Aku Salah Jatuh Cinta

Aku Salah Jatuh Cinta
Bab 19 Wanita agresif


__ADS_3

"Kenapa? Kaget ya? Apa kamu gak rindu sama aku? Aku kangen banget loh sama kamu," ucap Tania dengan nada manja sambil memeluk Raymond dari depan tubuhnya.


Raymond membalas pelukan Tania dengan canggung. Sudah satu tahun mereka menikah dan satu bulan sudah mereka terpisah karena jarak yang sangat jauh.


Tania menjadi penerus papanya untuk membantu mengelola universitas tempat Raymond dan Tania berkuliah. 


Sedangkan Raymond tidak menyetujui menjadi dosen di universitas tersebut karena dia merasa terkekang oleh perintah mertuanya.


Orang tua Tania, khususnya papanya selalu memerintahkan Raymond layaknya bawahannya. Sehingga Raymond tidak bisa menjadi dirinya sendiri.


Alih-alih menjadi seorang dosen, Raymond lebih memilih menjadi seorang guru SMA di kota lain.


Dia ingin menjauh dari keluarga istrinya. Hanya saja istrinya tidak bisa mengikutinya karena pekerjaannya.


Mereka harus terpaksa berpisah. Dan Raymond sama sekali tidak keberatan. Dia tidak pernah mempermasalahkan apapun tentang Tania. Hanya jika Tania bertindak tidak benar saja dia menegurnya dan mengarahkannya agar tidak melakukan hal yang salah, karena semata-mata tugasnya menjadi seorang suami.


Raymond mengurai pelukannya, dia memandang istrinya itu dengan tatapan lembutnya, tatapan yang selalu membuat kaum hawa menjadi takjub dan jatuh cinta padanya.


"Katanya datang besok? Kok tiba-tiba sudah ada di dalam rumah? Bagaimana caranya kamu masuk ke dalam rumah ini?" tanya Raymond sambil melepas tangannya yang ada di pundak Tania.


"Kamu lupa siapa aku?" ucap Tania menyombongkan dirinya.


Raymond tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Dia sudah tidak heran lagi jika istrinya itu menyombongkan dirinya dan kekayaannya. Bahkan sering juga Raymond jadi bahan kesombongan Tania di hadapan teman-temannya.


Raymond yang tampan, pintar, sopan dan baik hati. Siapa yang tidak akan tertarik padanya. Hampir semua kaum hawa di universitasnya dulu menyukainya. Karena itulah Tania ingin segera menikah dengan Raymond agar semua tahu jika Raymond hanyalah miliknya.


Raymond berjalan masuk ke dalam kamarnya. Dia ingin segera membersihkan badannya karena badannya yang terasa sangat lengket dan gerah.


Tania mengikuti ke mana Raymond berjalan. Di dalam kamar tersebut, Tania duduk di sofa yang ada dalam kamar tersebut.


Melihat Raymond yang masuk ke dalam kamar mandi membuat Tania mempunyai ide untuk mengagetkan suaminya.


Segera dia melepas pakaiannya yang di dalamnya sudah memakai lingerie dengan bahan yang sangat tipis dan mempunyai aksen berenda. 


"Sayang… apa masih lama mandinya?" tanya Tania berseru pada Raymond dari depan pintu kamar mandi.


Ceklek!

__ADS_1


Pintu kamar mandi terbuka sedikit menampakkan kepala Raymond yang rambutnya masih basah dan airnya menetes di tubuhnya.


Hanya kepala Raymond saja yang tampak, tubuhnya disembunyikan di belakang pintu kamar mandi tersebut.


Tania yang sudah selama satu bulan berpisah merasa ada rasa ingin dimanjakan dan dibelai oleh suaminya.


Matanya seolah berkabut melihat tubuh suaminya yang sedikit terlihat dari balik pintu. Air yang menetes dari rambut Raymond membuat keinginan Tania semakin menjadi.


Mata Raymond membelalak melihat Tania memakai lingerie yang sangat terbuka di hadapannya seolah menantangnya untuk segera menerkamnya.


"Ada apa?" tanya Raymond dengan sedikit tidak nyaman.


Dengan cepatnya Tania masuk ke dalam kamar mandi dan tangannya segera menutup pintu kamar mandi tersebut.


Brak!


Mata Raymond membelalak sempurna melihat Tania yang kini bertingkah seperti wanita yang sangat agresif.


Dia mendekati Raymond yang sudah tidak berbalut kain apapun dan badannya masih basah oleh sisa air sewaktu dia mengguyur badannya tadi.


Tania tersenyum pada Raymond dan menatapnya dengan penuh harap. Tania yang berjalan semakin mendekat membuat Raymond reflek mundur ke belakang hingga punggungnya membentur tembok.


Raymond mengikuti arah pandang mata sang istri dan langsung menutup pisang bertelur kembar milik nya.


Jari tangan Tania menjelajah di setiap lekukan tubuh Raymond hingga membuat tubuh Raymond meremang.


Sekuat tenaga Raymond menahan gejolak yang ada dalam tubuhnya. Siapa yang tidak bernapsu jika dia diperlakukan oleh wanita cantik seperti itu dan di hadapannya disuguhi wanita cantik dengan berlabel halal.


Senjata milik Raymond yang telah ditutupinya menggunakan kedua telapak tangannya, kini menegang dan mengeras.


Raymond menghela nafasnya, mencoba menahan segala rasa yang kini telah dia rasakan. 


Sayangnya dia tidak bisa bertahan lama. Tangan Tania kini sudah memegang senjata laras panjang milik Raymond.


Mata Raymond membelalak sempurna serta mulutnya menganga merasakan tangan Tania yang memegang dengan erat senjata miliknya itu.


Nafas Raymond terengah-engah ketika merasakan sesuatu pada miliknya. Ternyata tangan Tania tidak hanya diam. Tangan itu bergerak maju mundur hingga membuat Raymond merasakan kenikmatan yang sudah tidak dia rasakan selama berpisah dengan istrinya.

__ADS_1


Setelah puas memainkan senjata milik suaminya itu, kini Tania memasukkan milik Raymond pada mulutnya. Dia memainkannya menggunakan mulutnya.


Tubuh Raymond semakin memanas. Dia merasakan dirinya semakin bernapsu dan bergaairaah.


Segera dituntaskannya hasraat Raymond tersebut dengan membalik keadaan. Raymond membawa Tania menuju ranjang mereka. 


Seolah tidak mau menyia-nyiakan keadaan, Raymond memanjakan tubuh Tania dengan memberikan sentuhan-sentuhan tangannya hingga membuatnya terbuai.


Tania pun tidak mau kalah dengan suaminya. Dia memang wanita yang agresif, sehingga setiap kali mereka melakukan hubungan suami istri, Tania yang lebih mendominasinya.


Kini tubuh Tania sudah berada di atas tubuh Raymond. Dia mulai membuat Raymond terbuai dengan sentuhan-sentuhan tangannya dan permainan lidahnya.


Tentu saja Raymond sangat menikmatinya. Setiap sentuhan yang diberikan oleh Tania membuat Raymond merasa melayang sehingga dia tidak bisa menahannya lagi.


Segera dia meraih tubuh Tania dan menyatukan senjata miliknya masuk ke dalam milik Tania.


Suara rintihan dan lenguhan mereka berdua memenuhi kamar. Suasana kamar yang tadinya sepi dan hening, kini menjadi tidak sunyi lagi.


Tubuh Tania menggelinjang mengeluarkan cairan hangat yang membuatnya merasa puas.


Sayangnya dia tidak begitu saja puas dengan hal itu. Dia pun tidak mau kalah dengan suaminya. 


Tania membaringkan tubuh suaminya dan dia berada di atasnya. Penyatuan pun kembali dilakukan oleh Tania. 


Kini dia yang memimpin dan mengarahkan. Tania ingin memuaskan suaminya. Dia ingin jika suaminya selalu bergantung padanya karena membutuhkannya dalam hal apapun. Dan salah satunya dalam hal seperti ini.


Raymond tak bisa menolak. Tubuhnya tidak bisa menolak dan melepaskan begitu saja apa yang sedang dilakukan oleh Tania saat ini. Tidak disangkalnya jika dia menikmatinya.


Tania yang masih berada di atas tubuh Raymond berusaha semaksimal mungkin agar milik Raymond bisa terpuaskan.


Selang beberapa saat, usaha Tania pun berhasil. Milik Raymond mengeluarkan cairan kental yang masih berada di dalam milik Tania.


Tania tersenyum merasakan cairan milik Raymond keluar di dalam miliknya. Dia berharap agar benih tersebut bisa menjadi bayi yang akan meramaikan keluarga kecil mereka.


Tania merebahkan tubuhnya di sebelah Raymond. Setelah itu dia memegang tangan Raymond untuk mengarahkannya agar memeluknya.


Tiba-tiba wajah Tania menegang, senyuman kebahagiaan yang dia tampilkan kini berubah menjadi penuh tanda tanya.

__ADS_1


"Cincin kamu mana Sayang?" Tanya Tania dengan nada menyelidik.


__ADS_2