menemui Jodohnya di sini bahkan dengan Ustadzah Khumai, keduanya adalah Orang terbaik yang pernah di miliki Pondok".


"Ya.. kamu kapan nih Rif.. Di seberang sana banyak Ustadzah-Ustadzah juga yang masih mengabdikan dirinya di pondok".


(Salman meledek)


"Heh.., dah, jangan berisik perhatikan langkah kalian atau malah membuat kekacauan di hari bahagianya Akang Hasan ini".ujar Fattah di dalam Aula beriringan mengantri di acara Tasyakuran atas menikahnya Hasan dengan Ustadzah Khumai.


Semua santri maupun santri wati yang libur pada hari ini dapat berkesempatan mendengar Ijab Qabul yang di laksanakan di Masjid kala itu, semuanya dalam keadaan gembira bersyukur atas terlaksananya acara Ijab Qabul yang di hadiri secara tertutup bagi Ustadz Ustadz yang sudah berkeluarga serta beberapa Sahabat dari Hasan , termasuk Suna dan salman.


Bahkan di tengah-tengah acara yang khidmat tersebut Salwa sempat menelisik di antara mereka yang hadir adakah Suna juga menghadiri Acara Ijab Qabul tersebut.


KEMARIN


"Uti Salwa ini Uti Putri dialah yang menemaniKu selagi Uti Salwa menghafal Qur'an".


"Terima kasih sudah menjadi teman untuk Sofi"(Salwa menjulurkan tangan untuk bersalaman)


"Bentar, aku mau membelikan cemilan untuk kita sembari ngobrol"(meninggalkan Putri dan Salwa di Taman tempat biasa mereka bertemu)


"Em.. aku sama persis seperti Sofi sebelumnya tidak punya teman namun Sofi sangat mengagumiMu, dan Kurasa kamu memanglah seperti yang di katakan Sofi, baik.


Sofi sedikit lebih beruntung dariku karena punya sahabat seperti dirimu".


"Ah aku tidak melakukan apa-apa, Akulah yang seharusnya banyak berterima kasih, bahkan kakak Ku sangat bahagia karena kehadiran Uti Putri, Temanya sudah banyak meninggalkan dirinya, hingga Uti Putri menjadi sahabat kakak".(tersenyum)


"Salwa, tentang pernyataan diriku bahwa Suna adalah calon suamiKu itu tidaklah benar, Aku lah yang mempunyai ego yang besar untuk memilikinya".

__ADS_1


"Mmm".(Salwa terdiam seketika)


"Aku hanya merasa dia harus selalu ada dan hanya untukKu ketika kami bersama".


"Iya".(murung)


"Swear salwa demi Allah, kami tidak pernah melakukan apapun, karena Suna selalu sibuk dengan Kedai kopi miliknya".


"Iya Uti.. itu semua tidaklah penting, asalkan Uti Putri semakin Baik di Pondok Ini".


"Ini sangat penting Salwa... Ini masalah perasaan, tak banyak orang yang mampu merelakan cintanya untuk orang lain".


"Iya".(menggigit bibir)


"Sal... Biar ku perjelas, Aku tak apa bila kebahagiaan Suna ada pada dirimu dan Aku pikir kamu pun Punya perasaan yang sama padanya Sal".


"Uti .. aku sudah lama tidak ingin terlalu memakai perasaan dan hatiku dalam masalah Jodoh , karena yang selama ini aku lihat tidak semudah itu".


"Sal ... tapi...


"Uti.. Akang Suna bisa memutuskan Uti Putri bukan berarti ia akan berhenti untuk melakukan hal itu(Pacaran)".(berdiri hendak pergi meninggalkan Putri yang ingin membuatnya tau bahwa Suna mencintai dirinya)


"Sal... Bukan dia yang memutuskan , tapi aku.., selain itu... dia memang tidak ...


"Sal... memang Pacaran tidak baik aku akui itu, tapi .. aku melihat ketulusan seorang Suna, yang hingga saat ini mencari dirimu mungkin aku atau dirinya sebelumnya benar-benar melampaui batas, tapi setidaknya berikan dia kesempatan untuk menunjukan bahwa lembaran baru bisa ia miliki, yaitu bersama kamu Sal!".(meraih tangan Salwa)


"Entahlah Uti aku Pusing" (menyeka air mata lalu pergi)


"Sal berikan Suna kesempatan"(lirih Putri yang tak mampu menghentikan kepergian Salwa)


"Uti.., Lamma ya(h) nunggu, eh mana Uti Salwa?"(Sofi dengan sebuah kantongpelastik berisikan Roti serta Susu kotak khas Pondok Ihya')


"Emm Ada hal yang mesti di lakukan Salwa Sof... ia titip permintaan maaf buat Kamu soalnya nggak bisa ngobrol banyak".(menyeka air mata yang sempat berderai tanpa terasa)


"Hmm Uti Salwa, sayang sekali, padahal aku hanya ingin meminta maaf karena merepotkan tadi sore".


(melahap roti yang berada di genggaman)


"E'hem.. Ukhti BAKAM sudah harus lebih ketat lo jaga makanya , ntar tambah melar lagih, karena jarang olahraga sama-sama!"


ujar Putri yang membantu Sofi dalam merubah berat badannya dengan berbagai macam cara, senam , badminton , dan lari mengitari taman.

__ADS_1


"Iya Uti.. dikit.. aja"(mengunyah Roti)


"Ok Ok, sini aku bantuin"(merebut roti yang berada di tangan Sofi)


"Aaaaa Uti... buka sendiri ih".(merengek)


"hehe kamu aja, aku nggak abis kalo buka lagi".(terkekeh)


Salwa.., Contohlah Kakak mu Khumairah, dia alhamdulillah menyelesaikan semua hal hampir sempurna Abi ingin kamu seperti kakakmu Nak, Abi sangat sayang sama kamu Salwa, Abi ingin.. ada seseorang yang bisa menuntun mu di jalan Allah dan kamu melengkapinya di semua Keilmuan yang kamu gemari, tak perduli dirinya tamatan sekolah apa, yang terpenting ilmu agamanya Salwa.


"Iya Abi..".


Kalian Anak-anak abi adalah pencetak tunas-tunas bangsa dan agama yang Abi harap punya banyak warisan ilmu.


"Iya abi..".


"Jadi Salwa... Abi ingin kamu menempuh Pendidikan yang sebenar-benarnya kalau perlu ke timur tengah, mesir atau madinah".


"DEG"


"Abi selalu mendoakan dirimu agar di permudah mencapai Cita-cita Salwa, kamu masihlah sangat muda jangan sia-siakan hidupmu".


(menyeka air mata)


"Iya Abi".


...


("Perasaan itu hadir di saat kamu senang Aku hanya khawatir ini hanya ilusi cinta yang timbul dengan Rasa kagum duniawi".


(meletakkan selembar uang lalu pergi))


kata kata salwa tempo hari membuat Suna benar-benar tidak mengerti , hingga Suna terbayang-bayang Ucapan gadis pujaan hatinya yang sudah sejak lama tak berjumpa.


"Pe.raasa'an..(Suna menuliskan kata-kata Salwa di dalam Buku Agenda yang di berikan oleh Salwa)


"Sepertinya Aku harus meyakinkan Salwa, kalau aku memang benar-benar mencintainya".(memikirkan sebuah rencana)


"Kalau saja aku bisa bertemu dengan Salwa setidaknya dua atau tiga kali maka akan ku buat ia mengetahui perasaan yang Ku punya".


"Huft... tak Ku sangka akan serumit ini, bahkan setelah aku menyatakan pengakuan di hadapannya".

__ADS_1


"O ia, mungkin Willy bisa membantuku untuk masalah ini, karena saat ini tidak ada yang paham masalah cinta selain dirinya, Arif masih kecil, Salman dan Fattah sudah tidak bisa di harap apapun, Kang Hasan sudah Bahagia, jadi Willy adalah orang yang tepat untukKu mengobrol masalah ini".


ujar suna seraya beranjak menyusuri anak tangga selepas Shalat Isya, hendak ingin keluar dan menyambangi Kafenya berharap menemui Willy.


__ADS_2