Aku Memilih Mu

Aku Memilih Mu
Pengabdian


__ADS_3

"Sofi, Ingat kata-kata Uti Khumai, jangan berlebihan, biarkan semuanya seperti biasanya".


"Siap Uti, Aku seseorang yang bisa memegang perkataan".


"Apalagi ini berkaitan dengan Uti".


Kedua sahabat karib itu kini mengunjungi Kafe untuk kedua kalinya.


"Salwa, Sofi, lakukan apa yang ingin kalian lakukan dulu saja ya, Saya harus menyiapkan beberapa pesanan di atas".


"Emm, Iya Kak".


"Hemmm, gini rasanya yah, kalau hidup di dua alam".


"Di waktu yang seharusnya sudah memasuki waktu Isya, tapi malah masih ada yang berleha-leha(Santai) di Kafe".


Lirih Sofi di meja terdekat dengan tempat peracikan Kopi.


"Sofi, jangan malem-malem yah, setelah mereka datang Kita segera pulang, Ok.".


"E'Emm".(Mengangguk).


"Wah, ini... Tontonan anak Pondok?".(Indri)


"Emmm, ney ney ney, ini hanya Saya tonton jika libur sekolah saja".


"Salwa juga?".


"Hemm, Beliau banyak yang perlu di jaga, Hafalan dan lain-lain".


"Selain itu merenung di kamar".


"Ooo".(Indri)


"Saya tidak suka yang begituan kak".(Salwa).


"Mmm, yah jadi diemin Kamu sendiri deh keliatannya".


"Emm, Aku bantu-bantu Kakak aja".


"Oh, emm nggak apa-apa?".


"Emmm, gak kok".


"Mana yang perlu di antar?".


"Emm, ini meja sebelas".


"Mmm".(Meraih nampan).


Ketiga wanita tersebut menjalani kesibukan mereka selama shalat tarawih berlangsung, terkecuali Sofi, yang hampir tidak beranjak dari tempat duduknya menyaksikan Drama yang baru-baru ini dirinya tonton.


"Wah, MasyaAllah".(Menyeka peluh)


"Emm, minum dulu Sal".


"Emmm, iya Kak".


"Eh, ngomong-ngomong gimana caranya?".


"Emmm?".(Salwa).


"Gimana caranya Kamu bisa hafal Al-qur'an setebal itu?".


"Mmm itu, sebenarnya Aku juga sempat tidak percaya Kak bisa menghafal, tapi karena sering mendengar dan mengulang deh kak kayanya".


"Oo, mengulang-ulang yah".

__ADS_1


"Iya".(Tersenyum).


"Lalu, gimana ceritanya kamu bisa kenal Boss?".


DEG


"Itu..".(Salwa).


"Aku akan menjadi pendengar yang baik kok, Kamu nggak perlu khawatir".


"Sebenarnya Aku ingin menolong si Boss hhh, selain itu Aku juga ingin membalas budi, dulu dirinya sampai di operasi karena menolong My Suami".


"...".(Kaget).


"Percayalah .., Boss itu mempunyai segala alasan dengan semua yang ia lakukan".


"Termasuk mengosongkan dirinya selama ini".


"Aku tidak tahu persis sih, tapi My Suami bilang, selama ini dirinya menungguMu, dan itu menjadi rekor terbesar dalam dirinya tanpa seorang kekasih".


...


"Jadi dari situlah Aku semakin sadar jika dirinya memang sudah selama itu menungguKu".


"Tapi, kan di saat itu Kamu juga di datangi oleh Sahabat Mu Sal?".


"Yah, Umumnya mendengar seseorang lulusan Sana(luar negri) itu kan dah wah banget".


"Emmm, iya, benar, Apalagi waktu itu Dirinya sudah menyampaikan niat baiknya kepada Kak Hassan"


DEG


"Dia melamar Kamu Sal?".


"...".(Mengangguk).


"Permisi".


"Makasih Kak".


"...".(Indri tersenyum).


"Hemmm, Salwa, kalau Aku hanya akan mendoakan yang terbaik buat Kamu, mau dengan siapapun Kamu berjodoh".


"Hhhh, iya Iraa.., itu juga dah saaangat membantu".


"Hemmm, serasa kembali jadi Santri, Kamu panggil Aku gituh".


"Hemm".


"Iyaa, sepertinya begitu cepat rasanya".


"Kamu dah punya dua anak aja sekarang".


"...".(Zahira tersenyum).


Zahira dan Salwa kini bertemu di Kafe Kita setelah kurang lebih satu tahun setelah kembalinya Salwa, bahkan pertemuan mereka kali ini di waktu rehatnya Salwa dari kegiatan belajar mengajar.


...


Di suatu Malam di saat Salwa dan Sofi terlambat menyelisihi waktu Suna dan pekerjanya pulang dari masjid di dalam pondok Suna menemukan Dirinya bersama Sofi sedang membantu Indri.


"Salwa?".


"Eh, ini.. buku yang bagus".(Mengalihkan kegugupan).


"Ah, iyaa, ini buku yang Ku dapat dari Willy".(Tersenyum).

__ADS_1


"Sebenarnya".


"Ini Buku yang dulu sempat Ku baca".(Menunjukkan tanggal pembelian serta nama Salwa yang tertera di lembar terakhir).


"Jadi... Ini buku pemberian dari Kamu Sal?".


"Aku nggak pernah nyangka, Aku membacanya hanya sesekali jika nggak ada orderan".


"Aku sebenarnya hanya tinggal beberapa lembar saja sampai ke tanda beli itu".


"Akang sudah memutuskan kok".


"Itu sudah sangat bagus".


DEG


"Emmm, sebenarnya surat pengajuan diriKu di kembalikan lagi".


"....".(Tersenyum).


"Mmmm, Aku nggak akan mengganggu Kamu dengan sahabat Kamu kok".


"Kamu tenang aja".


"Hemmm, bagus lah".


"Pembatalan pengajuan itu juga sepertinya karena Aku".


DEG


"Eh?".


"Ana (Saya) harus kembali".


...


Aku akan menjadi pendengar yang baik kok, Kamu nggak perlu khawatir".


"Sebenarnya Aku ingin menolong si Boss hhh, selain itu Aku juga ingin membalas budi dulu dirinya sampai di operasi karena menolong My Suami".


"...".(Kaget).


"Percayalah .., Boss itu mempunyai segala alasan dengan semua yang ia lakukan".


"Termasuk mengosongkan dirinya selama ini".


"Aku tidak tahu persis sih, tapi My Suami bilang, selama ini dirinya menungguMu, dan itu menjadi rekor terbesar dalam dirinya tanpa seorang kekasih".


"Emm, sebenarnya Saya sudah melihat Surat pengajuan ta'aruf nya Kak".


"Emm iya".


"Saya pun sudah di sempat di lamar".


"What?"(Indri).


"Tapi karena saya teringat seseorang yang sedang menunggu Saya jadi... begitulah".


"Kamu terima?".


"...".(Salwa menggeleng).


"menurutKu sih kalian segera menikah aja sih Sal".


"kalian Cocok kok".


"...".(Salwa tersenyum).

__ADS_1


"Aku ingin membahagiakan Abi dulu Kak, setidaknya mengabdikan satu atau dua tahun mengajarkan ilmu yang aku dapat di timur tengah".


...


__ADS_2