
" Jika kamu membutuhkan bantuanku, katakanlah kepadaku, jangan sungkan, karena aku pasti akan membantumu ," begitulah yang dikatakan oleh Enzo setelah melepaskan pelukannya tadi.
" Kamu tenang saja, aku pasti akan melakukan itu, jika aku sedang merasa kesulitan ," jawab Martin.
" Lalu kamu sendiri kapan rencananya mau menikah,? umur kamu kan sudah tua ," kata Enzo.
" Jangan bawa-bawa umur, karena walau tua begini, masih banyak wanita yang mengantre menjadi istriku ," jawab Martin sangat percaya diri.
" Oh, ya, itu soal orang yang menyerang kamu dulu bagaimana,? aku sampai lupa bertanya ," kata Martin.
" Semuanya sudah beres, sudah di tangani oleh Arvon juga ," jawab Enzo.
" Dia cuma saingan bisnisku yang kalah tender dengan Perusahaan ku ," kata Enzo lagi.
" Sekarang aku jamin, dia tidak akan berani mengusikku maupun Keluargaku ," kata Enzo.
" Baguslah, aku ikut senang mendengarnya ," jawab Martin.
" Dan maafkan aku, karena kemarin aku tidak bisa membantumu, sebab kamu sendiri tahu, jika pekerjaanku di rumah sakit ini sedang sangat banyak-banyaknya ," kata Martin lagi.
" Iya, tidak apa-apa, aku mengerti ," jawab Enzo.
Sedang asik-asiknya berbincang, tiba-tiba saja ponsel milik Enzo berdering dengan sangat kencang sekali.
" Lihatlah, si Nyonya besar sudah menelponku, semoga saja dia tidak marah kepadaku ," kata Enzo sambil memperlihatkan nama Aurora yang sedang menelponnya.
" Sudah sana pulang, kamu kan suami takut istri ," kata Martin menggoda.
" Aku bukan suami takut istri, aku begitu sangat mencintainya, dan takut kehilangan dia, kamu tidak akan mengerti, karena kamu sendiri belum merasakannya ," jawab Enzo.
" Terserah kamu saja, apapun itu, semoga saja aku tidak merasakannya nanti ," kata Martin.
" Aku sumpahi kamu akan lebih parah dariku!! ," jawab Enzo sambil berlalu pergi dari hadapan Martin.
Ingin Martin mengatakan sumpah serapah untuk Enzo, tapi dia tahan, sebab pasti tidak akan enak di pandang oleh semua orang yang berlalu lalang di sekitarnya, terutama para staf rumah sakitnya.
Sambil berjalan Enzo pun juga sambil menerima telepon dari Aurora.
" Iya sayang, ini Daddy sudah berjalan menuju ke parkiran mobil ko ," kata Enzo.
" Cepatlah Daddy, kalau dalam waktu lima menit tidak juga sampai di sini, Mommy tinggal pulang!! ," jawab Aurora.
" Jangan dong, tunggu sebentar ya ," jawab Enzo dan Aurora langsung mematikan sambungan teleponnya tanpa banyak berbicara lagi.
Tidak lama, akhirnya Enzo sampai juga di depan mobil miliknya, dan mereka langsung saja melakukan perjalanan pulang menuju ke rumah Ayah Pippin.
Sesampainya di rumah, Mama Azura, Aurora, baby Wilson dan juga Enzo, langsung saja menuju ke ruang Keluarga untuk beristirahat sejenak.
__ADS_1
" Aaaa, Mama tidak menyangka, sebentar lagi Mama akan mempunyai dua cucu lagi ," kata Mama Azura.
" Iya Ma, dan Enzo rasanya juga sangat senang sekali, apakah Mommy juga merasa senang?? ," tanya Enzo kepada Aurora.
" Mommy senang, tapi bagaimana dengan Wilson, dia kan masih kecil Daddy, masih sangat membutuhkan perhatian kita?? ," jawab Aurora.
" Mommy tenang saja, Wilson tetap menjadi anak pertama kita, dan Daddy berjanji, Wilson tidak akan kekurangan kasih sayang dari kita berdua sayang ," jawab Enzo.
" Iya Nak, baby Wilson akan tetap menjadi cucu pertama di Keluarga ini, jadi yang tenang ya, jangan stres, kasihan si twin yang ada di dalam perut ," kata Mama Azura menenangkan Aurora.
Mama Azura sangat tahu sekali apa yang sedang dipikirkan oleh Aurora, karena wajar saja, sebab baby Wilson masih terlalu kecil jika harus mempunyai adik lagi, dan adiknya ini bukanlah satu melainkan dua sekaligus.
" Iya Ma ," jawab Aurora.
" Mama sudah tidak sabar ingin segera memberitahukan hal ini kepada Ayah ," kata Mama Azura sangat excited sekali.
" Kalau begitu kami mau istirahat dulu di dalam kamar ya Ma, sekalian mau menidurkan si Wilson ," pamit Enzo.
" Iya ," jawab Mama Azura sambil mengangguk.
Sepeninggal dari Aurora dan Enzo, Mama Azura langsung saja mencoba menghubungi sang suami yang sedang bekerja di kantornya.
Kebetulan juga di dalam ruang kerja Ayah Pippin, sedang ada Arny yang sedang berkunjung untuk menanyakan berkas kerjasama dengan Perusahaan textile.
Dan ketika Ayah Pippin mendengar ponselnya berdering, dia pun langsung segera mengangkatnya.
" Dari Mama, sebentar Ayah angkat teleponnya dulu ," kata Ayah Pippin kepada Arny.
" Halo Ma, ada apa menelpon Ayah?? ," kata Ayah Pippin.
" Ayaaaaaaaah!!! ," kata semangat dari Mama Azura.
" Ada hal penting yang harus Ayah tahu ," kata Mama Azura lagi.
" Hal penting apakah itu Mama?? ," tanya Ayah Pippin.
" Keanehan yang terjadi dengan Aurora dan Enzo pagi ini akhirnya sudah terjawab ," jawab Mama Azura.
" Keanehan apa sih Ma,? memangnya apa yang dilakukan Enzo bersama Aurora setelah Ayah berangkat ke kantor?? ," tanya Ayah Pippin lagi.
" Mereka berdua itu menghabiskan setidaknya tiga buah lemon sekaligus Ayah ," jawab Mama Azura.
" Astaga, apa tidak asam, Ayah membayangkan saja, sudah banjir air liur di dalam mulut Ayah ," kata Ayah Pippin.
" Lha iya itu ," kata Mama Azura.
" Terus, sekarang Enzo tidak berangkat ke kantor, karena dia tiba-tiba sedang tidak enak badan ," kata Mama Azura.
__ADS_1
" Dan Ayah tahu, Enzo sakit apa setelah tadi kita periksa ke rumah sakit bersama Nak Martin?? ," kata Mama Azura lagi.
" Apa,? memangnya Enzo sakit apa?? ," tanya Ayah Pippin.
" Aurora sedang hamil lagi Ayah, dia hamil langsung kembar, dan Enzo mengalami kehamilan simpatik, jadi dia yang menggantikan Aurora morning sickness ," jawab Mama Azura sangat bersemangat sekali.
" Apaaaaaaa,!! hamil,?? langsung kembar dua? ," kata Ayah Pippin sangat terkejut sekali.
" Iya, Ayah, aaah Mama senang sekali, akhirnya Mama mempunyai cucu kandung sendiri ," jawab Mama Azura.
" Walau begitu, kita harus tetap menyayangi Wilson, Ma, dan jangan sampai keceplosan jika Wilson bukan cucu kandung kita, apalagi sampai ketahuan oleh Aurora ," pesan Ayah Pippin.
" Iya Pa, Mama tahu, tadi Mama juga sudah meyakinkan Aurora, jika Wilson akan tetap menjadi cucu pertama di Keluarga kita ," jawab Mama Azura.
" Baguslah, Ayah senang mendengarnya ," kata Ayah Pippin.
" Kalau begitu Ayah mau lanjut bekerja lagi, dan nanti malam tolong siapkan makanan yang banyak, sebab Ayah ingin mengadakan pesta kecil-kecilan untuk berbagi rasa senang ini dengan para asisten rumah tangga atau anak buah yang ada di rumah kita Ma ," kata Ayah Pippin.
" Siap Ayah, Mama setuju ," jawab Mama Azura, dan sambungan telepon mereka akhirnya terputus juga.
Arny yang melihat sang Ayah sudah selesai menelpon, dia pun langsung segera bertanya.
" Siapa Ayah yang sedang hamil langsung dua, masa Mama,? dia kan sudah tua?? ," tanya Arny.
" Sembarangan saja kamu kalau berbicara, malu tahu sama Wilson jika Mama kamu hamil lagi ," jawab Ayah Pippin, dan Arny langsung saja tertawa.
" Terus siapa dong, yang tadi Ayah bicarakan dengan Mama?? ," tanya Arny.
" Aurora, dia sekarang sedang hamil lagi, dan dia hamil langsung kembar ," jawab Ayah Pippin.
" Waaah, berita yang sangat bagus, pasti Kak Enzo merasa sangat senang sekali tuh Ayah, sebab ini kan memang keinginannya sejak dulu ," kata Arny.
" Iya, walau begitu Ayah juga berpesan kepadamu, kamu juga harus menyayangi Wilson sebagai keponakan kandung kamu sendiri, sebab kita sudah berjanji dihadapan jenazah Dickie dulu ," pesan Ayah Pippin.
" Iya Ayah, Arny mengerti ," jawab Arny.
" Baguslah ," jawa Ayah Pippin.
" Sebentar, Arny akan menelpon Linnea, dia berhak tahu soal ini, dan dia pasti juga sangat senang sekali mendengar kabar kehamilannya Kak Aurora ," kata Arny dan Ayah Pippin hanya mengangguk saja.
Arny langsung saja mencoba menghubungi Linnea yang sedang berada di dalam apartemennya bersama Mama Paulita dan Ayah Bogy.
Benar dugaan Arny, jika Linnea, Mama Paulita dan juga Ayah Bogy sangat senang sekali mendengar kabar jika Aurora hamil lagi, dan langsung dua sekaligus.
" Semoga kamu selalu bahagia Aurora ," doa Mama Paulita, dan langsung di aamiinkan oleh Ayah Bogy maupun Linnea.
Tidak lama lagi, semua rencana yang sudah direncanakan oleh Enzo, akan berjalan dengan sempurna, dan semoga saja tidak ada rintangan halangan menghadang di tengah jalan.
__ADS_1
...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...
...***TBC***...