Aku Memilih Mu

Aku Memilih Mu
Untuk Ku


__ADS_3

"Suna?".


"Suna?".


"Sahur Nak".


"Bibi siapin ini semua Sendiri?".


"...".(Senyum).


"Baru turun?".


Ujar Sumi menanyai Suna.


"Tahajjud".(Berbisik).


"Papah?".


"Papah lagi di Kamar mandi".


"Semalam ada pasien darurat".


"Ooo".


"Den.., Cobain ini".


"Wih apa nih Bi?".


"Pecel".


"Gimana?".


"Ummm juara".


"Dah, dah dah, Ayo Kita segera Sahur, udah mau berakhir ini waktunya".


Keluarga kecil itu melangsungkan acara santap sahur dengan berbagi cerita keseharian Mereka.


"Mah, Pah, Joging yuk abis ini".


"Mmm, Mulai deh, selesaiin aja makannya dulu".


"Ayo, Papah ikut aja".


"Bibi?".


"Ah, Saya mau bersih-bersih Rumah aja Den".


"Hmmm".(Suna).


Suna pun akhirnya berjalan-jalan Santai mengitari jalan sekitar Rumah, bersama dengan ayah dan Ibunya yang tanpa di sadari jalanan juga di ramaikan oleh orang-orang yang begitu antusias menyambut Ramadhan Hari pertama.


"Wah, sepertinya Kita jalan-jalan santai aja deh".(Dr.Riyan).


"Iya, Ini Mereka Ramai banget".(Suna).


"Syukur lah".(Sumi).


"A, benar juga".


"Suna mau ke Pondok hari ini".


"Bukannya Libur?".


"Iya sih Pah, cuman rasa-rasanya ada sesuatu yang tertinggal di sana".


"Lain kali di periksa barang-barangnya Sunaa".


"Iya Mah hehe".


"Gimana sih,sampai bisa ketinggalan".


"Ya begitu".


"Nanananana nana".


"Mukim?".


Ujar Suna yang kini mendapati penjaga gerbang kala dirinya kembali ke Pondok, di saat semua orang berlibur.


Setelah berbincang beberapa waktu, ternyata Suna baru mengetahui ada beberapa anak yang di minta untuk tetap di Pondok hingga sepuluh hari terakhir Ramadhan untuk menjaga Pondok, merawat kelistrikan dan lampu.


Selain karena hari liburnya di gantikan dengan Sepuluh hari setelah lebaran, ternyata bersantai di dalam ketenangan suasana Pondok lebih menjaga Mereka yang biasanya mempunyai Program hafalan al-qur'an.


Dan tentunya sangat menyenangkan bagi Mereka yang suka melakukan berbagai macam kegiatan dengan beramai-ramai.


Karena Kabarnya akan ada berbagai macam kegiatan yang akan di selenggarakan oleh Para pengasuh bagi Mereka yang meluangkan waktu lebih banyak di dalam Pondok.


Berziarah, Mengunjungi tempat-tempat wisata keagamaan, hingga rencana liburan bersama dengan keluarga Pondok.

__ADS_1


...


"Assalamualaikum".


"Waalaikumussalam".


"Eh, Kang Suna kan ya".


"Iya, Mau ngambil baju, ada yang ketinggalan".


"O iya kang".


"Ada Mobil, Siapa?".


"Tamu Kang, katanya sih temen Anak Kiayi dari Mesir".


DEG.


Seketika Suna teringat Seseorang yang di lihatnya kemarin Sore, sangat Mirip dengan Salwa yang sedang sibuk merapihkan berbagai Macam hidangan berbuka.


"Nggak salah lagi".


Lirih Suna.


"Iya Kang?".(Bingung).


"Emmm, Laki-laki perempuan?".


"Laki-laki Kang, Beliau juga menyetir Sendiri".


"Ooo".


"Yah Sudah, Saya terus dulu".


"I'iya Kang".


...


"O... jadi, Antum ini temennya Salwa".


"Iya, kebetulan Saya sempat bertanya-tanya Rumah Salwa ke sahabatnya jadi Saya ingin berkunjung".


"Wah begitu ya Hhhhh".


"Perkenalkan Saya Hasan".


"Saya Suna, hari ini Saya ingin membantu di sini boleh?".


"Kebetulan Saya juga membawa beberapa makanan untuk di bagikan".


"O iya, mari Mas, boleh banget".


"Bentar lagi bakalan ramai yah".


"Iya Mas, biasanya mereka-mereka yang kurang beruntung juga akan menghadiri bazar".


"Adanya Kita untuk Mereka, jadi mereka punya tempat untuk sekedar membatalkan Puasa(Berbuka) saat Ramadhan".


"Alhamdulillah".(Senyum).


"Eh?".


Suna kaget karena tanpa dirinya sadari sudah ada dua pasang mata yang tengah memerhatikan nya.


"Tidak Ku sangka, insting Akang sangat kuat".(Sofi).


"....".(Salwa).


"Saya sedang berlibur, Kafe pun tutup, jadi Saya berniat mencari kegiatan Positive".(Senyum)


"Positive nggak tuh".


"Jangan mengacau di sini lo yaa".


"Uti Salwa di sini Pacar Saya".(Menggandeng).


"Sofi".(Lirih Salwa).


"Hmmm".


(Suna tersenyum).


Hingga sore, kini suasana mulai menjadi sangat Ramai, begitu banyak orang memadati jalan, tak jarang ada juga yang menyumbangkan berbagai makanan di tempat Suna dan Salwa berkerja.


"Biar Aku bantu".


"Eh".


Wajah itu masih sama, Suaranya selalu bisa menggetarkan isi hati Salwa, bahkan tak jarang dirinya mencuri-curi pandang hanya untuk sekedar melepas Rindu ataupun memastikan Seseorang yang tengah berada di sampingnya adalah Si penyiram Bunga.

__ADS_1


"Kenapa?".


"Mmm enggak".


"Ini Komunitas Apa?".


"Akang Suna, Ini komunitas Amal anak-anak komplek Rumah Ku".


"Kebetulan banget loh Akang di sini".


"Bisa bantu-bantu hehe".


Sofi yang mengerti bahwa Salwa belum begitu siap berbicara panjang lebar berharap dapat meloloskannya dari percakapan bersama Suna.


"Kapan datang?".


"Tiga hari sebelum Ramadhan kemarin Kang".(Sofi).


"...".(Salwa menahan tawa).


"Sof".(Suna).


"Gimana Kabarnya?".


"Alhamdulillah Baik Kang".


"Kabar Ana(Saya) Ba..ik banget".


"Lagian Puasa Kang..".


"Gak baik terlalu sering ngobrol bersama lawan jenis".


"Tar batal Hihi".


"Hmmmmm".


Suna menghela nafas panjang.


"....".


Salwa yang mendengar celotehan Sofi hanya tersenyum melihat Suna ataupun dirinya tidak di beri kesempatan untuk saling berinteraksi.


"Salwa, siapa Pemuda Tadi pagi?".


Deg


"P'Pemuda?".


"Pagi tadi?".


"Iya, yang datang ke Pondok".


"Emmm ".


"Aku nggak tau?".


"Kang, Uti Salwa sedang berada di rumah Saya, memangnya Siapa yang ke Pondok?".


"Nyariin Uti Salwa?".


"Seorang Pemuda ya".


"Aku nggak yakin ada Pemuda yang mencari Ku".


"Ganteng?".


Celetuk Sofi asal, memecah keheningan di antara mereka bertiga.


"Emmm, itu... sepertinya iya, tapi nggak sepadan Untuk Ku".


Ujar Suna menyombongkan diri.


"Uh, Uh ,Uh, Saya sedikit merasakan kekhawatiran dari bunyi-bunyi barusan".


"....".


(Seorang Pemuda?, Herlam? dia tau rumahKu?).


"Salwa, em, K'kamu mau melakukan apalagi setelah ini?".


"Kamu dah Lulus kan?".


"...".(Salwa).


"E'khem".


"Sebaiknya Kita kembali ke pekerjaan Kita, karena sudah saatnya Shalat Maghrib, yuk cepet bergegas!".(Sofi).


Akhirnya mereka bertiga menyelesaikan pembersihan tempat bazar, dan bergegas menuju Masjid yang tidak jauh keberadaanya dari tempat Mereka berbagi makanan untuk Berbuka Puasa.

__ADS_1


__ADS_2