
Arny yang tidak terima, langsung berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Max untuk dia beri bogem mentah lagi.
Sebelum Arny memukul Max, sudah dicegah terlebih dahulu oleh Enzo maupun Ayah Pippin.
" Stop Arny!! ," kata Enzo dan Ayah Pippin.
" Kita dengarkan dulu apa maksud dari perkataan Max ," kata Enzo lagi.
Walau terpaksa, akhirnya Arny menurut juga ketika disuruh duduk kembali ke tempat duduknya semula.
" Bisa jelaskan kepada kami Tuan Max, kenapa anda bisa cemburu begitu?? ," tanya Enzo masih mode kalem.
" Saya sudah mengenal Linnea sejak dulu Tuan Enzo, ketika dia sering bermain dengan Aurora dan selalu menghiburku di saat saya sedang bersedih karena sikap Mama yang lebih mementingkan Jeanne, adik tiri saya ," cerita Max dengan mata yang lurus ke depan, seperti menerawang masa lalu.
" Pada waktu itu saya tidak ada perasaan sama sekali untuk Linnea, hanya saja dengan seiring berjalannya waktu kita bersama dan Linnea selalu ada untukku, perasaan itu datang tanpa saya sadari ," cerita Max lagi.
" Saya mencoba mengutarakan perasaan saya kepadanya, tapi selalu di tolak oleh Linnea, alasannya karena Mama ," kata Max.
" Saya sudah berusaha mati-matian supaya bisa di anggap pantas untuk Linnea, tapi Linnea masih tetap tidak mau menerima saya, hingga akhirnya hati saya terluka dan tertutup karena sikapnya ," lanjut lagi perkataannya Max.
" Semakin hari Linnea semakin menjauhi saya, hingga akhirnya kita berpisah dan tidak bertemu lagi untuk beberapa tahun lamanya ," kata Max.
Arny, Enzo, dan Ayah Pippin, masih serius mendengarkan cerita dari Max.
" Pertemuan dengan Linnea tadi, membuatku terkejut sekaligus membuka perasaan yang dulu pernah saya pendam, dan semakin sakit saja ketika tahu jika Linnea sudah bertunangan dengan Tuan Arny ," cerita Max.
" Lalu apa yang tadi ingin kamu lakukan kepada Linnea, Max??!! ," kata Arny.
" Jika Linnea dulu pernah menjadi wanita spesial di hati anda, kenapa anda memperlakukannya sangat kasar seperti tadi Tuan Max!! ," kata Arny lagi.
" Iya saya tahu, saya salah Tuan Arny ," jawab Max sambil menunduk.
" Saya termakan emosi saya sendiri, hingga tanpa sadar sampai menyakiti Linnea ," kata Max lagi, dan wajah Max terlihat ada guratan penyesalan.
" Saya tidak mau lagi melihat wajah anda di sekitar saya!! ," kata Arny.
" Sebelum saya bertindak, pergilah dari hadapan saya dan Linnea sejauh mungkin!! ," kata Arny lagi.
" Cepat pergi!! ," kata Arny sedikit berteriak kepada Max sambil menunjuk arah pintu.
" Baiklah, saya akan pergi dari kehidupan anda dan Linnea, dan saya mohon jaga Linnea dengan baik Tuan Arny, jangan anda mengulangi kesalahan saya yang sudah melukainya ," kata Max.
" Tanpa anda suruh saya pasti akan melakukannya!! ," jawab Arny.
__ADS_1
Setelah berkata seperti itu, Max pun beranjak berdiri dari duduknya, dan sekilas menatap ke arah Linnea yang masih belum sadarkan diri.
Baru saja Max pergi, masuklah Ayah Bogy dan Mama Paulita ke dalam ruang perawatan Linnea.
" Linneaaaa ," kata Mama Paulita langsung berjalan mendekat ke arah brankar.
Sedangkan Ayah Bogy langsung menyapa Arny, Enzo dan juga Ayah Pippin.
" Nak Arny, apa yang sebenarnya terjadi, kenapa Linnea bisa sampai seperti ini?? ," tanya Mama Paulita.
" Linnea terjatuh dari tangga Nyonya, dia tidak sengaja kesandung kakinya sendiri ," jawab berbohong dari Arny.
" Tapi anda tenang saja, karena Linnea tidak mengalami luka yang serius, cuma memar dan cedera ringan ," kata Arny lagi.
Walau tahu Arny sedang berbohong, baik Enzo dan Ayah Pippin tidak mempedulikannya, sebab pikir Enzo dan Ayah Pippin itu urusan Arny, mereka tidak mau ikut campur.
" Sepertinya Kakak dan Ayah harus pamit pulang dulu Arny, karena kamu sudah ada yang menemani di sini ," kata Enzo kepada Arny.
" Baik Kak, terimakasih atas bantuannya ," jawab Arny.
" Jaga Linnea, nanti Ayah akan ke sini lagi sama Mama ," kata Ayah pippin juga.
" Iya Ayah, hati-hati di jalan ," jawab Arny.
Di dalam perjalanan, Enzo mencoba mengajak berbicara sang Ayah, karena mereka saat ini berada di dalam mobil yang sama dengan Enzo yang mengendarainya sendiri.
" Ayah, jika Enzo dan Aurora sudah menikah, Enzo akan tinggal di rumah Enzo sendiri ," kata Enzo.
" Memangnya rumah kamu apa sudah sepenuhnya jadi,? jika belum, tinggallah di rumah supaya debunya tidak membahayakan Wilson ," jawab Ayah Pippin.
" Sudah jadi seratus persen Ayah, tinggal menempati saja ," jawab Enzo.
" Baiklah, terserah kamu saja ," jawab Ayah Pippin.
" Lalu kamu sama Aurora kapan akan menikah?? ," tanya Ayah Pippin.
" Secepatnya, besok Enzo, Aurora sama Mama, mau pergi ke butik dulu untuk membeli gaun pengantin, dan mungkin sekitar tiga hari kemudian, kita akan melangsungkan pernikahan di Gereja ," jawab Enzo.
" Apakah Aurora tidak merasa curiga kepadamu Enzo?? ," tanya Ayah Pippin lagi.
" Awalnya dia merasa curiga, tapi ketika Enzo jelaskan, dia mengerti ," jawab Enzo.
" Semoga kamu berbahagia sama dia, Nak, dan semoga Aurora tidak akan membencimu jika dia sadar dari amnesianya ," doa tulus dari Ayah Pippin, dan doa tersebut langsung saja diaamiinkan oleh Enzo.
__ADS_1
Tidak terasa karena berkendara sambil berbincang, mobil yang Enzo kendarai sampai juga di rumah mewah Ayah Pippin.
Enzo tentu saja langsung masuk ke dalam kamarnya untuk melihat Aurora dan Wilson.
Ketika Enzo masuk ke dalam kamarnya, dia langsung melihat Aurora yang sedang mencoba memandikan baby Wilson dibantu oleh Mama Azura.
" Kamu sudah pulang Nak?? ," tanya Mama Azura yang melihat Enzo masuk ke dalam kamar.
" Iya, sama Ayah juga tadi Ma ," jawab Enzo.
" Daddy, ternyata memandikan Wilson rasanya sangat menyenangkan sekali ," kata Aurora, dan wajah Aurora terlihat sangat senang sekali.
" Kalau begitu nanti kita berdua saja yang memandikan Wilson, Mommy ," jawab Enzo, dan Aurora hanya mengangguk saja.
Selesai mandi, Mama Azura lalu mengajari Aurora cara merawat dan memakaikan baju kepada Wilson.
Aurora sangat memperhatikan sekali bagaimana Mama Azura sedang merawat baby Wilson, dan Aurora ternyata cepat tanggap dengan pembelajaran singkat dari Mama Azura tadi.
Sekarang baby Wilson sudah harum dan juga sudah tampan, karena baru saja selesai mandi.
" Tugas Mama sudah selesai, sekarang gantian Mama yang mau mandi dulu ," kata Mama Azura.
" Terimakasih Mama ," kata Aurora.
" Sama-sama ," jawab Mama Azura sambil tersenyum.
Mama Azura langsung berlalu ke luar dari dalam kamar Enzo dan Aurora, untuk mandi di dalam kamar mandinya sendiri.
Tinggallah berdua saja Enzo dan Aurora yang saat ini sedang m3nyu5u1 baby Wilson.
" Daddy mandi, lalu ganti baju yang rapi dan bersih ," kata Aurora.
" Kenapa memangnya,? tadi kan Daddy sudah mandi Mommy?? ," tanya Enzo.
" Daddy kan baru saja pergi, apalagi baru pulang dari rumah sakit, apa Daddy mau, Wilson nanti sakit karena terkena baju kotor yang dipakai oleh Daddy?? ," kata Aurora.
" Ok baiklah Mommyku sayang ," kata Enzo sambil menjawil dagu Aurora.
Aurora hanya tersenyum saja dan Enzo langsung segera ganti baju seperti yang Aurora inginkan jika dia ingin menggendong Wilson.
Perhatian kecil dari Aurora, namun begitu berarti menurut Enzo, dan Enzo sangat menyukainya.
...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...
__ADS_1
...***TBC***...