
"Rif, kamu benar nggak baca Map nya?".
"Bener kang".
"Dari sini jalan lurus terus, Gang makmur Rumah Kosong Tujuh".
"Ok bentar lagi donk".
"Aku dah capek ini seharian nyetir".
"Mana udah larut malem".
"Bentar lagi kang".
"Coba di telpon Kang Fattah nya".
"Ok".
...
"Mah, Besok Aku mau ke rumah temen di Jawa barat".
"Eh, mendadak?".
"Iya, Mamah nggak papa kan Suna tinggal".
"Ooo nggak donk Sayang".
"Enggak".
"Kan ada Bibi".
"Emmm iya den".(Bibi tersenyum)
"Tante kemarin ke sini?".
"Kok tau?".
"Bibi cerita".(Suna)
"Berapa lama?".
"Emm lama deh, Soalnya katanya Om libur jadi dia juga mau liburan".
"Eh, liburan kok kesini".
"Lucu tante mah".
"Em kemaren Dokter kesini Den".
"Eh".(Sumi panik)
"..."(Suna)
"Tehnya Bu', Den".(Menghampiri meja)
...
"Halo".
"Iya halo?".
"E'h Ibu Sumi?".
"Iya dok saya di sini".
"Minggu depan Ibu ada Acara?".
"Oo, Nggak, Kenapa ya Dok?".
"Gini, Ada Film tayang perdana akhir Pekan depan Filmnya Bagus".
"Ooo, Nggak sih nggak ada acara apa-apa".
"Jadi Bu' Sumi mau?".
__ADS_1
"Emm Ini Dokter mau ngajak nonton kan?".
"I'Iya".
"Ya, Saya mau".
"Ok Nanti Saya jemput ke rumah".
"Iya".
...
"Yes....!!!!".
"Hhhhh, Jadi nonton sama Bu Sumi".
"Saatnya mesen tiket".
"Dua tiket malam Minggu".
"Ok... Clear".
"Nananana tututututututu".(Berjoget ria)
"E'Khm Dok?".
"Nan tut eh?"
"Bapak marjan datang untuk check up".
"E' iya iya, persilahkan masuk Sus E' makasih banyak".
"..."(Tersenyum aneh)
...
"Di beritahukan kepada pemilik Mobil dengan nomer polisi Tiga, kosong, lima, Satu. Untuk memindahkan kendaraanya ke tempat yang telah di tentukan".
Perlahan Mobil yang di kendalikan oleh Ustadz Oki dan Isterinya beserta Ummi zakiyath serta Salwa memasuki pelataran sebuah Pondok besar dengan berbagai macam orang yang hendak mengikuti ujian tahap pertama untuk bersekolah ke mesir.
"Uti Salwa, biasanya nanti melewati beberapa tahapan ujian".
"Dan ujian Bahasa Arab yang biasanya akan di ujikan secara terpisah".
"Eh, nggak sekaligus sekarang Ustadz?".
"Nggak, Jadi mungkin Uti Salwa akan di tuntun oleh Ustadzah ke Asrama selagi menunggu jadwal ujian".
"Um".
"Ummi yakin Kamu bisa Salwa".
"Iya Ummi".
...
"Nah, ini dah nyampe".
"Beneran Ini?".
"Iya kang, menurut lokasi yang di berikan Al-akh Fattah jelas menunjuk ke sini".
"Lalu yang mana ini rumahnya?".
"Mau Chalange?".
"Ah buat apa?".
"Ya biar seru aja".(Membuka pintu mobil).
"Ok, Emm gini, kamu ke rumah yang besar sebelah Kiri kita".
"Lalu aku yang ke sini".
"Emm tapi, seharusnya yang keluar kang Fattah kan yak".(Arif Panik).
__ADS_1
"Ya paling".
"Ini jam berapa loh kang".
"Ya mau yang keluar bukan kang Fattah sekalipun".
"Pasti mereka beranggapan Kita kesasar".
"Iya sih".
"Atau aku yang sebelah kiri?".
"Ya boleh kang".
"Menurutku yang kanan lebih baik".
"Sunnah nabi kan mendahulukan yang kanan".
"Yah, Apa hubungannya sama milih rumah". (Salman terkekeh)
"Ya adalah hhh".(Berjalan ke arah rumah di arah kanan mereka)
"Ok".
"Kali ini Kita Panggil bersamaan yah".
"Eh ini ada Tombol bell nya".(Arif)
"Ok kita hitung bersamaan Rif".
"Satu, Dua, Tiga".(Menekan)
Tilung tilung!!
"Iya?". Cari siapa?".
"Eh, Ada suara"(Lirih)
"Emm Fattahnya ada?".
Deg
(Al'akh Salman).
"Salman?".(Sofi)
"E'Iya?".
"Ini siapa?".
"Syut..." ujar Arif memberi tanda kepada Salman untuk segera menghampiri dirinya karena rumah yang ada di hadapannya bukan rumah yang di tempati Fattah.
"Assalamualaikum".
"Waalaikumussalam".(Suna, ayah Fattah)
"Eh, datang lagih".(Satria)
"Sini, Sini main Seru".Ujar Ayah Fattah.
"Yah, gantian!!".(Satria)
"Eh, dateng juga lu Man".
"Kirain enggak". Ujar Suna yang masih mencoba mengendalikan konsol permainan.
"Cih orang tua satu ini, bisa-bisanya bermain beginian".
DEG
"Emm apa Kamu bilang?".
"Et dah mulai lagi Akang Suna dan Salman".(Fattah)
"Sinih main lawan Aku".(Suna)
__ADS_1
"Eng iya, Papah juga sudah sedikit lelah".
Ujar Ayah Fattah melihat jam menunjukan pukul dua pagi.