AURORA

AURORA
NYONYA DIEDRICH


__ADS_3

Enzo yang sudah puas melihat ruangan tersebut, lalu beranjak ke luar untuk masuk ke dalam kamarnya kembali.


Sesampainya di dalam kamar, Enzo masih melihat Aurora tertidur dengan sangat nyenyak.


Waktu yang masih menunjukkan pukul dua dini hari membuat Enzo memilih untuk tidur lagi.


Pagi harinya ketika jam sudah menunjukkan pukul enam pagi, Enzo sudah terbangun dari tidurnya yang lelap, begitupun dengan Aurora, sebab mereka mendengar suara baby Wilson yang sedang menangis.


Ketika sudah dilihat oleh Aurora dengan mata yang masih sedikit mengantuk, baby Wilson terbangun karena ternyata sedang buang air besar.


" Anak Mommy sedang buang air besar ternyata ," kata Aurora.


Dengan penuh ketelatenan, Aurora membersihkan kot0ran dari baby Wilson tanpa merasa 7171k sama sekali.


Enzo hanya melihat hanya tersenyum saja, sebab dia sendiri mengakui, jika masih belum bisa kalau disuruh untuk membersihkan baby Wilson yang sedang buang air besar.


Singkat cerita, Aurora, Wilson dan Enzo, saat ini sudah pada selesai mandi dan sudah pada rapi semua.


" Mommy, hari ini ikut Daddy ke kantor yuk ," kata Enzo.


Enzo sengaja mengajak Aurora ke kantor untuk mengenalkan Aurora kepada semua orang.


" Apa tidak menganggu Daddy nanti, jika Mommy ikut ke kantor?? ," tanya Aurora.


" Tentu saja tidak Mommy ," jawab Aurora.


" Baiklah, Mommy juga penasaran bagaimana kantor tempat Daddy mencari uang, iya kan Wilson ," kata Aurora.


Enzo dan Aurora lalu ke luar dari dalam kamar menuju ke ruang makan, untuk ikut menikmati sarapan terlebih dahulu bersama Mama Azura dan Ayah Pippin serta Arny.


" Kalian bertiga terlihat rapi sekali, mau ke mana Nak?? ," tanya Mama Azura.


" Enzo akan mengajak Aurora ke kantor Ma ," jawab Enzo.


" Baiklah, hati-hati saja di jalan ya, jangan ngebut-ngebut naik mobilnya ," pesan Mama Azura.


" Iya Ma ," jawab Enzo.


" Nanti aku akan datang berkunjung deh Kak, bersama Linnea ," kata Arny.


" Terserah kamu ," jawab Enzo.


Setelah menikmati sarapan bersama, akhirnya Enzo benar-benar mengajak Aurora datang ke kantor bersamanya.


Kedatangan Enzo bersama Aurora dengan baby Wilson yang berada di gendongannya Enzo, membuat semua mata para karyawan kantor menjadi teralihkan semua, dan mereka semua tentu saja menjadi sangat penasaran sekali.


Siapakah perempuan yang kali ini diajak oleh bos mereka yang tampan itu ke kantor, ya sepertinya seperti itulah pertanyaan di setiap benak dari semua karyawan.


" Siapa wanita itu ya, dan kenapa Tuan Enzo terlihat mesra sekali dengannya?? ," tanya salah satu karyawan kepada temannya.


" Mana aku tahu, yang pasti kita tidak bisa berani macam-macam dengannya, jika tidak mau berurusan dengan Tuan Enzo ," jawab sang teman.

__ADS_1


" Hmm, kamu benar juga ," kata karyawan tadi.


Begitulah bisik-bisik yang sudah menyebar di dalam satu Perusahaan.


" Waaah apakah ini ruang kerja Daddy, sangat luas dan rapi sekali ," kata Aurora ketika baru saja masuk ke dalam ruang kerja Enzo.


Aurora bahkan langsung berani duduk di kursi kerja Enzo untuk menikmati betapa nyamannya kursi tersebut.


" Kursinya empuk, nyaman sekali ," kata Aurora.


Enzo hanya tersenyum saja melihat sikap Aurora, dan karena di dalam ruangan itu masih ada Arvon, Enzo memilih berbicara sebentar dengan Arvon sambil memangku baby Wilson.


" Kamu kumpulkan semua para Direksi Perusahaan dan petinggi yang lainnya, karena saya ingin mengumumkan kepada mereka siapa Aurora dan Wilson ," perintah Enzo.


" Karena saya tidak mau jika sampai mereka berbuat kasar kepada Aurora ," kata Enzo lagi.


" Sebab itu bisa membahayakan ingatannya, apakah kamu mengerti Arvon??!! ," kata Enzo.


" Sangat mengerti sekali Tuan Enzo ," jawab Arvon.


" Cepat laksanakan ," kata Enzo.


" Baik Tuan, permisi ," jawab sopan dari Arvon, dan Arvon langsung berlalu pergi dari dalam ruang kerja Enzo untuk kembali ke meja kerjanya lagi.


Arvon langsung menelpon orang-orang yang Enzo maksudkan tadi untuk segera berkumpul di ruang rapat terbesar yang ada di dalam gedung Perusahaannya Enzo.


Sedangkan setelah kepergian dari Arvon tadi, Enzo langsung berjalan mendekati Aurora sambil menggendong baby Wilson.


" Oh, baiklah, sini Wilsonnya, Daddy ," jawab Aurora sambil berjalan mendekati Enzo.


Enzo langsung memberikan baby Wilson kepada Aurora, dan Aurora lalu mencoba melihat-lihat seisi ruang kerja Enzo.


Untung saja sofanya sangat besar dan bisa muat untuk dua orang, jadi Aurora tidak terlalu khawatir jika menidurkan Wilson di situ.


Sekitar satu jam kemudian, Arvon kembali masuk lagi ke dalam ruang kerja Enzo.


" Bagaimana Arvon?? ," tanya Enzo.


" Tuan, semuanya sudah pada berkumpul, mereka tinggal menunggu kedatangan anda bersama Nyonya Aurora ," jawab Arvon.


" Baiklah, ayo kita ke sana ," jawab Enzo.


Arvon hanya mengangguk sopan saja menanggapi Enzo.


" Mommy, ayo ikut sama Daddy ," kata Enzo.


" Ke mana Daddy?? ," tanya Aurora,


" Ke ruang rapat ," jawab Enzo sambil menggendong baby Wilson lagi.


" Apa tidak mengganggu nanti, jika Wilson dan Mommy ikut sama Daddy?? ," tanya Aurora.

__ADS_1


" Tidak, tenanglah saja Mommy, ayo ," jawab Enzo sambil menggenggam tangan Aurora.


Aurora dan Enzo lalu ke luar dari dalam ruangan tersebut dan berjalan menuju ke ruang rapat dengan diikuti Arvon di belakangnya.


Sama seperti tadi, Aurora selalu tersenyum ramah ketika para staf karyawan kantor pada menyapa Enzo, sebab Enzo hanya diam saja tidak peduli sama sekali.


Sesampainya di dalam ruang rapat, semua orang yang hadir langsung pada berdiri dari duduknya, ketika melihat kedatangan dari sang pemilik Perusahaan.


Aurora merasa malu sekali, karena ternyata ada banyak sekali orang yang ada di dalam ruang rapat tersebut, dan semuanya sedang melihat ke arahnya semua.


" Silahkan duduk kembali ," kata Enzo, dan semua peserta rapat langsung duduk di kursinya masing-masing.


Enzo langsung mendudukkan Wilson di meja di depannya, sambil dia jaga dan pegang dari belakang, sebab takut terjatuh.


Kelucuan baby Wilson menyita pandangan semua peserta rapat yang hadir, terlebih lagi, Wilson malah asik berbicara sendiri dengan bahasa bayinya sambil memainkan bolpoin sang Daddy.


" Perhatian semua ," kata Enzo sambil berdiri dari duduknya.


" Saya akan memperkenalkan kepada kalian semua, siapa wanita yang ada di samping saya ini ," kata Enzo sambil merangkul pundak Aurora.


" Dan saya juga akan memperkenalkan baby yang ada di hadapan kalian semua ," kata Enzo lagi.


" Dialah Aurora Diedrich, istri sah saya dan ini Wilson Diedrich anak kandung saya ," kata Enzo yang benar-benar sangat mengejutkan semua orang.


Aurora langsung tersenyum, ketika dirinya diperkenalkan kepada semua orang.


" Saya diam-diam sudah cukup lama menikah dengannya, dan ini anak hasil pernikahan saya ," kata Enzo.


" Ada alasan tertentu kenapa saya menyembunyikan pernikahan saya dan saya yakin kalian semua pasti sangat mengetahuinya ," kata Enzo lagi.


" Jadi, sebagai pengingat, jika kalian semua ada yang berani melukai mereka seujung kuku pun, pasti saya akan membalasnya dengan sangat berat sekali, apa kalian mengerti!! ," kata Enzo sangat tegas sekali.


" Mengerti Tuan Enzo ," jawab serempak dari semua peserta rapat.


" Selamat datang Nyonya Aurora Diedrich, salam kenal dari kami semua ," salam perkenalan dari semua peserta rapat secara serempak.


" Salam kenal balik dari saya ," jawab ramah dari Aurora sambil tersenyum kaku.


" Ayo Mommy kita ke luar ," kata Enzo kepada Aurora.


" Eh, iya ayo ," jawab Aurora.


Enzo dan Aurora yang akan berlalu ke luar, membuat semua peserta rapat langsung berdiri dari duduknya dan menundukkan sedikit badannya pertanda hormat kepada Enzo dan Aurora.


Sekarang semua karyawan kantor Enzo sudah pada mengetahui, siapa wanita yang diajak ke kantor oleh Enzo.


Dan para karyawan yang tadinya pada bisik-bisik membicarakan Aurora, sekarang sudah pada diam, karena mereka tidak mau terkena masalah, jika membicarakan Aurora di belakang.


...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2