AURORA

AURORA
PERHATIAN AURORA


__ADS_3

Mobil yang Aurora tumpangi akhirnya sampai juga di sebuah supermarket yang tidak jauh dari rumah sakit.


Di dalam supermarket itu Aurora langsung mengambil beberapa makanan, camilan serta jajanan yang ingin dimakannya.


Aurora membeli banyak sekali barang, karena dia sedang merasa happy, hingga dia lupa dengan pertemuannya dengan Ayah Ebert tadi.


" Aurora kenapa kamu membeli banyak barang seperti ini, keranjangnya saja sudah penuh itu ," kata Linnea.


" Tidak apa-apa, ini untuk para anak buah juga, kasihan mereka ," jawab Aurora.


" Kamu memang sangat baik Aurora ," kata Linnea.


" Dan walau kamu lupa ingatan, kamu masih mempunyai sifat Aurora yang dulu ," kata batin Linnea.


Arvon kebagian membawa semua barang belanjaannya Aurora, dan dia sedikit kewalahan jika tidak dibantu oleh para anak buah, karena sangat banyak sekali yang dibeli oleh Aurora.


Tiba saatnya Arvon membayar semua barang belanjaan tersebut, hingga membuat beberapa pengunjung supermarket mengira jika Arvon sangat menyayangi Aurora.


" Anda sepertinya sangat menyayangi istri anda Tuan ," kata salah satu pengunjung kepada Arvon.


" Dia bukan istri saya, melainkan istri dari majikan saya, dan ini sudah menjadi tugas saya untuk menjaganya ," jawab Arvon.


" Oh, maaf Tuan, saya tidak tahu ," jawab pengunjung tadi.


" Makanya jangan langsung menilai apa yang terlihat, sebab belum itu kenyataan yang sebenarnya ," pesan Arvon kepada orang itu.


" Iya Tuan, anda benar, sekali lagi maafkan saya ," jawab orang tersebut.


Arvon hanya mengangguk tipis saja menanggapi perkataan orang tersebut, dan ketika sudah selesai membayar, Arvon, Aurora, Linnea dan semua anak buah, langsung beranjak pergi dari supermarket tersebut menuju ke sebuah Cafe yang tidak jauh dari supermarket yang mereka datangi tadi.


Di dalam Cafe itu Aurora langsung memesan makanan yang cukup banyak juga untuk dia bawa ke rumah sakit.


" Linnea kamu mau pesan apa, silahkan pesan juga, nanti akan aku bayar sekalian ," kata Aurora.


" Ok baiklah, kapan lagi coba akan ditraktir sama istri Tuan Diedrich ," jawab menggoda dari Linnea.


Aurora hanya tertawa saja mendengar godaan dari Linnea, dan Linnea sendiri langsung menyebutkan semua makanan yang ingin dimakannya nanti bersama Arny.


Arvon sendiri juga duduk di meja seberang Aurora dan Linnea, sambil menerima telepon dari majikannya yaitu Enzo.


" Apakah semuanya baik-baik saja Arvon?? ," tanya Enzo.


" Semuanya baik-baik saja Tuan ," jawab Arvon.


" Kami saat ini sedang berada di Cafe untuk membeli makanan ," kata Arvon lagi.


" Apakah Aurora tidak terlihat kecapekan, karena saya tidak mau sampai dia jatuh sakit ," kata Enzo.


" Tidak Tuan, sebentar lagi kami akan segera kembali ke rumah sakit ," jawab Arvon lagi.


" Tuan, ada yang harus anda ketahui ," kata Arvon.

__ADS_1


" Soal apa Arvon?? ," tanya Enzo.


" Tadi ketika akan ke luar dari rumah sakit, Nyonya Aurora bertemu dengan Tuan Ebert dan istrinya, Tuan ," jawab Arvon.


" Apaaaa!! ," jawab Enzo sangat terkejut.


Ayah Pippin dan Mama Siljie saja sampai terkejut juga mendengar Enzo berteriak seperti itu.


" Bagaimana Aurora bisa bertemu dengan mereka?? ," tanya Enzo.


" Apakah Aurora merasa curiga, atau mereka mengatakan yang tidak-tidak kepada Aurora?? ," tanya Enzo lagi.


" Lebih baik, kalian cepat kembali lagi ke sini, karena saya ingin mendengar langsung laporan dari kamu Arvon ," kata Enzo.


" Dan saya juga ingin segera melihat istri saya ," lanjut lagi perkataannya Enzo.


" Baik Tuan, secepatnya kami akan kembali ," jawab Arvon, dan Enzo langsung mematikan sambungan teleponnya setelah mendengar jawabannya Arvon.


Ayah Pippin yang melihat Enzo sudah selesai menelpon Arvon, dia pun mencoba bertanya.


" Kamu tadi kenapa berteriak Enzo, untung saja Wilson tidak terbangun dari tidurnya?? ," tanya Ayah pippin.


Karena memang baby Wilson saat ini sedang tidur di sebelah Enzo.


" Tadi Aurora bertemu dengan Ayahnya yang 514l4n itu Ayah ," jawab Enzo.


" Tuan Ebert maksud kamu?? ," tanya Ayah Pippin lagi.


" Bagaimana dia bisa bertemu dengan Aurora?? ," tanya Ayah Pippin.


" Entahlah, semoga saja, Aurora tidak curiga denganku ," kata Enzo.


" Karena aku belum siap jika sekarang Aurora sadar dari ingatannya ," kata Enzo lagi.


" Tapi bagaimanapun juga, kamu harus siap dari sekarang Nak ," nasihat dari Mama Azura.


" Cepat atau lambat Aurora pasti akan segera sembuh dari amnesia yang dialaminya ," kata Mama Azura lagi.


Enzo hanya diam saja, dia bingung mau menjawab bagaimana nasihat dari sang Mama, sebab di dalam hatinya yang paling dalam, dia saat ini sangat menyukai Aurora yang sekarang, yang manja kepadanya, lembut dan begitu perhatian dengannya.


Jika Aurora sadar, pasti dirinya tidak akan lagi mendapatkan itu semua dari Aurora.


Ketika sedang melamun karena mendapatkan nasihat dari sang Mama, tiba-tiba saja pandangannya dan pandangan dari Mama Azura, Arny beserta Ayah Pippin, teralihkan ke arah pintu yang tiba-tiba terbuka dari luar, yang ternyata ada Martin yang baru saja datang.


" Enzo, bagaimana keadaan kamu?? ," tanya Martin sambil berjalan ke arah ranjang pasien.


" Om, Tante, Arny ," sapa Martin juga kepada Ayah Pippin, Arny dan Mama Azura.


" Bagaimana kamu bisa tahu kalau aku sedang dirawat di sini Marin? ," tanya Enzo.


" Dari salah satu anak buah kamu ," jawab Martin.

__ADS_1


" Tadi aku ingin memberikan obat untuk Aurora ke rumah, tapi kata orang rumah, jika kamu sedang di rawat di rumah sakit ini, jadinya aku langsung ke sini saja ," jawab Martin lagi.


" Lalu di manakah Auroranya, Enzo?? ," tanya Martin.


" Dia sedang pergi, sebentar lagi akan pulang ," jawab Enzo, dan Martin hanya mengangguk saja.


" Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa lengan kamu sampai terluka seperti ini?? ," tanya Martin.


" Ada yang mencoba menyerangku, dia menembakku secara diam-diam, untung saja cuma mengenai lenganku ini ," jawab Enzo.


" Apakah pelurunya sudah di ambil?? ," tanya Martin lagi.


" Sudah, ini tinggal pemulihan saja ," jawab Enzo lagi.


Percakapan mereka berdua langsung terhenti, ketika pintu ruang perawatan terbuka lagi dari luar, kali ini yang datang adalah Aurora, bersama Linnea dan juga Arvon.


" Astaga, banyak sekali yang kamu beli Nak?? ," kata Mama Azura yang terkejut melihat barang belanjaannya Aurora.


" Iya Ma, Aurora memborong satu supermarket ," jawab Linnea menggoda.


Mama Azura hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah laku sang menantu. Semenjak Aurora tinggal di rumahnya, Mama Azura bisa menilai sendiri jika Aurora memang gadis yang baik, sesuai dengan kriteria yang diinginkan oleh Enzo.


Sekarang Mama Azura tidak bertanda tanya lagi, kenapa sang putra begitu sangat mencinta wanita yang bernama Aurora.


" Eh ada Tuan Martin juga ternyata ," kata Aurora ketika melihat Martin.


" Iya Aurora, aku ke sini untuk menjenguk Enzo, sekalian ini aku bawakan obat untuk kamu ," kata Martin sambil menyerahkan obat yang dibawanya.


" Obat apa ini Tuan Martin?? ," tanya Aurora.


" Untuk menunjang kesehatanmu Aurora ," jawab Martin.


" Iya baiklah, akan saya simpan ," kata Aurora.


" Lalu, ini minumnya berapa kali sehari?? ," tanya Aurora lagi.


" Sehari sekali saja ," jawab Martin.


" Ok baiklah ," jawab Aurora.


" Oh ya Daddy, Mommy tadi sudah membeli banyak makanan untuk kita semua, ayo kita makan dulu ," kata Aurora dan Enzo hanya mengangguk saja.


Aurora lalu menyuruh Arvon untuk memberikan beberapa camilan, jajanan atau makanan yang tadi dibelinya untuk para anak buah yang berjaga di luar.


" Sini Daddy, Mommy suapi ," kata Aurora.


Enzo berusaha duduk dari rebahannya, dan dia dengan senang hati menerima suapan dari Aurora, karena kapan lagi coba Aurora akan menyuapinya dengan begitu perhatian serta penuh kasih sayang.


Setiap hal bersama Aurora akan selalu Enzo nikmati, serta ingat dan dia simpan di lubuk hatinya yang paling dalam sebagai kenang-kenangan untuknya.


...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2