
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Martin sampai juga di Perusahaannya Enzo.
Martin langsung segera menuju ke ruang kerja Enzo, dan sesampainya di ruang kerja Enzo, Martin langsung diantar Arnel untuk masuk ke dalam kamar pribadi Enzo.
Enzo sangat senang sekali melihat kedatangannya Martin, dan dia langsung menyuruh Martin untuk segera memeriksa keadaannya Aurora.
" Cepat Martin periksa keadaannya Aurora, kenapa dia tiba-tiba pingsan begini ," kata Enzo.
Arvon yang tidak mau mengganggu kegiatan Tuan Martin, dia memilih ijin untuk menunggu di luar kamar saja.
Lagi pula baby Wilson juga masih anteng tidur di samping Aurora.
" Baiklah ," jawab Martin sambil menyiapkan alat-alat yang dia butuhkan.
Enzo langsung menyingkir sejenak dengan duduk di pinggir ranjang samping baby Wilson.
Martin sangat serius sekali mengecek kondisinya Aurora, dan Enzo juga ikut memperhatikan apa saja yang sedang dilakukan oleh Martin.
Sekitar lima belas menit kemudian, akhirnya Martin selesai juga memeriksa keadaannya Aurora.
" Bagaimana Martin,? apa yang sebenarnya terjadi kepada Aurora?? ," tanya Enzo.
" Dia tidak kenapa-kenapa, ini adalah hal yang wajar, bagi orang yang baru saja mengalami cedera kepala ," jawab Martin.
" Apa lagi dia juga baru saja sadar dari koma, tentu saja hal seperti ini akan sering dia alami, sebab Aurora sekilas terkadang teringat dengan masa lalunya yang membuat sistem kerja otaknya menjadi berat dan membuatnya pusing lalu pingsan ," kata Martin lagi.
" Apa itu tanda-tanda Aurora akan sadar dari ingatannya Martin?? ," tanya Enzo.
" Aku tidak bisa memprediksinya Enzo, kita lihat saja nanti bagaimana reaksi dari Aurora setelah sadar ," jawab Martin.
Jujur di dalam hati Enzo ingin segera melihat Aurora cepat sadar dari amnesianya, supaya Enzo tidak lagi banyak berbohong dan berpura-pura kepadanya.
Namun, jika Aurora sadar dari amnesianya, itu tandanya, dirinya harus mempersiapkan diri, sebab Aurora pasti akan marah bahkan sangat membencinya.
Mendengar jawaban dari Martin, Enzo hanya diam saja sambil menampilkan wajah yang penuh dengan pikiran.
" Emm, dia juga ingin sekali bermain ponsel Martin, apakah kamu sudah memperbolehkannya?? ," tanya Enzo.
" Sebenarnya belum boleh, tapi ya kalau dia merasa jenuh atau stres juga akan semakin tidak baik untuk kesehatannya ," jawab Martin.
" Jadi ku perbolehkan saja, tapi kamu harus membantuku, untuk selalu memantaunya atau mengingatkan Aurora untuk jangan terlalu lama bermain ponsel ," kata Martin lagi.
" Baiklah, aku mengerti Martin ," jawab Enzo, dan tiba-tiba Aurora menunjukkan pergerakan ingin sadar dari pingsannya.
Martin langsung segera menyingkir, sebab Enzo sudah mendekat ke arah Aurora lagi.
" Mommy, Mommy minumlah dulu ," kata Enzo memberikan segelas air minum.
Aurora langsung meminum sedikit air minum yang sudah Enzo berikan tadi.
__ADS_1
" Bagaimana keadaan Mommy sekarang,? apakah masih merasa sakit kepalanya?? ," tanya Enzo.
" Sedikit Daddy, tapi sudah tidak sesakit tadi ," jawab Aurora, yang ternyata dia belum sadar dari amnesianya.
Melihat Aurora belum sadar dari masa amnesianya, Enzo dan Martin reflek saling pandang.
" Oh ya Enzo, kebetulan sekarang aku bawakan obat khusus untuk Aurora, di minum ketika merasa pusing saja seperti saat ini ," kata Martin mengambil obat dari dalam tasnya, yang sengaja sudah dia bawa dari rumah sakit tadi.
Enzo yang sudah menerima obat tersebut, langsung menyuruh Aurora untuk meminumnya.
" Obat itu ada efek tidurnya, jadi jika satu atau dua jam yang akan datang, kamu merasa mengantuk, buat tidur saja ya Aurora, karena itu cara kerja dari obat ini ," kata Martin kepada Aurora.
" Iya ," jawab singkat dari Aurora sambil mengangguk.
" Jika sudah tidak dibutuhkan lagi, aku pamit ke rumah sakit lagi Enzo ," kata Martin.
" Iya, terimakasih Martin ," kata Enzo, dan Martin hanya mengangguk saja.
" Cepat sehat ya Aurora ," kata Martin kepada Aurora.
" Terimakasih, dan hati-hati di jalan Tuan Martin ," kata Aurora.
Setelah berpamitan kepada Aurora dan Enzo, Martin pun langsung berlalu pergi ke rumah sakitnya kembali.
" Lebih baik kita pulang saja yuk Mommy, biar Mommy bisa beristirahat dengan nyaman di rumah ," ajak Enzo.
" Dan Martin tadi sudah memperbolehkan Mommy menggunakan ponsel, tapi ada syaratnya ," kata Enzo lagi.
" Tidak boleh memainkannya terlalu lama, mengerti ," jawab Enzo.
" Sangat mengerti sekali Daddy ," jawab Aurora.
" Jadi kapan Daddy akan membelikan Mommy ponsel?? ," tanya Aurora.
" Jika nanti sore Mommy sudah lebih baik keadaannya, Daddy akan membelikan ponselnya untuk Mommy ," jawab Enzo.
" Asiiiiiikkk, Mommy sudah tidak sabar mempunyai ponsel baru ," kata Aurora merasa sangat senang.
Enzo langsung tersenyum melihat Aurora merasa senang seperti itu, dan Enzo yang masih khawatir dengan keadaannya Aurora, dia pun akhirnya mengantarkan Aurora untuk kembali pulang ke rumah sang Ayah.
Namun, karena berhubung waktu sudah menunjukkan jamnya makan siang, Enzo pun memutar stir mobilnya terlebih dahulu untuk menikmati makan siang di sebuah restoran mewah.
Sedangkan bergeser ke Martin lagi.
Martin yang tadi sudah masuk ke dalam mobilnya, langsung saja bergegas tancap gas dari parkiran gedung Perusahaan milik Enzo menuju ke rumah sakitnya lagi.
Martin mengendarai mobilnya dengan kecepatan standar, sambil mendengarkan musik untuk menenangkan pikirannya.
Entah apa yang sedang dipikirkan oleh Martin, ketika sampai di persimpangan jalan, dia tidak sengaja menabrak seorang wanita yang ingin menyebrang jalan.
__ADS_1
Tentu saja wanita tadi langsung jatuh tersungkur ke aspal, dan Martin pun langsung menghentikan laju mobilnya.
Untung saja Martin ketika di persimpangan jalan, tidak terlalu cepat mengendarai mobilnya, jadi wanita tadi besar kemungkinan tidak mengalami luka yang serius.
Martin langsung ke luar dari dalam mobil untuk mendekati wanita tersebut.
" Nona, apakah Nona tidak kenapa-kenapa?? ," tanya Martin.
" Anda jika mengantuk jangan berkendara deh, berhenti saja sana lalu tidur, jadi menabrak orang kan!! ," marah dari wanita tersebut.
" Sakit sekali kakiku ," kata wanita tadi sambil meringis memegangi kakinya.
" Coba sini saya lihat kaki Nona ," kata Martin.
Martin lalu memegang kaki wanita tadi, untuk melihat seberapa parah luka yang di alami wanita tersebut.
" Lebih baik ikut saya sebentar ," kata Martin dengan tiba-tiba dan dia langsung menggendong wanita tersebut untuk dia bawa masuk ke dalam mobilnya.
" Eh-eh-eh, mau dibawa ke mana saya, itu mobil saya ada di sana, jangan macam-macam ya sama saya!! ," kata wanita tadi.
" Diam,!! atau ku jatuhkan mobil ini ke jurang, biar sekalian kita berdua mati bersama!! ," kata Martin.
Wanita tadi langsung saja diam seketika mendengar gertakan dari Martin, hingga sampai di rumah sakit pun, wanita tadi masih tidak berani membuka suaranya.
" Dokter Martin ," sapa semua orang yang melihat Martin.
" Oh dia seorang Dokter ," kata batin dari wanita tadi.
" Siapkan ruangan periksa, karena saya ingin memeriksa dia ," kata Martin kepada petugas jaga di ruang UGD.
" Baik Dokter ," jawab salah satu tenaga medis.
Martin yang sudah membawa wanita tadi ke dalam ruang perawatan menggunakan kursi roda, dia langsung saja memeriksa keadaan dari wanita tersebut.
Benar saja wanita tadi tidak mengalami luka yang serius, hanya terkilir saja sedikit, dan bisa cepat sembuh jika terus di olesi salep atau di pijat lembut menggunakan tangan.
" Anda tidak kenapa-kenapa Nona, hanya terkilir saja, ini mungkin sekitar satu minggu yang akan datang sudah sembuh ," kata Martin.
" Anda tahanlah sebentar ," kata Martin dengan tiba-tiba.
Ketika sudah mengoleskan salep khusus luka dalam seperti cedera yang di alami oleh wanita tadi, Martin langsung saja mengurut pelan kaki dari wanita tersebut, hingga wanita tadi langsung berteriak sangat keras sekali.
" Sudah stop,!! ini rasanya sangat sakit sekali!! ," teriak dari sang wanita.
" Ini akan lebih baik, daripada tidak ku pijat sama sekali, sebab pijatan tadi bisa mengurangi sedikit rasa bengkak di kaki anda ," kata Martin.
" Ayo akan saya antarkan pulang ," kata Martin lagi menawarkan diri.
Dengan pasrah wanita tadi menurut saja ketika akan diantarkan pulang ke rumah oleh Martin, sebab mau bagaimanapun juga kakinya masih terasa sangat sakit sekali untuk dia gerakkan.
__ADS_1
...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...
...***TBC***...