
"Kang".
"Ssiapa?".(Mang Tris).
"Hmmm".(Menggerakkan bahu).
Indri yang berjanji untuk datang kembali besok namun hari ini sudah berada di Kafe kita, bahkan dirinya mendesak Willy untuk memberikan seragam Kafe Kita untuknya.
"Kamu nggak tau kan Aku nungguin Kamu dari sehabis Subuh".
"Mmm".
"Cepat berikan bajunya".
"Apalagi kali ini?".
"Saya ingin mendekati Kamu".
"....".(Memberikan baju).
"Setidaknya balas lah keluh kesah Ku".
"Bisa-bisanya menghilang di tengah-tengah percakapan".
Lirih Indri yang di tinggalkan Willy untuk bersiap membersihkan Kafe.
"Kalau untuk Potongan harga Aku tak bisa memberikan".
"Dan pemiliknya ada di dalam sana".(menunjuk Pondok).
"Jadi Kamu harus bersabar menunggu untuk mendapatkan itu".Ujar Willy sembari membersihkan meja.
"Menarik".
singkat Indri.
Sedangkan di Pondok hari di mulai dengan Sangat dramatis ketika Salman dan Arif menyambangi Asrama, bahkan Salman yang mengetahui pagi itu sedikit lebih dini menyempatkan untuk menghampiri Kamar BAKAM.
"Kita Lihat makhluk Satu ini".
"Setelah berganti generasi apakah mereka menjadi lebih baik?".
"Hhhh, masih dengan kebiasaan lama".
"Listrik".(Lirih Salman mengecek gagang pintu).
"Ouw...".
Salman sudah menyadari keadaan yang akan ada di depan matanya sebelumnya, sebelas orang tidur berjejer persis seperti ikan teri yang sedang di jemur.
"Kalian masih terlelap dalam mimpi rupanya".
"Sedangkan Listrik masih di alirkan pada gagang pintu".
"Waahid".(Satu).
"Itsnaani".(Dua).
"Tsalaatsah".(Tiga).
__ADS_1
(Bagaimana anak-anak akan menjadi baik, bila penegak disiplinnya seperti ini, Semuanya harus dimulai dari yang lebih tua).
Gumam Salman yang di hadapkan dengan para penggawa BAKAM yang masih terlelap meski dirinya menghitung.
"Ok Fine".(Lirih Salman).
"Allah".
"Allah".
"Astaghfirullah".
Suara-suara para penggawa BAKAM berteriak di dalam kamar yang di lengkapi dengan peredam suara,
Sementara Salman hanya sedikit tersenyum setelah melangkahkan kakinya dari kamar yang sempat menjadi kebanggaan sebelumnya.
PLAS!!! PLAS!!!
"Haya haya haya... Qummm qumm qumm!!".(Ayo.. ayo bangun).
"Uhhhhhh".(Terkena sentuhan hangat rotan).
Gemuruh langkah anak-anak berlarian setelah membuka mata karena menyadari keadaan sangat kacau, mendapati beberapa teman dari mereka yang sulit bangun sedang merintih sakit dalam kebingungan, karena baru saja tersadar.
Karena Mereka pun tak ingin rotan menghinggapi pantat atau paha mereka, di awal hari.
"Udah-udah, udah bangun Al'akh".
"Gud".(Arif tersenyum).
Arif pun terus melangkahkan kakinya menuju ke kamar-kamar setiap Rayon.
...
Mereka akan sangat malu jika suatu ketika Nama Mereka di kenal susah bangun hanya karena beberapa pengurus membicarakan Mereka.
Apalagi jika sampai mengigau seperti anak laki-laki.
"Sinten nggeh?".(Siapa ya?)
"Hemm, Kulo Salman".(Saya Salman).
"...".(Bingung).
"Huft, kali ini siapa yang masuk?".
"Mbah Buyut apa Mbah Urut?".
Tanya Salman yang tak gentar meski seseorang anak bertingkah seperti Seorang kakek-kakek.
"Ndak mau turun?".
"Mau Ana(Saya) yang ke sana atau damai".(Arif).
"Hihihi".
"Hemmm, Kurang kerjaan".
"Allahulaa ilaha illa hua..".(Lirih)
__ADS_1
Arif membacakan Ayat Kursi setelah mendapatkan kejadian seorang anak menempel di tembok dengan tawa khas seorang wanita yang membuat bulu kuduk berdiri.
"Aa!!! Aaa".
"Ampunn".
"Ndang Bali oo".(Cepet pulang).
"Minum".
"Wes Kulo ndak mau nuruti".(Saya nggak mau nuruti).
"Pet cepet!".(Cepet).
Tegas Salman yang kini menjewer telinga sang anak yang sedang di rasuki.
"Uti... Uti".
"Uehm?".
"Pagi yah?".
"Iya".
"Haya(ayo), Bangunin yang lain".
"Sebelum Uti-Uti BAKAM ke sini"(Beranjak).
"Iya Uti,".(Mengucek mata).
Sedangkan di BAKAM Putri semua penggawanya sedang bersiap menyambangi Rayon untuk membangunkan Anak-anak.
"Semuanya Udah di bangunkan?."(Sofi).
"Udah".
"Uti dah dari kapan?".
"Ah, Barusan bangun".(Tersenyum).
Singkat Sofi yang di tanya salah seorang BAKAM, Kala dirinya sedang duduk dengan Al-qur'an kesayangannya dalam genggaman.
...
"Kita harus bicarakan perihal gaji".
"Emm kenapa secepat itu?".(Tersenyum).
"...".
"Anggap saja Aku magang".
"Kamu nggak perlu pikirkan pembayaran".
"Bayar Aku dengan makan malam".
"Selesai".
DEG.
__ADS_1
"Em, Saya permisi dulu".(Mang Tris).
...