Aku Memilih Mu

Aku Memilih Mu
Menemukan Mu Lagi


__ADS_3

"Biar Aku bantu".


"Eh".


Wajah itu masih sama, Suaranya selalu bisa menggetarkan isi hati Salwa, bahkan tak jarang dirinya mencuri-curi pandang hanya untuk sekedar melepas Rindu ataupun memastikan Seseorang yang tengah berada di sampingnya adalah Si penyiram Bunga.


"Kenapa?".


"Mmm enggak".


"Ini Komunitas Apa?".


"Akang Suna, Ini komunitas Amal anak-anak komplek Rumah Ku".


"Kebetulan banget loh Akan di sini".


"Bisa bantu-bantu hehe".


Sofi yang mengerti bahwa Salwa belum begitu siap berbicara panjang lebar berharap dapat meloloskannya dari percakapan bersama Suna.


"Kapan datang?".


"Tiga hari sebelum Ramadhan kemarin Kang".(Sofi).


"...".(Salwa menahan tawa).


"Sof".(Suna).


"Gimana Kabarnya?".


"Alhamdulillah Baik Kang".


"Kabar Ana(Saya) Ba..ik banget".


"Lagian Puasa Kang..".


"Gak baik terlalu sering ngobrol bersama lawan jenis".


"Tar batal Hihi".


"Hmmmmm".


Suna menghela nafas panjang.


"....".


Salwa yang mendengar celotehan Sofi hanya tersenyum melihat Suna ataupun dirinya tidak di beri kesempatan untuk saling berinteraksi.


Sehari Sebelumnya.


"Mamah, Ntar sore mau buka sama apa?".


"Gak tau yah, ".


"Naa, bisa belikan Saya Bubur Kacang Hijau?".


"Siap Bos".(Suna tersenyum).


"Ibu, kalau mau Saya juga bisa buatkan Bubur semacam itu".


"Ooo, nggak apa Bi' ".


"Kali ini Bibi santai aja, Suna akan menyediakan Menu berbuka, di hari pertama".


"Biarkan aja Bi".


"Lagi mau gerak".


Lirih Sumi seraya tersenyum melihat tingkah anaknya tersebut.


"Suna, cepat kembali jangan lama-lama Bibi nggak masak apa-apa".


"Kasihan Mamah kalo nunggu tar".

__ADS_1


"Iya Pah".


"Masih dua jam, Cukup deh kayanya".


Ujar Suna seraya memasuki Mobil Ibunya tersebut.


Jalan-jalan di penuhi dengan penjual jajanan khas Ramadhan, berbagai macam makanan Manis hampir memadati jalan, apalagi di pusat Bazar Ramadhan.


"Selamat Sore para pendengar dimana pun anda berada".


"Kembali Lagi dengan Saya di program kesayangan yaitu Hits Song gudangnya lagu-lagu yang ngehits dan lagu-lagu terbaru".


(...).(Musik).


"Sebelumnya Selamat Beribadah Puasa bagi Kita semua".


"Semoga Puasa Kita di terima di sisi Allah".


(...).(Musi).


"Lagu lama namun selalu enak di dengar Masih di miliki oleh Opick Tombo Ati".


(...).(Musik).


"Ramadhan seperti Ini Lagunya sangat-sangat membantu menenangkan hati dan menyejukkan jiwa".


"Untuk Itu, Opick Tombo Ati".


He di-de da-da da di de


Da-da di do-de da-re rei-ra


Tombo ati iku limo perkarane


Kaping pisan, moco Qur'an lan maknane


Kaping pindo, sholat wengi lakonono


Kaping telu, wong kang sholeh kumpulono


Kaping papat, kudu weteng ingkang luwe


Kaping limo, dzikir wengi ingkang suwe


Salah sawijine sopo biso ngelakoni


Tombo ati iku limo perkarane


Kaping pisan, moco Qur'an lan maknane


Kaping pindo, sholat wengi lakonono


Kaping telu, wong kang sholeh kumpulono


Kaping papat, kudu weteng ingkang luwe


Kaping limo, dzikir wengi ingkang suwe


Salah sawijine sopo biso ngelakoni


He di-de da-da da di de


Da-da di do-de da-re rei-ra


"MasyaAllah, Macet".


"Mana Berbuka sebentar lagi".


"Obat Hati ada lima perkaranya".(Menirukan Lagu).


"Bazar, dan Makanan gratis".


"Menarik, Sepertinya mereka Satu Komunitas".

__ADS_1


Lirih Suna yang mendapati Anak-anak Muda dengan pakaian yang hampir Sama, membagi-bagikan makanan gratis.


"Ok, untuk lagu selanjutnya, Kita juga di ajak bernostalgia dengan request Teman-teman dengan lagu lama Di ujung jalan Samsons".


(...)(Musik).


"Tanpa berlama-lama, Samsons Di ujung Jalan".


Di ujung jalan ini


Aku menunggumu, aku menantimu


Di tengah terik matahari


Aku menyanyikan kisah tentang kita


Hmm, ah


"Salwa?".


"Itu Salwa kan".


Suna yang hendak menghampiri Seseorang yang mirip dengan Salwa tak sadar bahwa jalan Kini sudah memungkinkan untuk dirinya lalui, bahkan beberapa Mobil malah dengan cepat sudah mengantri di belakang mobilnya


THIN THIN!!!!


Alunan denting suara hati


Mengulas kembali jejak yang telah lalu


Untaian makna yang tercipta


Aku abadikan di tempat terindah


Tuhan, kembalikan


Segalanya tentang dia seperti sediakala


Izinkan aku 'tuk memeluknya


Mungkin 'tuk terakhir kali


Agar aku dapat merasakan


Cinta ini selamanya


Ketika malam telah tiba


Aku menyadari kau takkan kembali


Tuhan, kembalikan


Segalanya tentang dia seperti sediakala


Izinkan aku 'tuk memeluknya


Mungkin 'tuk terakhir kali


Agar aku dapat merasakan


Cinta ini selamanya


Tuhan, kembalikan


Segalanya tentang dia


(Izinkan aku) Izinkan aku


Memeluknya, oh


Ketika malam telah tiba


Aku menyadari kau takkan kembali

__ADS_1


"Aku yakin tadi itu Salwa".


Suna kembali terbayang Sosok yang selalu dirinya rindukan selama ini, dari kejauhan sosok itu sudah memukaunya, hingga pulang dirinya masih di dalam mobil untuk beberapa saat.


__ADS_2