
Selagi Aurora belum sadar dari masa amnesianya, Enzo akan menikmati setiap perhatian kecil dan kesempatan bisa bermesraan, berduaan dan tertawa bersama dengan Aurora.
Karena Enzo sendiri tidak yakin, jika Aurora sudah sadar dan ingat semuanya, apakah dia masih mau melihat wajahnya atau tidak.
Seperti perkataan Enzo kemarin, jika keesokan harinya, dia bersama Mama Azura dan Aurora, akan pergi ke sebuah butik untuk membeli gaun pengantin untuk Aurora.
Aurora yang sudah masuk ke dalam butik itu, matanya sangat terpukau sekali, karena banyak gaun-gaun pernikahan yang cantik dan terpajang berjejer rapi di setiap tempat.
" Gaunnya sangat bagus dan cantik-catik semua ," kata Aurora.
" Akan lebih cantik lagi jika Mommy yang memakainya ," kata Enzo menyahuti perkataan Aurora.
Pemilik butik sangat tersanjung sekali, ketika orang berpengaruh di Negaranya mau datang berkunjung ke butik miliknya.
Dengan pelayanan yang bagus dan super ramah, sang pemilik butik ingin memberikan kesan yang bagus untuk Keluarga Diedrich, supaya suatu saat mau datang kembali ke butiknya.
" Tolong dong carikan gaun yang bagus untuk menantu saya ," kata Mama Azura kepada sang pemilik butik.
Pemilik butik yang diketahui bernama Aimee, langsung menyuruh karyawan butiknya untuk mengambilkan gaun rancangan terbaik yang dia punya, untuk dia tunjukkan kepada Mama Azura.
Setelah beberapa gaun di keluarkan oleh para karyawan butik, Aimee langsung menunjukkan kepada Mama Azura maupun Aurora.
" Nyonya Azura, ini ke tiga gaun yang baru saja selesai saya buat, dan ini hasil rancangan saya sendiri, gaun ini terbuat dari bahan dan kain pilihan serta tentunya yang paling bagus ," kata Aimee kepada Mama Azura.
Mama Azura langsung memanggil Aurora yang sedang melihat beberapa gaun bersama Enzo.
Enzo sambil mendorong troli baby Wilson, mengajak Aurora untuk mendekat ke arah Mama Azura.
" Nak, bagaimana,? apakah kamu menyukai di antara ke tiga gaun ini?? ," tanya Mama Azura kepada Aurora.
" Semuanya sangat bagus sekali Mama, Aurora jadi bingung memilihnya ," kata Aurora.
" Jika suka dengan ke tiganya, ambil saja semuanya sayang ," kata Enzo.
" Benarkah?? ," tanya Aurora.
Enzo langsung mengangguk membenarkan sambil tersenyum.
" Saya ambil semuanya Nyonya untuk istri saya ," kata Enzo kepada Aimee.
" Terimakasih Tuan Enzo, sebentar, biar di bungkus dan di kemas dengan rapi oleh karyawan saya ," kata Aimee.
Enzo dan Mama Azura hanya mengangguk saja kepada Aimee.
Setelah menyelesaikan pembayaran gaun pengantin tersebut, yang harganya bisa membuat 91n74l kita jebol, Enzo langsung mengajak Aurora dan sang Mama untuk kembali pulang ke rumah.
Enzo sangat khawatir jika Aurora akan kecapekan, karena kesehatan Aurora masih dipantau terus oleh Dokter, sebab dia baru saja sadar dari masa komanya, terlebih lagi Aurora juga belum ingat dari amnesianya.
__ADS_1
Belum ada yang tahu berita tentang pernikahan Enzo dengan Aurora, karena Enzo masih menyembunyikan Aurora dari khalayak umum.
Setelah mengantar Aurora dan Mama Azura pulang, Enzo langsung berpamitan untuk pergi ke kantor sekaligus berkunjung sejenak ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, Enzo langsung menuju ke ruang perawatan Linnea.
Di dalam ruang perawatan itu, tentu saja ada Mama Paulita, Ayah Bogy dan juga Arny.
Linnea sendiri sudah sadar sejak kemarin malam, dan kondisinya sudah berangsur membaik sampai pagi ini.
" Tuan Enzo ," sapa Ayah Bogy.
Enzo hanya mengangguk saja menyapa Ayah Bogy.
" Arny, apakah hari ini kamu tidak berangkat ke kantor?? ," tanya Enzo.
" Sepertinya tidak dulu deh Kak, mungkin besok ," jawab Arny.
" Kalau begitu, biar Tuan Bogy, Kakak ajak mensurvei desa tempat tinggal Aurora, bagaimana Tuan Bogy? ," tanya Enzo.
" Tidak apa-apa Tuan Enzo, dengan senang hati saya akan mengantarkan anda ," jawab Ayah Bogy.
" Kenapa Kakak mau mensurvei ke desa Linnea?? ," tanya Arny.
" Kakak ingin mengembangkan bisnis di sana, Kakak ingin membangun peternakan domba untuk Aurora ," jawab Enzo.
" Iya, terserah Kakak saja, dan Arny lihat domba milik Nona Aurora baru saja melahirkan ," kata Arny dan Enzo hanya mengangguk saja.
" Mari Tuan ," jawab Ayah Bogy.
Enzo dan Ayah Bogy lalu pergi ke luar dari dalam rumah sakit untuk menuju desa tempat tinggal Ayah Bogy.
Sesampainya di desa itu, ternyata Arvon sudah menunggu Enzo sejak tadi bersama orang yang mempunyai tanah belakang rumah Aurora.
Orang-orang tersebut sudah melakukan transaksi jual beli tanah kepada Arvon, dan juga sudah menemukan jalan ke luarnya.
Mereka semua sepakat dengan harga yang Arvon tawarkan kepada mereka, dan itu artinya tanah belakang rumah Aurora yang luasnya sekitar satu hektar sudah sah menjadi atas nama Enzo.
Ayah Bogy lalu mengajak Enzo untuk masuk ke dalam rumah Aurora.
Di dalam rumah Aurora, Enzo langsung bisa melihat betapa miskinnya Aurora dulu, harus tinggal di rumah yang lebarnya tidak seluas kamar tidurnya.
Perabotan yang usang, kursi dan ranjang yang masih layak pakai, namun sudah terlihat jelek, masih bisa dilihat jelas oleh Enzo saat ini.
Semua barang tidak ada yang berubah semenjak Aurora pergi dari rumah, dan rumah Aurora juga terlihat bersih, sebab selalu dibersihkan oleh Mama Paulita.
Enzo juga diajak ke ladang belakang rumah yang luasnya tidak seberapa, namun sangat menghasilkan sekali.
__ADS_1
" Sayuran dan buah-buahannya sangat subur sekali Tuan Bogy ," kata Enzo.
" Iya, ini berkat Aurora yang selalu merawat dengan baik kebunnya Tuan, dan saya bersama istri saya cuma meneruskan saja ," jawab Ayah Bogy.
" Apakah ada bibitnya?? ," tanya Enzo.
" Saya ingin menanamkannya di lahan rumah Ayah, siapa tahu bisa tumbuh subur di sana ," kata Enzo lagi.
" Oh ada banyak Tuan, jika anda mau, saya bisa mengambilkan bibit yang bagus untuk anda tanam nanti ," jawab Ayah Bogy.
" Boleh, nanti saja jika akan pulang, ambilkan bibit buah dan sayuran yang bagus untuk saya ," kata Enzo.
" Baik Tuan ," jawab Ayah Bogy.
" Lalu di mana semua domba milik Aurora?? ," tanya Enzo.
" Di sebelah sini Tuan, mari saya tunjukkan ," jawab Ayah Bogy.
Ayah Bogy lalu menunjukkan di mana letak kandang domba milik Aurora.
" Ini semua milik Aurora?? ," tanya Enzo.
" Iya, dan dari hasil menjual domba, Aurora bisa menghidupi dirinya sendiri dengan baik setelah Mamanya meninggal ," jawab Ayah Bogy.
" Anda rawat domba-domba ini, nanti saya akan menyuruh Arvon untuk membelikan obat hama serta vitamin supaya domba-dombanya tidak mudah terserang penyakit ," kata Enzo.
" Baik Tuan ," jawab Ayah Bogy.
Enzo setelah puas melihat-lihat dan berkeliling, langsung kembali ke luar dari dalam kandang domba tersebut.
" Mulai besok semua bahan-bahan material untuk pembangunan kandang domba akan datang, jadi saya meminta anda harus memantau langsung perkembangan pembangunannya ," kata Enzo.
" Untuk surat ijinnya, semuanya akan di urus oleh Arvon ," kata Enzo lagi.
" Baik Tuan Enzo, saya usahakan akan bekerja dengan baik untuk anda ," kata Ayah Bogy.
" Mari kita pulang, saya akan mengantarkan anda kembali ke rumah sakit ," kata Enzo.
" Iya Tuan Enzo ," jawab Ayah Bogy.
Enzo dan Ayah Bogy, lalu kembali pulang ke rumah sakit lagi, dan ketika sudah sampai di rumah sakit Ayah Bogy langsung masuk ke dalam, tapi tidak dengan Enzo, karena dia akan langsung berangkat ke kantor.
Enzo benar-benar membuktikan perkataannya dengan mengembangkan semua domba milik Aurora.
Cintanya yang begitu besar untuk Aurora, semoga bisa menjadi pertimbangan Aurora nanti jika dia sudah sadar dari ingatannya, supaya tidak meninggalkan Enzo hanya karena amarah semata, yang semuanya tidak akan bisa kembali seperti semula.
Apa yang dilakukan oleh Enzo semuanya demi Aurora, dan semoga juga apa yang Enzo tanam sekarang, dia bisa memetik hasilnya dengan baik kemudian hari, ketika Aurora sadar dari ingatannya.
__ADS_1
...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...
...***TBC***...