
Sesosok bayangan menyerupai seorang wanita dan terus memanggil nama Suna berdiri di tepi jurang.
"Kamu siapa?".
"...".
"Kang Suna.."
"Kang Suna, ayo kembali..".
"Kang...".
"Kamu ngapain di sini?".(Melangkah mendekati).
Dengan langkah yang semakin dekat kabut pun sedikit menghilang, Suna di buat terkejut karena sosok tersebut berubah wujud menjadi Salwa.
"Innalillahi".(Reflek).
"Allahula ilaha illa huwal hayyul qayyum".(Menutup mata).
"Aku suka sama Kamu".
"Kamu kenapa menutup mata?".
"Ayo, datang padaku..".
"Suna".(Menyerupai Suara Salwa).
"Kang Suna!!".
"Kang... Jurang itu...".(Berlari).
"Sini Rif...".(Sosok tersebut menyerupai suara Suna)
"Sini Rif.. tolong Aku, Tadi ada seseorang yang hendak mencelakai Ku".
"Rif... tolong jangan dengar suara itu!!".
Suna yang terus berteriak tidak dapat melakukan apapun karena sepertinya Arif hanya mendengar suara dari sosok misterius itu saja.
"Rif.. Aku di bawah".
"Rif tolong".
"Dia masih di atas?".
"Tolong Aku, Aku di jatuhkan olehnya".
"Rif..".
"Astaghfirullah".
(Kenapa tubuhku tidak dapat di gerakkan).
"Allah".
"Allah".
"Allah".
"Allah".
"Ini siapa yang Benar-benar kang Suna?".
...
"Tah, Aku ingin keluar, buang air sekaligus mengecek anak-anak".
__ADS_1
"Emm, Aku ikut, Jangan sendiri".
"Terserah".(Membuka tenda).
"Uti Putri?".
"Sofi?".
"Iya?".(Di dalam tenda).
"Kalian ngapain lagi".
"Udah.. tidur jangan ganggu Kami lagi".
"Kami sedang mengecek keadaan".
"...".
Fattah yang di bentak oleh Putri sedikit merasa aneh, karena Suara Putri seakan begitu marah padanya.
"Uti Lailah".
"Zahira?".
"Kamu mau apa lagi!!".
"Tidur tidur!!".(Di dalam tenda).
"Em, kami sedang mengecek keadaan".
"...".
"Kang!".
Salman memanggil Fattah setelah mendapati tenda Suna dan Arif kosong.
"Ini sudah basah".
"Berarti setidaknya sepuluh menit lebih sudah terbuka".
Ujar Fattah setelah mengecek lantai tenda.
...
"Kang!"
"Iya Rif.. Aku di bawah masih hidup berpegang pada akar tumbuhan".
"Sebentar, Aku cari pertolongan".
"...".
"Syut!!".
"Lalu ini siapa?".
Lirih Arif yang tidak berani mendekati Suna yang berdiri tiga meter di depan mulut jurang.
Arif pun segera mencari apapun untuk menolong Suna yang dirinya kira berada di bawah.
"Haduh".
"Sudah ku bilang agar tetap di tenda".
"Sudah, Lebih baik kita percepat langkah sebelum terjadi apa-apa dengan mereka".
"Suna!".
__ADS_1
"Arif..!".
Fattah dan Salman menerobos semak-semak mengitari Post lima, berharap menemukan kedua Sahabat mereka tersebut.
"Siapa Kamu!!".
"Aku... Citra".
"...".
"Aku cinta sama Kamu Suna".
"Aku sudah bertahun tahun bersama kamu".
"...".
"Ayo ikut Aku".
"...".
(Allahula ilaha illa huwal hayyul qayyum la ta'khudzuhu sinnatu wala naum)
Suna yang tidak menanggapi kata-kata sosok tersebut hanya fokus kepada Ayat-ayat yang sedang dirinya lantunkan.
"Kamu akan segera menghampiriku Suna".
"Bersiaplah".
"Kang!!".
"Arif".(Fattah).
"Ayo kang".
"Cepat".(Salman).
"Akang masih di bawah?".
"Masih Rif".
"Tolong Rif".
"O iya.., Ini tarik ini Kang".
"Ini!!".
"Rif.. Sosok itu masih di atas?".
"Dia yang mendorong Aku sampai jatuh Rif!!".
DEG
"Rif... Aku ada di sini Rif".
"Tolong jangan percaya suara itu".
"Masih Kang masih!".
"Dorong Rif".
"Dorong".
Arif yang mendengar suara Suna yang seperti menahan sakit hingga seperti menangis semakin tidak karuan dan hanya terpaku oleh suara Suna yang di kira berada di bawah jurang.
"Iya Kang".(Berlari)
Arif yang semakin yakin dengan Suara tersebut berlari menuju Arah Suna yang berdiri terpaku di tepi jurang.
__ADS_1