
Sebelum sampai di vila penginapannya Aurora, Kimberly yang masih berada di perjalanan mendapatkan telepon dari Martin.
Tanpa Kimberly sadari, hubungannya dengan Martin semakin lebih dekat, dan Martin juga sudah tidak bersikap kasar lagi kepadanya.
" Halo Martin ," kata Kimberly.
Bahkan, Kimberly pun sudah tidak memanggil Martin dengan panggilan Tuan lagi.
" Kamu sekarang ada di mana Kimberly?? ," tanya Martin.
" Aku sedang ada di rumah, kenapa memangnya?? ," jawab Kimberly berbohong.
" Jangan berbohong kepadaku,!! atau aku akan membuatmu tidak bisa ke luar kamar seharian!! ," kata Martin mengancam.
" Iya-iya, aku memang tidak bisa berbohong kepadamu ," jawab Kimberly.
" Jika kamu sudah tahu aku sedang pergi, kenapa kamu masih bertanya kepadaku?? ," kata Kimberly.
" Yang aku tanyakan, kamu pergi ke mana sekarang!! ," kata Martin.
" Menemui Aurora ," jawab Kimberly.
" Apakah kamu tahu dia ada di mana sekarang?? ," tanya Martin.
" Tahu ," jawab Kimberly.
" Anak buahku, tidak seperti anak buahmu, tidak becus!! ," kata mengejek dari Kimberly.
" Kalau begitu bagus, cepat bawa dia menemui Enzo, karena Enzo sedang mengamuk sekarang!! ," Martin malah tidak mempedulikan ucapan Kimberly sama sekali.
" Akan aku usahakan ," jawab Kimberly.
" Harus bisa!! ," kata Martin.
" Iya ," jawab malas dari Kimberly.
" Aku akan ke rumah sakit nanti sore saja ," kata Martin.
" Kenapa tidak sekarang? ," tanya Kimberly.
" Sekarang pekerjaanku masih banyak, rumah sakit ku lebih membutuhkanku, dibandingkan Enzo!! ," jawab Martin.
" Terserah kamu saja ," kata Kimberly.
" Jika aku mempunyai teman sepertimu, sudah ku singkirkan dari hidupku!! ," kata Kimberly lagi.
" Ka ..... ," perkataan Martin terputus, karena Kimberly langsung mematikan secara sepihak sambungan teleponnya.
Kimberly tersenyum puas, sudah bisa mengerjai Martin, sedangkan Martin sendiri merasa gemas dengan sikap Kimberly kepadanya.
__ADS_1
" Awas saja jika kita bertemu nanti Kimberly, tidak akan aku biarkan kamu lepas dari dekapanku!! ," kata Martin.
Sepertinya Martin tidak sadar, jika dirinya menyukai, bahkan tertarik dengan Kimberly, hingga dirinya tanpa sadar sudah masuk ke dalam jurang cinta yang Kimberly punya.
Meninggalkan Martin, kita kembali ke Kimberly lagi, yang pada akhirnya sampai juga di vila yang Aurora sewa.
Tangan mulusnya lalu memencet bel vila yang ada di depan pintu, dan Aurora yang ada di dalam, sambil menggendong baby Wilson, langsung berjalan ke arah pintu untuk membukanya.
Pikir Aurora, yang datang adalah sang pemilik vila yang ingin menyapanya, namun tidak tahunya, orang yang sedang dihindarinya juga, yaitu Kimberly.
" Kim-kimberly?? ," ucap Aurora merasa terkejut.
" Halo Aurora?? ," sapa Kimberly sambil tersenyum manis, bahkan dia juga sambil menggoda baby Wilson.
Aurora yang merasa terkejut dengan kedatangannya Kimberly, malah menatap Kimberly seperti tanpa berkedip sama sekali.
" Emm, apakah kamu tidak mau mengijinkan ku masuk ke dalam?? ," tanya Kimberly yang langsung menyadarkan Aurora.
" Eh, iya, silahkan masuk dan silahkan duduk ," jawab Aurora.
Kimberly pun akhirnya masuk dan duduk di ruang tamu vila tersebut, begitupula dengan Aurora yang ikut duduk di sofa seberangnya.
" Emm, bagaimana kamu bisa mengetahui tempat persembunyianku Kimberly?? ," tanya Aurora.
" Semenjak kamu menikah dengan Tuan Enzo, tidak ada tempat persembunyian yang baik Aurora ," jawab Kimberly.
" Apa kamu sendiri mau ikut pulang bersamaku?? ," tanya balik dari Kimberly.
" Entahlah ," jawab Aurora.
" Apa yang masih membuatmu bingung Aurora?? ," tanya Kimberly.
" Aku malu, terutama dengan Tuan Enzo ," jawab Aurora.
" Untuk apa malu,? justru jika kamu mau menghindar lagi darinya, kamu yang semakin membuat dirimu malu kepadanya ," nasihat Kimberly.
" Lalu apa yang harus aku lakukan?? ," tanya Aurora.
" Kembalilah, pulanglah Aurora ," jawab Kimberly.
" Berlarilah ke dalam pelukannya Tuan Enzo, karena dia saat ini sedang membutuhkanmu ," kata Kimberly lagi.
" Bukan Dokter yang dia butuhkan, hanya kehadiranmu dan baby Wilson yang bisa menyembuhkannya ," kata Kimberly.
Mendengar ucapan dari Kimberly, Aurora refleks meneteskan air matanya, karena memang benar, Enzo sedang membutuhkannya saat ini.
" Baiklah, aku mau ," jawab Aurora, dan membuat Kimberly langsung tersenyum senang.
" Dan kamu benar, jika sekarang Tuan Enzo sedang membutuhkanku ," kata Aurora lagi.
__ADS_1
" Aku akan menebus semua kesalahanku selama ini kepadanya, dan memperbaiki semua kesalahanku untuk bersikap lebih baik lagi, walau harus mendapatkan cacian dari Mama Azura ," kata Aurora.
" Tenang saja, selagi Tuan Enzo masih hidup, tidak ada yang berani melukaimu, walau itu Nyonya Azura sendiri ," jawab Kimberly.
" Ayo, bersiap-siap, akan aku bantu membawa semua barang-barang mu ," kata Kimberly lagi, dan Aurora hanya mengangguk saja.
Kimberly lalu membantu Aurora membereskan barang-barangnya yang sudah dia keluarkan tadi.
Sebelum kembali pulang, Aurora menitipkan baby Wilson kepada Kimberly sejenak, karena dia ingin mandi sebentar, sebab daritadi dirinya belum mandi.
Selesai bersiap-siap, akhirnya, Aurora ikut pulang juga bersama Kimberly.
Kimberly merasa sangat senang sekali, bisa membujuk Aurora yang mempunyai sifat keras kepala sekali.
Sedangkan kembali ke rumah sakit, sampai waktunya makan siang pun, Enzo masih tidak mau makan sama sekali.
Ketika dia diberikan makanan, langsung dilemparnya begitu saja ke lantai, sambil marah-marah.
Yang membuat Enzo emosional, karena dirinya tidak bisa berbuat apa-apa, sedangkan dia tidak tahu Aurora ada di mana.
Melihat keadaannya Enzo yang seperti itu, Mama Azura merasa bersalah karena sudah mengusir Aurora, bukannya membujuknya.
Di celah rasa bersalahnya, masih tersisa kemarahan yang dia rasakan untuk Aurora, sebab Aurora terlalu keras kepala dan juga kekanak-kanakan.
" Lihatlah Ma, apa Mama sudah puas sekarang!! ," kata Ayah Pippin kepada Mama Azura.
Saat ini Mama Azura dan Ayah Pippin sedang berbincang di luar ruang perawatan Enzo.
Sedangkan untuk Arny dan Linnea, mereka sudah pulang ke rumah, karena Arny harus berangkat bekerja.
" Ayah tahu, jika Mama sedang marah dengan Aurora, tapi cara yang Mama lakukan malah membuat Enzo semakin gila!! ," kata Ayah Pippin lagi, dan Mama Azura masih diam saja.
" Semoga saja, Nak Martin nanti bisa memberikan jawaban atas apa yang Enzo minta ," kata Ayah Pippin.
" Jika Aurora nanti kembali, dan Mama masih membencinya, jangan salahkan Enzo, jika dia tidak mengijinkan Mama untuk memegang si twins ," kata Ayah Pippin lagi.
Mendengar ucapan terakhir dari sang suami, Mama Azura menjadi sangat ketakutan sendiri, sebab si twins adalah cucu kandungnya, penerusnya kelak, yang akan menjadi kebanggaannya.
Walau tidak bisa dia bohongi, jika hati kecilnya juga menyayangi baby Wilson, yang sudah dia asuh sejak masih bayi.
Sedang berdebat dan berselisih paham, tiba-tiba pandangan Ayah Pippin dan Mama Azura teralihkan ke arah orang yang baru saja datang.
Orang tersebut tentu saja Aurora bersama Kimberly yang baru saja sampai di rumah sakit.
Bahkan, kaki kecil baby Wilson, berjalan lucu ke arah Ayah Pippin dan Mama Azura, hingga membuat Mama Azura meneteskan air matanya.
...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...
...***TBC***...
__ADS_1