AURORA

AURORA
SEBUAH RENCANA


__ADS_3

Sebelum pergi ke rumah Ayah Pippin, Arny dan Linnea menjemput Ayah Bogy dan Mama Paulita terlebih dahulu di desa.


Ketika sudah sampai di rumahnya, Linnea langsung saja masuk dan memanggil nama ke dua orang tuanya.


" Mama, Ayah ," panggil Linnea.


" Iya, sebentar ," sahut Mama Paulita dari samping rumah.


Ternyata Mama Paulita sedang berada di samping rumah, karena tadi baru saja memanen hasil ladang milik Aurora.


" Eh, kamu Linnea, sama siapa,?? oh Nak Arny ," kata Mama Paulita, dan Arny hanya tersenyum ramah saja menyapa Mama Paulita.


" Ma, ayo cepat ganti baju, ikut dengan Linnea sekarang juga ," kata Linnea.


" Ikut kamu ke mana Linnea?? ," tanya Mama Paulita.


" Ke rumah Arny, katanya Aurora sudah sadar Ma dari komanya ," jawab Linnea.


" Oh iya, benarkah itu Nak Arny?? ," tanya Mama Paulita kepada Arny.


" Benar Nyonya ," jawab Arny sambil tersenyum.


" Nona Aurora sudah sadar dari komanya sejak semalam ," kata Arny lagi.


" Baiklah, Mama akan ikut denganmu, sebentar Mama akan panggilkan Ayah dulu, dia sedang membersihkan kandang dombanya Aurora ," kata Mama Paulita.


" Biar saya saja yang memanggilnya Nyonya, anda silahkan bersiap-siap ," jawab Arny.


" Eh, tidak perlu, biar saya saja Nak, nanti baju kamu bisa bau dan kotor ," kata Mama Paulita.


" Tidak apa-apa Nyonya, percayalah kepadaku ," jawab Arny sambil tersenyum.


" Sudah, tidak apa-apa Ma, kalau bisa sekalian Arny di suruh untuk membersihkan kandang dombanya, pasti dia mau ," kata Linnea ikut menyahut sambil tertawa.


" Kamu ini Linnea ," kata Mama Paulita sambil memukul lengan Linnea.


Sedangkan Arny hanya tertawa pelan saja sambil menggelengkan kepalanya.


Tidak mau banyak berbicara lagi, Arny pun berlalu pergi menuju ke rumah Aurora untuk memanggil Ayah Bogy, dan Mama Paulita langsung bersiap-siap untuk ikut pergi dengan Arny dan Linnea.


Ayah Bogy yang melihat kedatangan Arny ke kandang domba milik Aurora, dia merasa sangat terkejut sekali.


" Tuan Bogy ," sapa Arny.


" Eh Nak Arny, kenapa anda ke sini, di sini bau, nanti pakaian anda bisa kotor ," kata Ayah Bogy.


" Tidak apa-apa, saya ke sini cuma ingin memanggil anda untuk ikut dengan saya ke rumah ," jawab Arny.


" Memangnya ada apa di rumah kamu Nak?? ," tanya Ayah Bogy.


" Aurora sudah sadar Tuan Bogy, dan Nyonya Paulita sedang bersiap-siap sekarang ," jawab Arny.


" Oh ya Tuhan, benarkah itu yang saya dengar?? ," kata Ayah Bogy dengan ekspresi sangat terkejut.


" Benar sekali Tuan ," jawab Arny sambil tersenyum.


" Ayo kalau begitu kita kembali pulang ke rumah dulu, saya juga mau bersiap-siap ," kata Ayah Bogy.


" Iya ayo, baiklah ," jawab Arny.


Mereka berdua lalu berjalan ke luar dari dalam kandang domba milik Aurora, menuju ke rumah pribadi Ayah Bogy yang ada di sebelah rumah.


Sambil berjalan berdampingan, Arny mencoba mengajak berbicara calon mertuanya itu.


" Saya lihat dombanya semakin banyak saja Tuan Bogy?? ," kata Arny.


" Iya, kemarin ada dua domba betina yang baru saja melahirkan, yang satu melahirkan dua anak domba, yang satunya lagi langsung lima anak domba ," jawab Ayah Bogy.


" Jadi total keseluruhan domba yang ada di dalam kandang ada berapa Tuan Bogy?? ," tanya Arny.


" Ada sekitar tujuh belas ekor ," jawab Ayah Bogy.


" Setahu saya Nona Aurora cuma mau memelihara sepuluh ekor saja Tuan Bogy, kenapa ini sudah banyak sekali dan tidak anda jual ," kata Arny.


" Saya belum berani menjualnya Nak, nanti jika sudah sampai di rumah kamu, saya mau meminta ijin kepada Tuan Enzo untuk menjual beberapa domba ," kata Ayah Bogy.


" Bukankah selama ini anda memang sudah sering menjualnya Tuan?? ," tanya Arny.


" Iya, dan ketika akan menjual semua domba-domba itu, saya ijin dulu dengan Nak Dickie, tapi sekarang Nak Dickie sudah meninggal sejak beberapa bulan yang lalu, jadi saya mau meminta ijin dulu kepada Kakak Nak Arny ," jawab Ayah Bogy.


" Nak Arny silahkan duduk dulu, Linnea tolong temani Nak Arny sebentar, Ayah mau bersiap-siap di dalam ," kata Ayah Bogy kepada Arny dan juga Linnea.


Arny yang mendengar jawaban dari Ayah Bogy hanya bisa diam saja, sebab dia tidak menyangka jika Dickie juga masih mau mengurus domba-domba milik Aurora.


Selesai bersiap-siap, Ayah Bogy bersama Mama Paulita langsung ikut bersama Arny dan Linnea ke rumah Ayah Pippin.


Sedangkan di rumah Ayah Pippin sendiri, saat ini Aurora sedang tidur sambil di samping baby Wilson yang tidur di tengah-tengah ranjang.


Untuk Enzo sendiri, dia masih sibuk menelpon Arvon untuk menanyakan persiapan pernikahannya dengan Aurora nanti.


Selesai menelpon Arvon, Enzo ke luar kamar sejenak untuk menemui sang Mama yang sedang asik menonton televisi.


" Ma ," panggil Enzo.


" Ada apa Nak?? ," tanya Mama Azura.

__ADS_1


" Ma, carikan butik yang menjual gaun pernikahan yang bagus Ma ," jawab Enzo sambil duduk di sofa seberang sang Mama.


" Untuk apa kamu mencari gaun pernikahan Enzo?? ," tanya Mama Azura.


" Enzo akan segera menikahi Aurora, Ma ," jawab Enzo.


" Nanti kalau Aurora curiga denganmu bagaimana,? kan kamu sendiri yang sudah mengatakan, jika kamu adalah suaminya ," kata Mama Azura.


" Untuk masalah itu Mama tenang saja, karena pernikahan ini Aurora sendiri yang meminta ," jawab Enzo.


" Baiklah, terserah kamu saja, Mama percaya kamu sudah memikirkannya dengan matang ," kata Mama Azura.


" Dan Mama tahu satu butik yang menjual gaun pernikahan yang bagus Enzo ," kata Mama Azura lagi.


" Tolong antarkan Enzo dan Aurora ke sana Mama ," kata Enzo.


" Ayo, kapan Mama harus mengantarkan kalian berdua?? ," tanya Mama Azura.


" Besok saja Ma, biar hari ini Aurora istirahat dulu, kan dia juga baru saja sadar dari koma ," jawab Enzo.


" Terserah kamu saja ," kata Mama Azura.


" Terus, kamu ko ada di sini, di mana Aurora dan Wilson?? ," tanya Mama Azura lagi.


" Sedang tidur di dalam kamar Enzo, Ma ," jawab Enzo.


" Sudah sana kamu temani Aurora, takutnya dia membutuhkan sesuatu ," kata Mama Azura.


" Baiklah, kalau begitu Enzo kembali ke dalam kamar lagi ya Ma ," jawab Enzo.


Mama Azura hanya mengangguk saja, dan Enzo langsung melangkahkan kakinya masuk lagi ke dalam kamar.


Sesampainya di dalam kamar, Enzo langsung melihat Aurora yang masih tidur dengan posisi yang sama, miring ke kanan menghadap ke arah Wilson.


Hati Enzo menghangat melihat pemandangan yang indah itu, karena sudah sejak lama dia menginginkan melihat Aurora tidur di dalam kamarnya dengan anak mereka.


Enzo lalu ikut merebahkan badannya juga di samping baby Wilson, untuk beristirahat juga dengan nyaman.


Sedangkan Mama Azura tadi, ketika di tinggal pergi oleh Enzo, dia langsung ikut masuk juga ke dalam kamar untuk beristirahat.


Ketika Mama Azura dan Enzo sedang pada beristirahat di dalam kamar mereka masing-masing, datanglah Arny bersama Linnea dan juga Mama Paulita serta Ayah Bogy yang sudah sampai di rumah Ayah Pippin.


Kedatangan mereka semua langsung di sambut ramah oleh para asisten rumah tangga yang bekerja di situ.


" Bi, Kak Enzo ada di mana?? ," tanya Arny kepada salah satu asisten rumah tangganya.


" Ada di dalam kamarnya Tuan Arny, setahu saya, Tuan Enzo daritadi berada di dalam kamar ," jawab dari asisten rumah tangga itu.


Arny hanya mengangguk saja, dan dia menyuruh Linnea, Mama Paulita serta Ayah Bogy untuk menunggu sebentar di ruang keluarga.


Linnea, Ayah Bogy dan Mama Paulita hanya mengangguk saja kepada Arny, dan Arny langsung bergegas naik ke atas tangga rumah untuk menuju ke kamar sang Kakak.


Dan ketika pintu kamar mereka diketuk oleh Arny, Enzo pun langsung meminta ijin kepada Aurora untuk membukakan pintunya.


Aurora hanya mengangguk saja dan membiarkan Enzo untuk melihat siapa yang sedang mengetuk pintu kamar mereka.


" Arny, ada apa mengetuk pintu kamar Kakak?? ," tanya Enzo.


" Kak, di bawah ada Linnea dan ke dua orang tuanya yang ingin melihat Aurora ," jawab Arny.


" Apakah kamu sudah memberitahu kepada mereka untuk berakting di depan Aurora?? ," tanya Enzo.


" Sudah Kak, Kakak tenang saja ," jawab Arny.


" Baiklah, tunggu sebentar, Aurora sedang m3nyu5u1 baby Wilson ," kata Arny.


" Baiklah, kalau begitu Arny kembali turun lagi Kak ," kata Arny, dan Enzo hanya mengangguk saja.


Arny yang sudah berbalik badan dari depan pintu, membuat Enzo langsung menutup kembali pintunya.


" Siapa Daddy?? ," tanya Aurora.


" Arny ," jawab Enzo.


" Ada apa Arny memanggil Daddy?? ," tanya Aurora lagi.


" Katanya ke dua calon mertuanya dan calon istrinya ingin menjenguk Mommy ," jawab Enzo.


" Oh, baiklah, ayo kita ke luar, ini Mommy sudah selesai m3nyu5u1 Wilson ," jawab Aurora.


" Kalau begitu biar Wilson, Daddy saja yang menggendong ," kata Enzo, dan Aurora hanya mengangguk saja.


Aurora dan Enzo yang sedang menggendong baby Wilson, saat ini sedang berjalan ke luar dari dalam kamar untuk menuju ke ruang Keluarga.


Mereka berdua sudah seperti sepasang Keluarga bahagia yang baru saja di karunia seorang putra.


Kedatangan Aurora dan Enzo langsung disambut senang oleh Linnea, Ayah Bogy dan juga Mama Paulita.


" Aurora ," kata Linnea dan Mama Paulita sambil menangis terharu.


" Aurora, sungguh aku sangat senang sekali melihatmu sudah sehat kembali ," kata Linnea.


" Kamu siapa?? ," tanya Aurora kepada Linnea.


" Oh ya lupa, namaku Linnea, kita sering bermain bersama dulu sebelum kamu koma ," jawab Linnea.

__ADS_1


" Maafkan saya, saya tidak mengingatnya sama sekali ," kata Aurora.


" Tidak apa-apa, aku mengerti, dan sekarang aku sudah melihatmu sadar kembali seperti ini, aku sudah sangat senang sekali ," jawab Linnea sambil tersenyum.


" Dan ini Mamaku, Mama Paulita, dan yang itu, Ayahku, Ayah Bogy, kamu dulu juga sering berkunjung ke rumah kami ," kata Linnea memperkenalkan ke dua orang tuanya kepada Aurora.


Mama Paulita serta Ayah Bogy langsung tersenyum senang kepada Aurora yang sedang melihat ke arah mereka.


" Apakah dulu saya berkunjung ke rumah kalian bersama Daddy?? ," tanya Aurora.


Pertanyaan Aurora membuat Linnea, Ayah Bogy dan Mama Paulita menjadi kebingungan sendiri.


Namun untungnya, Enzo bisa langsung cepat tanggap supaya Aurora tidak merasa curiga.


" Oh iya tentu saja sayang, dulu Mommy sering berkunjung ke rumah mereka bersama Daddy, tidak mungkin Daddy membiarkan Mommy pergi sendirian ," jawab Enzo.


" Oh, eh iya Aurora, dulu kamu berkunjungnya bersama Tuan Enzo ," kata Linnea juga, dan Aurora hanya ber oh ria saja.


" Tuan Enzo, bolehkah saya menggendong baby Wilson?? ," tanya Mama Paulita.


" Boleh, ini silahkan ," kata Enzo.


Mama Paulita langsung mengambil baby Wilson dari gendongannya Enzo, dan dia begitu sangat senang sekali, serta sudah menganggap baby Wilson sebagai cucunya sendiri.


Di saat Mama Paulita, Linnea dan juga Aurora sedang sibuk dengan baby Wilson, Ayah Bogy pun mencoba mengajak berbicara berdua saja bersama Enzo.


" Tuan Enzo, bisakah saya berbicara berdua saja dengan anda sekarang?? ," tanya Ayah Bogy.


" Boleh, tunggu sebentar ," jawab Enzo, dan Ayah Bogy hanya mengangguk saja.


" Arny, Kakak tinggal sebentar, kamu tolong jaga Aurora dan Wilson selama Kakak berbicara dengan Tuan Bogy ," pesan Enzo kepada Arny.


" Baik Kak ," jawab Arny.


" Aurora, sama mereka sebentar ya ," kata Enzo, dan Aurora hanya mengangguk dan juga tersenyum saja.


Setelahnya, Enzo langsung mengajak Ayah Bogy masuk ke dalam ruang kerjanya untuk membicarakan hal yang ingin Ayah Bogy bicarakan.


" Apa yang ingin anda bicarakan kepada saya?? ," tanya Enzo ketika sudah masuk ke dalam ruang kerjanya.


" Tuan Enzo, dulu Tuan Dickie pernah berkata kepada saya, jika ladang dan doma milik Aurora harus saya yang mengolah, dan merawat, serta dia memberikan saya upah yang tidak pernah saya minta sama sekali ," kata Ayah Bogy.


" Sekarang Tuan Dickie sudah meninggal, domba milik Aurora sudah beranak lagi, serta ladang miliknya juga semakin subur, tapi saya tidak berani menjual hasilnya sebelum mendapatkan ijin dari anda Tuan, semuanya masih saya simpan dan dombanya pun juga masih berada di dalam kandang ," kata Ayah Bogy lagi.


Enzo benar-benar sangat serius sekali mendengarkan cerita dari Ayah Bogy, setelah Ayah Bogy selesai berbicara, barulah Enzo menjawabnya.


" Apakah di belakang rumah Aurora masih ada lahan kosong Tuan Bogy?? ," tanya Enzo.


" Masih Tuan, tapi itu milik orang lain ," jawab Ayah Bogy.


" Baik, nanti jika tanah itu sudah menjadi milik saya, saya ingin anda mengembangkan peternakan domba milik Aurora ," kata Enzo.


" Maksudnya bagaimana Tuan Enzo, maaf saya kurang mengerti ," kata Ayah Bogy.


" Saya akan membuat peternakan domba di tanah itu, dan saya menunjuk anda yang mengolahnya ," jawab Enzo.


" Jadi anda bisa tinggalkan pekerjaan anda dari sekarang, untuk bekerja kepada saya ," kata Enzo lagi.


" Bukankah rumah anda bersebelahan dengan rumah Aurora?? ," tanya Enzo.


" Benar Tuan ," jawab Ayah Bogy.


" Jadi itu lebih bagus, anda akan dengan mudah setiap saat memantau domba-domba milik Aurora ," kata Enzo.


" Untuk susu dan kulitnya saya mempunyai banyak kenalan yang bisa menampungnya, nanti akan saya ajari anda untuk mengolah peternakan itu, bagaimana Tuan Bogy,? apakah anda tertarik?? ," tanya Enzo.


" Saya mau Tuan Enzo, saya mau sekali ," jawab Ayah Bogy dengan sangat semangat sekali.


" Baiklah, biar semuanya nanti sekretaris saya yang mengurus, sementara ini, biarkan saja domba itu beranak pinak terlebih dahulu di dalam kandangnya sekarang ," jawab Enzo.


" Dan untuk hasil ladang itu, untuk anda saja, untuk memenuhi kebutuhan anda sehari-hari ," kata Enzo lagi.


" Terimakasih Tuan, terimakasih banyak ," jawab Ayah Bogy sambil tersenyum senang.


" Jika ada waktu luang, rencananya saya ingin melihat langsung rumah Aurora dan lahan yang ada di sekitarnya, karena saya ingin menggusur rumah Aurora untuk saya jadikan peternakan juga ," kata Enzo.


" Emm, saran saya, lebih baik rumah Aurora jangan anda gusur Tuan ," saran dari Ayah Bogy.


" Memangnya kenapa?? ," tanya Enzo.


" Itu rumah peninggalan dari Mamanya Aurora, yaitu Nyonya Dama, saran saya lebih baik anda renovasi saja dan perbaiki supaya terlihat lebih baik lagi ," jawab Ayah Bogy.


" Setidaknya, dengan rumah itu, Aurora mempunyai kenang-kenangan dari Mamanya ," kata Ayah Bogy lagi.


" Boleh juga usul anda Tuan Bogy ," kata Enzo.


" Baiklah, nanti anda akan saya tunjuk untuk menemani saya mensurvei di sana ," kata Enzo lagi.


" Dengan senang hati saya akan menemani anda Tuan Enzo ," jawab Ayah Bogy.


" Kalau begitu, mari kita kembali ke luar lagi dan bergabung dengan mereka Tuan Bogy ," kata Enzo.


" Mari Tuan ," jawab Ayah Bogy.


Dan akhirnya, Ayah Bogy bersama Enzo berjalan ke luar dari dalam ruang kerja Enzo menuju ke ruang Keluarga lagi untuk bergabung dengan yang lainnya, yang ternyata di situ sudah ada Mama Azura yang ikut bergabung dengan mereka.

__ADS_1


...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...


...***TBC***...


__ADS_2