AURORA

AURORA
Melahirkan


__ADS_3

Happy reading guys 😘😘😘


Semakin hari kondisi Aurora semakin lemah, sekarang dia cuti dulu tidak bekerja, kakinya sudah sangat bengkak.


Siang ini Aurora benar benar sudah tidak bisa menahan nya lagi, dia meminta bantuan Bik Asih untuk di antar kan ke Rumah sakit.


Sampai disana ternyata Aurora sudah pembukaan enam, Aurora meneteskan air matanya.


"Sayang,, sehat sehat selalu ya Nak, sebentar lagi kita akan bertemu." Aurora berkata sambil mengelus perutnya.


Lima belas menit kemudian pembukaan Aurora sudah sempurna dan Dokter mengarahkan agar Aurora mengejan.


"Ayo,,, Nyonya semangat." ucap Bik Asih.


"Egh,,, huh,,huh,,, Akh,,,,"


Aurora terus mengejan hingga Tiga puluh menit kemudian Anaknya Aurora lahir dengan selamat, Sesuai prediksi Anak yang dilahirkan Aurora seorang bayi laki laki yang sangat tampan persis seperti Aldrick.


Aurora tersenyum haru dia senang bisa melahirkan Putranya dengan selamat meski tanpa di dampingi Aldrick.


"Kenapa wajahmu mirip sekali dengan Papa mu Nak?" mengingat Aldrick air mata Aurora menetes.


*****


"Lakukan dengan sempurna, jangan sampai lalai,,!" perintah Kenzo.


"Hahaha,, pasti anak pembawa sial itu akan semakin membenci anak kandungnya sendiri." tawa Edgar dan Erlan.


"Tapi,, kasihan Aurora dia tidak bersalah." ucap Seorang wanita yang merupakan kekasih Edgar.


"Sayang,,, dia memang tidak bersalah tapi dia adalah alat kita untuk menghancurkan Aldrick." Ujar Edgar.


"Aku akan membantunya dengan membayar semua biaya persalinannya." lanjut Edgar sambil tersenyum licik.


Sesuai Ucapannya Edgar membayar semua biaya persalinan Aurora, sengaja dia sekalian menjenguk Aurora dan bayinya, namun dengan pura pura mengendap endap seolah olah takut ketahuan.


"Sekarang giliran kamu Erlan." ucap Edgar pada Erlan .


*****


"Tuan, Nyonya Aurora sudah melahirkan." ucap Roy.


"Lakukan apa yang harus kamu lakukan Roy, jika sampai dia berani menipuku dengan anak itu,maka aku akan membuat penjara sendiri untuknya."


Aldrick memerintahkan agar Roy melakukan tes DNA antara diri nya dan anak itu juga Edgar.


"Aku mau hasilnya keluar malam ini juga." lanjut Aldrick.


Sekarang Aldrick sudah berada di Indonesia tapi sengaja tidak pulang ke Mansion karena malas untuk bertemu Aurora,yang menurutnya seorang pengkhianat.


Aurora terus tersenyum memandang wajah Putranya, dia bersyukur sangat bersyukur atas karunia yang sangat berharga.

__ADS_1


Tidak ingin berlama lama di Rumah sakit, karena takut biayanya semakin besar dia segera membereskan barang-barang nya.


Sebenarnya Dokter masih belum memperoleh kan Aurora pulang tapi Aurora memaksa agar dirinya bisa pulang.


Betapa terkejutnya Aurora saat bertanya biaya di Administrasi ternyata sudah ada orang yang membayar nya,dia berpikir pasti Aldrick orang yang telah membantunya.


"Ternyata Tuan masih peduli walaupun sedang marah."


"Papamu Sayang sama kamu Nak." ucap Aurora.


Dia pulang menggunakan taksi, sampai di Mansion dia sambut hangat Lala dan Bik Asih.


"Anak kamu tampan sekali Ra, persis seperti Tuan Aldrick." ucap Lala.


"Kenapa Nyonya sudah pulang, wajah Nyoya masih sangat pucat." Bik Asih khawatir pada keadaan Aurora.


"Aku tidak apa apa Bik, aku sudah sehat."


Aurora memasuki kamarnya, untung dia sempat membeli kasur kecil untuk anaknya,jadi dia tidak akan kedinginan.


"Anak Mama tidur dulu ya." Dengan perlahan Aurora menidurkan Putranya.


"Mama beri nama kamu Brian, untuk nama panjangnya biar Papa mu yang memberikan ya Nak."


Aurora berharap semoga nanti Aldrick menerima keberadaan Anaknya.


*****


Roy memberikan hasil tes DNA milik Aldrick dan anak Aurora juga Edgar.


Aldrick meremas kertas itu hingga tidak berbentuk terlihat jelas gurat emosi di wajahnya.


"SIALAN!" Umpat Aldrick.


Aldrick berdiri dan berjalan meninggalkan Roy, dia melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh tujuannya satu yaitu Mansion nya.


'BRAKK,,,' Dengan kasar Aldrick menendang pintu Mansion membuat semua penghuni yang ada di dalamnya terkejut.


Semua Maid dan pekerja lainnya berkumpul mendengar suara ribut yang berasal dari pintu Mansion.


"Ada ini? kenapa Tuan terlihat sangat marah." ucap salah satu maid disana.


Tidak menghiraukan apapun Aldrick berjalan menuju kamar Aurora, terlihat Aurora yang sedang menenangkan anaknya yang menangis karena terkejut mendengar suara pintu dan di tendang Aldrick.


"Rupanya kamu sudah melahirkan anak haram mu itu." sinis Aldrick.


"Dia bukan anak haram, dia anak kamu darah daging kamu sendiri." balas Aurora yang tidak terima anaknya dibilang anak haram.


"Oh,, bukan anak haram, lalu apa?"


Aldrick semakin mendekat hingga saat matanya melihat wajah anak Aurora tubuhnya mendadak Kaku.

__ADS_1


'Deg '


Ada getaran lain saat melihat wajah Brian, namun segera Aldrick tepis mengingat hasil DNA yang membuktikan jika anak ayang ada di hadapannya ini merupakan putra dari musuhnya.


Dengan kasar Aldrick mengambil Brian dari gendongan Aurora.


"Tuan hati hati." ucap Aurora.


"Selama ini kamu sudah menipuku menggunakan anak haram ini."


Aldrick membawa Brian keluar, Aurora mengikuti Aldrick dibelakangnya.


"Tuan mau bawa kemana putraku?" firasat Aurora sudah tidak enak, saat melihat Aldrick membawa Brian ke samping Mansion.


"Tuan saya mohon kembalikan Putra saya." Aurora terus mengejar Aldrick.


"Sepertinya Singa dan Harimau saya akan senang jika di berikan santapan anak haram mu ini."


"TUAN,,, Saya Mohon, jangan,,, hiks,,,dia tidak salah apapun,hiks,,, jika Tuan membenci saya Tuan boleh siksa saya tapi jangan Putra saya dia tidak salah apupun, hiks,,, di Putra mu Tuan Hiks,,,"


Dulu di kandang itu hanya ada seekor Singa besar, sekarang ditambah lagi seekor harimau jantan besar di dalamnya, terlihat sekali harimau itu sangat ganas.


"Tuan,,, hiks,, dia putramu, jangan lukai dia,hiks,,, hiks,,."


Bahkan Aurora bersimpuh memohon kepada Aldrick agar tidak menyakiti putranya, tidak segan di mencium kaki Aldrick memohon belas kasih darinya.


Namun Aldrick seolah tuli dia memerintahkan anak buahnya membuka kandang tersebut di sambut raungan Harimau dan Singa tersebut.


Aldrick meletakkan Brian di tengah tengah kedua hewan buas tersebut membuat Aurora meraung berteriak, dia ingin masuk kedalam juga tapi di tahan oleh dua anak buah Aldrick.


"ALDRICK,,, LEPASKAN PUTRAKU, DIA TIDAK BERSALAH, Lepaskan tanganku, Hiks,,, KAMU TEGA ALDRICK MEMBUNUH DARAH DAGINGMU SENDIRI, KAMU BUKAN MANUSIA ALDRICK, HEWAN SAJA TIDAK SEKEJI KAMU." teriak Aurora.


Aldrick meninggalkan Brian yang menangis di dalam kandang tersebut, Aurora mencoba membuka pintu kandang itu tapi Aldrick sudah menguncinya.


"Hiks,,, kalian hewan baik jangan hiks,,, makan putraku." berbagai macam cara Aurora lakukan agar bisa masuk ke kandang itu.


"Hiks,,, ya Tuhan tolong selamatkan putraku."


Aurora berbalik dia kembali memohon bersimpuh dihadapan Aldrick.


"Hiks,,, Tuan,, hiks,, maafkan saya,, hiks,, jika saya melakukan kesalahan, hiks,, saya mohon lepaskan putra saya, saya janji akan pergi jauh membawa putra saya, hiks,,, tapi saya mohon belas kasihmu Tuan, hiks,,, saya akan melakukan apapun asal Tuan membebaskan putra saya."


Namun dengan kasar Aldrick menendang Aurora, dia mencengkeram dagu Aurora meng hadapkan ke dimana Singa dan Harimau merebut kan Bayi kecil.


Hancur sudah Dunia Aurora melihat baju juga kain yang di pakai putra nya sudah hancur dicabik oleh kedua hewan buas tersebut.


_


_


_

__ADS_1


TBC


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘


__ADS_2