
"Lihat dirimu kang, ada berapa banyak adik kelas dirimu yang melihat".
"Alah tak usah pikirkan mereka toh kita tidak lagi menjadi seorang BAKAM".
"Apalagi seorang ketua bukan?"
"Yang paling kuat iya lah yang menang".
...
"Alhamdulillah ya allah, kali ini hafalan ku menyentuh Surat Arrahman, bila Ku ingat-ingat dulu sewaktu pulang imam di sana(Pondok Ihya') membacakan surat ini".(tersenyum)
"wah, ini Irama Aku tau persis".
lirih fitri menyentuh pundak Salwa yang sedang membaca beberapa ayat pertama.
"Jiharkah".ujar Salwa tersenyum
"Aku sedikit mempelajari karena iramanya menyentuh banget".
"A... Mau Aku ajarkan?"
"Kebetulan Aku juga suka dengan irama jiharkah".
"Baik lah, Ustadzah, tolong ajarkan ya".
"Ya... untuk saat ini teruskan dulu Hafalan Suratnya".(beranjak)
"Iya Ustadzah".
...
"Pah, papah sedang apa?"
"Papah masih ingin istirahat ya?"
"cepat pulih ya.. Mamah pengen kita kumpul lagi".
Lirih Sumi memulai pagi dengan mengompres wajah Suami tercintanya, dari wajah itu teringat kembali masa-masa dimana dirinya menghabiskan waktu singkat bersama-sama, hingga kabar kecelakaan membuat pujaan hatinya itu terbaring seperti saat ini.
"Mah.., maaf karena tidak meminta izin di Awal". lirih Putri yang hanya sempat memberi tau Ibunya jika dirinya ingin berhenti menjalankan kesibukannya sebagai pemilik Butik.
"Putri, Mamah seneng, Kamu memutuskan mendalami ilmu Agama, Mamah akan terus mendukung Kamu".
"(...)".
"Tapi .., apa nggak apa-apa Kamu menimba ilmu di sini?".
lirih ibunda Putri yang tau betul karakter anaknya itu sebelum memasuki Pondok, Sangat berbeda jauh dengan anak-anak Pesantren, bahkan cenderung modis dan ekspresif.
"Ng?"
"Ya.. Kamu nggak ada masalah dengan lingkungan? atau cara hidup Kamu sekarang?".
"Ooo".
"Nggak donk mah, hehehe, malah kalau di hitung-hitung Putri dapat memunculkan sisi lain di diri Putri, dan akhir-akhir ini Putri rasa Putri lebih nyaman dengan kehidupan sederhana, di Pondok ini".
"Ooo".
"Iya Mah, malah terkadang Putri suka kepengen ngulang Kuliah lagih karena liat anak-anak di sini yang selalu hilir mudik, kuliah, lalu belajar di Pondok".
"Syukurlah kalau Kamu betah di sini".
"Mamah seneng dengernya".
"Iya Mah".
__ADS_1
"O iya, nimba Ilmu di sini berapa lama sayang?".
"Iya Mah?".
"Iya biasanya sampai kapan menimba ilmu di sini?".
"Kalau SD, SMP, SMA kan Sudah jelas berapa tahun gitu kan Put?".
"Ng.. Itu".
...
"Ustadzah, Aku mau cerita".
"Ng? ceritakan Salwa".
"Emmm Ustadzah pernah menyukai seseorang?".
"Emm maaf Aku hanya sedikit membutuhkan seseorang untuk berbagi cerita".
Lirih Salwa kepada sahabatnya yang sudah menjadi seorang Ustadzah.
"Emm Saya pernah, Saya pernah Memiliki perasaan itu".
"Tapi.. Akhirnya Saya menyesal".
"Ng? mengapa menyesal?".
"Iya, Karena Ibarat cermin, Jodoh adalah bayangan kita".
"Kala Itu, Saya memang labil dan hanya berfikir segala sesuatu bisa kita lakukan hanya dengan berlandaskan niat yang baik".
"Emmm kan bener Ustadzah?".
Salwa bingung.
"Jadi Gini, Sini duduk dulu".(menggandeng Salwa duduk di taman di depan Asrama)
"Jadi Kamu mau Kita mulai dari mana?".
"Emm Fit, eh, Aku rasa aku paham maksud Ustadzah, Aku pun terkadang bertanya-tanya apakah perasaanku, niatku, waktu dan usahaku ini Baik".
lirih Salwa menyandar di kursi.
"Mau ku ingatkan sebuah kisah?"(tersenyum kala Salwa menyebut namanya)
"Apa?"
"Dahulu ada seorang Wanita Saudagar kaya yang mengamati salah satu pedagang, pedagang itu adalah seseorang yang sangat di kenal karena sifat dirinya yang sangat dapat di percaya".
"A , seperti Kisah Sayidah khadijah".(lirih Salwa)
"Wah kamu memang banyak belajar ya".
"Yup, Sayidah Khadijah adalah seseorang yang menyatakan cintanya terlebih dahulu kepada Rasul".
"Dan cara-cara terbaik sudah di contohkan oleh beliau".
"Kalau di rasa kesempatan ada, seseorang itu pun baik untuk dirimu dan agama mu kelak ungkapkan saja".
"Wah, tak Ku sangka Aku berkata jauh dari apa yang bisa Aku lakukan".
"Di depan anak Kiyai pula".
Lirih Fitri terkekeh membuat senyum tertoreh di wajah Salwa.
"Tapi... kalau waktunya tidak memungkinkan Atau seseorang itu tidak akan menuntun dirimu dan keluargamu kelak ke jalan yang lurus, ketahuilah terkadang kita menyukai sesuatu padahal itu tidak baik untuk kita, dan terkadang sebenarnya yang tidak kita sukai itu baik untuk kita".
__ADS_1
"Hemmm, Astaghfirullah".(Salwa)
"Dahulu juga Pernah ada dua insan yang saling memerhatikan dalam diam, bahkan tidak pernah mengutarakan isi hati mereka, hingga si wanita baik itu di datangi oleh laki-laki lain yang juga baik".
"Em?".
"Lantas?".
"Namun Wanita tersebut berjodoh dengan Laki-laki yang diam-diam ia Sukai ".
"Ketika Allah sudah berkehendak menyatukan dua insan, sejauh apapun se sulit apapun maka akan tetap berjodoh".
"Kala itu tidak ada yang meragukan kehebatan Sahabat nabi yaitu Umar ibnu khattab".
"Ya Allah, Kisah Sayidah Fatimah dan Ali".
Lirih Salwa mengetahui kisah yang di ceritakan Fitri adalah Kisah Anak Rasulullah dan Ali.
"Dengan waktu serta niat yang tepat dan baik, Kamu bisa mengutarakan terlebih dahulu atau... , berdo'a dalam diam sampai Syaiton pun tidak mengetahui seseorang yang engkau do'akan, karena tipu daya syaiton akan selalu bermain di antara insan-insan yang sedang memiliki perasaan semacam itu".
"Semoga Allah memudahkan segalanya Salwa".
"Aamiin".
"Terima Kasih banyak Ustadzah, kalau saja Aku tidak bertemu Ustadzah, entah akan jadi apa perasaan yang Aku punya ini".
"Aku hanya mengutip dan mengingatkan Salwa".
"Kamulah yang mampu berfikir jernih hingga dapat menjaga perasaanmu".
"Aamiin, Semoga Aku tidak Salah meniti jalan".
"Aamiin".
...
"Allahu akbar, Tak ku sangka beberapa Anak masih belum terbiasa dengan Bangun Pagi". lirih Suna yang pagi ini bergantian berkeliling Subuh.
"Hehe , mending Kang, kadang malah ada yang mengigau sampai ingin berantem karena kecapean mungkin".lirih Arif di pagi hari saat ingin bersiap menuju ke kelas.
"Tapi selagi belum Sampai seribu kali mengingatkan, dan mengajak ke dalam kebaikan, maka akan terus Aku usahakan".
"Dan Usaha yang baik akan menjadi berkah meskipun tidak untuk hari ini".
Lirih Suna dan di iringi Salman.
"Waw...".
"Tak ku sangka Kalian sudah begitu kompaknya".
"Kompak Apanya, Itu kata-kata Kiayi saat Kajian , kemarin".
lirih Salman terkekeh.
"Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُحِلُّوْا شَعَآئِرَ اللّٰهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَـرَا مَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَۤائِدَ وَلَاۤ اٰۤ مِّيْنَ الْبَيْتَ الْحَـرَا مَ يَبْـتَغُوْنَ فَضْلًا مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرِضْوَا نًا ۗ وَاِ ذَا حَلَلْتُمْ فَا صْطَا دُوْا ۗ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰ نُ قَوْمٍ اَنْ صَدُّوْكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَـرَا مِ اَنْ تَعْتَدُوْا ۘ وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَا لتَّقْوٰى ۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِ ثْمِ وَا لْعُدْوَا نِ ۖ وَا تَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَا بِ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu laa tuhilluu sya'aaa`irollaahi wa lasy-syahrol-harooma wa lal-hadya wa lal-qolaaa`ida wa laaa aaammiinal-baital-harooma yabtaghuuna fadhlam mir robbihim wa ridhwaanaa, wa izaa halaltum fashthooduu, wa laa yajrimannakum syana`aanu qoumin ang shodduukum 'anil-masjidil-haroomi ang ta'taduu, wa ta'aawanuu 'alal-birri wat-taqwaa wa laa ta'aawanuu 'alal-ismi wal-'udwaani wattaqulloh, innalloha syadiidul-'iqoob
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar kesucian Allah, dan jangan (melanggar kehormatan) bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) hadyu (hewan-hewan kurban), dan Qalaid (hewan-hewan kurban yang diberi tanda), dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitulharam; mereka mencari karunia dan keridaan Tuhannya. Tetapi apabila kamu telah menyelesaikan ihram, maka bolehlah kamu berburu. Jangan sampai kebencian(mu) kepada suatu kaum karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidilharam mendorongmu berbuat melampaui batas (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksa-Nya."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 2).
وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَا لتَّقْوٰى ۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِ ثْمِ وَا لْعُدْوَا نِ ۖ!!!!
Lirih Salman dan Suna yang mengutip beberapa kutipan ayat.
__ADS_1
"tolong menolong lah dalam mengerjakan kebaikan dan taqwa, Janganlah kamu tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan!".
(Suna dan Salman bersamaan)