AURORA

AURORA
CERITA LINNEA


__ADS_3

Arny yang baru saja ke luar dari dalam kamar mandi, langsung saja bertanya kepada Linnea, siapakah yang baru saja menelponnya tadi.


" Aurora ," jawab Linnea.


" Kak Aurora,? kenapa dia malam-malam begini menelponmu?? ," tanya Arny sambil naik ke atas ranjang.


" Dia menyuruhku untuk datang ke apartemen besok ," jawab Linnea.


" Jika besok kamu menjelaskan kepadanya, jelaskan lah yang sebenarnya, walau itu pahit sekalipun, dan jangan ada yang kamu tutup-tutupi atau kamu tambah-tambahi, untuk membuat perasaan Kak Aurora menjadi lebih baik ," nasihat Arny kepada sang istri.


" Iya aku tahu sayang ," jawab Linnea.


" Aurora memang mempunyai sifat yang keras kepala, namun walau begitu, dia tidak mudah terhasut dengan semua perkataan yang ada disekitarnya ," kata Linnea lagi.


" Besok sekalian bawakanlah pakaian untuk mereka, pasti si Wilson dan Kak Aurora tidak ada baju ganti di sana ," kata Arny.


" Di dalam walk in closetku masih ada beberapa baju ganti sayang, emm, tapi mungkin Aurora sudah tidak muat, kan sekarang dia sedang hamil ," kata Linnea.


" Tapi kamu jangan katakan, jika di sekitar apartemen ada banyak anak buah yang berjaga ,'' pesan Arny lagi.


" Siap sayang, aku sudah tahu akan hal itu ," jawab Linnea.


" Ya sudah, kita tidur dulu yuk, sudah malam ," kata Arny, dan Linnea hanya mengangguk saja.


Arny dan Linnea lalu tidur saling berpelukan di dalam satu selimut yang sama.


Sedangkan Enzo malam ini, tidur sendirian, sambil memeluk baju milik baby Wilson dan juga Aurora sebagai penawar rasa rindu yang menderanya.


Keesokan harinya, selesai sarapan, Linnea langsung berpamitan pergi kepada Arny, untuk menuju ke rumah Ayah Pippin terlebih dahulu.


Sesampainya di rumah Ayah Pippin, tidak sengaja Linnea bisa berpapasan dengan Enzo, yang akan masuk ke dalam mobilnya untuk berangkat bekerja.


Enzo yang melihat kedatangannya Linnea, dia pun lalu bertanya.


" Ada apa kamu pagi-pagi datang ke sini Linnea, mana Arny,? apakah kamu sendirian saja ke sininya?? ," tanya Enzo.


" Linnea memang sendirian saja ke sininya Kak, sengaja untuk bertemu dengan Kakak ," jawab Linnea.


" Bertemu denganku,? ada apa?? ," tanya Enzo.


" Linnea mau membawakan Wilson dan Aurora beberapa baju Kak, Linnea ijin masuk ke dalam kamar Kakak ya ," jawab Linnea.


" Apakah kamu mau datang menemui Aurora, Linnea?? ," tanya Enzo lagi, dan Linnea langsung saja mengangguk.


" Ayo, kalau begitu, bawakan mereka baju yang banyak, pasti baju si Wilson saat ini sudah sangat kotor sekali ," kata Enzo sambil berlalu menuju ke dalam kamarnya lagi.

__ADS_1


Baru saja berjalan melewati ruang Keluarga, Linnea melihat sang Mama mertua sedang membaca koran di situ.


" Mama ," sapa Linnea, dan Mama Azura langsung mengalihkan pandangannya ke arah Linnea.


" Linnea, mana Arny, kamu sendirian?? ," tanya Mama Azura.


" Dia ke kantor Ma, Linnea sendirian ke sini nya, dan mau mengambil bajunya Wilson sama Aurora ," jawab Linnea.


" Linnea ayo cepetan!! ," kata Enzo.


" Linnea pamit dulu ya Ma ," kata Linnea dan Mama Azura hanya mengangguk saja.


Linnea lalu segera mengikuti langkah kaki Enzo yang sudah hampir masuk ke dalam lift.


Di dalam kamar, Enzo langsung mengambilkan beberapa baju milik Wilson dan juga Aurora.


" Ini bawalah uang Kakak, berikan kepadanya, Linnea, tapi kamu jangan katakan jika uang itu dari Kakak ," kata Enzo sambil memberikan uang cash yang jumlahnya sangat banyak sekali jika dirupiahkan.


" Baik Kak ," jawab Linnea.


Singkat cerita, Linnea sudah sampai di apartemen miliknya.


Tidak lupa Linnea juga membawakan banyak makanan, susu serta beberapa camilan, dan semua itu pemberian dari Enzo.


Aurora langsung menyambut kedatangan Linnea dengan sangat senang sekali, plus terkejut, sebab Linnea datang dengan membawa banyak sekali barang, termasuk satu koper yang berukuran cukup besar.


" Dan ini tadi aku sudah sengaja membelikan makanan untuk kamu sebelum datang ke sini ," kata Linnea lagi, sambil memberikan makanan yang dia bawa.


" Oh ya, satu lagi, ini aku ada uang cash, yang bisa kamu bawa atau pakai untuk membeli kebutuhanmu atau kebutuhannya Wilson ," kata Linnea lagi sambil memberikan uang pemberian Enzo tadi.


" Banyak sekali uangnya Linnea, kamu dapat uang ini dari siapa,? ini bukan dari Tuan Enzo kan?? ," tanya Aurora.


" Tenang saja, itu bukan dari Kak Enzo, tapi uang simpananku sendiri, yang selalu aku sisihkan dari uang belanjaku ," jawab berbohong dari Linnea.


" Baiklah, akan aku bawa dulu, dan akan aku kembalikan, jika aku sudah punya pekerjaan ," kata Aurora.


" Tidak perlu kamu kembalikan Aurora, aku ikhlas memberikannya untuk kamu ," kata Linnea menolak.


" Terimakasih Linnea, kamu memang sangat baik sekali kepadaku ," kata Aurora dan Linnea hanya tersenyum saja.


" Di mana Wilson?? ," tanya Linnea.


" Itu dia sedang asik sendiri ," jawab Aurora menunjuk Wilson yang sedang bermain sendiri di ruang Keluarga.


" Ayo kita ke sana ," ajak Linnea dan Aurora hanya mengangguk saja.

__ADS_1


Aurora dan Linnea saat ini sudah duduk berdua, sambil mengawasi baby Wilson yang sedang asik bermain.


" Pasti di otak kamu ada banyak pertanyaan yang ingin kamu tanyakan kepadaku kan Aurora?? ," kata Linnea.


" Tanyakanlah apa pun yang ingin kamu ketahui ," kata Linnea lagi.


" Jelaskan kepadaku, kenapa aku bisa bersama dengan Tuan Enzo, dan menikah dengannya, lalu di mana Dickie, Linnea?? ," tanya Aurora.


Sebelum menjawab pertanyaannya Aurora, Linnea mengambil nafasnya cukup dalam sekali.


" Dickie sudah meninggal Aurora ," jawab Linnea.


" Tidak,!! ini pasti tidak mungkin, kamu berbohong kan kepadaku Linnea??!! ," marah Aurora.


" Tidak, aku tidak berbohong kepadamu Aurora, memang itu kenyataannya ," jawab Linnea mencoba tenang.


" Pasti Tuan Enzo kan yang sudah membunuhnya, supaya dia bisa merebutku dari Dickie!! ," kata Aurora.


" Tidak begitu ceritanya Aurora ," jawab Linnea.


" Lalu bagaimana ceritanya Linnea, cepat ceritakan kepadaku,!! dan aku harap kamu tidak menutup-nutupinya dariku!! ," kata Aurora.


" Baiklah, akan aku ceritakan yang sejujur-jujurnya kepadamu Aurora, dan aku harap kamu mendengarkannya dengan baik-baik ," kata Linnea.


" Kak Enzo pada waktu itu sedang ada meeting di luar kota, dan ketika pulang dari meeting, dia ketemuan dengan sahabatnya ," awal mula Linnea bercerita.


" Kak Enzo pulang dalam keadaan antara sadar dan tidak sadar, karena dia baru saja meminum alkohol ," cerita Linnea lagi.


" Nahasnya, ketika sedang perjalanan pulang menuju ke hotel tempatnya menginap, Kak Enzo menabrak sebuah mobil yang sedang menyebrang jalan, dan membuat salah satu penumpangnya tewas ketika mendapatkan pertolongan di rumah sakit, sedangkan satunya lagi mengalami cedera kepala yang sangat parah hingga membuatnya koma serta amnesia ," kata Linnea.


" Apakah yang ditabrak oleh Tuan Enzo, adalah aku dan Dickie?? ," tanya Aurora dengan mata yang berkaca-kaca.


" Iya benar sekali Aurora ," jawab Linnea.


" Kak Enzo sudah menebus kesalahannya Aurora, dia memberikan namanya untuk Wilson, dia merawatnya ketika kamu masih koma selama dua bulan, dan apakah kamu tahu Aurora,? Kak Enzo begitu sangat mencintai kamu, hingga dia rela melakukan apa saja untuk kamu ," kata Linnea lagi.


" Tidak,!! Tuan Enzo begitu, karena dia sedang merasa bersalah denganku dan Dickie!! ," bantah Aurora.


" Kamu salah Aurora, Kak Enzo tidak seburuk yang kamu katakan ," jawab Linnea sambil menggelengkan kepalanya.


" Kenapa kamu jadi membelanya Linnea, bukankah kamu tahu sendiri, jika Tuan Enzo orang yang sangat kejam!! ," kata Aurora.


" Karena aku sudah menyaksikannya sendiri Aurora,!! bagaimana Kak Enzo berjuang mati-matian untuk membuatmu bahagia, sadarlah, buka matamu Aurora!! ," jawab Linnea sambil berteriak.


Aurora masih belum yakin dan percaya akan cerita yang dikatakan oleh Linnea kepadanya, karena di pandangan matanya, jika Enzo adalah orang yang jahat dan juga kejam.

__ADS_1


...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...


...***TBC***...


__ADS_2