
Aurora masuk ke dalam rumah dengan sangat santai sekali, seperti tidak baru saja menyuruh aneh-aneh kepada para anak buah.
Ketika akan masuk ke dalam lift, Aurora tidak sengaja berpapasan dengan Enzo yang baru saja ke luar dari dalam lift, sambil menggendong baby Wilson.
" Mommy ," kata Enzo.
" Eh Daddy, mau ke mana?? ",, tanya Aurora.
" Daddy sedang mencari Mommy, ini Wilson haus, mau n3n3n ," jawab Enzo sambil menyerahkan baby Wilson.
" Mommy sendiri dari mana?? ," tanya Enzo.
" Tuh dari ladang samping rumah ," jawab Aurora.
" Untuk apa Mommy ke sana?? ," tanya Enzo.
" Menyuruh anak buah Daddy membuatkan parit untuk ladang itu, lalu Mommy suruh mengisi paritnya dengan ikan koi ," jawab Aurora seperti tanpa dosa sama sekali.
" Hah?? ," kata Enzo dengan ekspresi terkejut.
" Iya sayang, sebentar lagi aku akan ke sana?? ," perkataan Enzo terintrupsi dengan suara Arny yang sedang menelpon dan ingin masuk ke dalam lift.
Pandangan mata Enzo dan Aurora teralihkan ke arah Arny untuk sejenak.
" Mau pergi ke mana kamu Arny?? ",, tanya Enzo kepada Arny.
" Mau bertemu dengan Linnea, katanya ada barang yang belum dia ambil di butik ," jawab Arny.
" Mama kan sudah menyuruhmu untuk berada di rumah saja, jadi ya jangan pergi-pergi dari rumah ," kata Aurora ikut berbicara.
" Tapi kan Kak, Linnea sedang membutuhkan bantuanku??," kata Arny.
" Kamu punya banyak anak buah, apa gunanya mereka jika bukan untuk kamu suruh ," kata Enzo.
" Iya, lagi pula besok kalian akan menikah, jadi jangan sering-sering bertemu nanti tidak nikmat rasanya ," kata Aurora.
" Tapi kan dulu Kak Enzo dan Kak Aurora bertemu terus sebelum menikah, kenapa sekarang aku tidak boleh bertemu dengan Linnea?? ," kata Arny keceplosan bertanya, dan dia langsung saja mendapatkan pelototan mata dari Enzo.
" Maksudnya bagaimana?? ," tanya Aurora dan secara bersamaan juga, tiba-tiba baby Wilson menangis.
" Eh tidak apa-apa Kak, itu si Wilson menangis, sudah tenangkan dulu ya ," jawab Arny.
" Aku mau masuk ke dalam kamar dulu ," kata Arny lagi.
Arny langsung saja berlalu pergi dari hadapan Enzo dan Aurora, dengan segera masuk ke dalam lift, sebelum dia di marahi oleh sang Kakak.
" Tadi maksud Arny apa Daddy?? ," tanya Aurora.
__ADS_1
" Tidak apa-apa, dia kan memang begitu orangnya, sudah yuk itu kasihan Wilson sudah kehausan ," jawab Enzo.
" Lho kita mau ke mana Daddy?? ," tanya Aurora.
" Ya kembali masuk ke dalam kamar lagi dong ," jawab Enzo.
" Tidak mau, Mommy mau melihat para anak buah Daddy yang sedang membuat parit ," jawab Aurora.
" Emm, begini saja, biar Daddy saja yang melihat mereka, Mommy masuk saja ke dalam kamar, itu tenangkan Wilson lalu mandikan dia ," kata Enzo.
" Ok baiklah, tapi nanti setelah Mommy selesai mengurus Wilson, awas saja jika paritnya belum jadi ," kata Aurora.
" Iya, Mommy tenang saja ," jawab Enzo.
Aurora pun lalu masuk ke dalam lift untuk kembali masuk ke dalam kamarnya bersama baby Wilson, sedangkan Enzo langsung berlalu ke arah ladang samping rumah sang Ayah.
Ketika sedang berjalan ke arah ladang, Enzo tidak sengaja berpapasan dengan Ayah Pippin.
" Mau ke mana Enzo?? ," tanya Ayah Pippin.
" Mau lihat ladang Ayah, karena Aurora menyuruh membuat parit di sekitar ladang, aneh-aneh saja permintaannya ," jawab Enzo.
Ayah Pippin yang mendengar, langsung saja tertawa terbahak-bahak.
" Lama-kelamaan rumah Ayah sudah seperti pedesaan ," kata Ayah Pippin.
" Boleh juga tuh idenya Yah ," jawab Enzo sambil menunjukkan ibu jarinya,
Dan jawaban dari Enzo langsung membungkam suara tawa dari Ayah Pippin, malah sekarang gantian Enzo yang tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi dari sang Ayah.
Enzo langsung saja berlalu pergi meninggalkan sang Ayah yang seperti tidak rela jika rumahnya akan dibuat seperti hutan, dan karena gemas melihat Enzo malah tertawa seperti itu kepadanya, Ayah Pippin reflek melepas sandal rumahannya, lalu dia lemparkan ke arah Enzo, dan pas kena ke punggung Enzo.
" Ayaaaaaaaahhh!! ," teriak Enzo, dan Ayah Pippin malah tertawa mengejek saja.
" Huuuuuhh ...... ," Enzo menghela nafasnya.
" Sepertinya penghuni rumah ini, hari ini pada gila semua ," kata Enzo lagi.
Enzo lalu melanjutkan lagi langkah kakinya untuk menuju ke ladang pribadi miliknya.
Walau ladang itu menghasilkan, tapi tidak untuk Enzo jual, melainkan untuk dia konsumsi sendiri.
Ketika para anak buah melihat kedatangan Enzo, mereka semua langsung saja menghentikan kegiatan mereka yang sedang menggali tanah.
" Tu-tuan Enzo ," kata para anak buah merasa sangat ketakutan sekali.
" I-ini bu-bukan keinginan ka-kami Tuan, maafkan kami ," kata anak buah lagi kepada Enzo.
__ADS_1
" Iya saya tahu, teruskanlah, supaya istri saya tidak marah kepada saya ," jawab Enzo.
Perasaan para anak buah langsung merasa lega mendengar jawaban dari Enzo, dan mereka semua langsung saja melanjutkan lagi pekerjaan mereka.
Sekarang para anak buah tidak sungkan lagi jika dia membutuhkan sesuatu dan langsung bilang kepada Enzo, seperti membutuhkan semen, pasir dan lain-lainnya untuk menunjang membuat parit buatan mereka.
Seperti tidak perhitungan, Enzo langsung mengeluarkan salah satu ATM miliknya, untuk dia serahkan kepada anak buahnya, supaya mereka bisa membelanjakan apa saja yang mereka butuhkan.
Aurora sendiri mengintip Enzo dari atas balkon kamar, dan dia tersenyum senang, ketika melihat Enzo seperti sedang mengatur para anak buah yang sedang bekerja.
Mama Azura yang tidak sengaja melihat Enzo sedang sibuk sendiri dengan para anak buah di ladang miliknya, dia pun reflek bertanya kepada Ayah Pippin, yang sedang sibuk mengambil sandalnya tadi, yang sengaja di lemparkan oleh Enzo ke atas pohon.
" Ayah, Enzo itu sedang apa?? ," tanya Mama Azura.
" Sedang membuat sungai sama air terjun ," jawab Ayah Pippin sekenanya saja.
" Hah,? air terjun?? ," kata Mama Azura.
" Iya, dan dia akan menyulap sebelah rumah kita seperti hutan buatan ," kata Ayah Pippin lagi.
" Hah?? ," kata Mama Azura lagi.
" Mama ini daritadi cuma hah-hah-hah saja, kepedasan?? ," kata Ayah Pippin.
" Lalu Ayah sendiri sedang apa,? ko menyuruh anak buah naik ke atas pohon seperti itu?? ," tanya Mama Azura.
" Tuh lihat, kelakuan anak kesayangan Mama itu, sandal Ayah di lempar ke atas pohon ," jawab Ayah Pippin sambil menampilkan ekspresi sebalnya.
Mama Azura langsung saja tertawa mendengar jawaban dari sang suami.
" Ayah sama Enzo itu sudah sama-sama tua, masih saja bertengkar sepeti anak kecil, apa tidak malu tuh sama Wilson?? ," kata Mama Azura.
" Lebih malu lagi jika melihat kelakuan anak Mama yang satu itu??," jawab Ayah Pippin sambil menunjuk Arny yang memakai kemeja dan jas, tapi lupa pakai celana panjang.
" Astaga Arnyyyyyyyyyyyyy!!! ," teriak dari Mama Azura menggelegar di dalam rumah.
" Mama, kenapa teriak-teriak,?? berisik tahu!! ," kata Arny.
" Lihat bagaimana cara kamu berpakaian?? ," jawab Mama Azura.
Arny langsung saja menunduk untuk melihat bagaimana cara dia berpakaian sekarang, dan ketika sudah melihat jika dia memakai celana kolor tapi malah memakai kemeja dan jas, dia langsung merasa sangat malu sekali.
Tanpa banyak berbicara, Arny langsung saja bergegas masuk kembali ke dalam kamarnya, meninggalkan semua orang yang melihatnya tadi dan sedang menahan tawa karenanya.
" Astaga, hari ini semua penghuni rumah ini sepertinya sedang salah minum obat ," kata Mama Azura sambil menggelengkan kepalanya.
...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...
__ADS_1
...***TBC***...