
"Eh .., Lu tau cerita gedung gaza?"
"Yang dulu Sempet ada Hantu gayung?".
"Iya, hhh kadang kalo dah kebelet sebenernya kamar kecil paling recommended di sana sih".
"Bersih, juga air ngalir terus".
"tapi posisinya Di pojok Pondok".
"Serem juga Sih kalau sempet nemuin kejadian begitu".
"Bayangin pas kebelet nggak sempet nengok ada gayung apa nggak".
"Mana dah sempet turun kan yak hehe".
"Iya, Abis itu bisik-bisik ke samping eh gayung donk".
"Tau-tau di langit-langit ada yang ngasih".
"Terus bilang balikin lagih".
"suaranya cewek pula".
"Huh auto ketar-ketir, kan mereka suka tempat yang lembab".
"Huh ... harus pinter-pinter cari waktu biar nggak ngalamin".
Kini Pondok Ihya di gemparkan dengan semua hal yang berbau horor ataupun pengalaman mistis yang sebenarnya lebih banyak cerita di zaman Pondok yang belum sedemikian terang dengan semua lampu yang terpasang di setiap sudut pondok seperti saat ini".
Namun karena kejadian yang melibatkan Suna sudah terdengar sampai ke semua santri bahkan hingga beberapa Santriwati pun tau, karena Ustadz senior yang mengajar di kedua tempat tersebut selalu di keroyok dengan pertanyaan-pertanyaan nyeleneh dari para santri putra perihal cerita-cerita mistis yang pernah di alami oleh Ustadz senior maupun yang pernah terjadi di Pondok sebelumnya.
"Kenapa Kang?".
"Ng?"
"Kenapa kok sepertinya bingung... bingung, Sini makan alhamdulillah ada rejeki nih, Nasi, ayam, sambel".
"Nggak, monggo-monggo Fa".
Salman kini sedikit memikirkan kejadian malam itu, ketika dirinya yang sempat tersesat di padang ilalang, bahkan mendengar bisikan tidak jelas yang sangat lirih namun dirinya mengetahui apa yang di katakan seseorang itu pada dirinya.
Belum lagi pengakuan Akang Fattah yang menemui Nenek tua yang selalu mengunjungi Makam hingga larut malam.
"Sedikit aneh memang bila mendengar hal yang di bicarakan Fattah".
"Kang.. katanya Akang Suna nemuin anak yang kena gangguan jin".
"Tapi alhamdulillah bisa di atasi".
"Iya Saya juga baru saja membicarakan hal itu tadi pagi sama Akang Suna".
"Iya, untung orang kaya beliau yang menemukan hal tersebut".
"Ng?" (Salman)
"Iya kalau seperti Saya pribadi, masih sedikit takut".
"Ooo".
"Memangnya Akang nggak takut?"
"Mau Aku ceritakan pengalamanku?"
"Sok, Saya sambil makan ya".
"Ok".
Akhirnya Salman bercerita kepada Asyifa yang kala itu bertugas piket kamar BAKAM,pengalaman dirinya kabur dua kali hanya untuk mencapai warung iwak kali dengan menembus Padang ilalang belakang Pondok, hingga mengalami hal aneh dan terjebak di dalam padang ilalang tersebut selama sejam.
"Kamu tau tentang nenek-nenek yang selalu mengunjungi Makam keramat?".
"Eng? Film?".
__ADS_1
"Eh bukan, kocak...".
"Itu loh nenek-nenek yang punya warung belakang Pondok".
"Ah nggak tau Aku, Soalnya Aku nggak berminat sampai berjaga ke sana, kan dari dulu dulu selalu Kang Luqman atau KETBAKAM atau siapapun yang berani, karena kalau ke sana harus sendiri".
"Kan nggak lucu kalau tiba-tiba sepeda kita bermasalah di tengah-tengah gelapnya Malam".
"Ooo".
...
"Ok kang, tenang aja besok pagi mah kan giliran Saya yang ke Asrama".
"Jadi Akang nggak perlu khawatir".
Lirih Arif yang kala itu bersama Suna setelah mendirikan Shalat Duha.
"Yah".(Suna)
"Dah siap Ujian Rif?".
"Wah iya nih kang, Kayanya strateginya yah sama kaya tahun-tahun sebelumnya".
"Jisamsu".
"Eng? apa itu?"
"JIhad SAMpe SUbuh".
"Lah hhh, Gimana belajarnya kok masih di genjot sampe segitunya?".
"Perfek Kang, harus perfek kan tahun depan mau ke kuliahan".
"Ooo bagus lah".
"Tak kira karena nggak dengerin Guru atau Ustadz-Ustadz nya di kelas".
"Wah-wah wah, parah Kamu mah".
"Tapi nggak selalu".(Arif nyengir)
...
"Ini Kopinya".
"Semoga Sukses".(Mang Tris)
Di kala kedua Orang penggawa Kafe Kita menjalani kesibukan rutin di pagi hari terlihat dua orang yang tanpa sengaja berjalan beriringan.
"Kang.., Kopi".
"Ka.. Kopi".
"Iya, Tumben berdua?".
"..."(Zahira)
"..."(Fattah)
"Mas, Kopinya Satu yah".
Ukhti Lailah hadir setelah beberapa saat menyadari zahira terlihat seperti mengikuti Fattah memasuki Kafe.
"Sebentar lagi Libur semester,Zahira Kamu punya rencana?".
"Emmm entah, Sepertinya Akan lebih menyenangkan menghabiskan waktu di Pondok".
"Emmm Rumah?".
"Ya... , mungkin hanya untuk beberapa hari".(Lesu)
Pagi itu sedikit keterangan yang tidak sengaja di dengar Fattah bahwa Zahira tidak akan mengambil cuti kecuali hanya untuk beberapa hari, Sedang ketika Liburan semester berlangsung biasanya juga ada beberapa hari yang berbarengan dengan libur SMA dalam(Pondok)
__ADS_1
Itulah Waktu paling sunyi Di dalam Pondok meski tak Akan lama karena libur SMA sudah Pasti tak seberapa lama di banding libur Semester Anak Kuliahan.
...
"Uh aku nggak percaya, mahluk di seberang sana kok primitif banget".
"Iya kaya nggak ada hal lain yang lebih menarik untuk di bicarakan".
"Cerita horor terus".
"Tapi serem juga sih".
"Iya juga Sih".
"Dah lah lebih baik tinggalkan perkara-perkara yang tidak penting".
"Toh mereka nggak punya kuasa apapun kan atas kita".
"Tapi".
"Tapi apa?"
"Takut Uti...".
"Teriak aja"
"Dah ah, lebih baik kita segera Ke koperasi sebelum ramai".
"Lagian Ayat pamungkas pada saat-saat sulit seperti itu kan sudah selalu kita baca setiap sebelum tidur".
"Mmmm, Iya kalau sempet inget".
"Kaku duluan".
"Hhhh".
Sofi yang sebenarnya tidak ingin larut dalam tren yang sedang mencuat masalah Perihal mistis di Pondok, sebenarnya sudah mencari-cari beberapa cara, dari tidak terlalu dekat dengan sekelompok Santriwati yang sudah pasti membicarakan hal tersebut, hingga berdiam di kelas.
Namun Naasnya ketika di kelas dirinya malah sendirian dan malah banyak pikiran-pikiran yang menghampirinya, hingga sempat terbayang Sosok-sosok terkenal dari jejeran Hantu nasional.
"Astaghfirullah".(panik)
"Huft... ".
"Sepertinya Aku harus segera melakukan Rutinitas, ketimbang menghindari banyak orang karena perihal sepele seperti ini".
"Glutak!!".
"Allah!!".
Sofi yang di kala berjalan di lorong kelas kosong tiba-tiba mendengar Suara kursi yang bergerak langsung mengambil langkah seribu menuju tangga meninggalkan kelas kosong untuk segera menuju masjid.
"Hemm kenapa Uti tadi ya?"
"Sepertinya ketakutan".
"Haih... jauh-jauh masuk Pondok takut sama Jin".
"Makin merasa tenar saja mereka, Huft".
Lirih Salah seorang Santriwati yang kala itu sedang tidak berniat mengunjungi Satu tempat apapun di waktu istirahat, dan memilih untuk melewatinya dengan Superman pose(tidur) di dalam kelas.
...
Sementara itu malam menjelang Pondok Kini kembali ke rutinitas semua Santri sudah berada di Kamar masing-masing.
"Sepertinya Akan lebih baik Aku tidur di sini(Tempat Imam)".
Lirih Arif yang tak ingin menyianyiakan kesempatan untuk meraih nilai maksimal di Ujian Akhir Sekolah.
"Hemmm sepertinya nggak jauh beda dengan di bawah(Kamar)".
Lirih Arif yang kala itu berniat tidur di lantai Atas tepat di mana imam biasa memimpin shalat.
__ADS_1