
Arny terus berjalan tidak tenang di depan ruang perawatan Linnea, dia bahkan sampai lupa untuk mengabari Keluarganya sendiri maupun ke dua orang tua Linnea, alias ke dua calon mertuanya, jika Linnea sedang di rawat di rumah sakit.
Di saat Arny sedang tegang menunggu Linnea yang sedang ditangani oleh Dokter, tiba-tiba pandangan matanya teralihkan ke arah orang yang sedang berjalan ke arahnya, siapa lagi jika bukan Max.
Arny yang belum memberi perhitungan dengan Max, dia langsung saja berlari lalu menerjang tubuh Max, hingga Max jatuh tersungkur ke lantai.
Tanpa mengenal kata ampun, Arny langsung menduduki tubuh Max, dan dia berikan bogem mentah sampai dia puas.
Max sengaja tidak melawan sama sekali setiap pukulan yang Arny berikan kepadanya, karena pikirannya sedang kacau, memikirkan Linnea yang terluka karena ulahnya.
Para Dokter, perawat dan beberapa orang yang melihat perkelahian Arny dan Max, mereka semua mencoba untuk melerai.
Tidak ada yang berani melawan Arny, sebab mereka tahu siapakah Arny.
" Tuan Arny, kami mohon anda jangan berkelahi di sini, ini rumah sakit ," tegur dari salah satu Dokter kepada Arny.
" Jika anda tidak mau saya marah, usir dia dari hadapan saya, karena kalau tidak, aku bersumpah akan merobohkan rumah sakit ini sekarang juga!! ," jawab Arny sambil menunjuk Max.
Dengan terpaksa para Dokter tadi langsung meminta Max untuk pergi dari rumah sakit, lebih tepatnya dari hadapan Arny, supaya Arny tidak mengamuk lagi, dan lebih parahnya, bisa menghancurkan rumah sakit tempat mereka bekerja.
Dengan lemas dan tanpa banyak berbicara, Max pun berbalik badan dari hadapan mereka semua untuk pergi dari dalam rumah sakit.
Setelah kepergian dari Max, barulah Arny kepikiran untuk menghubungi sang Kakak.
Enzo yang baru saja ingin beristirahat bersama Aurora di samping baby Wilson, atensinya teralihkan dengan suara dering ponselnya.
" Halo Arny ," kata Enzo.
" Kak, cepat datang ke rumah sakit Kak, bantu Arny ," jawab Arny.
Enzo tentu saja terkejut dan langsung merasa khawatir mendengar perkataannya Arny.
" Ada apa kamu di rumah sakit, siapa yang sedang sakit, kamu?? ," tanya Enzo.
" Tidak Kak, tapi Linnea ," jawab Arny.
" Dan ini semua karena ulah Max!! ," kata Arny lagi.
" Max,? maksud kamu Max Matthias?? ," tanya Enzo.
" Iya, siapa lagi jika bukan dia Kak ," jawab Arny.
" Sekarang Arny tunggu di rumah sakit ........ ," kata Arny lagi sambil menyebutkan nama sekaligus alamat rumah sakit tempat Linnea sedang di rawat.
" Baik, tunggu Kakak sebentar ," jawab Enzo, dan lalu sambungan telepon mereka terputus.
__ADS_1
" Yang menelpon siapa Daddy?? ," tanya Aurora.
" Arny, dan Linnea sedang di rawat di rumah sakit saat ini ," jawab Enzo.
" Astaga, kasihan sekali Linnea, apa boleh Mommy ikut?? ," tanya Aurora.
" Jangan sayang, kamu di sini saja jagain Wilson, Daddy cuma sebentar saja ingin membantu Arny ," jawab Enzo.
" Baiklah, hati-hati ya di jalan ," kata Aurora.
" Iya, kamu juga ya sayang ," jawab Enzo sambil mengecup mesra pipi serta dahi Aurora.
Enzo lalu langsung ke luar dari dalam kamar untuk memberitahukan kepada ke dua orang tuanya, tentang hal yang baru saja dialami oleh Arny.
Alhasil sekarang, Enzo bersama Ayah Pippin pergi berdua menuju ke rumah sakit tempat Linnea sedang di rawat, sedangkan Mama Azura di suruh untuk menemani Aurora dan juga Wilson di rumah.
Mama Paulita dan Ayah Bogy pun sudah dihubungi oleh Arny tadi setelah menelpon Enzo, dan Ayah Bogy bersama Mama Paulita tentu saja merasa sangat terkejut sekali, apalagi Linnea adalah anak mereka satu-satunya.
Mama Paulita dan Ayah Bogy saat ini sedang menunggu jemputan dari anak buah Arny yang akan mengantarkan mereka pergi ke rumah sakit.
Sedangkan Max, ternyata dia belum pergi dari rumah sakit, dan saat ini dia masih duduk termenung sendirian di taman rumah sakit dengan pikiran yang melayang jauh entah ke mana.
Arny yang sudah menghubungi semua orang, saat ini dia masih menunggu Linnea yang belum ada kabar pasti dari Dokter, dan tidak berselang lama pintu ruang perawatan Linnea terbuka dari dalam.
Arny langsung mendekat dan keluarlah seorang Dokter yang tadi menangani Linnea.
" Nyonya Linnea tidak kenapa-kenapa Tuan Arny ," jawab sang Dokter.
" Nyonya Linnea cuma mengalami cedera kepala ringan dan bisa sembuh dengan seiringnya waktu ," kata sang Dokter lagi.
" Namun jika Nyonya Linnea merasakan gejala yang teramat sakit di kepalanya, dia bisa langsung berkonsultasi ke Dokter ," pesan sang Dokter.
" Lalu kapan saya bisa melihat tunangan saya itu Dokter?? ," tanya Arny.
" Sebentar lagi Tuan Arny, biar Nyonya Linnea kami pindahkan dulu ke ruang perawatan biasa ," jawab sang Dokter.
Arny hanya mengangguk saja menanggapi Dokter yang sedang berbicara.
" Kalau begitu saya pamit undur diri Tuan Arny, permisi ," pamit sang Dokter.
" Baik Dokter, terimakasih ," jawab Arny.
Baru sepuluh menit Dokter berlalu dari hadapan Arny, barulah brankar pasiennya Linnea akan dipindahkan ke ruang perawatan biasa oleh para tim medis.
Dan baru saja Linnea masuk ke dalam ruang perawatan biasa, ponsel milik Arny berdering yang ternyata dari Enzo.
__ADS_1
" Halo Kak Enzo ," sapa Arny.
" Halo Arny, kamu ada di ruangan mana?? ," tanya Enzo.
Arny langsung saja menyebutkan ruang perawatan Linnea kepada Enzo.
" Baiklah, Kakak mengerti ," jawab Enzo, dan Enzo langsung mematikan sambungan teleponnya.
Sekitar lima belas menit berjalan dan melewati banyak lorong, akhirnya Enzo bersama Ayah Pippin sampai juga di ruang perawatannya Linnea.
" Arny ," kata Enzo dan Ayah Pippin secara bersamaan.
" Kakak, Ayah ," jawab Arny.
" Apa yang sebenarnya terjadi, bukankah katanya kamu tadi ingin mengantarkan Linnea pulang?? ," tanya Ayah Pippin.
" Iya Ayah, Arny memang sudah mengantarkan Linnea pulang, namun ketika Arny tinggal sebentar untuk membeli makanan, tahu-tahu Tuan Max sudah berada di apartemen Linnea dengan posisi Max sedang menindih tubuh Linnea dan wajah Linnea lihatlah, sudah banyak luka lebam begitu ," jawab Arny.
" Di mana Tuan Max sekarang Arny?? ," tanya Enzo.
" Tidak tahu, tadi Arny menyuruh dia untuk pergi dari hadapan Arny ," jawab Arny.
Mendengar jawaban Arny, Enzo langsung menyuruh anak buahnya untuk mencari keberadaannya Max, dan tidak lama sekitar sepuluh menit kemudian, tiba-tiba pintu ruang perawatan Linnea diketuk dari luar, yang ternyata itu anak buah Enzo yang sudah berhasil menangkap Max.
" Cepat sekali kalian menangkapnya?? ," tanya Enzo.
" Tuan Max masih ada di sekitar rumah sakit ini Tuan, tadi dia sedang melamun di taman depan ," jawab salah satu anak buah.
" Kalian jaga di depan, biarkan dia ada di sini ," perintah Enzo.
" Baik Tuan Enzo ," jawab serempak dari para anak buah.
" Silahkan duduk Tuan Max ," kata Enzo masih terlihat sopan.
Saat ini Enzo, Max, Arny dan juga Ayah Pippin sedang duduk di sofa yang ada di situ.
Sedangkan Linnea masih belum sadarkan diri, dari pengaruh obat yang ada di dalam tubuhnya.
" Bisakah anda menjelaskan kepada saya Tuan Max,? kenapa anda berbuat seperti itu kepada Linnea?? ," tanya Enzo.
" Bukankah saya sebelumnya sudah memperingatkan anda, jika saya tidak akan memaafkan untuk kesalahan ke dua ," kata Enzo lagi.
" Saya cemburu ," jawaban simple dari Max, namun sangat jelas sekali apa artinya.
Dada Arny seakan ingin meledak, ketika gadis yang dicintainya, ada laki-laki lain yang berani mencintainya juga.
__ADS_1
...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...
...***TBC***...