
Ternyata tidak Martin saja yang merasa terkejut, melainkan orang tersebut pun juga sama halnya seperti Martin.
" Tuan Martell Reynold?? ," ucap Martin.
" Kamu sudah mengenal Papaku, Martin?? ," tanya Kimberly.
" Dia Papamu?? ," tanya balik dari Martin dan Kimberly langsung saja mengangguk.
Yaps, ternyata orang yang sejak tadi memperhatikan Martin dan Kimberly yang sedang berbincang adalah ke dua orang tua kandungnya Kimberly.
" Tuan Martin ," ucap Papa Martell.
Lhah ko, Papa Martell bisa mengenal Martin,? bagaimana tuh ceritanya.
" Kenapa anda bisa berada di rumah saya, dan bagaimana juga anda bisa mengenal anak saya, Kimberly?? ," tanya Papa Martell.
Semakin membuat penasaran saja, ditambah lagi tiba-tiba Martin tertawa sendiri.
" Kenapa kamu tertawa?? ," tanya Kimberly merasa kebingungan.
" Semua ini terasa lucu bagiku ," jawab Martin.
" Benar begitu Tuan Martell?? ," tanya Martin kepada Papa Martell.
" Iya, anda benar sekali Tuan Martin ," jawab Papa Martell.
" Tapi sebelumnya, jawablah dulu pertanyaan dari saya tadi ," kata Papa Martell lagi.
" Saya ingin menjenguk calon anak saya, karena Mamanya sedang marah kepada saya ," jawab singkat dari Martin, sambil menunjuk perut buncitnya Kimberly.
Sebenarnya, Kimberly baru hamil sekitar dua bulan, hanya saja faktor kulitnya yang tebal, membuat kehamilannya sudah terlihat seperti hamil sekitar empat bulan.
Sama seperti othornya, di saat sedang hamil dulu hehehe, iklan sejenak.
Makanya, Martin sudah bisa langsung menebak, ketika pertama kali melihat Kimberly tadi.
Coba kulit perut Kimberly tipis, pasti Martin tidak akan bisa mengetahui, jika saat ini Kimberly sedang mengandung anaknya. Dan itulah yang dimaksud oleh Enzo, kalau dirinya nanti akan mengetahui fakta yang mengejutkan, yaitu fakta tentang kehamilannya Kimberly.
Satu bulan yang lalu, sebelum pergi menjauh dari Martin, selama dua hari Kimberly merasa kurang enak badan dan dia juga belum mendapatkan tamu bulanannya, sehingga membuat dirinya merasa curiga jika dirinya sedang hamil.
Benar saja, ketika Kimberly cek, hasilnya positif, dan hal itu membuatnya sedikit syok.
Kimberly tidak ada niatan sama sekali untuk menggugurkan bayinya, walau sebenarnya dia tidak terlalu mengenal Martin dengan baik.
Untuk menghindari konflik dengan Martin, serta dirinya belajar dari pengalaman semua teman-temannya, akhirnya Kimberly memutuskan untuk kembali pulang ke rumah sang Papa.
Awalnya Papa Martell terkejut, ketika baru mengetahui, jika sang putri tercintanya hamil di luar nikah.
Tapi Kimberly, akhirnya bisa meyakinkan sang Papa, jika dia bisa menghidupi anaknya sendiri walau tiada suami di sisinya.
__ADS_1
Kimberly juga tidak mau jujur kepada sang Papa maupun sang Mama, tentang siapa Ayah kandung dari bayi yang dikandungnya.
Semua itu Kimberly lakukan, supaya sang Papa tidak menyelidiki tentang Martin. Tapi percuma saja, sang Papa tetap menyelidiki siapa Ayah kandung dari cucunya, namun untungnya Papa Martell belum mengetahui, jika Martin adalah Ayah kandung dari sang cucu.
Papa Martell dan Mama Grace, sangat terkejut sekali mendengar ucapannya Martin.
" Apa anda sedang bercanda dengan saya Tuan Martin?? ," tanya Papa Martell.
" Untuk apa saya bercanda dengan anda Tuan Martell?? ," jawab Martin.
" Bukankah anda sudah mengetahui bagaimana sifat saya?? ," tanya Martin dengan sangat santai sekali.
Papa Martell lalu berjalan mendekati Martin, dan sesampainya dihadapan Martin, Papa Martell langsung memeluk Martin dengan sangat erat sekali sambil tersenyum senang.
" Jika memang itu benar, dengan senang hati saya menerima anda sebagai menantu saya Tuan Martin ," kata Papa Martell.
" Tunggu dulu, sebenarnya kalian berdua kenapa sih, daritadi membuatku bingung?? ," tanya Kimberly.
" Dan bagaimana Papa ko bisa mengenal Tuan Martin?? ," tanya Kimberly kepada sang Papa.
" Tuan Martin ini adalah teman Papa sejak dua tahun yang lalu Kimberly ," jawab Papa Martell.
" Dan mungkin pertemuan Papa dengannya dulu, itulah pertanda jika kalian berdua akan ditakdirkan bersama ," kata Papa Martell lagi.
Dua tahun yang lalu, ketika Papa Martell sedang melakukan perjalanan bisnis ke luar Negeri bersama sekretarisnya menggunakan pesawat komersil dan duduk di first class.
Tiba-tiba sesak nafas Papa Martell kambuh, karena dia terlalu banyak pikiran, memikirkan pekerjaan yang pada saat itu sedang menumpuk sangat banyak sekali.
Martin yang pada saat itu baru saja pulang liburan dan juga duduk di first class bersama yang lainnya, terdorong hatinya untuk segera menyelamatkan Papa Martell. Jiwa Dokternya langsung sigap menangani Papa Martell yang sedang sekarat.
Untungnya dengan kesigapan Martin, nyawa Papa Martell bisa terselamatkan, dan sejak saat itu pula, Papa Martell selalu merasa berhutang budi dengan Martin.
Bahkan Papa Martell dan Martin masih berhubungan baik sampai sekarang.
" Kimberly masih bingung Pa ," kata Kimberly.
" Ayo kita masuk dan duduk di dalam saja, biar lebih enak mengobrolnya ," jawab Papa Martell kepada Kimberly.
Akhirnya, Kimberly, Martin, Papa Martell serta Mama Grace duduk di ruang Keluarga untuk berbincang santai.
" Tolong jelaskan kepada Kimberly, Pa ," desak Kimberly.
Papa Martell pun lalu bercerita kepada Kimberly, bagaimana pertemuannya dengan Martin dulu di dalam pesawat. Dan Papa Martell juga mengatakan, jika dirinya masih berkomunikasi dengan baik bersama Martin, bahkan menjadi donatur tetap di rumah sakit milik Martin.
Martin tersenyum manly kepada Kimberly yang sedang menatap ke arahnya.
" Bagaimana Kimberly,? sekarang kamu sudah tidak penasaran lagi kan?? ," tanya Martin.
" Ayo, cepatlah bersiap-siap, karena secepatnya aku akan menikahimu dan tidak mau jika anak itu lahir tanpa aku di sampingnya ," ucap Martin.
__ADS_1
" Ikutlah dengannya Kimberly, nanti Papa akan menyusul, dan Papa sama Mama merestui pernikahan kalian berdua ," kata Papa Martell.
Martin yang mendengar ucapan Papa Martell, langsung tersenyum miring sambil mengangkat sebelah alisnya ke atas ke arah Kimberly.
" Huuuuhhh, baiklah ," jawab Kimberly sambil menghela nafasnya.
" Akan aku bantu, di mana kamar kamu ," kata Martin.
" Tidak perlu, aku bisa sendiri!! ," jawab Kimberly.
" Papa mertua, bolehkah saya ikut dengan anak anda yang judes ini?? ," tanya Martin.
" Silahkan saja Tuan Martin ," jawab Papa Martell.
" Sepertinya panggilan Tuan itu, sudah tidak berlaku lagi, benar begitu Mama mertua ," kata Martin kepada Mama Grace.
" Benar Nak ," jawab Mama Grace sambil tersenyum.
" Nah, panggilan seperti itu lebih baik menurut saya ," kata Martin.
Pembicaraan Martin terhenti, ketika Kimberly sudah berlalu dari hadapannya.
" Hei, jangan meninggalkanku!! ," panggil Martin.
" Aku tidak mengajakmu ikut denganku!! ," jawab Kimberly sambil terus berjalan masuk ke dalam lift.
Ketika Kimberly melihat Martin akan ikut masuk ke dalam lift bersamanya, dia sengaja langsung segera menutup pintunya dan meninggalkan Martin.
Tapi Martin tidak kehabisan akal, dia langsung mengejar Kimberly dengan naik ke atas tangga dan menunggu di lantai yang ke dua.
Walau dengan nafas yang tidak beraturan, namun Martin merasa senang, sebab dia akhirnya bisa sampai bersamaan dengan lift yang dinaiki oleh Kimberly.
Mau tidak mau, Kimberly pun langsung masuk ke dalam kamarnya dengan diikuti oleh Martin di belakangnya.
Baru saja masuk ke dalam kamar, tiba-tiba Martin langsung menerjang tubuh Kimberly lalu mencium bibirnya dengan sangat gaanaas sekali, hingga membuat Kimberly gelagapan dan sesak nafas.
" Apa kamu sengaja ingin membunuhku dan bayiku!! ," marah Kimberly setelah bisa menyingkirkan Martin dari atas tubuhnya.
" Itu hukuman untukmu, karena kamu sudah membuatku jauh dari anakku!! ," jawab Martin.
" Kamu yang sudah membuatku menderita, hingga aku harus hamil sebelum menikah!! ," bantah Kimberly.
" Tidak sadarkah dirimu, jika kamu itu terlalu egois kepadaku, dan seenaknya sendiri terhadapku!! ," marah Kimberly.
" Sebelum aku mengandung anak ini, aku sudah memiliki rencana yang luas untuk berbisnis dan mengembangkan karirku, tapi semuanya hancur, karena ulah biiadaappmu itu!! ," kata Kimberly lagi.
Sepertinya mood Kimberly sedang memburuk, dan Martin yang mengetahui hal tersebut, dia memilih diam mengalah dengan membawa Kimberly ke dalam pelukannya, hingga akhirnya, Kimberly pun luluh dan membalas pelukan Martin sambil menangis.
" Maafkan aku ," ucap Martin sambil mencium pucuk kepala Kimberly
__ADS_1
...***TBC BONCHAP***...