
"Haih... Kenapa harus se apes inih".
"...".(Salman)
"Kenapa Rif?".
"Lumayan kan si Uti Putri ituh".
"Iya, Dia mukulin nggak kira-kira".(Menggerutu)
"Selain itu".
"Ada Uti Sofi juga yang tau".
DEG
"E' Emang kenapa kalau ada Sofi?".(Salman cemburu)
"Ya... rasanya gimana gituh".
"Kan.. hhh, ".
"Kan kan kenapa nih?".(lirih Salman)
"Wait-wait Saudara-saudara sekalian".
"Lebih baik nikmati saja hidangannya dan segera prepare perlengkapan".
ujar Fattah menasehati Salman dan Arif.
Sementara Itu, di Seberang sudah terjadi kehebohan karena Putri merasa tidak nyaman dengan adanya Para santri Cowok.
Sedangkan Sofi juga merasakan hal yang sama, bahkan Zahira yang sejak awal sudah merasa tidak nyaman kini mempunyai teman.
"Aku pengen Pulang Khu khu khu".
Lirih Putri terduduk di atas ranjang.
"Emm Sama, Aku juga".(Zahira)
"Kalau kalian Pulang, Lalu Aku?".
"Aku juga pengen..".(Manyun).
"Hey, hey hey, girl..".
"Kita liburan loh".
"Tenang mereka nggak akan ngapa-ngapain Swear, Ada Aku, Uti Putri, Uti Zahira juga pintar beladiri".
"Eum, Uti Lailah, sepertinya Aku sudah mengetahui ini semua Akalakalanya Uti sama Fattah kan".
"Ng?".
"Iya, Secara Uti deket sama Si makhluk alam baka itu".
"Kalian sengaja kan ingin melibatkan kita semua".
"Hey hey hey, Ini memang rencana Ku, tapi Aku tidak bermaksud untuk melibatkan kalian dengan Pasangan-pasangan kalian".
__ADS_1
"Eh".(Sofi)
"A' a'Aku nggak berharap berpasangan dengan Suna".
"A'Aku juga, nggak pernah kepikiran berpasangan dengan si Fattah".
"Wah, Luarrr biassah".(Celetuk Sofi)
"Ya udah Fine kan".
"Ya allah, sis Aku juga berfikir jika kita terlalu banyak mengeluarkan uang untuk menyewa tourguaide mending minta bantuan Fattah".
"Dan dia juga bilang punya seseorang yang paham tentang pendakian".
"Aku yakin itu bukan Suna".(Putri)
"Ya, dia juga bilang kalau tidak dengan Orang itu, ya dia akan cari opsi lain".
"Yah, seperti yang kita sudah liat sekarang, dia mengajak teman-temanya untuk bergabung".
"Aku tidak sempat mempertanyakan siapa-siapa saja yang akan ikut".
"Hebat, Kita terjebak di situasi yang seperti ini".(Zahira)
"Di gunung".(Sofi)
"Mereka nggak akan berbuat yang tidak senonoh kan?".(Putri)
"Aaaa".(Sofi panik)
"Hey, hey hey, dah ah, jangan berpikiran yang tidak-tidak".
"Nggak menutup kemungkinan jadi jahat".(Zahira)
"Aku yang jamin".(Lailah)
"...".(Zahira menatap sinis)
"Udah jangan Khawatir, pokoknya besok lusa kita akan sampai puncak tanpa suatu halangan apapun".
Ujar Lailah meyakinkan teman-temanya.
...
"Kompas?".
"Aku bawa".(Arif)
"Aku Punya".(Salman).
"Briket, peralatan masak ada yang udah sediain?".
"Aku ada".
"Aku juga punya".(Salman).
"Tenda setidaknya kita harus punya empat".
"Aku Ada".(Arif)
__ADS_1
"Aku Punya".(Salman)
"Cuma Dua".
"Nanti kita Coba sewa".(Fattah)
"Eh, enggak kan ada dua nih bisa sih berempat Setenda".
"Ini kita berdelapan".
"Iya, masak mau pasang-pasangan gituh?".(Arif)
"...".(Semuanya terdiam)
"Dah jangan mancing-mancing deh".(Suna)
"Perlengkapan keamanan?".(Fattah melanjutkan pembacaan list).
"Em emang apanya yang salah?".(Lirih Arif)
"Ok, Setelah kita mengecek perlengkapan Kita kali ini, sungguh sangat tepat jikalau Aku minta bantuan Fattah". ujar Ukhti lailah setelah mengecek segala keperluan
"Dari Semua hal yang kita punya hampir semuanya berupa makanan".Tambah Lailah
"Sofi".
"Eng?".
"Iya Ukhti".
"Kamu mau pergi ke mana nak?".
"Hhhh, Yah Soalnya Aku bingung Uti, pertama kali yang ada di benakku ya bekal".
"Dan itu sangat penting kan?".(Tersenyum).
"Huft".
"Selebihnya Uti zahira hanya perlu tongkat, Ukhti Putri clear".
"Aku hanya perlu Tenda".
"Untuk kita bermalam".
"Serta Briket juga kita belum punya, kecuali kita mau makan makanan cepat saji sepanjang jalan".(melirik Sofi).
"Hhhhh".
"Sepertinya Aku melupakan Kopi di List pembelian".
(Sofi cengengesan).
...
"Ok seperti info yang Aku dapat".
"Panitia di tempat juga menyediakan peralatan yang di sewakan".
"Jadi kita hanya perlu ke sana segera atau, menyewa ketika hendak mendaki".
__ADS_1