Aku Memilih Mu

Aku Memilih Mu
Persiapan.


__ADS_3

"Alhamdulillah, kali ini insyaAllah".


"Sudah siap untuk berlibur nggeh?".


"(Nggeh)".(Para santri)


"Saya tidak berpesan banyak-banyak".


"Karena sudah di bekali sedemikian rupa dengan Pak yai, Barusan".


"Untuk semuanya Saja".


"Sebelum saya selesaikan dengan do'a".


"Tolong di ingat pesan saya ini".


"Di manapun anda-anda sekalian berada, tolong ingatlah, keburukan anda tidak akan menghancurkan apapun kecuali diri anda sendiri".


"anda-anda sekalian sudah sekian tahun lamanya mengenyam pendidikan di Pondok ihya' ini".


"Maka yang pertama, ingatlah bahwasanya malu adalah sebagian dari...(Iman)".


"Anda sudah tahu itu, itu yang pertama".


"Lantas yang kedua".


"Anda-anda sekalian setidaknya sudah berilmu".


"Meski kadang di kelas tidur".(Gemuruh bisikan)


"Kadang minumnya berdiri".


"Atau yang tidurnya tidak tahu tempat".


(Al'akh Arif... Al'akh arif)(Gemuruh)


"MasyaAllah".


"Jangan lagi ada yang kejadian seperti itu nggeh!".


(Nggeh)


"Nah dengan mengetahui seberapa kadar keilmuan yang antum-antum sekalian miliki sekarang, setelah keluar dari Pondok Ihya' Ini".


"Anda-anda sekalian harus paham, paham bahwasanya Iman dan malu itu ibarat hajat dan Do'a, harus beriringan".


"Kalau sudah semuanya di pelajari, do'a di doakan selalu oleh Kiayi,".


"Ilmu sudah di berikan InsyaAllah".


"Maka, dari detik di bukakannya gerbang untuk antum-antum berlibur".


"Kami berpesan, Dzakkiru... Dzakkiru, Ingatlah allah bertakwalah kepada allah di manapun Kalian Berada".


"Bukankah dengan berdzikir hati akan tenang?".


"(Nggeh)".


"Mau berbuat yang aneh-aneh, sedang berdzikir".


"Jadi mampu melihat yang baik itu baik, yang bathil itu bathil".


"Nggeh?".


(Nggeh)


"Selanjutnya Bila semuanya sudah di ingat, berdzikir pun Sudah".


"Maka, Kalau anda-anda tidak malu melakukan sesuatu yang bukan seharusnya anak Ihya' lakukan, Maka berbuatlah sesukanya".

__ADS_1


"Nggeh?".


(Mboten)"..


Alhamdu..(Lillah)


Dengan sedikit pesan Dari Ustadz Yusuf sebelum akhirnya di tutup dengan Do'a oleh beliau, Akhirnya liburan menjelang Ramadhan pun di buka.


Masih beberapa hari hingga akhirnya bulan suci tersebut tiba, setidaknya selama sepekan lebih, seluruh Santri akan merasakan liburan sebelum Ramadhan hingga akhirnya kembali di adakan Absensi wajib di tanggal Tujuh Syawwal.


"Uti... Ikutlah bersama kami".


"Ke rumah Uti Lailah".


"Hemmm ada acara apa Sof?".


"Aku tidak bisa, karena ada hal penting yang ingin Aku lakukan".


"Mmm?"


"Hal penting?".


"Iya, Sofi, doakan yah".


"Hemmm Aku selalu mendo'akan Uti segala hal yang terbaik".


"Tapi memangnya tidak bisa hari ke empat liburan kita berkumpul?".


"Emmm nggak bisa Sof".


"Maaf banget".


"Hemmm, ya udah deh nggak apa-apa, lagian cuma acara mendaki gunung aja".


"Wah masyaAllah".


"Bahaya loh mendaki ituh".


"Nggak, Kata Uti Lailah".


"Nanti ada yang mandu kok, orang yang paham betul perihal pendakian".(Tersenyum)


"Emmm, Bagus deh kalau begitu".


"Jangan Lupa sholat".


"Siap Uti".


"Iya, jaga diri baik-baik ya beb".(Memeluk)


"Hemm kok rasanya bakal kangen banget sama Uti".


khu khu khu(Terisak).


"Aku juga Sof".


"Aku pasti bakalan kaaangennn banget sama Kamu".


(Menitihkan air mata).


"Yah, begitulah jadinya, kata Uti Wawa dia nggak bisa ikut karena hal penting Khu khu khu"(Menitihkan air mata)


"Hemmm, Aku paham banget kok perasaan kamu Burtuqal(Jeruk)".(Zahira merangkul)


"Hemm, ei".


"Canda kok".(Zahira)


"Yah sebenarnya kalau dia ikut akan lebih seru sih".(Lailah)

__ADS_1


"Hemm".


"...".(Putri)


"Tapi nggak apa-apa, Kan ada uti Putri di sini".


"Uti, Tolong yah, si baby satu ini kalau ribet di urus hehe".


"Siap, Pokoknya kalau udah rewel masukin tas hehe".


Ujar Putri mencairkan Suasana di larut malam yang hening.


Brumm... Brumm... Brumm...


"Eh,".


(Suna?".(Putri)


"Ih.. siapa sih ituh malem-malem ginih pake acara maenin gas, Berisik".Celetuk Sofi.


"Emm entah Orang sekitar kali".(Lailah)


"Hallo?".


"Aku dah nyampe dih Tah".


"Rumah yang mana?".


"Syut... Sini".(Melambai)


"Ok".


"Di tuntun aja!".


"...".(Mengangguk)


"Assalamualaikum".


"Waalaikumussalam".


"Ka.. nih Ayo dah siap!!".


"Ya bentar Pah".


"Tar Aku loh yang maenin".(Satria)


"Jangan Sat".


"Pah, ini temen Fattah, Kenalin Suna".


"Suna Om, Iya, papahnya Fattah".


"Ayo, main".


"Wah Saya kurang jago maen Ps Om".


Lirih Suna.


"Wah, sayang sekali".


"Nih Om Sudah mengalahkan mereka, tiga kosong semua".


"Emm jangan percaya Papah mas".


"Lawan Satria aja kalah".(Satria tengil)


"Eh ya udah, kita tanding ulang Papah sama dedek yah".


"Eh Aku...".(Fattah)

__ADS_1


__ADS_2