AURORA

AURORA
SADAR


__ADS_3

Martin terus memeriksa keadaannya Aurora, karena terlihat perubahan di dalam tubuhnya Aurora sangat signifikan sekali.


Enzo yang berada di situ, jantungnya berdetak dengan sangat kencang sekali, sambil memperhatikan sekali apa yang sedang dilakukan oleh Martin.


Martin memeriksa denyut nadi, kelopak mata, detak jantung serta alat fital lainnya yang terhubung ke layar monitor.


Sedangkan semua orang yang sedang menunggu di depan ruang perawatan Aurora, masih terdiam sambil menunggu kabar terbaik dari Martin dan juga Enzo.


" Semoga saja kamu bisa membuat Mommy kamu sadar ya sayang ," kata Mama Azura sambil menimang baby Wilson.


Baby Wilson sendiri masih menangis, dan tangisan dari baby Wilson malah semakin membuat semua orang menjadi tambah kacau pikirannya.


Begitupun dengan Enzo yang sangat tegang sekali melihat Martin sedang mengecek semua selang yang terhubung ke tubuh Aurora.


Ingin rasanya membantu, tapi apalah daya, dirinya tidak mengerti hal apapun yang berhubungan dengan dunia medis.


Layar monitor menunjukkan pergerakan yang bagus, dan benar sesuai petunjuk dari layar monitor, akhirnya yang diharapkan oleh semua orang terkabul juga.


Aurora perlahan membuka matanya, dan dia saat ini sedang menetralkan penglihatannya, karena sudah dua bulan lamanya mengalami koma akibat kecelakaan yang dialaminya.


Enzo yang melihat Aurora sudah membuka matanya kembali, dia langsung tersenyum senang dan juga terharu.


Begitupula dengan Martin yang merasa bangga serta senang, sebab bisa membantu mewujudkan keinginan dari sang sahabat, yaitu menyadarkan wanita yang sangat di cintai oleh Enzo.


Masih dalam keadaan tenang, namun mata yang sudah terbuka, Aurora hanya diam saja ketika tubuhnya masih diperiksa oleh Martin.


" Semuanya normal ," kata Martin dengan tiba-tiba.


" Bagaimana keadaannya Aurora, Martin?? ," tanya Martin.


Sebelum menjawab pertanyaan dari Enzo, Martin berbalik badan dulu untuk menghadap ke arah Enzo.


" Sesuai harapan kita semua ," jawab Martin.


" Tubuh Aurora menunjukkan perkembangan yang sangat bagus, dan dia aku nyatakan sudah sadar dari masa komanya ," kata Martin lagi.


" Tapi ....... ," kata Martin menjeda perkataannya.


" Tapi kenapa Martin?? ," tanya Enzo.


" Seperti yang sudah kami katakan sebelumnya, jika Aurora akan mengalami amnesia ," jawab Martin.


" Jujur aku sedih Aurora mengalami amnesia, tapi jika di situasi seperti sekarang, itu lebih baik daripada dia mengetahui kenyataan yang sebenarnya ," kata Enzo.


" Karena aku takut jika Aurora mengetahui cerita yang sesungguhnya, dia akan pergi lagi dari sisiku ," kata Enzo lagi.


Yang bisa Martin lakukan cuma menepuk pelan pundak sang sahabat untuk memberinya semangat.


" Apakah Aurora akan mengalami amnesia permanen, atau masih bisa disembuhkan lagi Martin?? ," tanya Enzo.


" Untuk masalah itu, kita akan melakukan observasi terlebih dahulu Enzo, apakah Aurora mengalami amnesia Anterograde, amnesia yang bersifat fleksibel, bisa sementara atau bisa menjadi permanen ," jawab Martin.


" Atau Amnesia Retrograde, amnesia yang bersifat tidak dapat mengingat kejadian di masa lalu ," kata Martin lagi.


Enzo yang sudah selesai mendengarkan jawaban dari Martin, dia mencoba mendekat ke arah Aurora yang sedang terlihat linglung sambil memperhatikan sekitar.


Ketika Aurora melihat Enzo mendekat ke arahnya, dia hanya memandang dengan tatapan yang biasa saja seperti orang kebingungan, karena Aurora sedang mengalami gejala disorientasi, yang biasa di alami oleh orang yang mengalami amnesia.


" Aurora, sungguh aku sangat senang sekali, bisa melihat kamu sadar kembali ," kata Enzo sambil mengusap pipi tirusnya Aurora.


" Kamu siapa?? ," tanya Aurora.


Mendengar pertanyaan dari Aurora, Enzo langsung mengalihkan pandangannya ke arah Martin yang ternyata juga sedang menatapnya.


Martin mengkode Enzo untuk terus mengajak Aurora berbicara, karena Martin ingin melihat bagaimana reaksinya Aurora, supaya dia bisa menyimpulkan, apa yang sedang dialami oleh Aurora.


" Aku Enzo suami kamu Aurora ," jawab Enzo berbohong.


" Suami?? ," tanya Aurora sambil menunjukkan wajah kebingungan.


" Iya, aku suami kamu, bahkan kita sudah mempunyai seorang anak sayang, dia seorang laki-laki wajahnya sangat tampan sekali ," jawab Enzo, dan wajahnya terlihat sekali ada tatapan penuh cinta untuk Aurora.


" Anak?? ," kata Aurora.


" Iya sayang, anak ," jawab Enzo.


" Kamu dulu sudah sangat ingin sekali mempunyai seorang anak, dan keinginan kamu sudah terkabul, dia sudah lahir sejak dua bulan yang lalu sayang ," jawab Enzo.


" Sebentar akan aku bawa kemari anak kita Aurora ," kata Enzo.


Ketika Enzo akan berlalu ke luar, tiba-tiba Aurora bertanya kepada Enzo.


" Dia siapa?? ," tanya Aurora sambil menunjuk Martin.


Martin yang sedang ditunjuk oleh Aurora langsung tersenyum sangat manis sekali.


" Dia Martin, Aurora, yang sudah merawat kamu sejak dua bulan yang lalu ," jawab Enzo.


" Karena dua bulan yang lalu, kamu mengalami kecelakaan mobil yang membuatmu menjadi koma ," kata Enzo lagi.


Mendengar kecelakaan mobil, tiba-tiba Aurora mengalami sakit kepala, dan hal itu membuat Enzo menjadi khawatir.


Martin yang melihat pun, juga langsung mendekat untuk memeriksa keadaannya Aurora.


" Sepertinya, kamu jangan dulu memberikan informasi yang berat-berat untuk Aurora, Enzo ," kata Martin.

__ADS_1


" Karena itu bisa sangat berbahaya untuk daya kerja otaknya yang menyuruhnya untuk berpikir ," kata Enzo lagi.


" Baiklah ," jawab Enzo sambil mengangguk.


" Sayang, tunggu di sini sebentar ya sama Martin, aku mau mengambil jagoan kita ," kata Enzo.


Aurora hanya diam saja tidak menjawab perkataan dari Enzo, namun Enzo tetap berlalu dari hadapan Aurora untuk mengambil baby Wilson yang sedang digendong oleh Mama Azura.


Mama Azura yang masih terus menenangkan baby Wilson dibantu oleh Ayah Pippin, dan juga Arny, mereka sedikit kewalahan menenangkan baby Wilson yang masih menangis.


Ketika mereka semua sedang sibuk menenangkan baby Wilson, tiba-tiba pandangan mereka semua teralihkan ke arah Enzo yang sudah ke luar dari dalam ruang perawatan tersebut.


" Enzo, bagaimana keadaan dari Aurora?? ," tanya Ayah Pippin.


" Bawa sini Ma, baby Wilsonnya ," kata Enzo yang tidak mempedulikan Ayah Pippin.


" Baby Wilson mau dibawa ke mana, Enzo?? ," tanya Mama Azura.


" Bertemu dengan Mommynya ," jawab Enzo.


" Apakah Nona Aurora sudah sadar Kak?? ," tanya Arny.


" Sudah, dan aku harap kalian jangan menunjukkan sikap yang membuatnya bingung ," jawab Enzo.


Mendengar jika Aurora sudah sadar dari masa komanya, Mama Azura merasa sangat senang sekali, karena itu untuk pertama kalinya Mama Azura bisa berbicara langsung dengan wanita yang sangat dicintai oleh sang putra.


Mereka semua lalu berjalan masuk ke dalam ruang perawatan Aurora, dengan baby Wilson berada di dalam gendongannya Enzo.


Tadi, ketika Enzo pergi meninggalkan Martin saja bersama Aurora, Martin terus memeriksa keadaannya Aurora.


" Kamu kenapa terus memeriksaku?? ," begitulah pertanyaan dari Aurora kepada Martin.


" Karena itu memang sudah menjadi tugasku Aurora ," jawab Martin sambil tersenyum.


" Memangnya aku kenapa?? ," tanya Aurora.


" Kamu baru saja mengalami kecelakaan Aurora, dan kamu sangat beruntung sekali mempunyai seorang suami yang sangat perhatian dan setia menunggui kamu di sini sampai kamu sadar ," jawab Martin.


Sepertinya semua orang sudah sepakat untuk berbohong kepada Aurora mengenai jati dirinya.


" Apakah aku berada di rumah sakit?? ," tanya Aurora lagi.


" Tidak, kamu tidak berada di rumah sakit, melainkan berada di rumah Ayah mertua kamu ," jawab Martin lagi.


Ketika mereka berdua sedang asik berbincang, masuklah Enzo, bersama yang lainnya juga.


Senyum Enzo mengembang sangat manis sekali, ketika Aurora sedang melihat ke arahnya.


" Aurora, lihatlah, dia anak kita sayang ," kata Enzo sambil mendekatkan baby Wilson.


" Tentu saja, ini anak kamu sayang, anak kita ," jawab Enzo.


Aurora lalu mencoba untuk bangun dari rebahannya menjadi duduk, tapi ketika dia sedang berusaha bergerak, perut dia masih terasa sangat nyeri sekali, efek lahiran caesar kemarin.


Walau sudah dua bulan berlalu, namun karena Aurora tidak ada pergerakan sama sekali, perut bekas jahitan caesar kemarin, belum bisa dinyatakan sembuh dengan sempurna.


" Aaah perutku sakit sekali ," kata Aurora.


Semua orang merasa sangat khawatir, ingin sekali Enzo membantu, tapi sayangnya dia sedang menggendong baby Wilson.


Akhirnya, yang membantu Aurora untuk duduk adalah Arny yang kebetulan berada persis di sebelah ranjang.


" Itulah bukti, jika kamu baru saja melahirkan Aurora, karena kamu melahirkan secara caesar, benar begitu Martin ," kata Enzo.


" Benar sekali, dan untuk luka bekas jahitan di perut kamu, biar nanti para tim ku yang akan memeriksanya ," jawab Martin.


" Berhubung waktu sudah hampir jam satu dini hari, ijinkan aku berpamitan pulang dulu, dan besok saya akan menyuruh para tim ku untuk datang ke sini ," kata Martin lagi.


" Terimakasih Martin, atas bantuannya ," kata Enzo.


" Iya sama-sama ," jawab Martin.


" Hati-hati di jalan Nak ," pesan Mama Azura.


" Jangan ngebut ya Martin ," kata Ayah Pippin.


" Siap Om, Tante, kalau begitu permisi ," jawab Martin.


Sebelum berlalu pergi, Martin pun berbicara lagi untuk terakhir kalinya kepada Aurora.


" Jika kamu ingin mencoba menyusui baby Wilson, silahkan Aurora, tapi jangan terlalu di paksakan ya, takutnya nanti put1n9 p4yud4r4 kamu sakit ," pesan Martin.


" Enzo, kamu sebagai suaminya harus membantu Aurora menyu5u1 baby kalian ," kata Martin juga kepada Enzo.


" Iya baiklah ," jawab Enzo terlihat tenang, padahal aslinya, jantungnya sedang berdebar-debar sangat kencang sekali, karena masa iya dia harus melihat sesuatu yang bisa menimbulkan jiwa liarnya muncul kepermukaan.


Setelah berpesan seperti itu, barulah Martin langsung berlalu pergi dari dalam rumah Ayah Pippin untuk kembali pulang ke rumahnya sendiri.


" Lebih baik kita semua beristirahat saja, kasihan Aurora, kita lanjut besok untuk melihatnya lagi ," kata Ayah Pippin, selepas Martin pergi.


" Baik Ayah, ayo Arny ," jawab Mama Azura.


Ayah Pippin lalu melangkah pergi juga dari dalam ruang perawatan tersebut diikuti oleh Mama Azura dan juga Arny.


Tinggallah Enzo bersama Aurora dan juga baby Wilson saja di dalam ruang perawatan tersebut.

__ADS_1


" Aurora, apakah kamu tidak mau mencoba m3nyu5u1 baby Wilson?? ," tanya Enzo.


" Wilson?? ," tanya Aurora.


" Iya, anak kita bernama Wilson sayang, kamu sendiri yang menyuruhku untuk memberinya nama Wilson ," jawab Enzo.


" Bawa ke sini?? ," kata Aurora.


Enzo dengan senang hati memberikan baby Wilson kepada Aurora, dan Aurora menggendong baby Wilson dengan sangat lembut, erat dan juga penuh dengan perasaan.


" Dia sangat tampan sekali ," kata Aurora.


" Iya, siapa dulu Daddynya ," jawab Enzo merasa bangga sekali


" Iya, wajahnya sangat tampan sepertimu ," kata Aurora lagi sambil tersenyum.


Hati Enzo menghangat, dia merasa sangat senang sekali melihat Aurora bisa tersenyum lembut kepadanya, namun di lubuk hati Enzo yang terdalam, dia merasa sangat takut sekali, jika Aurora sewaktu-waktu bisa sadar dari amnesianya.


" Ayo akan aku bantu kamu memegangi baby Wilson ketika kamu m3nyu5u1nya ," kata Enzo.


Karena wajar saja, sebab sistem saraf di dalam tubuh Aurora masih belum bekerja dengan baik, sebab sudah cukup lama dia mengalami koma.


Enzo membantu Aurora memegangi baby Wilson, dan Aurora pun langsung mencoba m3nyu5u1 sang baby untuk pertama kalinya.


Sedikit kesusahan untuk Aurora dalam m3nyu5u1 baby Wilson, karena dia belum terbiasa.


Untung saja baby Wilson sangat peka sekali dengan put1n9 sang Mommy, walau ASI milik Aurora belum terlalu banyak, tapi baby Wilson akhirnya bisa tenang juga dan berhenti menangis, ketika sudah berada di dalam dekapannya Aurora.


Enzo dan Aurora saling melempar senyuman, ketika melihat baby Wilson sepertinya sudah merasa nyaman ketika n3n3n dengan sang Mommy.


" Lihatlah, dia semakin tampan sekali ," kata Enzo.


" Tapi put1n9 dadaku rasanya sangat sakit sekali ," kata Aurora.


" Di tahan sebentar ya Aurora, besok bisa kita tanyakan kepada Martin ," jawab Enzo.


Aurora hanya mengangguk saja sambil tersenyum dan terus m3nyu5u1 baby Wilson.


Setelah beberapa menit lamanya baby Wilson n3n3n dengan sang Mommy, akhirnya dia merasa puas juga, dan dengan sendirinya baby Wilson melepaskan put1n9 sang Mama.


Namun sayang, ketika baby Wilson sudah merasa puas, justru ASI milik Aurora ke luar begitu derasnya.


Hal itu membuat Aurora dan Enzo menjadi kebingungan sendiri.


" Ini kenapa tidak berhenti menetes ," kata Aurora sambil menahan ASInya yang terus ke luar.


" Sebentar, biar Wilson aku taruh dulu di dalam box babynya ," jawab Enzo.


Enzo lalu meletakkan baby Wilson ke dalam box baby yang tersedia di situ, setelah meletakkan baby Wilson, Enzo langsung berjalan ke arah Aurora.


" Akan aku ambilkan botol baby sebentar untuk menampung ASI milikmu Aurora ," kata Enzo.


Aurora hanya mengangguk saja, dan Enzo langsung bergegas ke luar untuk mengambil botol baby milik Wilson di dalam kamarnya.


Ketika botol baby tersebut sudah berada di tangannya, Enzo langsung memberikan botol tersebut kepada Aurora.


Dengan perlahan Aurora m3m3r45 ASInya ke dalam botol tersebut, hingga satu botol itu sudah penuh dengan ASI milik Aurora.


" Aku tidak mau m3m3r45nya lagi, rasanya semakin tambah sakit dadaku ," kata Aurora menyerah.


" Lalu apa yang harus aku lakukan?? ," tanya Enzo merasa kebingungan.


" H154plah supaya tidak berhenti mengalir lagi ," jawab Aurora.


" Hah!! ," kata Enzo.


Tentu saja Enzo merasa terkejut sekali, setelah sekian lamanya, tiba-tiba dia disuruh untuk mengh154p bukit mochi milik Aurora.


" Ayolah, ini bajunya sudah basah semua ," kata Aurora menyadarkan Enzo yang sedang melamun.


" Eh, emm ba-baiklah ," jawab Enzo.


Aurora lalu dengan perlahan merebahkan lagi tubuhnya, dan Enzo langsung ikut naik untuk tiduran di ranjang sampingnya Aurora.


Dengan perasaan malu-malu tapi mau, akhirnya Enzo memasukkan pucuk bukit mochi milik Aurora ke dalam mulutnya.


Ada rasa sensasi tersendiri di dalam mulut Enzo, ketika ASI yang seharusnya milik Wilson masuk ke dalam tenggorokannya.


" ASInya rasanya aneh, tapi kenapa aku suka ," kata batin Enzo.


Enzo yang awalnya merasa malu, dia pun tanpa sadar seperti terhanyut dengan suasana, hingga sudah cukup lama dia n3n3n dengan Aurora.


Aurora bahkan sampai tertidur dengan sendirinya, karena memang dia masih merasa mengantuk, terlebih lagi di dalam infus yang masih terpasang di tangannya masih mengandung obat yang diperlukan untuk tubuhnya yang efeknya bisa membuat mengantuk.


Enzo yang merasa Aurora hanya diam saja, dia mencoba untuk mendongakkan kepalanya, untuk melihat wajah dari gadis yang di cintainya itu.


" Dia sudah tertidur ternyata ," kata Enzo tersenyum sendiri.


" Ternyata begini rasanya tidur di sampingmu dalam keadaan kamu tidak marah denganku ," kata Enzo lagi.


Enzo terus memandangi wajah Aurora dengan sangat lekat sekali, dia mengusap wajah Aurora penuh dengan rasa sayang, dan untuk pertama kalinya, Enzo pun akhirnya bisa tidur bersama Aurora dalam keadaan yang sudah lama dia harapkan.


...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2