
Hari itu satu Negara New Zealand dibuat gempar dengan aksi dari Mama Siljie.
Mama Siljie tersenyum puas dan senang ketika sudah kembali pulang ke rumahnya.
Mama Siljie merasa sangat bangga sekali, karena sudah mengumumkan kehamilan sang putri ke khalayak umum.
Semua orang menjadi heboh dengan kabar yang disampaikan oleh Mama Siljie kepada salah satu kantor berita itu.
Mama Azura yang mencoba menonton televisi, mata dia dibuat sangat melotot sekali dengan pemberitaan yang ada.
Bahkan Mama Azura sampai mengeraskan suara televisi yang sedang ditontonnya.
" Ayaaaaaaaaaaaaah, Enzoooooooooo, Arnyyyyyyyyy ," teriak super keras sekali dari Mama Azura.
Berhubung waktu masih menunjukkan pukul tujuh pagi, jadi ke tiga orang itu yang tadi dipanggil oleh Mama Azura langsung bergegas menuju ke ruang Keluarga.
Sebab, mereka bertiga secara tidak sengaja bisa berjalan bersamaan ke arah ruang makan.
" Mamaaa, Mama kenapa Ma?? ," tanya Ayah Pippin.
" Kalian lihatlah sendiri tuh ," jawab Mama Azura sambil menunjuk ke arah televisi.
Enzo, Arny dan juga Ayah Pippin, langsung menyaksikan saluran berita gosip yang sedang menampilkan tentang Mama Siljie.
" Nyonya, apakah benar anak anda sedang hamil, dan yang menghamili adalah Tuan Enzo Diedrich?? ,"
Begitulah yang dipertanyakan oleh wartawan kepada Mama Siljie.
" Benar sekali, putri saya saat ini sedang hamil, dan sebentar lagi katanya Tuan Enzo akan menikahi putri saya ketika dia sudah pulang dari luar Negeri ," jawab Mama Siljie sambil tersenyum.
" Kira-kira sudah berapa bulan kehamilan dari putri anda Nyonya?? ," tanya sang wartawan lagi.
" Di sini sudah dijelaskan, jika putri saya sudah hamil sekitar dua bulan, ini lihatlah sendiri ," jawab Mama Siljie sambil menunjukkan hasil tes kehamilan dari Jeanne.
Surat kehamilan itu langsung di sorot oleh kamera dan terlihat sangat jelas sekali dari layar televisi.
" Bisakah anda membuktikan perkataan anda itu Nyonya, jika anak yang sedang dikandung putri anda benar-benar anak dari Tuan Enzo Diedrich?? ," tanya sang wartawan lagi.
" Bisa, nanti jika mereka menikah, kalian semua akan saya undang ," jawab Mama Siljie dengan tenang.
" Sekali lagi Nyonya, apakah selama ini Tuan Enzo Diedrich pernah berkunjung ke rumah anda untuk menjemput anak anda pergi?? ," tanya sang wartawan lagi.
Nah yang ini Mama Siljie sedikit kebingungan dalam menjawab, karena sejujurnya Mama Siljie belum pernah melihat sendiri jika Enzo datang ke rumahnya atau menjemput Jeanne.
Berusaha berpikir dengan keras, akhirnya Mama Siljie bisa menemukan jalan keluarnya.
" Tuan Enzo tidak pernah datang ke rumah saya, hanya saja dia selalu menyuruh anak buahnya untuk menjemput anak saya ," jawab Mama Siljie.
Sekiranya begitulah jawaban dan kontroversi yang dilakukan oleh Mama Siljie kepada pemburu berita.
Tidak cuma itu saja, Mama Siljie juga menceritakan kepada wartawan, jika selama ini Jeanne ijin pergi berkencan dengan Enzo.
Setelah melihat sendiri tayangan berita tersebut, Ayah Pippin, Mama Azura dan juga Arny, langsung saja mengalihkan pandangan mereka ke arah Enzo.
" Ada apa kalian melihatku seperti itu?? ," tanya Enzo.
" Apa benar kamu sudah menghamili wanita lain lagi Enzo?? ," tanya Ayah Pippin kepada Enzo.
" Bagaimana Enzo bisa menghamili dia, Enzo saja tidak mengenal anaknya ," jawab Enzo kepada Ayah Pippin.
" Tadi di surat pernyataan hamil, namanya Jeanne Phillip, Enzo, coba diingat-ingat lagi, siapa tahu kamu melakukan itu ketika kamu sedang mabuk ," kata Ayah Pippin lagi.
" Enzo tidak kenal Ayah, dan selama ini yang Enzo lakukan cuma bekerja, pulang ke rumah dan selalu mencari Aurora, tidak lebih dari itu, mana sempat Enzo mencari wanita lain selain Aurora ," jawab Enzo membantah
" Kakak benar Ayah ," kata Arny kepada sang Ayah.
" Tadi Nyonya itu mengatakan jika Kak Enzo sedang berada di luar Negeri, sedangkan kita tahu sendiri, jika dari kemarin Kak Enzo berada di rumah sakit ," kata Arny lagi.
" Dan selama ini Kakak memang tidak pernah pergi ke manapun selain bekerja dan mencari Nona Aurora ," kata Arny kesekian kali.
" Jadi maksud kamu, jika Nyonya tadi dan anaknya cuma ingin memfitnah Kakak kamu saja Arny?? ," tanya Mama Azura kepada Arny.
" Iya Ma, bisa jadi seperti itu, bisa juga karena mereka ingin menumpang tenar dengan Keluarga kita, atau menjatuhkan usaha kita ," jawab Arny.
" Kita harus menyelidikinya, karena takutnya dia di suruh oleh seseorang untuk menjatuhkan bisnis Keluarga kita ," kata Arny lagi.
" Tidak akan aku biarkan mereka hidup dengan tenang, karena mereka sudah mengusik ketenanganku!! ," kata Enzo.
Enzo lalu mencoba menelpon anak buahnya, untuk menyelidiki berita viral yang sedang tayang dan menggemparkan Negaranya itu.
Enzo akan memberikan pelajaran yang berharga kepada Mama Siljie dan Keluarganya, karena mereka sudah mempermalukan nama baiknya.
Dengan berjalan masih menggunakan tongkatnya, selesai menelpon anak buahnya, Enzo memilih kembali ke dalam kamarnya.
" Kamu mau ke mana Enzo?? ," tanya Mama Azura.
" Ke kamar ," jawab Enzo.
" Tidak sarapan dulu Nak?? ," tanya Mama Azura.
" Tidak naf5u lagi ," jawab Enzo sambil berlalu.
__ADS_1
Tidak cuma Enzo saja yang mencoba menyelidiki kebenaran akan berita tersebut, Arny dan Ayah Pippin juga mengerahkan semua anak buahnya untuk mengupas tuntas berita viral tersebut.
Sebab mereka semua takut, jika berita itu dibiarkan saja akan berpengaruh dengan bisnis milik mereka.
Sedangkan dibeda tempat, ada seseorang yang sedang memperhatikan berita gosip yang sedang tayang saat ini.
Bahkan sang suami yang sudah berdiri di sampingnya pun dia tidak menyadarinya sama sekali.
" Kamu melihat apa Aurora?? ," tanya sang suami kepada Aurora, dan ternyata orang tersebut adalah Aurora.
Aurora yang sedang sangat serius sekali melihat televisi, dia dibuat sangat terkejut sekali, ketika mendengar suara Dickie yang sangat mengejutkannya.
" Astaga sayang, kamu mengejutkanku ," jawab Aurora sambil memegangi dadanya.
" Kamu melihat apa, kenapa sangat serius sekali hingga tidak menyadari kedatanganku?? ," tanya Dickie lagi.
" Itu lihatlah sendiri ," jawab Aurora sambil mengeraskan volume televisinya.
Dickie langsung memusatkan pandangannya untuk melihat berita yang dimaksud oleh Aurora.
" Astaga itu Tuan Enzo kah yang dimaksud oleh Nyonya tersebut?? ," kata Dickie.
" Iya ," jawab Aurora.
" Dan wanita itu adalah istri dari Ayahku, Dickie, dan Jeanne wanita yang mengaku sedang hamil anak Tuan Enzo, dia adalah anak dari Ayahku bersama dia ," kata Aurora kepada Dickie.
" Jadi maksud kamu Jeanne itu saudara tiri kamu Aurora?? ," tanya Dickie.
" Iya, dan aku tidak yakin jika Jeanne sedang hamil anak dari Tuan Enzo, sebab aku tahu sendiri bagaimana sifat dari Jeanne ," jawab Aurora.
" Kenapa kamu sangat percaya sekali Aurora, jika Tuan Enzo tidak menghamili saudara tiri kamu?? ," tanya Dickie.
" Kenapa kamu tidak percaya kepadaku Dickie,?? apa kamu pikir aku mencintai Tuan Enzo dan saat ini sedang cemburu dengannya?? ," tanya Aurora dengan wajah yang terlihat marah.
" Bukan,?? bukan begitu maksud aku Aurora?? ," jawab Dickie.
" Lalu apa maksud kamu?? ," tanya Aurora lagi.
" Kamu tidak tahu bagaimana jahatnya Mama tiri dan saudara tiriku itu kepadaku Dickie, karena mereka, aku menjadi hidup sebatang kara dan tersiksa di dunia ini!! ," jawab Aurora.
" Walau aku baru sebentar mengenal Tuan Enzo, tapi aku sangat tahu sekali bagaimana karakter dia, jadi tidak mungkin jika Tuan Enzo mau dengan wanita seperti Jeanne yang mempunyai sifat yang sama buruknya seperti Mamanya!! ," kata Aurora lagi.
Setelahnya, Aurora langsung pergi meninggalkan Dickie menuju ke dalam kamar.
Dickie hanya bisa menghela nafasnya, sebab, semenjak Aurora hamil, mood dia tidak bisa ditebak.
" Sepertinya aku salah bertanya kepada dia ," kata Dickie.
Dickie lalu menyusul Aurora masuk ke dalam kamar, dan sesampainya di dalam kamar, Dickie langsung memeluk Aurora dari belakang.
" Aku percaya kepadamu sayang ," kata Dickie.
" Maafkan aku, jika aku salah berbicara kepadamu ," kata Dickie lagi.
Dickie lalu membalikkan tubuh Aurora untuk menghadap ke arahnya.
" Jangan marah lagi ya, tidak baik lho untuk perkembangan si baby ," kata Dickie.
" Habisnya kamu sih, seperti tidak mempercayaiku ," kata Aurora sambil cemberut.
" Maafkan aku juga ya Dickie, karena aku kalau berhubungan dengan Keluarga Ayahku, pasti aku akan mudah marah, karena aku selalu teringat dengan pahitnya hidup yang aku jalani karena mereka ," kata Aurora lagi.
" Iya, emm, bagaimana kalau hari ini kita pergi bersenang-senang, mau,?? sebagai permintaan maaf dariku?? ," tanya Dickie.
" Apa kamu tidak berangkat ke klinik Dickie?? ," tanya Aurora.
" Hei, istriku ini lupa ya, hari ini kan aku sedang libur sayang ," jawab Dickie sambil menjawil hidung mancungnya Aurora.
" Oh iya, maaf aku lupa ," kata Aurora sambil tertawa.
" Baiklah ayo aku mau ," kata Aurora.
" Kalau begitu kita sarapan dulu yuk, supaya si baby semakin sehat ," kata Dickie.
" Ayo Pak Dokter ," jawab Aurora.
Dickie hanya tertawa saja mendengar jawaban dari Aurora, dan mereka berdua lalu berjalan menuju ke ruang makan untuk menikmati sarapan yang sudah dimasakin oleh asisten rumah tangga yang bekerja di rumahnya.
Dickie merasa sangat senang sekali, karena Aurora selama hamil muda sekarang, tidak pernah mengalami yang namanya mual muntah atau gejala umum lainnya seperti wanita hamil biasanya.
Begitupun dengan Aurora, dirinya antara yakin dan tidak yakin jika sedang hamil, sebab dirinya merasa biasa saja dengan tubuhnya, hanya saja naf5u makannya sekarang dua kali lipat dari biasanya.
Meninggalkan Aurora dan Dickie, kita beralih ke apartemen Linnea.
Saat ini Mama Paulita dan Ayah Bogy sejak semalam sedang menginap di apartemen Linnea.
Mereka berdua sangat rindu sekali dengan Linnea, yang sudah jarang pulang ke desa, karena pekerjaan Linnea yang cukup padat.
Mama Paulita sambil menunggu masakannya Linnea sudah selesai, dia memilih untuk menonton televisi.
Begitu sangat terkejutlah Mama Paulita, ketika tiba-tiba melihat Mama Siljie ada di dalam televisi.
__ADS_1
" Linneaaaaaaa, Ayaaaaaaaahhh ," teriak dari Mama Paulita.
Karena sedang terkejut Mama Paulita sama-sama berteriak seperti Mama Azura tadi.
Linnea yang sedang memasak di dapur, dia langsung bergegas menuju ke ruang Keluarga, sedangkan Ayah Bogy yang sedang membaca koran di ruang tamu pun sama halnya seperti Linnea.
" Mama, Mama ada apa Ma?? ," tanya Linnea dan Ayah Bogy secara bersamaan.
" Lihatlah, sekarang apa yang sedang dilakukan oleh Siljie ," jawab Mama Paulita.
Linnea dan Ayah Bogy langsung memperhatikan siaran berita yang ada di televisi, dan alangkah terkejutnya Linnea beserta Ayah Bogy, ketika mendengar sendiri semua perkataan yang Mama Siljie berikan kepada wartawan.
" Apa-apaan yang wanita gila ini katakan kepada para wartawan??!! ," kata Ayah Bogy.
" Mama tidak percaya jika Jeanne sedang hamil anak Tuan Enzo, karena tidak mungkin Tuan Enzo suka sama wanita seperti Jeanne ," kata Mama Siljie.
" Bisa jadi Tuan Enzo dijebak supaya bisa tidur dengan Jeanne, lalu mereka bisa memanfaatkan kehamilan Jeanne untuk memeras Keluarga Diedrich Ma ," kata Linnea juga.
" Iya, sepertinya begitu Linnea, karena kita tahu sendiri bagaimana sifat dari Keluarga mereka ," kata Ayah Bogy.
" Kira-kira Aurora sudah melihat berita ini apa belum ya?? ," tanya Mama Paulita.
" Nanti akan Linnea telepon dia, sekarang Linnea akan menyelesaikan masakan Linnea terlebih dahulu ," jawab Linnea.
" Memangnya kamu apa tidak berangkat bekerja Linnea, nanti kalau terlambat bagaimana?? ," tanya Mama Paulita.
" Mama apa lupa, Linnea kan mengajukan cuti selama dua hari, jadi dia tidak bekerja ," jawab Ayah Bogy.
" Oh iya Mama lupa, ini semua gara-gara wanita gila itu ," jawab Mama Paulita sambil tertawa.
Ayah Bogy hanya menggelengkan kepalanya saja melihat sikap sang istri.
Sedangkan beralih ke sumber berita, alias Mama Siljie.
Mama Siljie setelah pulang dari kantor berita tadi, dia memilih duduk di ruang tamu rumahnya sambil menampilkan senyum kebahagiaan.
Cuma membutuhkan waktu sekitar beberapa menit saja setelah sesi wawancara tadi, pernyataan dari Mama Siljie langsung cepat tersebar di seluruh stasiun televisi.
Ayah Ebert yang baru saja ke luar dari dalam kamar ingin menuju ke ruang makan, tidak sengaja mendengar seseorang sedang tertawa di ruang tamu rumahnya.
Ketika sudah didekati oleh Ayah Ebert, ternyata Mama Siljie lah yang sedang tertawa.
" Mama kenapa tertawa sendiri, dan Mama tadi pergi ke mana?? ," tanya Ayah Ebert.
" Ayah tidak perlu tahu, ayo kita segera sarapan, karena Mama sudah lapar ," jawab Mama Siljie.
Ayah Ebert tidak banyak bertanya lagi, dan dia menurut saja ketika Mama Siljie menggandengnya menuju ke ruang makan.
Max yang sudah siap berangkat bekerja pun, saat ini juga sudah ikut bergabung di ruang makan, kecuali Jeanne yang tidak kuat untuk beranjak bangun dari atas ranjang.
" Mama sepertinya sedang bahagia sekali,?? apa karena sebentar lagi akan mempunyai cucu yang tidak jelas Ayah kandungnya?? ," kata Max kepada sang Mama.
" Max!! ," bentak Mama Siljie.
" Kamu jangan sembarangan kalau berbicara, jangan merusak mood baik Mama pagi ini!! ," kata Mama Siljie lagi.
" Dan adik kamu itu hamil dengan Tuan Enzo, jadi jangan pernah lagi kamu mengatakan hal seperti tadi!! ," kata Mama Siljie kepada Max.
" Terserah Mama saja, yang penting Max sudah memberitahu Mama ," jawab Max memilih beranjak dari ruang makan.
" Mau ke mana Max, ayo kita sarapan dulu ," kata Ayah Ebert kepada Max.
" Makanlah sendiri!! ," jawab Max sambil berlalu.
" Sudah biarkan saja dia Ayah, Max sudah besar dia sudah bisa menjaga dirinya sendiri ," kata Mama Siljie.
Baru lima menit Max berlalu dari ruang makan, tiba-tiba dia kembali lagi ke ruang makan untuk menemui sang Mama.
" Mama!! ," panggil Max kepada Mama Siljie.
" Ada apa kamu kembali lagi,?? lapar,?? sudah duduk saja ," kata Mama Siljie.
" Apa yang sudah Mama lakukan, kenapa di luar pagar rumah kita banyak sekali wartawan Ma?? ," kata Max lagi.
" Waaaah, wartawan?? ," kata Mama Siljie dengan senang sekali.
Jika Mama Siljie sedang merasa senang, tapi itu tidak berlaku kepada Ayah Ebert, justru dia merasa kebingungan sekali dengan kedatangan dari para wartawan tersebut.
Mama Siljie langsung bergegas ke luar untuk menyapa para wartawan, dan langsung diikuti oleh Ayah Ebert di belakang Mama Siljie.
" Ma, apa yang sebenarnya terjadi?? ," tanya Ayah Ebert.
" Sudah Ayah diam saja, jangan ikut campur ," jawab Mama Siljie.
" Jika Keluarga kita semakin kaya, Ayah juga akan semakin senang kan ," kata Mama Siljie.
Mama Siljie langsung melambaikan tangannya ketika sudah ke luar dari dalam rumah, dan dengan percaya dirinya, Mama Siljie menyuruh penjaga pintu gerbangnya untuk membukakan gerbangnya kepada para wartawan tersebut.
...☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️...
Mama Siljie semakin ke sini, dia semakin dalam saja menggali kuburannya sendiri.😵💫
__ADS_1
...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...
...***TBC***...