
Enzo yang sedang berjalan dengan tidak tenang di dalam kamarnya, karena sedang menunggu kabar dari para anak buahnya, tiba-tiba telinganya mendengar pintu kamarnya ada yang mengetuk dari luar.
Dengan segera, Enzo langsung membuka pintunya, untuk mengetahui siapakah yang sedang mengetuk pintu kamarnya, yang ternyata itu adalah Linnea bersama Arny.
Kedatangan Linnea dan Arny juga sudah ditunggu-tunggu oleh Enzo, karena orang yang terakhir kali bertemu dengan Aurora adalah Linnea.
Saat ini Linnea, Arny dan juga Enzo sedang duduk berseberangan di sofa yang ada di dalam kamar Enzo.
" Linnea, kasih tahu kepada Kakak, di mana keberadaannya Aurora sekarang!! ," tanya Enzo.
" Linnea beneran tidak tahu Kak ," jawab Linnea.
" Karena tadi pagi ketika Linnea menemui Aurora, dia sedang sibuk mengurus baby Wilson dan dia tidak ada sikap yang mencurigakan Kak ," kata Linnea lagi.
" Apa saja yang kamu katakan kepadanya, hingga Aurora akhirnya kabur lagi dariku?? ," tanya Enzo lagi.
" Aurora bertanya yang memang seharusnya dia ketahui Kak ," jawab Linnea.
" Aurora juga marah, kenapa Kak Enzo memberi nama Wilson dengan Marga Diedrich, dan bukan Richard ," kata Linnea.
" Tunggu-tunggu ," kata Linnea dengan tiba-tiba, karena dia seperti teringat sesuatu.
" Ada apa sayang?? ," tanya Arny.
" Tadi Aurora menanyakan kepadaku di mana makamnya Dickie, aku kira sekarang Aurora?? ," kata Linnea.
" Pasti dia sedang pergi ke sana saat ini!! ," kata Enzo, dan perkataannya langsung diangguki oleh Linnea.
" Aku harus segera ke sana sekarang juga!! ," kata Enzo.
" Jangan dulu Kak ," cegah Linnea.
" Kenapa kamu melarang ku!! ," kata Enzo.
" Lebih baik Kakak kerahkan dulu anak buah Kakak untuk ke sana malam ini ," saran Linnea.
" Jika Kakak ke sana sekarang, itu bisa membuat Aurora curiga, jika saat ini Kakak sedang mencarinya ," kata Linnea lagi.
" Tapi kan Kakak tidak langsung menunjukkan diri dihadapan Kak Aurora, sayang ," kata Arny.
" Iya, tapi aku tahu bagaimana sifat Aurora, jika dia tahu Kak Enzo mengikutinya, dia pasti akan kabur lebih jauh lagi, dan itu bisa membuat kita semakin sulit bertemu dengan Wilson ," jawab Linnea.
" Kamu benar juga Linnea, Kakak tidak mau jika kejadian yang lalu terulang kembali saat ini ," kata Enzo, dan Linnea langsung mengangguk.
Akhirnya, malam itu Enzo langsung mengerahkan cukup banyak anak buahnya untuk segera menuju ke luar kota, tepatnya ke rumah Dickie dan Aurora yang dulu.
__ADS_1
Sedangkan kembali ke Aurora lagi.
Aurora saat ini menikmati makan malam bersama baby Wilson dengan sedikit tidak berselera, karena kenangannya bersama Dickie masih berterbangan dibenaknya.
Bahkan Aurora makan sambil menangis, karena teringat dengan Dickie, ketika kalau makan selalu manja minta disuapi olehnya.
Tapi di sisi lain, semua perkataannya Linnea, terus terngiang di dalam otaknya, antara percaya dan tidak percaya Aurora terus bertanda tanya kepada hatinya, apakah Enzo seperti itu orangnya.
Hati Aurora, tanpa dia sadari terus teringat dengan Enzo malam ini, dan berdampingan dengan Dickie yang sedang ada di dalam pikirannya.
Ketika akan tidur malam, tiba-tiba baby Wilson menangis dan sedikit rewel.
Hingga membuat Aurora sangat kewalahan untuk menenangkan baby Wilson yang terus memanggil nama Daddy, yang artinya baby Wilson ingin bertemu dengan Enzo.
" Daddy, Daddy ," kata baby Wilson dengan suaranya yang lucu.
" Sayang, tenanglah, jangan begini ya, Mama repot sayang ," kata Aurora.
" Daddy ," kata baby Wilson lagi sambil terus menangis.
" Daddy, apakah yang dimaksud Daddy adalah Tuan Enzo?? ," kata Aurora di dalam hatinya.
Aurora terus menenangkan baby Wilson, dan setelah sekian lama, akhirnya baby Wilson diam juga, serta sudah tertidur di dalam pelukannya.
Aurora menepuk tubuh baby Wilson, sambil melamun memikirkan semua hal yang sedang terjadi di hidupnya saat ini.
Di saat Aurora sedang melamun, lama-kelamaan matanya mengantuk juga, dan pada akhirnya dia ikut tertidur bersama baby Wilson.
Di dalam tidurnya, Aurora memimpikan hal yang sama seperti sebelumnya, yaitu bertemu dengan laki-laki yang wajahnya terkena silau cahaya.
Namun kali ini, Aurora bisa melihat wajah siapa yang selama ini tertutup cahaya, yang ternyata adalah Dickie.
" Dickie ," kata Aurora.
Dickie tersenyum sangat manis sekali kepada Aurora, dan dia lalu berjalan mendekati Aurora.
" Berbahagialah Aurora ," kata Dickie sambil mengusap pipinya Aurora.
" Apa maksud perkataanmu?? ," tanya Aurora.
" Anak kita sudah besar sayang, dia sehat seperti harapanmu dulu ," kata Aurora.
" Aku tahu, aku bisa melihatnya dari sini selama ini ," jawab Dickie sambil tersenyum.
" Hiduplah bahagia dengan kehidupanmu sekarang Aurora, berbahagialah ," kata Dickie lagi.
__ADS_1
" Aku tidak mau, kebahagiaanku cuma bersamamu, aku mau ikut bersamamu Dickie ," kata Aurora.
" Tidak ," jawab Dickie.
" Jalan kita sudah berbeda Aurora, kamu milik Tuan Enzo sekarang, dia suami kamu, dan bahkan, cintanya lebih besar dari cintaku kepadamu ," kata Dickie.
" Tidak,!! aku tidak mau bersamanya ," jawab Aurora.
" Janganlah kamu mengedapankan egomu Aurora, ingat Wilson dan twins, mereka butuh Daddynya ," kata Dickie sambil berjalan mundur menjauhi Aurora.
" Dickie, mau ke mana kamu, jangan pergi!! ," kata Aurora mencegah Dickie menjauh darinya.
Dickie hanya tersenyum saja sambil terus melangkahkan kakinya menjauh dari Aurora.
" Aku titip Wilson, bahagiakanlah dia, dan bahagianya bersama Daddynya, bukan bersamaku ," kata Dickie.
" Selamat tinggal Aurora, hiduplah damai dengan masa lalu mu, karena masa lalu mu adalah cinta sejati yang selama ini kamu cari ," kata Dickie lagi untuk terakhir kalinya.
Setelahnya, Dickie tiba-tiba menghilang dari hadapannya Aurora, hingga membuat Aurora tiba-tiba terbangun dari tidurnya, dengan keringat yang membasahi seluruh tubuhnya.
Keesokan harinya, Aurora yang sudah rapi dan siap, dia lalu menggendong baby Wilson untuk dia ajak pergi berkunjung ke makam Dickie.
Setelah mencari ke tiga makam yang ada, akhirnya, Aurora mengetahui di makam mana Dickie dikuburkan selama ini.
" Ini Nyonya, makam Tuan Dokter Dickie Richard, yang membeli tanah ini atas nama Tuan Enzo Diedrich ," kata sang penjaga makam kepada Aurora.
" Terimakasih Tuan ," kata Aurora.
" Sama-sama Nyonya, kalau begitu saya permisi dulu ," jawab sang penjaga makam, dan Aurora hanya mengangguk saja.
Kedatangannya Aurora ke makamnya Dickie, juga diperhatikan dengan sangat jelas sekali oleh para anak buah Enzo.
Bahkan Enzo sendiri bisa melihatnya langsung apa yang sedang dilakukan oleh Aurora, dari kamera tersembunyi yang dibawa oleh beberapa anak buahnya.
Para anak buah itu pada menyamar menjadi pengunjung makam, untuk bisa terus berada tidak jauh dengan Aurora dan baby Wilson.
Saat ini, Enzo sedang berada diperjalanan menuju ke luar kota untuk menemui Aurora, disertai doa dari Ayah Pippin serta Mama Azura.
Ayah Bogy dan Mama Paulita sudah mengetahui permasalahan yang sedang terjadi saat ini, karena diberitahu oleh Linnea.
Ayah Bogy dan Mama Paulita rasanya ingin juga menjelaskan kepada Aurora, jika Enzo bukanlah orang jahat, melainkan laki-laki yang sangat mencintainya dan mau memberikan namanya untuk Wilson, yang jelas-jelas bukan darah dagingnya.
Setelah kepergian dari sang penjaga makam, Aurora pun langsung bersimpuh di samping makam, sambil meneteskan air matanya dengan cukup deras sekali.
Sedangkan baby Wilson, dia anteng bermain sendiri, memainkan rumput yang sedang dipijaknya.
__ADS_1
...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...
...***TBC***...