
Jika di sisi lain, Enzo sedang menyelidiki Kimberly, Kimberly nya sendiri malah sedang perjalanan menuju ke rumah Dickie dan Aurora yang ada di luar kota.
Setelah menempuh perjalanan yang sangat menguras waktu dan juga tenaga, akhirnya Kimberly sampai juga di kota tempat tinggal Dickie dan Aurora.
Karena berhubung waktu masih menunjukkan pukul dini hari dan itu artinya waktunya orang masih tidur, Kimberly pun memutuskan untuk menginap terlebih dahulu di salah satu hotel, sebelum mendatangi rumah Dickie.
Keesokan harinya di rumah Ayah Pippin, karena kita berpindah ke rumah Ayah Pippin lagi.
Enzo yang sudah selesai sarapan, langsung saja berpamitan berangkat bekerja kepada Aurora.
Enzo seperti sedang terburu-buru, bahkan dia sampai tidak sempat bercanda sebentar dengan baby Wilson seperti biasanya.
Di dalam mobil, Enzo terus memikirkan cara, bagaimana caranya menemui Kimberly, atau menghentikan Kimberly.
Sebab Enzo sudah sangat hafal sekali sifat orang seperti Kimberly. Karena ketika bertemu di mall kemarin, Aurora tidak mengenali Kimberly. Dan tebakannya Enzo benar adanya, tidak meleset sedikitpun.
Sesampainya di dalam Perusahaannya, Enzo langsung menuju ke ruang kerjanya sendiri yang ada di lantai paling tinggi gedung tersebut.
Arvon yang melihat sang majikan sudah datang, dia lalu segera ikut masuk ke ruang kerjanya untuk memberikan laporannya semalam.
Enzo menyuruh Arvon untuk ke luar sebentar, karena dia ingin membacanya sendiri berkas-berkas tentang Kimberly.
Ketika Enzo sedang sibuk membaca berkas infomasi tentang Kimberly, tiba-tiba saja pintu ruang kerjanya terbuka dari luar, dan yang berani membuka pintunya tanpa mengetuknya terlebih dahulu, jika bukan sang Ayah, Arny atau Martin, namun kali ini yang datang adalah martin.
" Ada apa kamu menggangguku Martin?? ," tanya Enzo.
" Tidak apa-apa, kebetulan aku lewat di depan kantor kamu, jadi aku putuskan untuk mampir saja ," jawab Martin sambil langsung duduk di kursi depan meja kerjanya Enzo.
Cling...... seperti ada bintang berterbangan di atas kepala Enzo, ketika melihat Martin datang menemuinya.
" Kenapa kamu tersenyum sendiri kepadaku?? ," tanya Martin.
" Jangan katakan, jika kamu selama ini menyukaiku!! ," kata Martin lagi, dan Enzo reflek langsung melempar bolpoinnya kepada Martin.
Martin pun juga reflek langsung menangkap bolpoin tersebut, supaya tidak sampai terjatuh ke lantai.
" Jangan sembarangan saja kalau berbicara Martin!! ," kata Enzo.
" Lantas, apa yang membuatmu tersenyum sendiri begitu? ," kata Martin.
" Aku ingin kamu membantuku ," kata Enzo.
" Kalau aku tidak mau?? ," kata Martin sambil memainkan bola dunia yang ada di atas meja.
__ADS_1
" Ayolah, aku rasa pekerjaan ini cocok untuk kamu ," kata Enzo.
" Berani membayar ku berapa kamu?? ," tantang Martin.
" Sebanyak yang kamu mau ," jawab enteng dari Enzo.
" Ok deal ," jawab Martin.
" Lalu kamu mau minta tolong apa kepadaku?? ," tanya Martin.
" Ini bacalah ," kata Enzo sambil menyerahkan berkas informasi tentang Kimberly.
Martin sangat serius sekali membaca berkas informasi tersebut, hingga setiap huruf seperti tidak terlewatkan nya sama sekali.
" Ini maksudnya apa Enzo?? ," tanya Martin.
" Aku ingin kamu menyingkirkan wanita itu ," jawab Enzo.
" Hah,!! kamu gila Enzo!! ," kata Martin.
" Aku bukan orang sepertimu, yang mudah menghabisi nyawa orang lain dengan mudah!! ," kata Martin lagi sedikit emosi.
" Hei, tunggu dulu Martin ," kata Enzo dengan tenang.
" Aku ingin kamu menyingkirkan wanita itu, terserah kamu, mau kamu bunuh, mau kamu suruh pergi dari planet ini, terserah saja, yang penting dia menjauh dari kehidupanku dan Aurora ," kata Enzo kepada Martin.
" Ok, aku mau,!! terserah aku kan,? mau aku apakan wanita itu?? ," kata Martin dan Enzo langsung mengangguk.
" Baiklah, demi uang dari kamu, kapan lagi bisa m3m3r45 Enzo Diedrich ," kata Martin lagi.
" Aku harap kamu bisa melaksanakan tugas dengan baik, karena aku tidak mau mengeluarkan uang sepeserpun jika kamu gagal dalam tugasmu, Martin ," kata Enzo.
" Ok siap, kamu bisa mengandalkan ku ," jawab Martin dan Enzo cuma mengangguk saja.
Martin pun setelahnya, lalu berpamitan pergi kepada Enzo, dan dia langsung menyuruh anak buahnya untuk menyelidiki semua tentang Kimberly.
Kimberly nya sendiri saat ini sedang bersiap-siap di dalam kamar hotelnya, untuk menuju ke rumah Dickie dan Aurora yang dulu.
Setelah siap, dia langsung segera ke luar dari dalam kamar hotel tempatnya menginap semalam.
Di dalam perjalanan menuju ke rumah Dickie dan Aurora, Kimberly terus mencoba menghubungi nomor ponselnya Dickie, tapi tetap saja tidak bisa terhubung sama sekali.
" Aku sedikit lupa dengan jalan yang harus aku lalui ," kata Kimberly.
__ADS_1
" Banyak yang berubah di sini, setelah aku tinggal pergi ke luar Negeri untuk beberapa bulan saja ," kata Kimberly lagi.
Setelah melewati jalan antara ingat dan tak ingat, akhirnya Kimberly sampai juga di depan sebuah pagar rumah yang sudah kusam.
Kimberly yang sudah memarkirkan mobilnya langsung saja ke luar untuk memencet bel pagar rumahnya.
Dari depan saja, pagar tersebut sudah terlihat tidak terawat dan juga banyak ditumbuhi pohon yang merambat.
" Ko rumahnya sepi sekali ya?? ," kata Kimberly.
Mencoba mengintip ke dalam melalui celah pagar pintu gerbang, Kimberly melihat jika teras depan rumah, sudah sangat kotor sekali.
Banyak dedaunan yang berserakan di situ, serta banyak debu dan juga rumah laba-laba bersarang di mana-mana.
" Sepertinya rumahnya sudah lama tidak ditempati ," kata Kimberly lagi.
" Dickie,!! Aurora!! ," teriak Kimberly.
Kebetulan ada seseorang yang sedang berjalan kaki lewat depan rumah Dickie dan Aurora. Dan orang tersebut yang mendengar Kimberly memanggil nama Dickie dan Aurora pun tergerak hatinya ingin bertanya kepada Kimberly.
" Maaf, permisi Nona ," sapa orang tersebut.
Kimberly pun lalu mengalihkan pandangannya ke arah orang tersebut.
" Eh, iya, ada apa ya?? ," tanya Kimberly.
" Apakah Nona mencari Nyonya Aurora dan Tuan Dickie?? ," tanya orang tersebut.
" Iya, dan kalau boleh tahu, anda siapa ya Nyonya?? ," tanya Kimberly.
" Kebetulan dulu saya pernah bekerja dengan mereka, dan sekarang saya mau bekerja di rumah yang ada di ujung sana Nona ," jawab orang tersebut.
" Jika anda pernah bekerja dengan Aurora dan Dickie, pasti anda tahu dong, ke mana mereka pergi ," kata kimberly.
" Dulu, ada laki-laki tampan dan sangat kaya datang ke sini Nona, dia langsung mengangkut semua brang-barang Nyonya Aurora dan Tuan Dickie, dan laki-laki tampan itu mengatakan jika Nyonya Aurora dan Tuan Dickie akan pindah dan tinggal bersamanya ," jawab wanita tersebut.
" Apakah anda mengenal, siapakah orang yang berkata seperti itu kepada anda?? ," tanya Kimberly.
" Itu lho Nona, orang terkaya di Negara ini?? ," jawab wanita itu.
Mendengar jawaban dari wanita itu, Kimberly langsung saja browsing fotonya Enzo di internet, dan ketika sudah menemukannya, dia langsung saja menunjukkannya kepada wanita setengah umur itu.
...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...
__ADS_1
...***TBC***...