
"Bi... emm emang katanya kalau orang hamil banyak mau ya bi?".
"Em? kenapa Ummi tiba-tiba Bertanya gitu?" (mendekat)
"Emmm enggak..., biasanya kan gituh".
"Ooo Ummi' mau apa?" (Tersenyum)
"Emm Ummi nggak ganggu Abi kan?".
"Nggak, Kan Semuanya udah di cek sama Abi, bangunan, Kamar mandi, Asrama, dan lain-lainya juga udah".
"Emmm pasti abi capek yah?".
"Enggak?"
"Ooo".
Kiayi Muda Hasanuddin kini tengah di buat bingung, karena sang istri hendak ingin melahap kue putu yang ternyata sudah beberapa hari ini menjadi keinginannya namun karena beberapa waktu yang lalu banyak hal yang terjadi hingga Hasan pun terlihat kewalahan melaksanakan tugas barunya hingga malam inilah puncak Khumairah berterus terang pada Suaminya tersebut.
"Assalamualaikum Kiayi".
"Waalaikumussalam, Jaga malam yah al'akh Luthfi?".
"Emmm iya, Bersama Al'akh Salman".
"Ooo iya".
"Kalau begitu Saya pamit dulu Untuk mengecek Anak-anak sudah tidur apa belum Kiayi".Lirih Luthfi yang hendak menaiki kembali Sepeda yang sempat di tentunya karena berpapasan dengan Hasan.
Hasan sebenarnya masih sangat risih di panggil dengan nama ganti Kiayi setiap berpapasan dengan sahabat-sahabat lamanya, dirinya hanya selalu berdo'a Agar selalu di berikan kekuatan serta kemampuan untuk menjadi seorang panutan.
"Ya Allah, Putu se larut ini".
"Mungkin kah?".
...
Shadaqallahul'Adzim.
"Salwa, Alhamdulillah hanya tinggal sedi..kit lagi ya nak".
"Hafalannya di jaga terus, semangat terus, Do'a nya juga jangan sampai putus ya nak".
Ujar Ustadzah senior yang kebetulan menjadi mentor dalam sesi setoran untuk Salwa.
__ADS_1
"Na'am Ummi".
"Kamu pasti bisa melewati masa-masa ini kok Sabar yah".
"..."(Mengangguk)
Salwa yang sebenarnya tidak ingin selalu di anggap lemah dan terus-terusan di beri semangat hanya terdiam dan menitihkan Air mata tanpa tau cara menahannya, apalagi ketika di rumah dirinya begitu terpukul dengan keadaan Sang Ibunda yang seketika berubah drastis dan lebih banyak menatap kosong, bahkan saat bersama Salwa.
"Ustadzah... ".
"Iya Salwa".
"..."(Salwa)
"kuat-kuat ya Sayang ya...".
"Ayah Kamu Pasti di berikan Tempat terbaik di sisi Allah".
Masih dengan Keadaan yang Sama ternyata tangis yang mampu di tahan kesedihan yang sempat di simpan akhirnya pun pecah di dalam dekapan Ustadzah Nur, dan Salwa menghabiskan seluruh air mata hingga hanya menyisakan nafas tak beraturan karena tangis yang begitu dalam.
...
"Bu".
"Sudah waktunya ya Bi'?".
"Sini Mana Obatnya".
"Emmm tapi Makan malamnya sepertinya belum di makan".
"Sebaiknya Di makan dulu Bu".
"Hemm iya, iya, Saya makan".
Lirih Sumi yang sebelumnya menghabiskan kesendirian hanya dengan menonton televisi dan membaca buku, Dan hanya beranjak untuk istirahat dari membaca buku dengan berjalan-jalan mengitari rumah serta mengecek Kamar-kamar yang kini benar-benar kosong dari sanak saudara maupun Anak serta Suaminya.
"Yuhu.... Spada... assalamualaikum...!!!".
"Mi... Sumi!?".
"Eng? kakak ngapain malem gini ke Sini?".
"Emmm itu toni sama dika Susah di atur, papahnya juga sedang ambil Cuti jadi Aku ke sini".
Ujar Kakak Dari Sumi serta membawa banyak barang bawaan, dari mulai koper hingga Cemilan sekantong besar.
__ADS_1
"Sepertinya Kamu ini perlu hiburan".
"Apa kabar ponakan ku yang tersayang?".
"Hhhhh, Kakak lambat Suna sudah kembali ke pondok tadi pagi".
"Wah Sayang Kamu nggak ngabarin".
"Toni dan dika?".
"Yah iya Memang mereka juga bakalan jadi alasan jika Kamu minta Aku datang tadi pagi".(terkekeh)
"Ayo...".
"Ke mana?".(Sumi)
"Kita nonton Drama Korea siapa tau Kegantengan Aktor li minyo bisa mengobati kesedihan Kamu".
"..."(Sumi manyun)
"Yah kalau begitu anggap saja Kamu temenin Kakak".
(Tersenyum)
Akhirnya Kedua Kakak Adik tersebut menonton Drama semalam suntuk, meski akhirnya Sumi tidak tahan meladeni keinginan Kakaknya yang selalu menambah episode setelah selesai pemutaran.
Akhirnya Acara nobar tersebut di lanjutkan oleh Bibi asisten bersama Tante Suna yang dahulu merekrut Dirinya Sebagai asisten di rumah Sumi.
...
"Alhamdulillah...".
"Dapet".
Lirih Hasan seraya membawa Sekantong Kue Putu yang di dapat berkat Suna yang membantunya dengan membawa Kang Tris menyusuri jalan mencari kue Putu, meski sudah begitu larut, namun Kue Putunya tetap mereka peroleh.
"Hemmm ternyata terlambat".(mendekati Khumai)
"Emmm Abi?"
"Iya"(lirih)
"Mmmmm".(merangkul)
Mendapati Khumairah begitu terlelap dan hanya menggerakkan tangannya memberi tanda untuk merangkul segera tidur Hasan hanya menghela nafas setelah menaruh kue Putu permintaan sang istri di dalam Kulkas.
__ADS_1
Dan terlelap mendekap Sang istri yang sudah mendekati hari kelahiran.