
"Permisi".
"Saya mau liat keadaan Motor".
"Oh, iya".
"Itu di sana".(Menunjuk ke tengah-tengah Kafe).
"Maaf, Saya sedang sedikit sibuk".
"Lihat-lihat saja dulu".
"Hey ingat kali ini Saya Qori".
"Kalian ke Asrama".
"Sesuai Jadwal kan".(Salman).
"Ok".(Salman).
"Eh, Kang".
"Katanya Waalaikumussalam".(memejamkan mata).
"Siapa itu?".
"Sofi kah?".(Suna).
"Siapa lagi..".(Arif).
"Kalau menurutKu..".
"Segerakan aja sih Man".
"Biar Clear".
"Hemmm".
"Segerakan gimana, mengajukan diri Ta'arufan".
"Kan dia masih Kuliah".
(Belum lagi Fitri ada di sini).
...
"Emmm Surat-suratnya lengkap?".
"Lengkap mba".
"Ini".(Mengeluarkan dari tas).
"Kilometernya masih sedikit, jarang di pakai jarak jauh, body lecet sedikit, lalu.. ".
"Nomer telpon mas".
"Emmm?".(Willy).
"Ini ingin langsung di ambil kan?".
"Atau?".
"O' iya iya sebentar".(Mengecek ponsel).
"Indri".
"Ini nomer Saya".
"Maybe Lusa Saya akan kembali membawakan uangnya".
"O' Iya".
"Sesuai harga yang di share".(Willy).
"Iya, Atau ada potongan harga?".
"Oh enggak, enggak".(Willy).
"Ah, ya sudah, Saya minta untuk tidak menjualnya kembali setelah ini, karena Saya akan kembali lusa".
"Ok".
...
"Assalamualaikum".
"Waalaikumussalam".
"Jadi?".
"Emm, iya donk Aku udah siap-siap".
__ADS_1
"Emm, mas nggak capek kan?".
"Kalau iya, kita bisa tunda lain kali".
"Enggak".
"Kita berangkat".
Zahira yang kini sudah sah menjadi Istri dari Fattah benar-benar mencapai kebahagiaanya, karena pasca dirinya di nyatakan Lulus sebagai Sarjana, seketika itu Fattah melamar dirinya tepat di hari kelulusan bersama kedua orang tua.
...
Kabar kelulusan pun tidak luput dari pengetahuan Sahabat-sahabat di Pondok, Sofi yang sudah sempat menemani di setiap berangkat, hingga Putri begitu senangnya kala itu.
"Jadi Ukhti... mau melakukan apa kali ini?".
"Mmmm?".(Zahira)
"mmmm, Ya terus mengabdi?".
"Atau ada tujuan lain?".
"Aku akan menikah InsyaAllah".
"...".
Sontak kata-kata Zahira membuat Sofi dan Putri sangat terkejut, pasalnya seperti mimpi mendengar hal tersebut bahkan setelah kelulusan tepat.
"Hemmm Uti Zahira".
"Kira-kira sedang apa yah sekarang".
"Kangen deh".
"Uti".
"Malam ini giliran Kita jaga malam".
"Emmm iya Uti latifah".
"Iya Aku inget kok".(Senyum).
...
"Aku masih nggak percaya deh".
"Mmmm?".(Fattah).
"Enggak hihi".(Zahira).
"Eh".(Zahira).
"Kita belum bicarakan ini sebelumnya".
"Kita kkita cuma mau nonton dan jalan aja kan?".
"Hhhhh".
"Iya, iya Kita nonton aja".
Lirih Fattah mengendarai mobil hendak mengunjungi Bioskop.
"Memangnya apa yang perlu di bicarakan".(Fattah).
"Em?".(Zahira).
"Memangnya apa yang perlu di bicarakan Sayang".
"Ya... Aku harus siap-siap dulu".
"Bersuci, segala macem".
"Ooo".
(Padahal Aku cuma mau minta pijitin karena seharian duduk di depan komputer).
"O iya, Kamu juga harus pakai wewangian".
"Uem, iya apa lagi?".
"Emmm".
"Pokonya emm yah, nanti deh".
"Aku sedikit pegel sih".
"Emm nanti Aku pijitin".(Zahira).
"Ok".
"Pokoknya apapun yang Kamu mau Aku turutin deh".
__ADS_1
Dua insan yang sedang dilanda kasmaran yang telah mengabadikan Cintanya itu dalam ikatan pernikahan tak hentinya saling membuat satu sama lain berdebar-debar kala harus menjalani segala hal berdua.
"Kang".
"Selamat atas kelulusannya!!".
"Alhamdulillah".
"Semoga ilmunya berkah".
"Dan di permudah segala hal".(Salman).
"Happy Graduation sob".(Suna).
"Thanks, Thanks".
"Kang, Kalau ada waktu main lagi ke rumah".
"Ah, itu, jangan khawatir".
"Bisa di atur".(Suna).
"Jadi setelah ini mau ngapain?".(Salman).
"Wah, pertanyaannya sangat sangat menantang".
"InsyaAllah kang, Akang berdua Saya undang di hari pernikahan Saya".
"Wah luar biasa".
"Udah mau nikah aja".(Suna).
"Iya, InsyaAllah, Apapun yang terjadi Saya akan berserah kepada Allah, dan langkah pertama setelah ini Saya akan melamar Pujaan hati Saya".
...
"K'kamu nggak lagi mengigau kan?".
"At atau Aku yang salah denger?".
"Nggak, InsyaAllah".
"Saya akan menikah, dan Kalian Saya undang ke pernikahan Saya".
"Wuh".
"Uti Mau menikah, tapi Aku juga merasakan uforia nya".
"Sama siapa sama siapa?".
"Uti sudah di lamar?".
"...".(Zahira mengangguk).
"So sweet".(Putri).
"Semoga di permudah Uti...".
"Aamiin".(Zahira).
"Sebenarnya Saya di lamar Al'akh Fattah".
"MasyaAllah".
"Segerakan Uti".
"Beliau baik deh, ketua BAKAM, apalagi saat mendaki dulu kan".
"Jiwa kepemimpinannya nggak di ragukan".(Sofi antusias)
"Ya meski Dia Maupun Kita sekalipun kehilangan Suna kala itu".(Putri terkekeh).
"Hehe iya".(Zahira).
...
[Saya ingin potongan harga]
^^^[Tapi Motor itu bukan Saya pemiliknya]^^^
[Emmm untuk motor keluaran tahun segitu agak berlebihan jika harganya seperti keluaran dari pabrik]
^^^[Wah, Saya tidak tahu sama sekali perihal tersebut]^^^
[Sebagai gantinya, Saya mau Kita ngedate]
[Saya kira itu Motor milik Kamu, dan sebenarnya Saya sangat sensitive masalah harga]
^^^[Saya hanya membantu rekan Saya]^^^
[Iya, Ayo Kita makan bersama, dengan motor itu]
__ADS_1
[Sebagai ganti untuk motor dengan Harga tinggi]
[Aku akan sangat senang, dan gak akan mempermasalahkan harga lagi]