Aku Salah Jatuh Cinta

Aku Salah Jatuh Cinta
Bab 69 Menjadi seorang penjahat


__ADS_3

Perjalanan mereka yang sangat lama selama beberapa jam itu terasa singkat bagi mereka.


Mereka berdua merasakan kenyamanan dan kebahagiaan dalam hati mereka. Mereka berdua saling menatap dan tersenyum.


Jantung mereka berdua berdetak sangat cepat. Tapi mereka sangat menikmati apa yang mereka rasakan saat ini.


Aku tidak pernah merasakan perasaan ini. Perasaan yang membuatku sangat bahagia, hingga terasa banyak bunga bermekaran di hatiku. Rasa ini tidak pernah aku rasakan meskipun bersama dengan suamiku, Velicia berkata dalam hatinya sambil menatap Raymond yang juga sedang menatapnya.


Aku nyaman bersamamu, aku bahagia bisa dekat denganmu dan aku ingin selalu bisa bersamamu. Apa aku egois jika ingin memilikimu? Aku tidak bisa menjabarkan bagaimana indahnya perasaan ini. Aku hanya bisa merasakannya karena aku tidak pernah merasakannya, meskipun itu dengan istriku, Raymond berkata dalam hatinya sambil menatap lembut wajah cantik Velicia yang juga sedang menatapnya dengan senyuman manisnya.


"Emmm… Ray, sebenarnya kita mau ke mana?" tanya Velicia untuk mengenyahkan kecanggungan di antara mereka.


Raymond tidak menjawab pertanyaan Velicia, dia hanya tersenyum pada Velicia untuk menanggapi pertanyaannya.


"Lalu, bagaimana dengan pekerjaanmu?" tanya Velicia kembali pada Raymond.


"Tenang saja, aku sudah izin tadi. Hari ini aku tidak ada jadwal mengajar, jadi aku bisa tenang," jawab Raymond sambil terkekeh.


"Kamu seorang guru?" tanya Velicia dengan ekspresi terkejutnya.


Raymond tersenyum dan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan Velicia.


Velicia masih dengan ekspresi terkejutnya, kemudian dia berkata,


"Ternyata kita sama-sama seorang guru. Hanya saja aku seorang guru TK dan kamu…."


"Aku guru SMA," sahut Raymond sambil tersenyum manis pada Velicia.


"Di daerah situ juga?" tanya Velicia ragu.


Raymond menganggukkan kepalanya. Kemudian dia berkata,


"SMA X."


Velicia tampak terkejut kembali, dia tidak mengira jika sekolahan yang menjadi tempat bekerja Raymond sangat dekat dengan sekolahan TK tempatnya mengajar.


"Sudah sampai Pak," ucap Sopir taksi tersebut menyela percakapan Raymond dan Velicia.


Raymond mengeluarkan beberapa lembar uang seratus ribuan dan membayarkannya pada sopir tersebut.

__ADS_1


"Ayo Ve kita turun," ucap Raymond sambil membuka pintu mobilnya.


 Velicia pun ikut turun bersamaan dengan Raymond dari pintu yang ada di sebelahnya.


"Bukankah ini…," ucap Velicia sambil menatap serta tersenyum pada Raymond.


"Iya, ini pantai di mana kamu bisa melepaskan kesedihanmu. Kamu ingat bukan, waktu itu rasa sedihmu seketika sirna setelah mendatangi pantai ini," tutur Raymond sambil menggandeng tangan Velicia dan mengajaknya untuk berjalan bersamanya.


"Itu karena ada kamu Ray. Kamu yang menghiburku sehingga kesedihanku lenyap begitu saja," sahut Velicia sambil tersenyum lebar.


Raymond memandang Velicia. Senyuman Velicia itu membuatnya ikut tersenyum. Dan kebahagiaannya merupakan hal yang sangat ingin dilihatnya.


"Aku juga tidak bisa melupakan hari itu. Karena itu ciuman pertama kita. Aku sangat bahagia sekali saat itu. Rasanya jantungku seperti sedang melompat," tutur Raymond sambil melepaskan genggaman tangannya dan beralih meraih pinggang Velicia untuk dipeluknya.


Velicia pun tidak menolaknya, dia membalasnya dengan melingkarkan tangannya pada pinggang Raymond.


Mereka berdua tampak sangat bahagia, berbeda dengan mereka ketika bersama dengan pasangan masing-masing. Sehingga terlihat jelas jika mereka tidak bahagia dengan pernikahan mereka.


Raymond dan Velicia berjalan menyusuri pantai dan bermain dengan ombak. Sangat bahagia dan tawa mereka terlihat lepas tanpa beban.


Tangan Raymond mengambil kamera digitalnya dari tas yang dibawanya. Dia mengarahkan lensa kamera tersebut untuk mengambil setiap gerakan Velicia. 


Terutama pada saat Velicia tersenyum dan tertawa. Bahkan ketika Velicia bermain dengan ombak pun menjadikannya objek terindah bagi Raymond yang sangat sayang untuk dilewatkan.


Raymond yang ikut menyaksikan indahnya matahari yang terbenam itu menoleh ke samping.


Dilihatnya dengan seksama wanita yang kini namanya terukir dengan indah dalam hatinya. Senyuman dan wajah teduhnya itu membuat Raymond merasa sangat tenang.


"Cantik. Sangat cantik," celetuk Raymond sambil menatap Velicia.


Mata Velicia membelalak karena terkejut merasakan tangan kekar yang melingkar pada pinggangnya. 


Velicia melihat ke arah pinggangnya dan dia tersenyum ketika mendapati kedua tangan Raymond memeluk dengan erat pinggangnya dari belakang.


Hangat, nyaman dan menenangkan, Velicia berkata dalam hatinya sambil menyenderkan kepalanya ke belakang, pada dada Raymond.


Raymond pun semakin mengeratkan pelukannya. Dia juga merasakan hal yang sama seperti apa yang dirasakan oleh Velicia.


"Ve, aku ingin bersamamu," bisik Raymond di sebelah telinga Velicia.

__ADS_1


Velicia menoleh ke samping di mana kepala Raymond berada setelah membisikinya.


Nafas mereka berdua beradu mengenai kulit wajah mereka. Mata mereka saling menatap dengan sangat dalam satu sama lainnya.


Lagi-lagi mereka terbawa suasana. Bibir mereka perlahan menempel dan menyatu, saling bertautan satu sama lainnya. 


Lama-lama ciuman mereka saling menuntut. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk melakukannya.


Di sini lah mereka sekarang berada. Di sebuah ruangan yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.


Dalam kamar itu mereka melanjutkan aktivitas mereka sebelumnya. Ciuman mereka yang tadinya sangat romantis di pantai, kini berlanjut dalam kamar.


Sebuah cottage di sekitar pantai tersebut menjadi saksi cinta mereka. Perasaan cinta mereka yang saling bersambut itu membuat mereka hilang arah.


Yang ada dalam pikiran mereka saat ini hanya perasaan cinta mereka satu sama lainnya yang saling berbalas. Mereka lupa akan status mereka saat ini.


Masih dengan bibir mereka yang menyatu, Velicia membuka kancing baju Raymond hingga semuanya terbuka. 


Raymond pun membuka resleting dress Velicia yang ada di punggungnya. Dengan perlahan tangan Raymond berhasil membuka resleting tersebut.


Gayung bersambut, bibir mereka kembali bertautan. Ciuman mereka sangat dalam dan sangat menuntut sehingga mereka larut dalam keadaan.


Direbahkannya dengan sangat hati-hati tubuh Velicia di atas ranjang. Perlahan bibir Raymond mengecup bibir Velicia hingga mereka terlihat sangat menikmatinya.


Tangan Raymond memanjakan seluruh bagian tubuh Velicia hingga Velicia merasa sangat melambung tinggi.


Disatukannya milik Raymond dan milik Velicia. Mereka saling tersenyum dan menikmati setiap apa yang mereka lakukan. 


Bahkan Velicia pun bergantian memanjakan Raymond. Sehingga perasaan cinta mereka saling tersampaikan. Keinginan mereka untuk saling memiliki hati dan tubuhnya.


Lenguhan mereka terdengar merdu di telinga masing-masing. Hingga berakhir setelah cairan milik mereka keluar secara bersamaan.


"Aku mencintaimu Velicia," bisik Raymond di telinga Velicia.


"Aku juga mencintaimu Ray," Velicia membalas bisikan di telinga Raymond.


Raymond membawa Velicia dalam pelukannya. Mereka memejamkan mata, menikmati perasaan mereka saat ini. Rasa cinta, nyaman, hangat, perhatian, saling memiliki dan kebahagiaan yang ada ketika mereka bersama.


Rasa itulah yang ingin mereka selalu rasakan setiap hari, mulai dari pagi ketika mereka membuka mata hingga malam hari ketika mereka memejamkan mata.

__ADS_1


Dalam hatinya Velicia berkata ketika memejamkan matanya,


Tuhan, maafkan aku… Ahirnya aku memilih menjadi penjahat. Aku ingin bahagia. Dan aku telah menjadi penjahat yang mencuri suami dari seorang istri dan menjadi penjahat yang mengkhianati suamiku.


__ADS_2