
Keesokan harinya, semua material untuk membangun kandang domba yang besar milik Aurora pun sudah mulai pada berdatangan.
Dari para pekerja, alat-alat berat, semuanya benar-benar silih berganti ke luar masuk ke desa tempat tinggal Aurora maupun Keluarga Ayah Bogy.
Surat-surat perijinan pembangunan, surat ijin ke luar masuk kendaraan proyek, serta surat-surat yang lainnya, semua sudah Arvon, Enzo atau Ayah Bogy kantongi.
Para warga yang tinggal di situ, masih menebak-nebak ada pembangunan apakah di desa tempat tinggalnya.
Silih berganti kabar burung mulai berterbangan, namun mereka semua tidak ada yang tahu pasti sedang ada pembangunan apa di belakang rumah Aurora.
Ketika kebetulan Ayah Bogy sedang memantau langsung semua pekerja atau material yang sudah mulai berdatangan, ada salah satu warga yang penasaran dan mencoba bertanya kepada Ayah Bogy.
" Tuan Bogy ," panggil dari warga tersebut.
" Eh, Tuan Fons, ada apa ya,? apa ada yang bisa saya bantu?? ," tanya Ayah Bogy.
" Begini Tuan Bogy, saya mau bertanya, sebenarnya di sini ada pembangunan apa ya,? ko ramai sekali?? ," tanya Tuan Fons.
" Oh, ini Tuan Enzo Diedrich, sedang membangun peternakan domba untuk istrinya, dan saya ditunjuk langsung untuk mengawasi ini semua sampai selesai ," jawab jujur dari Ayah Bogy.
" Tuan Enzo Diedrich?? ," kata Tuan Fons dengan ekspresi terkejut.
" Benar sekali Tuan Fons ," jawab Ayah Bogy sambil tersenyum.
" Bagaimana anda bisa bekerja dengan dia, pasti gaji yang akan anda terima sangatlah banyak ," kata Tuan Fons.
" Anda bisa saja Tuan Fons ," jawab Ayah Bogy sambil tertawa.
" Lalu siapakah istrinya Tuan Enzo, Tuan Bogy jika saya boleh tahu?? ," Tuan Fons mencerca banyak pertanyaan.
" Istrinya Tuan Enzo ya Aurora Tuan Fons ," jawab Ayah Bogy.
" Aurora yang tinggal di rumah ini?? ," tanya Tuan Fons sambil menunjuk rumah Aurora.
" Iya, anda benar sekali Tuan Fons, bahkan mereka juga sudah mempunyai seorang putra yang lucu ," jawab Ayah Bogy.
Wajah Tuan Fons semakin terkejut saja, dan desas desus tentang Aurora ternyata benar sekali adanya, dengan pernyataan dari Ayah Bogy tadi, semakin memperkuat berita yang sudah tersebar di masyarakat desa.
" Sangat hebat sekali Aurora, bisa menikah dengan Tuan Enzo ," kata Tuan Fons.
" Semua sudah menjadi takdir Tuhan, jodoh, siapa yang tahu Tuan Fons ," jawab Ayah Bogy lagi.
" Iya anda benar sekali Tuan Bogy ," jawab Tuan Fons.
__ADS_1
" Emm, jika diijinkan saya ingin pamit undur dulu untuk memantau yang lainnya ," kata Ayah Bogy.
" Eh, iya Tuan Bogy silahkan, dan maafkan saya sudah mengganggu waktu bekerja anda ," kata Tuan Fons.
Ayah Bogy hanya tersenyum dan mengangguk saja menanggapi tuan Fons. Ayah Bogy lalu beranjak pergi dari hadapan Tuan Fons untuk kembali bekerja.
Sedangkan Tuan Fons langsung berlalu pergi dari sekitar rumah Aurora.
Seperti yang kita tahu, setiap informasi apapun akan mudah sekali menyebar dari mulut ke mulut, dan Tuan Fons yang bercerita kepada istrinya sudah langsung menyebar ke mana-mana, bahkan di dalam satu kampung itu sudah tidak pada lagi menerka-nerka tentang pembangunan yang sedang berlangsung di belakang rumah Aurora.
Meninggalkan Ayah Bogy, kita beralih ke Ayah Ebert sekarang.
Setelah kepergian Kleo yang diambil secara paksa oleh Max, Mama Siljie lebih banyak mengurung diri di dalam kamar, karena dia masih merasa berduka, sebab kepergian dari Jeanne, putri yang sangat di cintainya.
Biasanya Mama Siljie akan membantu Ayah Ebert di ladang, tapi sekarang dia lebih banyak melamun dan menghabiskan waktunya dengan termenung di pinggir jendela.
" Ma, ayo kita makan dulu, Ayah sudah membeli makanan untuk kita tadi ," kata Ayah Ebert.
" Mama tidak lapar Ayah ," jawab Mama Siljie.
" Mama jika begini terus, nanti Mama bisa sakit ," kata Ayah Ebert.
" Biarlah sakit, biar Mama bisa cepat menyusul Jeanne ," jawab Mama Siljie.
" Mama jangan seperti ini terus, sadar Ma, sadar!! ," kata Ayah Ebert.
" Mama harus kehilangan harta Mama, kehilangan putri yang Mama sayangi, lalu cucu, dan sekarang Max juga bersikap kurang 474r kepada kita, kurang sadar apa lagi Mama, Ayah!! ," kata Mama Siljie lagi.
Ayah Ebert yang tahu bagaimana perasaan sang istri, dia reflek langsung membawa Mama Siljie ke dalam pelukannya.
Mama Siljie menangis pilu di dalam pelukannya Ayah Ebert.
" Semua ini hukuman untuk kita Mama ," kata Ayah Ebert.
" Apa maksud perkataan Ayah?? ," tanya Mama Siljie sambil melepaskan pelukannya Ayah Ebert.
" Ini hukuman yang harus kita terima, karena dulu sudah menyakiti Dama dan Matthias ," jawab Ayah Ebert.
" Iya, Ayah benar ," jawab Mama Siljie semakin menangis saja.
" Ayo bangkit Ma, jangan seperti ini terus, kita harus memperbaiki diri untuk bisa lebih baik lagi ," kata Ayah Ebert.
" Masa muda kita, sudah banyak kita habiskan untuk menyakiti orang-orang terdekat kita, kalau bisa masa tua kita jangan seperti itu lagi, hidup kita harus bisa berguna untuk orang lain ," nasihat dari Ayah Ebert.
__ADS_1
" Iya, Ayah benar, Mama setuju ," jawab Mama Siljie.
" Kalau begitu, ayo kita makan dulu, supaya kita ada tenaga untuk memulai hidup yang baru ," kata Ayah Ebert lagi.
Mama Siljie hanya mengangguk saja, dan Ayah Ebert merasa sangat senang sekali ketika Mama Siljie menurut nasihatnya kali ini.
Mama Siljie dan Ayah Ebert lalu menikmati makanan seadanya yang sudah Ayah Ebert beli tadi.
Walau sudah tua, dan hidup cuma berdua saja, Ayah Ebert berjanji akan merubah diri menjadi lebih baik lagi dan tidak akan mengulangi kesalahan untuk ke dua kalinya.
Selesai makan, Ayah Ebert meminta ijin kepada Mama Siljie untuk ke luar sebentar.
Ternyata Ayah Ebert ingin jalan-jalan di sekitar desa tempat tinggal Aurora.
Pikir Ayah Ebert siapa tahu Aurora akan pulang ke rumahnya dan dia bisa meminta maaf kepadanya.
Tapi bukan Aurora yang Ayah Bogy lihat, tapi semua alat berat dan lahan yang sudah berubah total di belakang Aurora.
" Ada apa sebenarnya di belakang rumah Aurora? ," kata batin Ayah Ebert.
" Kenapa berantakan sekali tempatnya?? ," kata batin Ayah Ebert lagi.
Ketika Ayah Ebert sedang menatap rumah Aurora yang sudah di kelilingi berbagai bahan material pembangunan, tiba-tiba pandangan Ayah Ebert teralihkan kepada orang yang sedang lewat tidak jauh dari tempatnya berdiri.
" Permisi Tuan ," cegah Ayah Ebert kepada orang tersebut.
" Iya Tuan, apa ada yang bisa saya bantu?? ," tanya orang tersebut.
" Ini ada apa ya Tuan,? ko sepertinya sedang ada pembangunan besar-besaran di belakang rumah ini?? ," tanya Ayah Ebert.
" Oh ini Tuan Enzo memang akan membangun peternakan besar di situ untuk istrinya, Aurora ," jawab orang tersebut.
" Oh begitu, terimakasih Tuan atas informasinya ," jawab Ayah Bogy.
" Iya sama-sama, kalau begitu, saya permisi Tuan, mari ," pamit dari orang tadi, dan Ayah Bogy hanya mengangguk sambil tersenyum saja kepada orang tersebut.
" Tuan Enzo membangunkan peternakan besar untuk Aurora?? ," kata Ayah Ebert.
" Aku senang jika Aurora bisa mendapatkan laki-laki yang baik untuk mendampingi hidupnya ," kata Ayah Ebert.
" Semoga Tuan Enzo selalu setia kepada Aurora dan bisa membahagiakan dia ," doa tulus dari Ayah Ebert.
Ayah Ebert lalu kembali pulang ke rumahnya, setelah puas melihat rumah sang putri yang sudah dia telantarkan sejak dia masih kecil.
__ADS_1
...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...
...***TBC***...