AURORA

AURORA
Kenzo


__ADS_3

Happy reading guys 😘😘😘


Setelah tertawa Aldrick memandang Kenzo Edgar dan Erlan bergantian, dia tersenyum licik.


"Hahaha,,, kalian benar benar Bodoh, saya tidak pernah membunuh putra saya, sampai sekarang dia masih sehat tidak kekurangan suatu apapun.


Kenzo, Edgar dan Erlan menatap Aldrick tidak percaya, mana mungkin bayi yang sudah dimakan hewan buas bisa kembali hidup itu merupakan hal yang sangat mustahil.


"Tidak percaya? lihatlah !." Aldrick memutar sebuah video dimana Bayi Brian diganti daging oleh anak buah Aldrick.


Mereka bertiga menatap Aldrick tidak percaya, ternyata Aldrick lebih licik dari mereka.


"Kenapa? " tanya Aldrick sinis.


"Jika selama ini saya membiarkan kalian bebas karena saya masih menghormati anda sebagai Ayah kandung dari Almarhum kakak saya, tapi sekarang sudah tidak lagi."


Dengan tanpa rasa kasihan Aldrick menendang Edgar dan Erlan.


Tanpa Aldrick dan anak buahnya sadari tangan kenzo sudah lepas dari ikatannya, dengan perlahan tanpa di ketahui siapapun dia mengambil pistol yang disembunyikan disakunya dan menembakkan pada Aldrick.


'DORRR,,,'


Namun sayang tembakan Kenzo didahului anak buah Aldrick yang lebih dulu menembak tangan Kenzo sehingga pistolnya lepas dari tangannya.


"Akh,,, sialan!"umpat Kenzo.


"Daddy " teriak Edgar dan Erlan.


Kenzo yang masih tidak terima berdiri dan menyerang Aldrick dengan brutal, Aldrick tidak memukul Kenzo sama sekali dia hanya menangkisnya saja.


Saat Aldrick menghindar dari pukulan Kenzo tanpa sengaja Kenzo tergelincir kayu dibawahnya sehingga tanpa sengaja Kenzo terjatuh dan kepalanya mengenai sudut Kursi yang di duduki Edgar.

__ADS_1


Kepala Kenzo mengeluarkan banyak darah dan perlahan dia menghembuskan nafas terakhirnya.


"Daddy,,!"


"Bangsat, lepasin, Daddy!" teriak Edgar meronta minta dilepaskan.


"Angkat mayatnya !" perintah Aldrick.


Aldrick melihat jam tangannya ternyata sudah jam dua belas malam, tadi dia pamit hanya sebentar,maka segera dia pulang ke Mansion nya.


Sampai di Mansion Aldrick segera masuk, berharap semoga istrinya sudah tidur,namun harapan Aldrick tidak terkabul karena saat membuka pintu kamarnya langsung disambut tatapan tajam sang istri yang duduk di sofa dengan anggunnya.


"Ini yang dibilang sebentar?"


"Maaf Sayang."


"Kenapa gak sekalian saja pulang besok pagi." ketus Aurora.


Aldrick mendekat kemudian memeluk Aurora, mencium Pipi nya gemas.


"Tunggu sebentar aku Mandi dulu." Aldrick segera berlalu ke kamar mandi.


"Kenapa keluar tidak memakai baju?" tanya Aurora saat melihat Aldrick keluar hanya menggunakan handuk.


"Ngapain pakai baju nanti juga dibuka lagi."


Aurora melotot mendengar ucapan Aldrick.


"Gak usah dekat dekat !" ucap Aurora melihat Aldrick semakin dekat.


Aldrick mengabaikan ucapan Aurora dia segera menindih tubuh Aurora, menatapnya dengan penuh cinta,dia menegelamkan kepalanya pada ceruk leher Aurora.

__ADS_1


"Mas,,, shh,,, jangan yang tadi masih sakit."


"Tapi aku pengen."


"Tidak."


"Satu kali saja." bujuk Aldrick.


"Aku janji akan pelan."


"Aku masih capek Mas."


"Kamu diam saja biar Mas yang gerak."


Melihat Aurora diam Aldrick menganggap Aurora nya menyetujui nya, segera dia melancarkan aksinya, namun tidak sesuai kesepakatan, Aldrick melakukan nya bukan hanya sekali namun berkali kali hingga Aurora tidak memiliki tenaga sama sekali.


Aurora baru terlelap setelah jam lima pagi, bayangkan saja bagaimana remuknya tubuh Aurora.


Jam enam pagi Brian sudah bangun dia menangis mencari Mama dan Papanya,Bik Suma dan Maid lainnya mencoba menenangkan Brian namun Brian tetap tidak mau diam, akhirnya Bik Sum memberanikan diri mengetuk pintu kamar Aurora dan Aldrick.


Mendengar suara ketukan pintu dan suara tangjsan Brian, Aldrick segera memakai pakaiannya, saat membuka pintu dia langsung mendapati Putranya yang menangis kejer.


"Sayang,,,kenapa nangis? hmm?"


Aldrick megambil Brian dari gendongan Bik Sum membawa kedalam kamarnya.


_


_


_

__ADS_1


TBC


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘


__ADS_2