
"Biar Aku bantu".
"Eh".
Wajah itu masih sama, Suaranya selalu bisa menggetarkan isi hati Salwa, bahkan tak jarang dirinya mencuri-curi pandang hanya untuk sekedar melepas Rindu ataupun memastikan Seseorang yang tengah berada di sampingnya adalah Si penyiram Bunga.
"Kenapa?".
"Mmm enggak".
"Ini Komunitas Apa?".
"Akang Suna, Ini komunitas Amal anak-anak komplek Rumah Ku".
"Kebetulan banget loh Akan di sini".
"Bisa bantu-bantu hehe".
Sofi yang mengerti bahwa Salwa belum begitu siap berbicara panjang lebar berharap dapat meloloskannya dari percakapan bersama Suna.
"Kapan datang?".
"Tiga hari sebelum Ramadhan kemarin Kang".(Sofi).
"...".(Salwa menahan tawa).
"Sof".(Suna).
"Gimana Kabarnya?".
"Alhamdulillah Baik Kang".
"Kabar Ana(Saya) Ba..ik banget".
"Lagian Puasa Kang..".
"Gak baik terlalu sering ngobrol bersama lawan jenis".
"Tar batal Hihi".
"Hmmmmm".
Suna menghela nafas panjang.
"....".
Salwa yang mendengar celotehan Sofi hanya tersenyum melihat Suna ataupun dirinya tidak di beri kesempatan untuk saling berinteraksi.
Sehari Sebelumnya.
"Mamah, Ntar sore mau buka sama apa?".
"Gak tau yah, ".
"Naa, bisa belikan Saya Bubur Kacang Hijau?".
"Siap Bos".(Suna tersenyum).
"Ibu, kalau mau Saya juga bisa buatkan Bubur semacam itu".
"Ooo, nggak apa Bi' ".
"Kali ini Bibi santai aja, Suna akan menyediakan Menu berbuka, di hari pertama".
"Biarkan aja Bi".
"Lagi mau gerak".
Lirih Sumi seraya tersenyum melihat tingkah anaknya tersebut.
"Suna, cepat kembali jangan lama-lama Bibi nggak masak apa-apa".
"Kasihan Mamah kalo nunggu tar".
__ADS_1
"Iya Pah".
"Masih dua jam, Cukup deh kayanya".
Ujar Suna seraya memasuki Mobil Ibunya tersebut.
Jalan-jalan di penuhi dengan penjual jajanan khas Ramadhan, berbagai macam makanan Manis hampir memadati jalan, apalagi di pusat Bazar Ramadhan.
"Selamat Sore para pendengar dimana pun anda berada".
"Kembali Lagi dengan Saya di program kesayangan yaitu Hits Song gudangnya lagu-lagu yang ngehits dan lagu-lagu terbaru".
(...).(Musik).
"Sebelumnya Selamat Beribadah Puasa bagi Kita semua".
"Semoga Puasa Kita di terima di sisi Allah".
(...).(Musi).
"Lagu lama namun selalu enak di dengar Masih di miliki oleh Opick Tombo Ati".
(...).(Musik).
"Ramadhan seperti Ini Lagunya sangat-sangat membantu menenangkan hati dan menyejukkan jiwa".
"Untuk Itu, Opick Tombo Ati".
He di-de da-da da di de
Da-da di do-de da-re rei-ra
Tombo ati iku limo perkarane
Kaping pisan, moco Qur'an lan maknane
Kaping pindo, sholat wengi lakonono
Kaping telu, wong kang sholeh kumpulono
Kaping papat, kudu weteng ingkang luwe
Kaping limo, dzikir wengi ingkang suwe
Salah sawijine sopo biso ngelakoni
Tombo ati iku limo perkarane
Kaping pisan, moco Qur'an lan maknane
Kaping pindo, sholat wengi lakonono
Kaping telu, wong kang sholeh kumpulono
Kaping papat, kudu weteng ingkang luwe
Kaping limo, dzikir wengi ingkang suwe
Salah sawijine sopo biso ngelakoni
He di-de da-da da di de
Da-da di do-de da-re rei-ra
"MasyaAllah, Macet".
"Mana Berbuka sebentar lagi".
"Obat Hati ada lima perkaranya".(Menirukan Lagu).
"Bazar, dan Makanan gratis".
"Menarik, Sepertinya mereka Satu Komunitas".
__ADS_1
Lirih Suna yang mendapati Anak-anak Muda dengan pakaian yang hampir Sama, membagi-bagikan makanan gratis.
"Ok, untuk lagu selanjutnya, Kita juga di ajak bernostalgia dengan request Teman-teman dengan lagu lama Di ujung jalan Samsons".
(...)(Musik).
"Tanpa berlama-lama, Samsons Di ujung Jalan".
Di ujung jalan ini
Aku menunggumu, aku menantimu
Di tengah terik matahari
Aku menyanyikan kisah tentang kita
Hmm, ah
"Salwa?".
"Itu Salwa kan".
Suna yang hendak menghampiri Seseorang yang mirip dengan Salwa tak sadar bahwa jalan Kini sudah memungkinkan untuk dirinya lalui, bahkan beberapa Mobil malah dengan cepat sudah mengantri di belakang mobilnya
THIN THIN!!!!
Alunan denting suara hati
Mengulas kembali jejak yang telah lalu
Untaian makna yang tercipta
Aku abadikan di tempat terindah
Tuhan, kembalikan
Segalanya tentang dia seperti sediakala
Izinkan aku 'tuk memeluknya
Mungkin 'tuk terakhir kali
Agar aku dapat merasakan
Cinta ini selamanya
Ketika malam telah tiba
Aku menyadari kau takkan kembali
Tuhan, kembalikan
Segalanya tentang dia seperti sediakala
Izinkan aku 'tuk memeluknya
Mungkin 'tuk terakhir kali
Agar aku dapat merasakan
Cinta ini selamanya
Tuhan, kembalikan
Segalanya tentang dia
(Izinkan aku) Izinkan aku
Memeluknya, oh
Ketika malam telah tiba
Aku menyadari kau takkan kembali
__ADS_1
"Aku yakin tadi itu Salwa".
Suna kembali terbayang Sosok yang selalu dirinya rindukan selama ini, dari kejauhan sosok itu sudah memukaunya, hingga pulang dirinya masih di dalam mobil untuk beberapa saat.