Aku Memilih Mu

Aku Memilih Mu
Ikhlas


__ADS_3

"Eh, kalian?".


"Joging".(Salwa).


"Em".(Suna tersenyum)


"Kemana kendaraan Akang?".


"Ah ituh, entah kenapa mesinnya mogok Sal".


"Saya sedang buru-buru jadi jalan deh".(Senyum)


"Ooo".


Beberapa detik menjadi sangat lambat karena Suna dan Salwa saling berhadapan di tepi Jalan Raya yang masih sangat sepi.


"E'khem, Puasa".(Sofi).


"....".(Salwa).


"Eh, kalau begitu Saya pamit dulu".(Berjalan melewati Salwa).


"A' kang".(Salwa).


"Kang, Hati-hati, lihat jalan yah ntar jatuh".


Ujar Sofi mengalihkan perhatian Suna yang sempat berpaling setelah mengayunkan kakinya untuk berlari.


"Iya Sof, Kamu juga yaa!!".


"...".(Sofi tersenyum).


"Apa yang ingin Kamu katakan Salwa?".


"Apa arti senyuman itu?".


"Apakah Kamu benar-benar sudah bahagia dengan Dia?".


...


"Ikhlas, ikhlas iklhas".


"mengapa segalanya seolah begitu sulit".


Drut .. drutt


"Halo...".


"Assalamualaikum!?".


("Eh, Naa... Lu nggak ngabarin kalau mau buka Kafe?".)


"Emm, buat apa?".


("Eh, buat apa katanya?".)


("Sini mana Aku mau bicara".


"Eh eh(Willy))


"Mas, Saya masih mau kerja ini".


"Kami mau lo membantu".


"Eh, Indri".


"Emm, Saya sebenarnya ingin memberikan waktu istirahat untuk kalian".


"Eum.., Kami selain membutuhkan waktu juga membutuhkan Uang Mas".


"Eh, Kamu kan juga seorang pengusaha?".


"Aaa, Suamiku tersayang yang membutuhkan".


"Jadi dirinya ingin menafkahi Ku, nggak betah jadi seksi kebersihan rumah katanya".


"Ufhkhhh".(Suna).


Sayang...(Willy).


"Yah, gitu deh Naa...".


"Gw mau kerja lagi".


"Aku juga Sayang!!".(Indri)

__ADS_1


"Hmmm, Lu denger?".


"Bini Gw kalau dah bilang A ya A".


"Jadi jangan sok menolak bantuan Gw ok, lo dah kismin soalnya?".


"Uhh... sini Lu.. ntar sore Ke Kafe, Baku hantam Kita".


"Hehe, yah, siapkan saja semuanya".


"Ngomong-ngomong gimana kelanjutan Uangnya?".


"Yah, entahlah Will, belum ada kabar".


"Cih, sepertinya kita nggak terlalu lama melapor, pasti orangnya orang situ-situ juga..".


"Yah namanya juga belum ketemu".


"Mungkin kurang licin Naa?".


"Hehe Kamu ngomong apa Will?".


"Ah, Lupakan, mana mungkin juga mencari Uang membutuhkan Uang kan?".


"Eh, nggak semua penegak Hukum seperti itu Will".


"Hanya Oknum".


"Yaa, moga aja cepet ketangkep deh".


"Aamiin".


"O iya, sebelum Ashr ke sini Will".


"Kita Buka sekalian bagi-bagi takjil".


"Ok, Gw dateng sama My Wife tersayang Gw".


"Kerja lu, jangan macem-macem".


"Siap Boss".(Willy).


...


"Uti, ternyata tenang juga yah kalo di Pondok pas suasana seperti ini".


"Biasanya Aku dan Kak Khumai akan bermain badminton di Sini, kadang Ummi atau Abi juga ikut".


"Hemm".


"...".(Sofi).


"Mungkin karena Kamu baru kali ini merasakan suasana Pondok yang sepi".


"Kalau Aku, hampir tidak pernah melewatkannya sepanjang tahun".


"Hanya saja pasti ada yang berbeda di tiap tahunnya".


"O iya, Uti, kembali ke Rumah Aku yah besok?".


"Emm?".


"Kamu kangen sama Mamah ya?".


"Emmm, nggak sih, bukan itu".


"Bilang aja Sof, Aku nggak akan marah kok".


"Uti, Aku hanya.. ok, Fine. Uti, gimana kalau Aku bawa laptop ke sini?".


"Eh buat apa?".


"Emm, Uti, Aku kangen sih sama Mamah, tapi kangen sama Uti juga".


"Jadi aku di mana-mana senang Hatiku".


"Bisa aja Kamu mah".


"Eh, Uti beneran sepertinya Uti hanya menjadikan Tv di kamar Uti untuk sekedar teman, bukan di tonton hehe".


"Aku nggak pernah menonton Tv itu Sof".


"Lagian biasanya libur Pondok Ummi akan mengajak anak-anaknya untuk membuat kue dan berbagai macam masakan".


"untuk di bagikan ke anak-anak Baldies yang bermukim di Pondok".

__ADS_1


"Iya, sebenarnya hanya itu saja yang Aku butuhkan".


"Besok Aku akan membawa laptopKu".


"Eh, jangan hilang Kamu mau nonton Drama?".


"Iya".(Sofi).


...


"Bi, main ke Pondok yuk?".


"Emm, Jangan dekat-dekat ini deh Mi".


"Kasihan De Bayinya".


"Hemm, Uti Salwa Balik loh".


"Kangen deh Ummi".


"Iya, toh, sepertinya Salwa nggak akan kemana-mana lagi".


"Sabar yaa".


"Hemm, Iya".


Zahira kini yang sudah menjadi Seorang ibu menimang Buah hatinya bersama Fattah.


...


"Mas".


"Em?".


"Ini".(Resleting baju).


"MasyaAllah".


"Eh?".


"Kenapa?".


"Nggak, Mas masih nggak nyangka Punya Istri se cantik Kamu".


"Makasih".(Senyum).


"Emm, kira-kira kapan Kita mau kembali?".


"Emm, kok Mas nanya Aku, Aku bakal ngikut Kata-kata Mas, tapi memangnya kenapa kok buru-buru?".


"Bukannya proses belajar mengajar masih lama di mulai?".


"....".Ustadz Ikram membisikkan sesuatu di telinga Putri.


"Hemmm".(mengangguk).


"Baiklah, besok Aku akan bicarakan sama Mamah".


"Kita kembali ke Rumah dinas dan melakukannya di sana".


"...".(Mendekap).


...


"Sa Yang?".


"Iyaa Sayang?"(Willy).


"Aku mau ke Kafe Sama ngecek Butik Sa yang".


"Eh, Aku juga harus ikut donk Sa yang".


"Biar Kita bisa bareng ke Kafe".


"Sa Yang".


"Ih, lucu deh di pisah-pisah gituh hihi".(Memeluk).


"E'khm, masih pagi".


"Tar batal..".(Willy).


"Eum?".


"Hihihi".

__ADS_1


"Dah, Kita berangkat".


...


__ADS_2