AURORA

AURORA
MAX - LINNEA


__ADS_3

Meninggalkan Aurora dan Enzo, kita beralih ke Max sejenak.


Setelah kemarin dia tidak sengaja melukai Linnea, Max lebih banyak murungnya, dan dia juga masih diam-diam memata-matai Linnea.


Max seperti ingin tahu hal apa saja yang sedang dilakukan oleh Linnea, karena dia masih merasa bersalah kepadanya.


" Dulu aku tidak bisa bersikap tegas, jadinya kamu sekarang tidak bisa menjadi milikku ," kata Max kepada fotonya Linnea yang dia ambil secara diam-diam.


" Maafkan aku Linnea, karena kemarin aku tidak sengaja sudah melukaimu ," kata Max lagi.


Max saat ini juga mengurus keponakannya yaitu Kleo dengan baik.


Walau tidak mempunyai pengalaman mengurus soal anak, namun Max tetap memperhatikan apa saja yang sedang dibutuhkan oleh Kleo.


Mama Siljie dan Ayah Ebert selalu berdoa untuk Kleo, di manapun dia berada bersama Max, semoga Max mau merawatnya dengan baik.


Bisa jadi kebaikan yang Max lakukan sekarang kepada Kleo, berkat doa tulus dari Mama Siljie dan Ayah Ebert yang senantiasa mereka panjatkan kepada Tuhan.


Kehidupan Mama Siljie sudah berubah drastis sekarang, saat ini Mama Siljie sudah memulai hidup yang baru untuk memperbaiki diri.


Hidup cuma berdua saja dengan Ayah Ebert, membuat Mama Siljie bisa lebih memperhatikan lagi kesehatan dari sang suami.


Begitupun dengan Ayah Ebert, belajar dari kesalahan yang dulu kepada Mama Dama, dia pun sekarang lebih menyayangi sang istri yang sudah mulai berubah sifatnya seperti yang dia mau.


Meninggalkan Mama Siljie dan Ayah Ebert, kita bergeser ke Linnea.


Hubungannya dengan Arny, semakin hari semakin romantis saja.


Saat ini Arny dan Linnea sedang mempersiapkan pernikahan mereka berdua, yang akan dilaksanakan tiga bulan lagi dari sekarang.


" Linnea apakah yang kamu butuhkan sudah ke beli semua, jika belum kita bisa membelinya sekarang juga ," kata Arny kepada Linnea.


Arny dan Linnea sedang berada di dalam mobil untuk kembali pulang, setelah seharian mencari beberapa butik yang menurut mereka cocok.


" Nanti saja Arny, kita bisa memikirkannya sambil berjalan, sekarang otakku sedang buntu ," jawab Linnea.


" Baiklah, nanti jika sudah sampai apartemen langsung beristirahat ya ," jawab Arny.


" Iya ," jawab Linnea sambil tersenyum.


Sesampainya di apartemen, Arny sengaja tidak mengantarkan Linnea sampai masuk ke dalam apartemennya, sebab itu keinginannya Linnea sendiri.


Lambaian tangan, Linnea berikan kepada Arny yang sudah mulai meninggalkan gedung apartemennya.


Ketika Linnea ingin berjalan masuk ke dalam lift, tiba-tiba ada seseorang yang memanggil namanya.


Linnea tentu saja menghentikan langkah kakinya untuk melihat siapakah orang tersebut.


" Max ," kata Linnea dengan ekspresi terkejut.

__ADS_1


Yaps orang tersebut adalah Max.


" Untuk apa kamu datang ke sini lagi Max?? ," tanya Linnea.


" Tenanglah Linnea ," jawab Max.


" Aku datang dengan baik-baik Linnea ," kata Max lagi.


" Bolehkah aku ikut masuk ke dalam apartemenmu?? ," tanya Max.


" Aku berjanji tidak akan melukaimu lagi, dan aku tidak ada maksud lebih kepadamu ," kata Max.


Setelah berpikir sejenak, Linnea pun mengijinkan Max untuk ikut masuk ke dalam apartemen bersamanya.


Saat ini Max dan Linnea sudah duduk berdua di ruang tamu apartemen Linnea.


" Sebelumnya, aku ucapkan selamat atas pertunanganmu dengan Tuan Arny, Linnea ," kata Max.


" Aku juga meminta maaf kepadamu atas semua sikapku yang sudah pernah aku lakukan kepadamu ," kata Max lagi.


" Maafkan aku Linnea ," kata Max dengan tulus.


" Iya, baiklah aku sudah memaafkanmu Max ," jawab Linnea.


" Terimakasih Linnea ," kata Max.


" Janganlah kamu mengulangi kesalahan untuk ke dua kalinya Max, jika kamu ingin memulai hubungan dengan seorang wanita ," kata Linnea.


" Emm Linnea, aku mohon kedatanganku ke sini, jangan kamu beritahukan kepada Arny, karena aku tidak mau membuat dia salah paham kepadaku, atau marah kepadamu ," kata Max.


" Iya baiklah ," jawab Linnea sambil tersenyum tipis.


" Kalau begitu, aku pamit ," kata Max, dan Linnea hanya mengangguk saja.


Max lalu beranjak pergi dari dalam apartemen Linnea, dan dia merasa lega sekarang sudah berbicara langsung dengan Linnea dari hati ke hati.


Seperti sudah tidak ada beban lagi di dalam hatinya, ketika sudah meminta maaf kepada Linnea.


Linnea pun bisa melihat sendiri ada ketulusan di mata Max tadi ketika meminta maaf kepadanya.


Linnea tidak marah kepada Max, dan Linnea berdoa dengan tulus, semoga Max bisa segera menemukan wanita yang tulus mencintainya.


Baik Linnea, Mama Paulita dan Ayah Bogy, belum mengetahui kabar tentang Jeanne yang sudah meninggal, dan yang sudah mengetahui jika Keluarga Mama Siljie sudah bangkrut serta diambil alih oleh Enzo cuma Ayah Bogy saja.


Ayah Bogy bisa tahu itu semua, karena dia sengaja diberitahu oleh Arny.


Mungkin, jika Ayah Bogy, Linnea maupun Mama Paulita mengetahui kebenarannya, kalau Jeanne sudah meninggal setelah baru saja melahirkan anak pertamanya, mereka semua pasti akan sangat terkejut sekali.


Beralih ke Enzo dan Aurora lagi.

__ADS_1


Saat ini Keluarga besar Diedrich sedang menikmati makan malam mereka termasuk Arny juga, sebab dia sudah sampai di rumah sejak setengah jam yang lalu.


Arny yang melihat wajah Enzo sedang murung tidak seperti biasanya, dia pun mencoba bertanya.


" Kakak, kenapa wajahnya ditekuk seperti itu, malah terlihat lebih tua dari Ayah ," kata Arny.


Aurora yang mendengar perkataan dari Arny, dia langsung tertawa tertahan.


Enzo yang mendengar Aurora mentertawakannya, dia langsung menatap Aurora dengan tatapan mautnya, namun Aurora bukannya takut, malah semakin mentertawakannya.


" Tidak apa-apa, nanti jika kamu sudah menikah dengan Linnea, akan tahu sendiri jawabannya ," jawab Enzo.


" Sepertinya Kakak kamu tidak mendapatkan jatah dari Aurora ," kata Ayah Pippin kepada Arny.


" Oh iya, waaah bagus Kak Aurora, jangan kasih kendor kepada Kak Enzo ," jawab Arny kepada Aurora, dan Aurora langsung menunjukkan ibu jarinya kepada Arny.


" Aku sudah selesai ," kata Enzo dengan wajah yang terlihat sebal.


Enzo langsung beranjak berdiri dari duduknya untuk masuk ke dalam kamarnya, sambil membawa baby Wilson ikut bersamanya juga.


" Enzo kenapa Nak?? ," tanya Mama Azura setelah kepergian dari Enzo.


" Biasa Ma, itu juga karena kesalahan Daddy sendiri yang sudah berbohong kepada Aurora ," jawab Aurora.


" Soalnya ini baru pertama kalinya Mama melihat Enzo mempunyai ekspresi ," kata Mama Azura sambil tertawa.


" Kalau begitu, biar Aurora buat Daddy merajuk saja terus, supaya wajahnya tidak terlihat kaku jika dilihat ," jawab Aurora sambil tertawa juga.


" Jangan begitu juga dong, kasihan Enzo, dia kalau mengamuk menakutkan lho Aurora ," kata Mama Azura.


" Oh ya Ma?? ," jawab Aurora.


" Iya, bahkan dulu para anak buah yang tidak bisa menemukanmu ketika kamu menghilang, Enzo sangat marah besar sekali ," kata Mama Azura yang keceplosan.


" Menghilang,? memangnya Aurora menghilang ke mana Ma,? bukankah selama ini Aurora koma?? ," tanya Aurora kebingungan.


Mama Azura, Ayah Pippin dan juga Arny, langsung saling pandang mendengar pertanyaan dari Aurora tadi, sebab Mama Azura malah keceplosan berbicara.


" Emm, itu ...... ," kata Mama Azura langsung terpotong oleh perkataannya Arny.


" Dulu sebelum Kakak koma, kita pernah camping di hutan Kak bersama-sama, dan Kakak ketika akan kembali ke tenda malah tersesat di jalan ," kata Arny.


" Kak Enzo sangat marah sekali, ketika para anak buah tidak ada yang bisa menemukan keberadaannya Kakak, dan itulah pertama kalinya kami melihat Kak Enzo marah besar, karena merasa takut kehilangan dan khawatir dengan Kakak ," kata Arny lagi.


" Oh, begitu ceritanya ," kata Aurora.


Untung saja Aurora percaya, dan jawaban Arny tadi terlihat sangat meyakinkan sekali bagi Aurora.


Ayah Pippin, Arny dan juga Mama Azura, merasa lega ketika melihat Aurora tidak curiga lagi kepada mereka bertiga, kalau tidak, bisa tamat riwayat mereka, sebab Enzo pasti akan marah kepada mereka bertiga.

__ADS_1


...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...


...***TBC***...


__ADS_2