
Subuh kembali menyentuh Hati-hati yang tenang, dalam dekapan suasana Pondok yang begitu tentram dan mendukung untuk segala hal baik beberapa mereka terbangun lebih Awal dengan segala Hajat Kuat sedari Rumah untuk memperoleh apa yang menjadi tujuan mereka menyambangi Pondok Ihya.
Meski beberapa dari mereka ada juga yang terpaksa masuk Pondok hanya karena keinginan orang Tua.
Suna Kali ini untuk Pertama setelah Sepeninggal Ayahnya, Kembali melaksanakan tugas yang sebelumnya dirinya Geluti.
Bismillahirrahmanirrahim.
Allahumma bika Asbahahna wabika amsaina wabika nahya wabika namutu wa ilaikannusyur.
Laqad jaakum rasulu min anfusikum 'Azizun Alaihi ma 'Anittum haritsun alaikum bil mu'minina Raufurrahim fain tawalla faqul hasbiAllah laa ila hailla hua 'Alaihi tawakkaltu wa hua rabbul 'Arsyl 'Adzim.
dalam diamnya Suna berdzikir dengan mengulang-ulang Ayat terakhir Dari surah At-taubah melangkahkan kaki membangunkan Rayon gedung Asrama yang Pengurusnya tertidur.
dengan lantunan Ayat Suci Al-qur'an yang baru saja di lantunkan Oleh Salman, sedang Arif juga berkeliling membangunkan seluruh Santri untuk Subuh berjama'ah di masjid.
...
Sementara itu Bibi asisten yang tersadar dari tidur di kamar Sumi seperti melihat bayangan Maulana Ayah Suna sedang berdiri menghadap jendela
dengan seketika tubuhnya merinding dan membangunkan Sumi maupun sang Kakak.
Meski di akhirnya bayangan itu hanya di anggap bunga tidur mereka bertiga pun akhirnya seketika mendapat kesegaran bahkan setelah bangun tidur sedari malam suntuk menonton Drama.
Dan melaksanakan Shalat Subuh hingga di lanjutkan Dengan Acara Memasak yang di pinta oleh Kakak Sumi.
"Kita kan dah lama nggak Masak di dapur, gimana kalau kita bikin masakan enak bareng".
"Ayok".(Sumi)
"Emmm apa nggak sebaiknya Saya saja yang masak Bu?".
"Tenang Bi.. tenang, Hari ini anggap saja Bibi beristirahat, kalau mau masak bantu-bantu juga nggak Apa-apa".(Kakak Sumi)
__ADS_1
"Iya sebaiknya Saya juga membantu".
...
"Jangan ganggu anak ini!!!".
"Seorang santri yang entah bagai mana menempel di tembok tanpa menyentuh Lantai dan sempat bergerak bak seperti seorang manusia laba-laba".
"Saya tidak pernah berniat mengganggu siapapun".
Lirih Suna yang kini berada satu lawan satu di dalam kamar Gedung Riyadh sedang Para santri yang sudah terlanjur takut hanya melihatnya dari luar kamar.
Suna yang hanya yakin Awal penciptaan manusia di dunia sebagai Khalifah tidak perlu merasa takut dengan hal-hal yang sedang menimpanya, karena dengan mengingat Allah hatinya sudah kembali tenang meski sempat terkejut dengan hal yang tidak mungkin, di saksikan di depan mata.
"Kembalikan jasad Anak itu Atau Saya paksa".
"Kau kira kau siapa".(Bergerak ke atas)
Suna kini makin di buat bingung karena posisi Jasad sang anak semakin tinggi dan menarik kakinya hal yang sedikit beresiko.
Dengan sedikit berfikir dan mencari cara akhirnya Suna dapat menyadarkan seorang anak yang dirasuki oleh makhluk lain hingga membuat matanya hanya nampak bagian putihnya saja itu.
Dalam Posisi basah kuyup karena di siram se ember penuh oleh Suna yang selalu melantunkan ayat al-qur'an yang di hafalkan olehnya serta di bantu oleh beberapa Santri kini Sang anak sudah hilang dari pengaruh jin yang sempat merasukinya.
...
"Hemm memangnya Perlu Aku cemburu?"
"Kan memang sebenarnya Aku tidak punya hubungan apa-apa".
"Lagian kan pacaran nggak boleh...".
"Tapi .. apa iya Mommy Tania menyukai Kang Salman?"
__ADS_1
"Apa kang Salman ingin segera Menikah?"
"Apa ... Astaghfirullah".
"Kenapa Aku bisa begitu khawatir seperti ini, iya kalau mereka mereka berjodoh ya udah...".(Nggak yakin)
"Huft ..".
Sofi kali ini tengah di landa rasa ingin tau dan rasa khawatir, meski memungkirinya lewat kata-kata tapi di relung hatinya juga timbul ribuan tanda tanya serta sedikit rasa cemburu bahkan hal itu adalah hal yang tidak di benarkan, karena memang Salman bukanlah siapa-siapa baginya.
"Iya dia kan hanya Seseorang yang ugal-ugalan juga kaya si pemilik Kafe depan".
"Tetap santai... Sofi ... kendalikan dirimu dan... anggap semuanya tidak terjadi apa-apa, jadi.. Kamu nggak perlu banyak memikirkan apapun yang berkaitan dengan alam sebelah maupun Mommy tania paham".
...
Sementara itu Kabar Suna yang menaklukan seorang santri yang kesurupan dengan seember besar air menjadi buah bibir di kalangan santri.
bahkan tak jarang di antara mereka yang takut dan ada juga yang menjadikanya lelucon.
Ha Khodam?
Mungkin saja jin nya belum mandi jadi minta mandiin Kang Suna.
Ngeri sih, Tapi hafalan ma Wali kelas ku lebih ngeri nggak hafal nggak pulang(Asrama)
"Yah baru gitu, kmaren ketemu Pocong, tak bilang malem ini jaga malem sendiri, mau nemenin?"
"Pocongnya jawab?"
"Nggak, malah ngilang".
"Dah begadang kemaren kayanya".
__ADS_1
"Nggak, mau isi ulang Baterai".
(Di susul gelak tawa).