
Cuma membutuhkan waktu satu minggu saja bagi anak buah Enzo, untuk bisa menemukan keberadaannya Kimberly, dan itu artinya daya kerja semua anak buah Enzo sudah terlatih dan juga sudah sangat bagus sekali dibandingkan yang lain.
Untuk Linnea sendiri, juga sudah kembali pulang ke rumah sejak empat hari yang lalu, karena dia cuma tiga hari saja menginap di rumah sakit.
Setelah Linnea kembali pulang ke rumah, hampir sama seperti para suami umumnya, Arny semakin overprotektif dan menjaga Linnea semakin lebih ketat lagi.
Linnea tidak boleh ini, tidak boleh itu, makanannya pun sangat dijaga sekali oleh Arny, karena Arny ingin calon buah hatinya tumbuh dengan sehat di dalam perut Linnea.
Linnea sangat menikmati sekali semua perhatian yang Arny berikan kepadanya. Karena Linnea merasa, jika Arny semakin mencintainya, dan sangat menyayangi calon buah hati mereka yang sedang dikandungnya.
Walau terkesan terlalu over, tapi bagi Linnea itu masih wajar, karena itu pengalaman bagi mereka berdua, terutama bagi Arny sebagai suami dan ayah siaga dalam menghadapi kehadiran calon buah hati mereka.
Meninggalkan Arny dan Linnea yang kesehariannya dipenuhi dengan kebahagiaan, kita kembali kepada Enzo dan Martin lagi.
Martin yang saat ini sedang merokok di atas balkon kamar apartemennya, sedikit teralihkan, ketika mendengar ponselnya berdering.
Sebelum masuk ke dalam kamar, Martin mematikan dulu rokoknya itu, karena dia tidak mau, jika di dalam kamarnya ada bau asap rokok memenuhi ruangan.
Setelah mematikan putung rokoknya, Martin lalu berjalan ke dalam kamarnya, untuk mengambil ponselnya yang dia letakkan di atas meja.
Melihat nama Enzo yang sedang menelponnya, Martin pun langsung mengangkatnya.
" Halo Enzo ," sapa Martin.
" Halo Martin ," sapa balik dari Enzo.
" Ada apa kamu meneleponku?? ," tanya Martin.
" Aku ada kabar tentang Kimberly untukmu ," jawab Enzo.
" Benarkah?? ," tanya Martin dan wajahnya terlihat sangat bersemangat sekali.
" Iya ," jawab singkat dari Enzo.
" Cepat katakan, di mana dia sekarang ," kata Martin yang terlihat sangat tidak sabar sekali.
Enzo langsung menyebutkan di mana Kimberly sekarang, yang ternyata ada di luar Negeri, dan menginap di sebuah rumah yang sangat mewah yang ada di sana.
" Pantas saja tidak bisa ketemu, dia ternyata bersembunyi di sana ," kata Martin.
" Cepatlah datang ke sana, dan temui Kimberly, nanti kamu akan mengetahui fakta yang mengejutkan tentang dia ," kata Enzo.
" Fakta apa yang harus aku ketahui Enzo, cepat katakan kepadaku!! ," kata Martin lagi.
" Aku tidak bisa mengatakannya kepadamu, biar kamu tahu sendiri jika sudah sampai di sana ," jawab Enzo.
" Siiaalan kamu Enzo!! ," Martin merasa geram.
Sebab Martin sangat penasaran sekali dengan fakta yang di maksud oleh Enzo kepadanya.
Martin tidak mau pakai lama lagi, setelah mematikan sambungan telepon dari Enzo, dia langsung saja bergegas pergi menyusul Kimberly ke Luar Negeri.
__ADS_1
Martin sengaja meminjam pesawat jet milik Enzo untuk menyusul Kimberly.
Setelah menempuh perjalanan udara sekitar hampir enam jam lamanya, akhirnya Martin sampai juga di Negara tempat Kimberly bersembunyi.
Turun dari dalam pesawat, Martin langsung menyuruh salah satu anak buahnya, untuk segera mengantarkannya ke rumah yang sudah dikasih tahu oleh Enzo.
Ternyata jarak yang harus Martin tempuh, tidaklah sebentar, setidaknya membutuhkan waktu sekitar dua jam lamanya untuk bisa sampai di rumah yang Enzo yakini menjadi tempat persembunyiannya Kimberly.
Dari dalam mobil, Martin bisa melihat pagar rumah itu begitu kokoh dan juga sangat besar sekali, dan bisa dipastikan, jika rumah dibalik pagar tersebut sangatlah mewah.
Sebelum masuk, mobil milik Martin di tahan oleh para penjaga pintu gerbang.
" Saya suami Kimberly, cepat buka pintu gerbangnya, atau ku bunuh kalian semua!! ," jawab tenang dari Martin.
Entah bagaimana, namun dengan ucapan gertakan itu, para penjaga pintu gerbang bisa langsung luluh dan mau membukakan pintu gerbangnya untuk Martin, dan membuat sang sopir langsung menjalankan mobilnya lagi untuk masuk ke dalam pekarangan rumah mewah tersebut.
Dengan jas yang selalu menempel di tubuhnya, Martin berjalan dengan gagah dan kharismanya yang tidak akan pernah luntur walau umurnya sudah sangat dewasa sekali.
Martin tanpa banyak bertanya, langsung melangkah masuk ke dalam rumah tersebut, namun langkah kakinya tiba-tiba terhenti, karena dihentikan oleh salah satu asisten rumah tangga.
" Maaf Tuan, anda siapa dan sedang mencari siapa?? ," tanya salah satu asisten rumah tangga.
" Kimberly, istriku ," jawab Martin.
" Oh Nyonya Kimberly, biasanya jam segini Nyonya Kimberly ada di taman belakang Tuan, mari saya antar ," jawab ramah dari asisten rumah tangga tersebut.
Di dalam rumah mewah itu, ada banyak sekali para anak buah yang berkeliaran menjaga rumah tersebut.
Begitu pula dengan para asisten rumah tangga yang bekerja di situ untuk mengurus rumah itu.
Martin hanya mengangguk saja, dan dia lalu melangkahkan kakinya menuju ke arah Kimberly dengan perlahan, supaya Kimberly tidak menyadari kehadirannya.
Sesampainya di belakang Kimberly, Martin langsung saja menutup ke dua mata Kimberly menggunakan ke dua telapak tangannya.
" Siapa kamu!! ," tanya Kimberly sambil meraba tangan Martin.
" Apakah kamu tidak merindukanku, Kimberly?? ," tanya Martin dengan tangan masih menutupi ke dua mata Kimberly.
" Martin?? ," ucap Kimberly.
Martin langsung melepaskan tangannya dari mata Kimberly dan lalu berjalan ke depannya.
Sesampainya di depan Kimberly, mata Martin dibuat sangat melotot sekali, sebab dia melihat perut Kimberly seperti sedang hamil.
" Kamu hamil?? ," tanya Martin.
" Siapa Ayah kandungnya?? ," tanya Martin lagi.
" Dia sedang berdiri di depanku ," jawab Kimberly.
" Aku?? ," tanya Martin masih syok mendengarnya.
__ADS_1
" Iya, aku sedang mengandung anakmu ," jawab Kimberly.
" Dan aku sengaja pergi darimu, karena aku tidak mau, kamu tahu tentang kehamilanku ," kata Kimberly.
" Aku takut bernasib sama seperti teman-temanku yang hamil di luar nikah, tapi kekasihnya tidak mau bertanggung jawab, dan ada yang mencoba menggugurkannya, tapi malah dia ikut meninggal karena pendarahan ," ucap Kimberly lagi.
" Jika aku tidak datang ke sini, apa kamu masih mau menyembunyikan dia selamanya dariku, Kimberly?? ," tanya Martin sedikit merasa marah.
" Iya, itu sudah tekad bulat ku ," jawab Kimberly tidak gentar sama sekali, walau wajah Martin sudah terlihat marah di matanya.
" Kenapa kamu tidak mencoba mengatakannya dulu kepadaku Kimberly?? ," tanya Martin.
Sebelum menjawab, Kimberly berdiri dari duduknya dan berjalan sedikit mendekat ke arah air mancur di depannya.
" Apakah jika aku mengatakannya kepadamu, kamu mau bertanggung jawab akan anak ini, sedangkan kamu saja dulu melakukan itu, hanya karena kamu menganggap ku sebagai seorang jaalaangg ," jawab santai dari Kimberly.
" Sekarang kamu sudah tahu bagaimana keadaanku, aku mohon pergilah dari sini dan jangan temui aku dan anakku lagi ," pinta Kimberly sambil menatap ke arah Martin.
" Tidak,!! sampai kapanpun aku tidak akan mau meninggalkanmu!! ," jawab Martin.
" Bodoh kamu Kimberly,!! kenapa kamu tidak jujur kepadaku ," ucap Martin sambil memeluk Kimberly dengan sangat erat sekali.
Kimberly masih bingung dengan sikap Martin yang tiba-tiba memeluknya.
" Justru anak inilah yang sudah aku tunggu sejak dulu, dan kehamilanmu ini semakin menguatkan tekadku untuk memilikimu seutuhnya ," kata Martin lagi.
" Maksudnya?? ," tanya Kimberly sedikit kebingungan.
" Ayo ikut pulang bersamaku, kita akan melangsungkan pernikahan kita secepatnya di sana ," jawab Martin.
" Kamu mau menikahiku?? ," tanya Kimberly.
" Iya, karena aku sangat mencintaimu Kimberly ," jawab Martin.
" Apakah kamu sedang bercanda denganku?? ," tanya Kimberly lagi.
" Untuk apa aku bercanda masalah seperti ini?? ," jawab Martin.
" Tapi aku tidak bisa langsung ikut denganmu ," ucap Kimberly.
" Kenapa?? ," tanya Martin.
" Ada seseorang yang harus kamu temui sebelum kamu bisa mengajakku pergi dari sini ," jawab Kimberly.
" Siapa orangnya?? ," tanya Martin lagi.
" Itu, mereka sudah berdiri di sana dan memperhatikan kita sejak tadi ," jawab Kimberly sambil menunjuk orang yang sudah berdiri di belakang Martin.
Martin langsung berbalik badan untuk melihat orang yang dimaksud oleh Kimberly.
Ketika Martin sudah melihat orang tersebut, mata Martin menunjukkan ekspresi keterkejutan lagi.
__ADS_1
Hayo, siapakah mereka, hmm🤔
...***TBC BONCHAP***...