AURORA

AURORA
SURAT KARANGAN JESSI


__ADS_3

Martin langsung membuka kertas yang diberikan oleh Jessi dan lalu membacanya.


Di dalam kertas tersebut, Jessi menuliskan sebuah kalimat, " Tuan Martin terimakasih atas bantuannya, saya pergi malam ini, dan saya secepatnya akan kembali, sambil membawa keputusan untuk hubungan saya dengan Enzo."


" Saya mohon, anda jangan mencari saya, karena saya pergi bukan untuk menjauh, melainkan untuk berpikir demi kebaikan kita semua ," tulis Jessi lagi.


" Dan satu hal lagi, tolong selalu beritahu saya kabar tentang keadaannya Tuan Enzo, melalui alamat e-mail saya ini ," tulis Jessi lagi sambil mencantumkan alamat e-mailnya Aurora yang tadi sengaja dia minta.


Ketika Jessi meminta nomor telepon kepada Aurora, jelas-jelas ponselnya tertinggal di dalam kamar Enzo.


Tentu saja Jessi juga tidak meminta alamat rumahnya, karena yang Jessi tahu, jika Aurora sedang kabur dari suaminya, yaitu Tuan Enzo.


Tidak kehabisan akal, Jessi lalu minta alamat e-mailnya saja, dan untungnya langsung dikasih oleh Aurora, tanpa merasa curiga sama sekali. Sebab Jessi mengatakan, jika dirinya akan memberikan kabar tentang Keluarga Diedrich.


Martin hanya mengangguk saja, dan lalu memasukkan secarik kertas tadi ke dalam saku jasnya.


Sungguh Jessi sangat pintar sekali, bisa membuat Martin percaya begitu mudahnya, tanpa banyak bertanya sama sekali kepadanya.


" Hah,!! wanita itu akhirnya pergi juga!! ," kata Mama Azura.


" Baguslah dia pergi, lagi pula uang yang saya berikan tadi cukup banyak untuk menghidupinya dan ke tiga anaknya ," kata Mama Azura lagi.


" Apa maksud perkataan Mama?? ," tanya Ayah Pippin merasa terkejut.


" Katakan apa yang sudah Mama lakukan kepada Aurora!! ," bentak Ayah Pippin kepada Mama Azura.


Mama Azura langsung diam seketika, karena dibentak oleh sang suami dihadapan semua orang.


" Cepat jelaskan kepada Ayah, Mama!! ," kata Ayah Pippin lagi.


" Ma-Mama tadi melemparkan beberapa lembar uang ke wajah Aurora, dan menyuruhnya pergi dari kehidupannya Enzo, Ayah ," jawab Mama Azura.


Semua orang merasa terkejut, kecuali Martin dan Kimberly, sebab mereka berdua sudah melihat secara langsung apa yang tadi Mama Azura lakukan kepada Aurora.


" Astaga, Mama!! ," kata Ayah Pippin.


Tiba-tiba Jessi berjalan mendekat ke arah Mama Azura.


" Nyonya, ini uang yang anda maksud, sebab Nyonya Aurora tidak mau membawanya, walau sepeserpun ," kata Jessi sambil menyerahkan uang yang tadi sedang dibicarakan.

__ADS_1


Mata Mama Azura melotot sangat lebar menatap uang yang dibawa oleh Jessi. Sedangkan Ayah Pippin langsung merebut uang tersebut dan menatap Mama Azura dengan tatapan marah.


" Jika ingin memberikan ketegasan kepada Aurora, bukan begini caranya Mama!! ," kata Ayah Pippin.


" Orang keras kepala seperti Aurora, jika di kasar, dia akan semakin menjauh dan pergi dari kita ," nasihat Ayah Pippin.


" Mama sudah terlanjur emosi Ayah,!! dengan sikapnya yang seenaknya sendiri, tanpa mau mempedulikan perasaannya Enzo sama sekali!! ," bantah Mama Azura.


" Sudah, Om, Tante, kalian jangan bertengkar malam-malam begini, malu dilihat sama orang ," tegur Martin.


Ketika mendengar teguran dari Martin, Ayah Pippin dan Mama Azura langsung saja diam.


" Tenang saja, Aurora pasti akan kembali lagi ko Om, Tante ," kata Martin lagi.


Ayah Pippin dan Mama Azura hanya diam saja, tidak mau menanggapi ucapannya Martin.


Singkat cerita, sekitar sudah hampir lima jam lamanya menjalani 0p3r451, bahkan sebagian dari mereka sudah ada yang tertidur di kursi tunggu, akhirnya salah satu Dokter ke luar juga dari dalam ruang 0p3r451, untuk mengabarkan kepada Keluarga Diedrich.


Melihat kedatangan dari sang Dokter, semua orang langsung mendekati Dokter tersebut untuk bertanya tentang keadaannya Enzo.


" Dokter, bagaimana keadaan anak saya?? ," tanya Ayah Pippin.


Semua orang langsung merasa lega dan bersyukur mendengar jawaban dari sang Dokter.


" Sebenarnya, apa yang terjadi dengan Enzo, Dokter?? ," tanya Martin.


" Tuan Enzo mengalami patah tulang kaki, dan patah tulang rusuk Tuan ," jawab Dokter tersebut.


" Astaga ya Tuhan ," kata Mama Azura, Mama Paulita dan Linnea secara bersamaan.


" Tadi tulang rusuk yang patah itu hampir saja mau mengenai bagian 0r94n dalam yang terpenting Tuan, jadinya kami para tim medis harus cepat bertindak untuk memberikan penyelamatan secepatnya untuk Tuan Enzo ," jelas sang Dokter lagi dan didengar jelas oleh semua orang.


" Tapi sekarang semuanya sudah baik-baik saja, kami sudah berhasil memasangkan pen di dalam tulang rusuk Tuan Enzo, dan ke dua kakinya yang patah itu ," kata sang Dokter lagi sambil tersenyum bangga, sebab dia sudah bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik.


" Puji Tuhan, Tuhan selalu menyertaimu Nak ," kata Mama Azura.


" Apakah anak saya bisa berjalan dengan normal kembali seperti sedia kala Dokter?? ," tanya Mama Azura.


" Bisa Nyonya, dengan terapi berjalan, dan pen yang kami pasangkan sudah menyatu dengan tulang-tulangnya yang patah, Tuan Enzo bisa berjalan normal seperti biasanya ," jawab sang Dokter.

__ADS_1


Mama Azura dan yang lainnya merasa benar-benar sangat senang sekali, mendengar ucapan sang Dokter.


" Lalu kapan kami bisa melihat keadaan anak saya Dokter?? ," tanya Ayah Pippin lagi.


" Sebentar lagi Tuan, jika Tuan Enzo sudah kami pindahkan ke ruang perawatan biasa ," jawab sang Dokter.


Tidak lama, sekitar setengah jam kemudian, akhirnya Enzo dipindahkan juga ke dalam ruang perawatan biasa, ketika waktu sudah menunjukkan pukul dua dini hari.


Sebelum berlalu pergi, Dokter tadi yang ikut mengantarkan Enzo, memberikan penjelasan lebih lanjut kepada semua orang.


" Tuan Enzo akan sadar jika pengaruh obat biusnya hilang ya Tuan, Nyonya ," jelas sang Dokter.


" Dan saya harap, kalian semua jangan mengganggunya, supaya Tuan Enzo bisa beristirahat dengan tenang malam ini ," kata sang Dokter lagi dan langsung diangguki oleh semua orang.


" Jika Tuan Enzo sudah sadar, mohon segera hubungi kami ," kata sang Dokter lagi.


" Baik Dokter ," jawab Arny dan Martin, sedangkan yang lainnya cuma mengangguk saja.


" Kalau begitu, saya permisi dulu, selamat malam menjelang pagi ," pamit sang Dokter.


" Iya, Dokter, terimakasih ," jawab beberapa orang.


Setelah itu, Dokter tersebut bersama beberapa asisten dan juga perawat, langsung berlalu ke luar dari dalam ruang perawatan Enzo.


" Sambil menunggu Enzo sadar, lebih baik, kita beristirahat dulu, supaya badan kita kembali sehat dan segar ," kata Ayah Pippin kepada semua orang.


" Saya mau pamit pulang dulu Om, sekalian mau mengantar Kimberly pulang ," pamit Martin.


" Iya Nak, hati-hati di jalan ya ," jawab Ayah Pippin.


Setelah berpamitan kepada semua orang, akhirnya, Martin pulang bersama Kimberly.


Begitupula dengan Ayah Bogy dan Mama Paulita. Mereka berdua berpamitan pulang terlebih dahulu, dan akan kembali lagi, jika Ayah Bogy sudah selesai bekerja. Karena Ayah Bogy harus mengecek peternakan terlebih dahulu.


Akhirnya, cuma tinggal Arny, Linnea, Mama Azura dan juga Ayah Pippin saja yang ada di situ.


Linnea langsung beristirahat di dalam kamar yang tersedia di situ bersama Mama Azura, sedangkan Ayah Pippin dan Arny, memilih berjaga di sofa yang tidak jauh dari brankar pasiennya Enzo.


...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2