
Pagi itu Velicia diantar oleh Ferdi ke sekolahan. Di dalam mobil mereka hanya saling berdiam diri. Suasana dalam mobil itu sangat hening, mereka larut dalam pikiran masing-masing.
Di sekolah, Velicia datang lebih dahulu di antara guru-guru yang lainnya. Dia menyiapkan semua hal yang diperlukan untuk keperluan mereka hari ini. Dia sengaja menyibukkan dirinya agar tidak teringat lagi masalahnya dan tidak teringat pada Raymond yang membuatnya rindu setengah mati.
Satu persatu guru-guru yang lain berdatangan. Mereka saling menyapa dan bercanda seperti biasanya. Persiapan mereka untuk pendaftaran peserta didik baru pun berjalan dengan lancar seperti biasanya.
Namun, pada saat pendaftaran dimulai, ada wali murid yang anaknya menjadi murid Velicia mendatangi sekolahan. Di hadapan calon wali murid dan calon peserta didik baru itu dia dengan terang-terangan bertanya pada Velicia.
“Bunda Velicia, apa benar ini anda?” tanya seorang wanita yang merupakan wali murid di sekolah tersebut sambil menunjukkan ponselnya di hadapan Velicia.
Ponsel wali murid tersebut sedang menayangkan video yang sedang viral di beberapa media sosial dan Velicia terlihat di dalam video tersebut.
Tampaknya video tersebut merupakan unggahan dari beberapa orang yang berada di sekitar jalanan minimarket kemarin. Mereka merekam dan mengunggahnya hingga berkali-kali ditonton banyak orang dan dibagikan kebanyak orang sehingga video tersebut menjadi viral.
Sontak saja Velicia terkejut dengan apa yang dilihatnya. Semua guru berkumpul mendekat ke arah mereka untuk melihat apa yang terjadi.
Seperti halnya Velicia, mereka semua yang merupakan teman mengajar Velicia sangat terkejut melihat Velicia di dalam video tersebut yang sedang dilabrak dan dihajar oleh wanita yang mengaku sebagai istri dari pria yang berselingkuh dengan Velcia.
Suara dari video itu pun sangat keras, hingga terdengar di telinga semua calon wali murid yang akan mendaftarkan dirinya di sekolah tersebut.
Bahkan mereka semua mengambil ponsel mereka dan melihat video tersebut dari ponsel masing-masing untuk menuntaskan rasa penasaran mereka. Tak terkecuali para guru yang lainnya.
“Benar, itu guru yang ada di sana,” ucap wanita yang akan mendaftarkan anaknya bersekolah di tempat itu.
“Apa kita bisa menyekolahkan anak kita di tempat yang gurunya suka selingkuh?” celetuk salah satu calon wali murid setelah melihat video tersebut dari ponselnya.
__ADS_1
“Aku sih ogah ya menyekolahkan anakku di sini. Bisa-bisa suamiku digoda sama guru itu,” sahut calon wali murid yang lain menanggapi ucapan wali murid yang sebelumnya.
“Iya benar. Bisa-bisa anak kita dipengaruhi supaya menjadikan dia sebagai selingkuhan suami kita,” ucap wali murid yang lainnya.
“Wah… bahaya tuh,” ucap calon wali murid yang lainnya.
“Benar kan Bu, ini Bu Velicia? Saya tidak mau Bu Velicia menjadi guru anak saya. Jika Bu Velicia masih mengajar di sekolah ini, lebih baik saya memindahkan anak saya di sekolah lainnya,” ucap wanita yang mendatangi Velicia.
Seketika badan Velicia lemas seperti tidak bertulang. Dia tidak menyangka jika dia akan membayar apa yang dilakukannya secepat ini.
“Maaf Bu, ini bisa kita bicarakan. Kami akan melakukan yang terbaik demi anak didik kami. Dan untuk Bunda Velicia, nanti akan didiskusikan jalan yang terbaik untuk masalah ini. Jadi kami mohon Ibu-Ibu semuanya percaya dan menyerahkan semua ini pada kami. Kami tidak akan mengecewakan kalian. Dan tentunya Ibu-Ibu tidak perlu ragu untuk mempercayakan putra putri kalian di sekolah ini,” tutur salah satu guru yang menjadi salah satu dari pengurus sekolah tersebut.
Semua ibu-ibu di sana saling memandang. Seolah mata mereka saling mengajak untuk menerima atau menolak janji yang dibuat oleh guru tersebut.
“Baik Bu, akan kami pertimbangkan,” tukas guru tersebut.
Semua guru saling memandang, mereka tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Vira dan Rani memandang iba pada Velicia. Dalam pikiran mereka, Velicia membalas perselingkuhan suaminya dengan berselingkuh dengan pria lain. Karena mereka tahu sendiri betapa terlukanya Velicia ketika memergoki suaminya sedang bermesraan dengan wanita lain saat mereka sedang makan siang bersama.
Velicia segera beranjak dari tempat duduknya. Dia berlari kecil dengan mata yang berkaca-kaca menuju ke toilet.
Di dalam toilet itu dia membuka salah satu media sosial dan dengan mudahnya dia bisa menemukan video yang memuat dirinya. Semua adegan penamparan, penjambakan dan pemukulan itu bisa terlihat dengan jelas di dalam video tersebut. Bahkan wajah Velicia dan Raymond pun bisa dikenali dengan jelas di sana.
Air matanya pun luruh begitu saja. Air mata kesedihan itu lolos tanpa dikomando olehnya. Bahkan dia merasa ingin musnah dari bumi ini pada saat itu juga.
Namun, dia sadar jika semua itu tidak bisa terjadi sesuai dengan keinginannya. Hanya ada satu jalan dan tidak ada pilihan lagi untuknya. Dia harus menghadapinya dengan berani dan tegar agar bisa meneruskan hidupnya.
__ADS_1
Di sekolah Raymond pun demikian. Para guru yang sedang mengurusi pendaftaran dan menyiapkan pelajaran untuk tahun ajaran baru menjadi kewalahan akan laporan keberatan dari para wali murid. Mereka semua menjadi heboh dengan berita yang bersumber dari video viral yang memperlihatkan Raymond sebagai pria yang berselingkuh.
Saat itu juga kepala sekolah memanggilnya ke kantornya untuk membicarakan masalah tersebut. Raymond hanya diam tanpa menjawab pertanyaan dari guru-guru yang lainnya mengenai video tersebut. Dia tahu akan resiko perbuatannya. Dan dia harus siap ketika saat itu tiba.
Di sinilah Raymond kini berada. Di dalam ruangan kepala sekolah dan duduk di hadapannya. Kepala Raymond menunduk hormat dan kedua tangannya saling bertautan untuk menguatkan dirinya sendiri.
“Pak Ray, saya harap anda menyerahkan surat pengunduran diri anda sekarang juga. Kami tidak ingin mempunyai tenaga pengajar yang berselingkuh. Apa yang bisa diajarkan oleh seorang guru pada muridnya jika dia berselingkuh?” ucap kepala sekolah tersebut dengan tegas sambil menatap Raymond.
“Maaf Pak. Saya meminta maaf pada Bapak yang sebesar-besarnya,” tutur Raymond dengan memperlihatkan wajah bersalahnya.
“Cukup serahkan surat pengunduran diri Bapak saja sebelum pihak komite mendengar semuanya. Saya tunggu hari ini juga,” ucap kepala sekolah tersebut dengan tegas seolah tidak ingin dibantah.
“Baik, saya akan melakukannya,” tukas Raymond menyetujui permintaan dari kepala sekolah tersebut.
Kemudian Raymond memberikan salam dan keluar dari ruangan tersebut. Kepala sekolah tersebut menghela nafasnya.
Dia tahu jika sebenarnya Raymond mempunyai kepribadian yang baik dan tentang perselingkuhan itu, kepala sekolah itu pun yakin jika ada suatu alasan dalam setiap perbuatan yang dilakukan oleh setiap orang.
Dia tidak menyalahkan Raymond dan juga tidak mendukungnya, dia hanya melakukan tugasnya sebagai kepala sekolah untuk mempertahankan nama baik sekolah tempat mereka mengajar.
Raymond dan Velicia mengalami kejadian serupa saat ini. Semuanya seperti mimpi bagi mereka berdua. Ada harga yang kini harus mereka bayar. Dan itu tidak murah.
Cemoohan, hinaan, gunjingan yang merendahkan mereka membuat mereka seolah menjadi sampah masyarakat yang dikucilkan dan dengan seenaknya mereka hakimi tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Itu semua harus mereka terima dan harus mereka hadapi saat ini juga.
__ADS_1