AURORA

AURORA
KABUR


__ADS_3

" Tidak!! ," kata Aurora.


" Pasti kamu mengarang ini semua kan Linnea, atas suruhannya Tuan Enzo!! ," begitulah jawaban yang dikatakan oleh Aurora kepada Linnea.


Lagi dan lagi Linnea langsung menggelengkan kepalanya mendengar jawabannya Aurora.


" Apakah kamu tahu Aurora, bagaimana bahagianya Kak Enzo melihat Wilson bisa mulai tengkurap, merangkak dan juga berjalan seperti saat ini?? ," tanya Linnea.


" Kamu tidak tahu kan, karena kamu pasti lupa dengan itu semua ," kata Linnea.


" Apa kamu juga ingat, bagaimana khawatirnya Kak Enzo, ketika kamu selalu pingsan dan mengeluh kepalamu sakit?? ," tanya Linnea.


" Pasti kamu tidak akan tahu akan hal itu ,' kata Linnea.


" Dulu, ketika aku belum mengenalnya, aku juga berpikiran yang sama denganmu Aurora, tapi ternyata pikiranku selama ini salah tentang Kak Enzo, karena Kak Enzo, bahkan jauh lebih baik dari Dickie ," kata Linnea lagi dan lagi.


" Cobalah buka matamu Aurora,? dan lihatlah bagaimana kebaikannya Kak Enzo yang pastinya tidak akan bisa kamu balas ," nasihat Linnea lagi.


" Siapa nama kepanjangannya Wilson, Linnea?? ," tanya Aurora mengalihkan pembicaraan.


" Prince Wilson Nial Diedrich ," jawab Linnea.


" Kenapa tidak pakai Marga Richard, Wilson kan anak kandungku dengan Dickie!! ," marah Aurora.


" Karena semua orang tahunya, Wilson itu anak pertamanya Kak Enzo, dan cucu sulung di Keluarga Diedrich, Aurora ," jawab Linnea.


" Jika Dickie sudah meninggal, di manakah kalian menguburkannya?? ," tanya Aurora dengan nada yang terdengar dingin.


" Di makam yang dekat dengan rumah kamu dulu ," jawab Linnea.


" Aku harap kamu jangan pergi ke sana Aurora, kasihan si twins, dan Wilson, karena perjalanannya sangat jauh sekali untuk pergi ke sana ," kata Linnea yang sudah bisa menebak jalan pikirannya Aurora.


Aurora hanya diam saja, tidak menanggapi perkataannya Linnea.


" Bukalah matamu, sebelum penyesalan datang menghampirimu, Aurora ," nasihat Linnea.


" Karena apa yang kamu alami sekarang, itu semua berkat Kak Enzo yang selalu berusaha melindungimu ," kata Linnea lagi.


" Aku pulang dulu, kamu boleh tinggal di sini selama yang kamu mau ," pamit Linnea dan Aurora masih diam saja.

__ADS_1


Linnea lalu berdiri dari duduknya, dan Aurora pun langsung mengantar Linnea sampai di depan pintu, setelahnya, ketika Linnea sudah berlalu pergi, Aurora langsung menutup pintunya kembali dari dalam dan juga menguncinya.


Pikiran Aurora, cuma tertuju ke makam Dickie sekarang, dan seperti yang kalian tahu, apakah Aurora akan pergi ke sana, jawabannya iya.


Aurora lalu mandi, mengurus baby Wilson, dan juga bersiap-siap untuk pergi ke luar kota, lebih tepatnya ke makam sang suami yang sangat di cintainya.


Aurora belum tahu, jika ada banyak anak buah Enzo yang berjaga disekitar gedung apartemen, jadinya, ketika Aurora sudah ke luar dari dalam apartemen Linnea, dia berjalan dengan sangat santai sekali.


Sambil menyeret koper yang dibawakan oleh Linnea tadi, Aurora berjalan sambil juga menggendong baby Wilson, degan perutnya yang sudah besar.


Di saat dirinya sedang berjalan ke luar untuk mencari taksi, tiba-tiba Aurora merasakan ada yang mengikutinya dari belakang, namun setelah dia menengok ke belakang, dirinya tidak melihat ada siapa-siapa di belakangnya.


" Aku merasa seperti ada yang mengikutiku ," kata batin Aurora.


Aurora bukan orang yang bodoh, dia lalu mencoba masuk ke dalam supermarket yang tidak jauh dari depan gedung apartemen.


Benar saja, ketika Aurora mencoba ingin membeli air minum, dia langsung melihat ada banyak laki-laki yang berpakaian bodyguard sedang menunggunya ke luar dari dalam supermarket.


Untuk menghindari pengawasan dari para anak buah Enzo, Aurora meminta ijin kepada karyawan supermarket, untuk lewat di pintu belakang saja, dan setelah bersusah payah menghindar dari mereka semua, akhirnya, Aurora bisa terlepas juga dari pengawasan para anak buahnya Enzo.


Aurora saat ini sudah naik ke dalam taksi yang akan mengantarkannya pergi ke luar kota.


" 63r3n953k,!! pasti Tuan Enzo akan membunuh kita, karena kita tidak becus menjaga Nyonya Aurora dan Tuan muda Wilson ," marah salah satu anak buah yang tidak menemukan keberadaannya Aurora di dalam supermarket.


" Cepat kamu lapor kepada Tuan Enzo, dan kamu ambil mobil, kita harus cari sampai dapat keberadaannya Nyonya Aurora ," perintah salah satu anak buah kepada teman-temannya.


Salah satu anak buah yang melapor kepada Enzo, langsung mendapatkan siraman rohani dari Enzo yang terdengar sangat marah sekali.


" 60d0h,!! saya tidak mau tahu, pokoknya kalian semua harus bisa menemukan keberadaan istri dan anak saya!! ," marah Enzo.


Para anak buah terus berusaha mencari keberadaannya Aurora, dan selama mereka mencari, mereka sama sekali tidak mendapatkan petunjuk, di mana keberadaannya Aurora dan baby Wilson.


Hingga setelah berjam-jam lamanya, taksi yang ditumpangi oleh Aurora, sampai juga di sebuah rumah yang sudah kotor sekali penampakannya dari luar, dan rumah tersebut adalah rumahnya yang dulu bersama Dickie.


Sedangkan Enzo, dia masih belum tenang pikirannya, sebab hingga malam tiba, semua anak buahnya belum ada yang bisa menemukan keberadaannya Aurora dan juga baby Wilson.


Kembali ke Aurora lagi.


Karena Aurora tidak mempunyai kunci pintu gerbang, dia tidak kehabisan akal, Aurora lalu mengambil batu besar untuk dia pukulkan ke gembok tersebut, hingga akhirnya usahanya berhasil juga.

__ADS_1


Aurora yang sudah masuk ke dalam pekarangan rumah, dia lalu melakukan hal yang sama untuk membuka pintu rumahnya, namun, kali ini Aurora mengalami kesulitan.


Terpaksa, mau tidak mau, Aurora pun lalu meminta bantuan kepada tetangga sekitar rumahnya, untuk membantunya membuka pintu rumahnya.


Setelah dibantu oleh satpam tetangganya, akhirnya, Aurora bisa membuka paksa pintu tersebut dengan cara kasar.


" Terimakasih Tuan, terimakasih sudah membantu saya ," kata Aurora kepada satpam tersebut.


" Ini saya ada rejeki sedikit untuk anda ," kata Aurora lagi sambil menyerahkan beberapa lembar uang.


" Tidak perlu Nyonya, saya ikhlas ," tolak sang satpam.


" Tidak apa-apa Tuan, terimalah saja ," paksa Aurora.


" Bantuan anda sangat berarti sekali untuk saya, dan jika anda tidak membantu saya, saya pasti tidak akan bisa masuk ke dalam rumah peninggalan suami saya ini ," kata Aurora lagi.


Karena Aurora terus mendesak, pada akhirnya satpam tersebut menerima juga uang pemberian dari Aurora.


Setelahnya, Aurora lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah, masih sambil menggendong baby Wilson yang sedang tertidur.


Mata Aurora melihat ke semua tempat yang ada di dalam rumahnya, dan tanpa dia sadari, air matanya langsung menetes mengingat kebersamaannya serta kenangannya bersama Dickie.


Tidak semua barang atau foto yang dibawa oleh Enzo, masih ada tersisa beberapa di dalam rumah tersebut, dan itu bisa dijadikan Aurora untuk melepas rindunya dengan Dickie.


Aurora yang sudah menaruh baby Wilson di atas sofa, dia lalu mengambil foto kenangannya dengan Dickie dan memeluknya sambil menangis sejadi-jadinya.


" Dickie ," kata Aurora dengan berurai air mata.


Aurora mengingat terakhir kali dia bersama Dickie sebelum kecelakaan itu terjadi, yang mana, Dickie sedang mengajaknya pergi untuk membeli makanan di luar, karena dia masih belum merasa kenyang setelah menikmati makan malam.


" Andai malam itu aku melarang mu untuk beli makan di luar, pasti semua ini tidak akan terjadi ," kata Aurora dengan lirih.


" Kita berdua pasti akan membesarkan Wilson bersama-sama, dan seperti harapanmu dulu yang sudah sangat menantikan kehadirannya ," kata Aurora lagi sambil mengusap fotonya Dickie.


Ingatannya yang sudah kembali, menimbulkan luka yang baru di hatinya Aurora, dan Aurora saat ini belum bisa berpikir dengan jernih, apakah yang harus dilakukannya untuk sekarang ini.


...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2