Aku Memilih Mu

Aku Memilih Mu
Udahan


__ADS_3

"Maaf Kamu jadi di pandang jelek oleh mereka".


"Mmmm".


"Sepertinya mereka hanya salah paham".


"Dan itu karena Rudi sendiri yang tidak pernah sekalipun berencana mempertemukan Ku dengan mereka".


"Hmmm".(Mendekap).


"Yang terpenting ini semua udah selesai".


"Hari ini hari Kita berdua".


...


Sebelumnya.


"Tak Ku sangka dirinya juga melibatkan Orang lain"(Willy).


"Heh, Pemuda Kampung".


"Selain baik, kau ternyata sangatlah tolol".


"Saya ataupun Indri sekalipun bisa melakukan apa saja selagi dengan pundi-pundi uang yang Kami hasilkan".


"Lihat, sudah Ku bilang, hargai sikap ramah Ku bukan malah membuat Indri semakin nyaman dengan Mu di sana".


"Setidaknya Lu harus punya Sopan santun, apalagi dengan ketidak Punyaan Lu".


Siang Di Kafe


[Lu suka sama Indri?]


[Gw tunggu di depan rumahnya]


[Lu tau kan Indri tinggal Sendiri?]


[Jangan terlambat malam ini]


"Hey...".


"Bengong?".


"Entahlah".


"Sepertinya Aku akan mendapat rejeki yang melimpah Malam ini".


"Eih,... Kamu harus libatkan Aku".


"Harus ada perayaan kan kalau mendapat rejeki".


"By the way, kamu dapat undian di mana?".


"Rahasia".(Willy tersenyum).


"Ngomong-ngomong temen Kamu nggak ngehubungin?".


"Mmm?".


"Te.. temen?".


"Iyaa".(Willy).


"Ah, Itu, Aku akan memutuskannya Sore ini".


"Dia Pun udah baca Massage Ku".


"Ooo".


"Willy".(Mendekap).


"Eh, kenapa? Kamu menyesal?"


"Emm Aku khawatir".(Indri).


"Sebuah realita yang sangat menyedihkan, ketika Reputasi kalian sebagai Preman akan segera berakhir malam ini".


Tiba-tiba Suna dan Salman hadir dari kejauhan, Mendapati Willy berhadapan dengan Orang-orang yang pernah mereka tangani kala harus menyelamatkan Salwa.


"Sepertinya akan ada pasien UGD malam ini".


"Ku sarankan untuk menghubungi Rumah Sakit sebelum terlambat".(Salman).


"Eh, Lu bocah".


"Gak usah ceramah Lu..".


"Bagus Lu ada di sini".


"Kita selesaikan dendam lama Kita".


Ujar Salah satu preman dengan badan berisi bak binaraga, yaitu Salah satu orang yang pernah di buat tak berdaya oleh Salman beberapa tahun yang lalu.


"Kalian kenapa kemari?".


"Ini bukan main-main".(Willy).


"E'khem".


"Saya kali ini kurang berkeinginan untuk baku hantam dengan Kalian".


DEG


"Ini bukan rencananya Kang".


Lirih Salman berbisik.


Sebelumnya ketika Brefing


"Kang, Kalau bisa kita ulang lagi Masa kejayaan Kita".

__ADS_1


"Kita harus bisa memerangi Premanisme".


"Em iya Kang, Sepertinya Akang Willy sudah dalam perjalanan menuju tempat yang di minta".


Ujar Mang Tris yang sehari sebelumnya di mintai Nomer telpon Willy oleh orang yang tidak di kenal.


Kecurigaan memuncak kala dirinya mendapati Willy pergi mengendarai Motor Suna seorang diri namun bukan untuk pulang melainkan ke arah lain dengan Memacu kuda besi tersebut begitu kencangnya.


"Emm, apa perlu Saya lapor Polisi saja Kang?".


"Karena Saya sangat khawatir jadinya".


"Tapi Saya yakin orang yang meminta nomer itu sangat mencurigakan".


"Hey hey?".(Indri).


"Eh, Mba Indri".


"Wah, Ada perkumpulan besar sepertinya".(Mengenakan baju dinas).


"O iya, benar juga, mana Uangnya?".


"Eiy?".


"Aku nggak tau lah, kan di simpan Sama Willy?".


"O sama Saya Mas".


"Saya simpan di lemari ganti".(Mang Tris berbisik).


...


"Ok, Aku tau Beberapa di antara Kalian pasti berkeluarga bukan?".


DEG


Kata-kata Suna membuat beberapa dari preman yang berwajah garang seperti memperhitungkan Sesuatu.


"Saya suka berbisnis".


"Menimbang keuntungan, dan menghitung kerugian yang akan di timbulkan ataupun yang sudah di hasilkan".


BRAK(Melemparkan Sekantong Uang).


"Aku yakin bayaran Kalian tidak sebanyak itu".


"Segera Ambil dan biarkan Kami urus urusan Pribadi ini dengan cara Kami, Cara Kekeluargaan".(Suna).


"Cuih".(meludah).


"Saya... juga suka berbisnis, Kalau begitu berikan Saya temanMu".


"Maka Itu akan Kami anggap sebagai keuntungan besar".


"Hahahahaha".(semua preman terbahak-bahak).


"Ingat-ingat..., tujuan Utama kalian adalah Willy".


"Eih, kenapa Mengungkit masalah yang sudah berlalu?".


"Bukankah berdamai juga perlu?".


"Kenapa?".


"Kau gugup bocah?".


"Kalau saja malam itu Kau tidak datang Kami sudah menikmati tubuh anak Kiayi itu".


"Fyuh...".


Suna benar-benar terbakar mendengar kata-kata angkuh yang terucap dari kedua bibir hitam preman berbadan besar di hadapannya.


"Hey".


"Semakin Kalian Mengungkit masa lalu akan ada luka lama yang akan mencuat".


("Salwa, Kamu mau kemana?".


"Emmm, Akang akan banyak menulis nantinya".


"Tuliskan apa yang akang mau tulis di buku itu".


"Sampai saatnya Akang tau jika Akulah jodoh Akang, barulah berikan ia padaku".


"Emmm".(Suna)


"Saya harus pamit".


"Sal..".


"Apa?"


"Se ingatku Kamu memberikan ini, Kamu meninggalkan Aku ke Pondok tahfidz".


"Lalu.. apa artinya dengan dua Buku agenda lainya?".


"...".(Salwa menitihkan air mata mengingat dirinya hanya sempat menuliskan kata terima kasih di selembar kertas dan ternyata sampai ke tangan Suna sekarang).


"Sal, Aku... ingin Kita bisa mengenal lebih jauh".


"Tapi jika itu tak mungkin jangan membuatku dalam dilema".


"Kang!".


"Seorang Wanita mempunyai kekasih pertama dalam hidupnya yaitu Seorang Ayah".


"Dan mungkin Akang pun merasa seperti itu kepada Ibu akang".


"Akang Bahagiakan beliau dahulu".


"Akang Lupakan semuanya".

__ADS_1


"Apalagi Kalau akang masih sama seperti akang yang dahulu".)


"Apa boleh buat, toh semuanya Nol-nol, kalau Aku habis di sini pun tak kan merubah apapun".


(Salwa Masih di sana).


"Baiklah, Anggap saja sesi penawaran berakhir".


"Mati Kau Bocah!!".


swuing glung bak Uegh...!!


Kang!!!


Allah.., kalian memang biadap!!(Salman).


Suna yang hendak memungut kembali uang yang di buangnya dihinggapi serangan pipa besi sepanjang Satu meter.


"Ughh....".


Suna yang terkapar mengeluarkan suara aneh nan mengerikan.


"IbbbuKussssudah ba bhhagia".


"Huft...".


"Kang... berkali-kali Ku katakan, jangan kasih kesempatan!!".


"Salman, Lebih baik kalian pergi".


"Kalian tidak ada kaitannya dengan semua ini".


"Wes to.. dah kadung teles Adus sisan(Udah terlanjur basah mandi sekalian)".


Ujar Salman menguatkan kuda-kuda setelah meyakinkan Willy.


Glung.. beg... Ough ukhuk


"Woi.... Sini Kalian sini!!!".


"Maju..".


"Hhhh, Kau bicara sama siapa Bocah, Sini maju kalau ingin Nyawa temanMu ini selamat".


"Kang!!!!".(Salman).


...


"Rudi, Aku kenal Kamu dengan baik dan Kita sempat beberapa kali bertemu dengan Omma, Ayah mamah Kamu sebelumnya".


"...".(Rudi).


"Kalian Semua Orang baik, saangat baik padaKu selama ini".


"Tapi apa penyebab Kamu tidak ingin mempertegas hubungan Kita selama ini Aku pun selalu bertanya-tanya".


"Lalu Kamu duakan Aku dengan Pemuda Kampungan itu?".


"Inikah yang bisa membuat keadaan Kita lebih baik?"


"Ndri.. Cobalah mengerti keadaanya...".(Meninggikan Suara).


"Iya.. Aku ngerti Rud... Aku ngerti banget malahan, keadaan Aku, Kamu keluarga Kamu, Kita memang nggak bisa memaksakan".


"Kita Bisa Ndri... Kita bisa lewatin ini semua!!".


"Dengan apa Rud?".


"Mengajak makan malam keluarga?".


"Adakah niatan itu di benak Kamu?".


"Tegaskan semuanya Pada Mamah, Papah, Sama Omma juga".


"...".(Rudi).


"Sepertinya Hal yang mustahil Ku dengar hasilnya malam ini".


"Ndri..., Kamu mau, berlibur Keluar Kota?".


"Chih, Seburuk itukah Aku di mata Kamu?".


"Aku memang tidak berkeluarga, kerabat Ku banyak yang tak berpunya".


"Tapi tidak pernah ada dari Kami yang selancang itu, Kami terbiasa berbicara terlebih dahulu, Rud.. empat tahun sudah Aku menunggu Kita membicarakan ini bersama".


"Dan inikah akhirnya?".


"Kawin lari?".


"Ndri...".


"Dah.. enought...".


"Kamu boleh lakukan apapun semau Mu, tapi ingat... jangan libatkan Aku lagi, Aku mau beristirahat, semoga Kamu bisa menemui Seseorang yang tepat, dan mampu menunggu lebih Lama".


"Ok".


"Fine Ndri..".


"Aku akan melakukan semauKu".


"...".(Beranjak).


"Gw bisa dapetin Wanita kek Lo di luar Sana, dan Lo bakalan Nyesel Seumur hidup Lo!!".


"Camkan itu".


"Fyuh, Aku udah nyesel banget ngabisin empat tahun sama Lo Rud".


"Sama penantian gak jelas".(Menghapus Kontak).

__ADS_1


__ADS_2