
Klung ...!! Augh!! Bugh...
"Aaaaahhhh!!".(Salman).
"Gimana Bocah?".
"Lu masih mau berdiri ha?".
"Gw dah bilang kan Lu pada ngeyel semua".(Willy).
"Eh, Kencingin aja nih Bocah-Bocah Tengil".
"Iya-Iya".
"Woi!!!".
"Woi!!!".
"Kalau berani Jan Kroyokan Woi!!!".
Tiba-tiba Suara Al'akh Luqman yang menggantikan Salman di kala dirinya memutuskan bergabung dengan anak-anak Ta'mir Masjid terdengar, dirinya datang bersama dengan beberapa anak-anak BAKAM.
"Ooo masih Ada, Kita goreng sekalian".
"Gas...".
"Tepat Waktu".(Suna)
SEBELUMNYA
"Kang..., Saya nggak Mau datang tanpa persiapan".
"Apalagi menghadapi para Preman dengan cara Klasik, gak bakal ada habisnya".
"Jadi gimana Kang?".
Ujar Luqman yang masih melanjutkan masa belajarnya meski sudah lulus dari bangku perkuliahan.
"Kita buat Saksi Mata lebih dari Tiga orang".
"Bahwa ada seseorang yang hendak mencelakai Willy,Sahabat Saya".
"Lalu apa Rencananya?".
"Kita akan datang sebagai teman dari Willy".
"Sedangkan Akang datang sebagai BAKAM yang mendapati Kami kabur dan terlibat perkelahian".
"Akang Amankan setidaknya Satu dari mereka lalu serahkan ke pihak yang berwenang".
"Baik, kalau seperti itu".
"Say akan mempersiapkan sisanya".(Luqman).
"Tapi..".
"Tapi apa Kang?".
"Aku nggak yakin semudah itu".
"Serahkan Saja pada Saya Kang".
"Anak-anak terlatih yang akan Saya bawa".
...
"Wuuuuuh!!!!".
"Sudah cukup main-mainnya".
"Jemputan sudah datang". Teriak Suna seraya merenggangkan Otot, setelah di pukuli dan di injak-injak oleh para preman.
"Lepaskan Teman Kami".(Para BAKAM).
"Teman?".(Preman).
__ADS_1
"Bukan, Mereka anak Yang kabur".
DEG..
"Sepertinya cukup sampai di sini, mereka nggak bakal mau bicara baik-baik".
Syut.. Bough...!!!
Tangan Suna yang masih berfungsi dengan Baik melayang dengan Cepatnya ke salah satu preman tersebut, di Susul Salman yang berusaha menyingkirkan Willy dari kerumunan.
Seketika suasana kembali berkecamuk, dengan masih mempertontonkan Suna dan Salman yang bergelut dengan beberapa preman.
Hyat!!
Klung...
Auh...(Suna).
"Masih belum cukup belajar yah?".(Salman).
"Perhatikan saja gerakan Mu".
Sialan, Kemari Kau Bocah!! Syut... Wuong...!!!
"Awas".
(Mendorong Salman).
Klung... bough...
Bough..
Auhhh... huft..(Suna).
"Mati... Lu sekalian Haaa...!!!".
"Ok, iya,.. teruskan ini bisa Kita bawa ke ranah Hukum!!". Ujar Al-akh Luqman seraya mengambil gambar pemukulan Suna, sedangkan yang lainnya menghadapi dua orang Preman yang menghampiri.
"Hey ngapain ngerekam?".(Rudi Panik).
"Hentikan!!!".(Luqman).
Para anggota BAKAM yang sudah dipercaya untuk ikut berusaha menyelamatkan Suna, yang sedang di rundung Pukulan benda tumpul.
...
Malam itu terasa sangat panjang Bagi Suna, dengan tubuh yang sudah tidak dapat dirinya gerakkan, Bahkan dirinya di bawa kembali ke Rumah Sakit dalam keadaan tak sadarkan Diri.
Sedangkan tak sedikit dari Bakam Pun mengalami luka memar di beberapa Titik di tubuhnya karena sabetan benda tumpul.
Setelah pertikaian tersebut dapat di hentikan oleh Al-akh Luqman karena dirinya mendesak Rudi, untuk menghentikan kejadian tersebut lengkap dengan Rekaman handphone di tangannya.
"Ok, Ok ".
"Kita Damai".
"Kita Damai".
"Hei!!! Berhenti!!".
"Berhenti!!!".
"Eh, Bang Rud!".
"Kenapa?".
"Huft...".
Rudi yang mendengar namanya di sebut makin di buat tidak karuan, pasalnya alat perekam tepat di hadapannya.
"Ku bilang berhenti, berhenti!!!".
"Atau kalian akan berakhir di Kantor Polisi!!".(Rudi).
"Ada apa ini?".
__ADS_1
"Bisa-bisanya Kita di permainkan!!!".
Syut... Woing... Brough Krkk
Salah seorang Preman yang dahulu di hajar Salman, melayangkan pipa yang di bawanya ke arah paha belakang Rudi sebelum akhirnya berlari meninggalkan mereka.
Sedangkan Rudi yang tidak tau akan mengalami hal tersebut kini tersungkur tak dapat merasakan seluruh tubuhnya, karena pukulan yang begitu kencangnya hingga membuat dirinya tak sadarkan diri.
"Telfon ambulan".Ujar Luqman memberikan Telpon genggamnya pada salah satu temanya, karena ingin mengecek keadaan Suna.
"Kang, Kang Suna Kang".
"Kang!!!".(Salman).
"Ei,.. Kalian Kenapa Ribut dengan Preman Pasar itu".
"AllahuAkbar".
"Allah... cepat Kita antar kan ke Rumah Sakit".
Ujar Salah satu Warga yang histeris membantu mereka setelah keadaan dapat di kendalikan.
"Kang.., Saya sudah lakukan semua instruksinya kan?".
"Kang.. Kang Suna...".(Luqman).
"Kang... !!".
"Jaga Nafasnya Kang".
(Salman).
"Na... Tenang Na.. Kita ke Rumah Sakit Na..".(Willy).
"A'air.."
"Ukhuk!!!". (Darah).
Dengan Segera suasana di depan Rumah Indri kembali Sunyi, kini menyisakan beberapa percikan darah bahkan beberapa warga kembali menemukan Rudi yang masih tergeletak di Rerumputan.
"Mas?".
"Pak, Tolong Pak, Kaki Saya tidak bisa di gerakkan".
"Ei.. Masih hidup".
"Masih hidup".
"Ambulan ambulan..!".
...
Kini Suna benar-benar dalam kondisi Kritis, banyak organ dalam tubuhnya memar, serta beberapa tulang yang harus di lakukan tahapan operasi.
"Kang gimana?".
"Tetap di rencana Awal, Katakan Akang Suna dan Akang Salman Kabur".
"Dan minta Ustadz Oky untuk menjenguk Kita".
"Baik Kang".
("Akan Saya pastikan Akang akan dapat keadilan").(Luqman).
"Na...".
"Maafin Gw Naa".
"Saya nggak percaya mereka sampai bisa menghabisi sesosok yang jelas sesama Manusia".
"Huft".
"Apakah Aku sudah melakukan hal yang benar?".
"Seharusnya Aku bisa melakukan hal lebih dari ini".
__ADS_1
(Luqman mondar-mandir di depan Kamar operasi Suna).