AURORA

AURORA
MAX - KLEO


__ADS_3

Setelah menyelesaikan persyaratan yang harus dipenuhi untuk memulangkan jenazah Jeanne, akhirnya Ayah Ebert beserta Mama Siljie bisa juga membawa Jeanne dan cucu mereka untuk kembali pulang ke rumah kontrakan mereka.


Kali ini mereka pulang dalam situasi yang berbeda, yaitu dimana Jeanne sudah tidak bernyawa lagi, karena baru saja meninggal sebab melahirkan putra pertamanya.


Mama Siljie menangis sangat pilu sekali melihat putri tercintanya terbujur kaku di dalam peti mati.


" Jeanne, kenapa kamu pergi meninggalkan Mama secepat ini ," kata Mama Siljie di samping peti matinya Jeanne.


Para tetangga yang mendengar berita kematiannya Jeanne, sudah pada mulai berdatangan untuk melayat dan memberikan penghormatan terakhir kepada Jeanne.


Putra Jeanne yang masih sangat merah kulitnya, saat ini sedang digendong oleh tetangga rumah kontrakannya Ayah Ebert.


Karena Ayah Ebert bersama Mama Siljie masih berduka yang sangat mendalam sekali atas meninggalnya Jeanne.


Para tetangga banyak yang merasa kasihan sekali melihat nasib putra Jeanne yang ditinggal mati oleh sang Mama, sedangkan sang Ayah tidak tahu di mana keberadaannya.


" Ma, tenanglah Ma, jangan seperti ini, kasihan Jeanne ," kata Ayah Ebert menenangkan Mama Siljie.


" Jeanne, Yah, pasti Jeanne sedang bercanda dengan kita, lihatlah, tadi Mama melihat Jeanne sedang tersenyum kepada Mama ," kata Mama Siljie.


Ayah Ebert yang mendengar perkataan dari Mama Siljie, langsung membawa Mama Siljie ke dalam pelukannya.


" Ma, tenanglah, ayo kita duduk dulu ," kata Ayah Ebert menuntun Mama Siljie.


Mama Siljie di dalam pelukannya Ayah Ebert langsung menangis sejadi-jadinya, dan upacara pemakaman Jeanne pun akhirnya dilaksanakan juga.


Ketika peti mati akan di masukkan ke dalam tanah, Mama Siljie langsung pingsan, karena tidak tahan di tinggal pergi selamanya oleh putri tercintanya, sedangkan putra sulungnya yaitu Max, tidak tahu di mana keberadaannya.


Selesai pemakaman, Ayah Ebert bersama para pelayat langsung kembali pulang ke rumah mereka masing-masing.


Ayah Ebert yang baru saja sampai di rumah kontrakannya bersama Mama Siljie, mereka berdua dikejutkan oleh dua buah mobil mewah dengan adanya beberapa orang yang berpakaian bodyguard.


Ayah Ebert dan Mama Siljie menerka-nerka, siapakah pemilik dari mobil mewah tersebut, dan ketika mereka sudah masuk ke dalam rumah, ternyata pemilik mobil tersebut adalah Max yang sedang menggendong putranya Jeanne.


" Max ," kata Mama Siljie.


" Halo Mama ," kata Max.


" Ke mana saja kamu Max?? ," tanya Mama Siljie.


" Max tidak pergi ke mana-mana, Max masih ada di sekitar kalian semua ," jawab Max dengan tenang.


" Jika kamu ada di sekitar kami, kenapa kamu tidak membantu kami ke luar dari kemiskinan ini Max?? ," tanya Mama Siljie.


" Kenapa Max harus membantu, bukankah ini memang jalan yang Mama minta ," jawab Max.


" Max,!! kamu jangan kurang 474r kepada Mama kamu!! ," tegur Ayah Ebert.


" Anda tidak berhak marah kepada saya!! ," jawab Max.


" Max, jaga sikap kamu Max, dia Ayah kamu ," kata Mama Siljie.


" Dia bukan Ayah Max, Ma, Ayah kandungnya Max sudah mati gara-gara perselingkuhan kalian berdua!! ," kata Max dan langsung membungkam mulut Ayah Ebert dan Mama Siljie.


" Max sudah tahu semuanya sejak dulu Ma, apa yang membuat Ayah meninggal, itu semua karena ulah kalian berdua ," kata Max lagi.


" Dan saat ini Max merasa puas sekali bisa melihat kalian berdua menderita!! ," kata Max.


" Max, Mama tidak menyangka jika kamu bisa berbuat seperti ini kepada Mama?? ," kata Mama Siljie.


" Memangnya kenapa Ma?? ," tanya Max.


" Bukankah ini cara Mama mendidik anak-anak Mama?? ," kata Max lagi.


" Mama sengaja membiarkan Ayah mati, dan Max sengaja membiarkan Mama menderita di gubuk ini ," kata Max kepada Mama Siljie.


" Dasar anak kurang 474r!! ," kata Mama Siljie.


" Cepat pergi kamu dari sini, Mama sudah tidak sudi lagi mempunyai anak seperti kamu, bagi Mama, anak Mama cuma Jeanne saja!! ," kata Mama Siljie mengusir Max.


" Oh Jeanne ya Ma, Jeanne anak kesayangan Mama, yang sudah mati itu?? ," kata Max masih sambil menimang keponakannya.


" Dan ini anak kandungnya ," kata Max.


" Sungguh malang sekali nasib kamu Nak, harus terlahir di Keluarga seperti mereka ," kata Max kepada putranya Jeanne.


" Kembalikan cucu Mama!! ," kata Mama Siljie.


" Huh,!! kembalikan kata Mama?? ," kata Max.


" Lalu apa yang akan kamu lakukan kepada cucu kami Max?? ," tanya Ayah Ebert.


" Akan aku besarkan dia sebagai anak buahku, bagaimana,? baikkan aku?? ," jawab Max.


" Max!! ," kata Mama Siljie sambil berteriak.


" Biar sajalah Ma ," kata Ayah Ebert.


" Ayah?? ," kata Mama Siljie tidak menyangka.


" Bawalah dia Max, tolong besarkan dia dengan baik, walau akan kamu jadikan anak buah kamu sekalipun ," kata Ayah Ebert lagi.


" Apa yang Ayah katakan!! ," kata Mama Siljie.


" Biarlah dia dirawat oleh Max, Ma, karena kita dalam segi ekonomi tidak akan sanggup membiayai hidupnya ," jawab Ayah Ebert.


" Dengarlah Ma, suami Mama saja bisa mempunyai pemikiran yang bijak ," kata Max kepada Mama Siljie.

__ADS_1


" Jadi mulai sekarang, kalian berdua Max larang untuk melihat atau mendekati dia lagi, karena mulai saat ini dia sudah menjadi milik Max!! ," kata Max kepada Mama Siljie dan Ayah Ebert.


" Max, tolong ijinkan Mama melihat dia sekali lagi, karena Mama belum puas menggendong atau melihat dia ," kata memohon dari Mama Siljie.


" Tidak!! ," jawab Max.


" Max tahu akal Mama, Mama pasti akan membawa kabur dia dari Max kan,? itu tidak akan Max biarkan terjadi!! ," kata Max.


Mama Siljie langsung menggelengkan kepalanya mendengar perkataan dari Max, karena sebenarnya Mama Siljie cuma ingin melihat walau sebentar saja.


Setelah berkata seperti itu, Max langsung berlalu pergi dari dalam rumah kontrakan Ayah Ebert sambil membawa anak kandungnya Jeanne.


Max memang sengaja datang untuk mengambil keponakannya itu untuk dia besarkan, karena dia merasa sangat kasihan sekali.


Max tidak ingin sang keponakan hidup di dalam kemiskinan bersama Mama Siljie dan Ayah Ebert, serta Max ingin mendidik sang keponakan untuk menjadi laki-laki yang baik dan bertanggung jawab.


Max tidak ingin sang keponakan salah didikan jika terus bersama sang Mama.


Sebenarnya sangat mulia maksud dari Max untuk membawa sang keponakan ikut dengannya, hanya saja perkataan Max tadi sangat menyakitkan sekali bagi Ayah Ebert dan juga Mama Siljie.


" Mulai sekarang kamu akan tinggal bersama Uncle ," kata Max kepada keponakannya.


" Dan Uncle akan memberikanmu nama Kleo Henry Friedrich ," kata Max lagi.


Sedangkan beralih di rumah kontrakan Ayah Ebert, Mama Siljie saat ini sedang marah dengan sang suami.


" Kenapa Ayah membiarkan Max mengambil cucu kita!! ," tanya Mama Siljie.


" Semua itu Ayah lakukan demi kebahagiaan dari cucu kita Mama ," jawab Ayah Ebert.


" Coba Mama pikir, jika dia tinggal bersama kita, apa kita mampu untuk membiayainya, sedangkan saja untuk makan pun kita kesusahan, belum lagi membayar semua hutang Ayah untuk membiayai rumah sakit Mama dulu ," kata Ayah Ebert lagi.


" Tapi Mama belum puas melihat wajahnya Ayah ," kata Mama Siljie sambil menangis.


" Tenanglah Ma ," kata Ayah Ebert.


" Walau Max marah dengan kita, tapi Ayah percaya, jika Max tidak akan menyakiti keponakannya ," kata Ayah Ebert lagi.


" Setidaknya jika cucu kita bersama Max, dia tidak akan merasa kekurangan apapun ," kata Ayah Ebert.


Mama Siljie tidak mau banyak berbicara atau menjawab perkataan dari Ayah Ebert lagi, dia langsung memilih masuk ke dalam kamarnya, karena hatinya masih sangat terpukul sekali dengan setiap kejadian yang terjadi di dalam Keluarganya saat ini.


Kembali ke Max lagi.


Max ternyata menyuruh anak buahnya untuk mengantarkannya ke sebuah kantor polisi, karena dia ingin menemui Ayah kandung dari Kleo, yaitu Freed.


Setelah dipersilahkan oleh sipir penjara, Max pun menunggu di ruang tunggu yang sudah disediakan.


Ketika Freed melihat kedatangannya Max yang dia ketahui Kakak dari Jeanne, Freed sedikit merasa terkejut, terlebih lagi Freed melihat jika Max sedang menggendong seorang baby.


" Bagaimana anda bisa tahu jika saya ada di dalam penjara?? ," tanya Freed.


" Apapun yang berhubungan denganmu, saya mengetahui semuanya, bahkan dengan kasus p3m3rk0544n yang kamu lakukan ," jawab Max sambil menyeringai.


" Oh ya, apakah kamu tidak mau bertanya anak siapa yang sedang saya bawa ini?? ," kata Max kepada Freed.


" Memangnya dia anak siapa?? ," tanya Freed.


" Dia baru saja dilahirkan beberapa jam yang lalu, dan sayang sekali, Mamanya meninggal ketika selesai melahirkannya ke dunia ini ," jawab Max.


" Mamanya rela mengorbankan nyawanya demi dia, walau sebenarnya dia sangat tahu sekali, jika ada salah satu diantara mereka yang selamat ," kata Max lagi.


" Dan apakah kamu tahu, siapa Mama dari anak laki-laki ini Freed?? ," tanya Max.


" Dia adalah Jeanne Phillip, wanita yang dulu sangat dekat sekali denganmu, bahkan sekarang dia rela mati demi melahirkan anak dari laki-laki 6471n94n sepertimu!! ," kata Max lagi.


Hati Freed langsung memanas, dan air matanya pun tanpa dia sadari menetes dari kelopak matanya.


Freed tidak menyangka jika Jeanne akan pergi secepat ini meninggalkannya di dunia ini, terlebih lagi dia pergi meninggalkan anak mereka tanpa dampingan ke dua orang tua, sebab dirinya sendiri sedang berada di dalam penjara.


" Jeanne sudah meninggal?? ," tanya Freed dengan ekspresi yang sangat terkejut.


" Iya, bahkan dia baru saja di makamkan di pemakaman umum, sungguh sangat malang sekali nasib dari anak kecil yang tidak berdosa ini ," jawab Max.


" Bolehkah saya menggendongnya Tuan Max?? ," tanya Freed memohon.


" Bukankah anda sendiri yang mengatakan, jika anda tidak mau mengakui anak ini, kenapa sekarang anda mau menggendongnya?? ," tanya Max.


" Tentu saja saya tidak akan mengijinkannya ," kata Max lagi.


" Sebab saya tidak mau jika Kleo tubuhnya kotor oleh tangan anda yang penuh kuman itu ," kata Max kepada Freed.


" Kleo?? ," kata Freed.


" Iya, saya memberinya nama Kleo ," jawab Max.


" Sekarang nikmati hidupmu di dalam penjara ini Freed, karena seperti perkataanmu dulu, jika kamu tidak ingin mengakui Kleo sebagai darah daging kamu, jadi tidak salahku juga jika saya mengatakan kepada Kleo kelak, kalau sang Ayah juga sudah mati bersama sang Mama ," kata Max lagi.


Setelah berkata seperti itu kepada Freed, Max langsung melangkah pergi meninggalkan Freed yang hanya bisa memandang penuh dengan penyesalan.


Air mata Freed mengalir dengan cukup deras sekali, tubuh yang awalnya gagah, sekarang terlihat sedikit kurus dengan jenggot yang memenuhi dagunya.


Freed menyesal sekarang, dan penyesalannya sudah tidak berarti lagi, karena semuanya sudah terlanjur.


Walau masih berada di dalam penjara, Freed bertekad ingin memperbaiki hidup, supaya bisa segera ke luar dari dalam penjara.


Freed hanya bergantung pada nasib, karena setelah melihat sendiri putra semata wayangnya, membuat Freed sudah bertekad untuk mengubah jalan pemikirannya untuk menjadi lebih baik lagi.

__ADS_1


Kembali ke rumah Ayah Pippin lagi.


Tadi setelah puas berjemur, Aurora pun di ajak Enzo untuk beristirahat di dalam kamarnya, dan di dalam kamar itu, Aurora merasa sangat asing sekali.


Dia terus mengamati seisi ruangan, yang mana membuat Enzo merasa penasaran sendiri, sebab Aurora seperti sedang memikirkan sesuatu.


" Apa yang sedang kamu lihat dan cari Aurora?? ," tanya Enzo.


" Jika kita sudah menikah, kenapa di dalam kamar ini tidak ada foto pernikahan kita berdua Daddy?? ," tanya Aurora.


Nah, pertanyaan bagus Aurora, Enzo merasa kebingungan sendiri ketika ditanya seperti itu oleh Aurora.


Dasar Enzo yang mempunyai otak encer, dia pun bisa menjawab pertanyaan Aurora dengan sangat sempurna sekali.


" Semuanya masih di dalam apartemen sayang, dan rumah kita sedang direnovasi, nanti jika kita sudah pindah ke rumah kita sendiri, kamu pasti akan melihat semua foto-foto kita berdua ," jawab Enzo.


" Tapi kenapa Mommy merasa belum pernah menikah dengan Daddy ya?? ," kata Aurora.


" Itu karena Mommy sedang lupa ingatan ," jawab Enzo.


" Bisa jadi ," jawab Aurora.


" Emm, bagaimana kalau kita menikah untuk ke dua kalinya, untuk mengingatkan Mommy tentang pernikahan kita, supaya diingatan Mommy yang sekarang bisa merasa yakin dengan Daddy ," kata Enzo.


Sangat pintar sekali Enzo untuk mengajak Aurora menikah, karena jika dia sudah menikahi Aurora, status Aurora bakal resmi menjadi istrinya.


" Baiklah, Mommy mau ," jawab Aurora.


" Karena Mommy benar-benar tidak ingat sama sekali dengan semua yang Mommy alami ," kata Aurora lagi.


Enzo merasa sangat-sangat senang sekali mendengar jawaban dari Aurora, dan Enzo langsung saja menghubungi Arvon untuk segera menyiapkan pernikahannya dengan Aurora.


Enzo sudah tidak sabar ingin segera menikahi Aurora, karena Enzo sendiri tidak tahu kapan Aurora akan sadar dari ingatannya.


Semakin lebih cepat semakin lebih baik, karena Enzo tidak akan membiarkan Aurora pergi lagi dari hidupnya.


Sedangkan di sisi lain, saat ini Arny sedang berada di ruang kerjanya bersama Linnea.


Arny sengaja memanggil Linnea, karena Arny akan bercerita kepadanya jika Aurora sudah sadar dari komanya.


" Sayang, kenapa kamu memanggilku ke sini?? ," tanya Linnea.


" Duduklah dulu di sofa sana sayang, aku mau memasukkan data ini dulu ," jawab Arny.


Linnea hanya mengangguk saja dan dia akhirnya menunggu Arny sambil duduk di sofa yang ada di situ.


Arny yang sudah selesai, dia pun lalu beranjak berdiri dari duduknya untuk mendekati Linnea.


" Aku ada kabar bagus untukmu ," kata Arny sambil duduk di sebelah Linnea.


" Kabar bagus apa?? ," tanya Linnea.


" Nona Aurora sudah sadar dari komanya tadi malam ," jawab Arny.


" Aaaa benarkah ," kata Linnea sambil menangis terharu.


" Nanti aku ikut ke rumah ya sayang, aku mau melihat Aurora ," kata Linnea.


" Iya baiklah ," jawab Arny.


" Bolehkah aku mengajak Mama sama Ayah juga, pasti mereka sangat senang mendengar kabar ini ," kata Linnea.


" Tidak!! ," jawab Arny, dan jawaban Arny langsung membuat wajah Linnea berubah seratus delapan puluh derajat.


" Tidak mungkin aku menolaknya sayang ," ralat Arny sambil mencubit mesra hidung Linnea.


Linnea reflek langsung memukul lengan Arny sambil tertawa.


" Kamu membuatku takut Arny ," kata Linnea.


" Jika sampai kamu menolaknya tadi, aku pasti akan marah besar kepadamu ," kata Linnea lagi.


" Apapun yang membuatmu bahagia, pasti akan aku kabulkan jika aku bisa mengabulkannya, dan ke dua orang tua kamu sudah aku anggap sebagai orang tua kandungku sendiri ," kata Arny.


" Terimakasih sayang ," kata Linnea sambil memeluk Arny.


" Apakah kamu mau menggodaku Linnea?? ," tanya Arny.


" Tidak, aku cuma mau memelukmu saja, tidak lebih ," jawab Linnea merasa kebingungan.


" Lalu kenapa kancing kemeja kamu terbuka begitu?? ," tanya Arny.


" Mana, astaga,!! ini pasti lepas sendiri, nah iya kan kancingnya tidak ada ," jawab Linnea.


" Cepat ganti baju, aku tidak mau jika Frank sampai melihat harta berhargamu itu ," kata Arny.


" Tapi aku tidak membawa baju ganti Arny ," jawab Linnea.


" Kalau begitu, ayo kita pulang saja, di dalam kamarku masih ada baju milikmu yang tertinggal di sana ," kata Arny.


" Ayo, aku juga sudah tidak sabar ingin melihat Aurora ," jawab Linnea.


Arny hanya mengangguk saja, dan mereka berdua lalu berjalan ke luar dari dalam gedung Perusahaan, untuk pulang ke rumah Ayah Pippin.


...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2