AURORA

AURORA
KERAS KEPALANYA AURORA


__ADS_3

Linnea yang sudah melewati lorong dan ke luar masuk lift, akhirnya dia sampai juga di ruang perawatan Aurora.


Linnea langsung saja masuk ke dalam, tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu.


Pandangan Ayah Bogy, Mama Paulita dan juga Aurora yang sedang saling berbincang, langsung teralihkan ke arah Linnea yang baru saja datang.


" Linnea ," kata Aurora.


" Aurora, bagaimana keadaan kamu sekarang?? ," tanya Linnea.


" Perutku sudah lebih baik, dan keadaanku tidak seburuk tadi ," jawab Aurora.


" Syukurlah, aku turut senang mendengarnya ," kata Linnea sambil duduk di pinggir ranjang.


" Emm, tentang Tuan Enzo ," kata Linnea.


" Aku sudah tahu Linnea, jangan kamu beritahu lagi kepadaku ," kata Aurora.


" Buka matamu Aurora, kasihan dia, cintanya sungguh besar dan tulus hanya untukmu, kenapa kamu sia-siakan karena kesalahan yang tidak sengaja dia perbuat ," nasihat Linnea untuk Aurora.


" Nasihatilah dia, Linnea, Ayah dan Mama, sudah tidak tahu lagi bagaimana mengatakan kepada Aurora, tentang Tuan Enzo ," kata Ayah Bogy.


" Kenapa kalian semua seperti membelanya dan menyudutkanku?? ," tanya Aurora.


" Kita bukan membelanya Aurora ," jawab Linnea.


" Apa karena Tuan Enzo, sudah memberikan kehidupan yang layak untuk kalian, jadinya kalian lebih memihak untuknya daripada denganku?? ," kata Aurora lagi.


" Kamu salah besar Aurora, bukan seperti itu yang kamu tahu ," jawab Linnea.


" Lalu seperti apa yang harus aku tahu Linnea, jelaskan!! ," kata Aurora.


" Aku tahu, kamu keras kepala, tapi tidak aku sangka, keras kepalamu itu sungguh membuatku berpikir buruk tentangmu ," kata Linnea.


" Kamu sekarang terlihat bodoh di mataku, dan menurutku, kamu itu memang sudah bodoh sejak dulu, hanya karena rasa trauma yang kamu alami ," kata Linnea lagi.


" Sadarlah Aurora, ada banyak cinta yang akan Tuan Enzo berikan kepadamu, kenapa sikapmu malah seperti ini kepadanya?? ," kata Linnea.


" Karena aku tidak mencintainya, Linnea ," jawab Aurora.


" Aku tidak percaya jika kamu tidak mencintainya, sedangkan ketika kamu amnesia kemarin, selalu kata cinta yang kamu ucapkan kepadanya ," kata Linnea.


" Karena pada waktu itu, aku sedang tidak sadar!! ," bantah Aurora.

__ADS_1


" Huh,!! sungguh penyangkalanmu saat inilah yang sudah membuktikan, jika kamu juga mencintainya, Aurora ," kata Linnea.


" Katakan kepada hati kecilmu, apakah kamu benar-benar tidak mencintai?? ," tanya Linnea.


" Tanyakan kepada hatimu, apakah saat ini siap, jika mendengar kabar kalau Tuan Enzo akan meninggal?? ," tanya Linnea lagi.


Perasaan Aurora sangat tidak karuan sekali, ketika mendengar jika Enzo akan segera meninggal.


Sadarlah Aurora, jika kamu juga mencintainya, sebelum penyesalan datang, seperti kata semua orang kepadamu.


" Kenapa kamu diam saja Aurora?? ," tanya Linnea.


" Tuan Enzo saat ini sedang di 0p3r451, karena lukanya sangat parah sekali, dan bahkan dia belum sadarkan diri sejak tadi, karena kecelakaan itu ," kata Linnea.


" Ya Tuhan ," kata Mama Paulita merasa sangat terkejut.


Linnea tiba-tiba membuka ponselnya dan membuka youtube untuk memperlihatkan berita tentang kecelakaannya Enzo.


" Ini, lihatlah sendiri ," kata Linnea menyerahkan ponselnya kepada Aurora.


" Cuma karena kamu dan Wilson, dia sampai rela kecelakaan begitu ," kata Linnea lagi.


Mata Aurora berkaca-kaca melihat betapa parahnya kecelakaan yang dialami oleh Enzo.


" Jika kamu sampai mau berpisah dengan Tuan Enzo, sungguh aku menyesal pernah mengenalmu sebagai sahabatku, Aurora ," kata Linnea sambil mengambil ponselnya.


" Seharusnya yang ada di sini menemanimu adalah Ayah kamu, Tuan Ebert ," kata Linnea lagi dan lagi.


Sedangkan Aurora, Ayah Bogy dan juga Mama Paulita, hanya diam saja daritadi mendengarkan Linnea berbicara.


" Coba jika aku, Mama dan Ayah, pergi dari ruangan ini, pasti kamu tidak akan punya siapa-siapa Aurora, karena kami bukan saudaramu ," kata Linnea.


" Namun, tidak dengan Tuan Enzo, dia rela menunggumu sampai kapanpun, tidak peduli jika kamu sudah menyakitinya, tidak peduli jika baby Wilson bukan darah dagingnya, tapi dia tetap mau menemanimu, walau nyawa dia sebagai taruhannya ," kata Linnea terus.


" Pikirkanlah Aurora, jangan jadi orang bodoh, hanya karena menilai orang cuma sebelah mata ," kata Linnea sambil berdiri dari duduknya.


" Aku pergi, aku lebih memilih menemani suamiku yang sedang menunggu kabar Kakaknya, daripada denganmu, karena kamu bukan siapa-siapaku ," kata pedas dari Linnea.


" Ayah ," panggil Linnea.


" Iya ," jawab Ayah Bogy.


" Di mana baby Wilson?? ," tanya Linnea.

__ADS_1


" Di dalam kamar sana, sedang tidur ," jawab Ayah Bogy sambil menunjuk sebuah kamar.


" Tolong ambil dan pindahkan dia ke ranjang sebelahnya Aurora, Ayah ," kata Linnea.


Ayah Bogy pun menurut, dan dia lalu memindahkan baby Wilson ke ranjang sebelahnya Aurora.


" Ayo Ayah sama Mama ikut sama Linnea saja, karena yang harus kalian tunggu bukanlah dia, tapi Kakak iparnya Linnea yang jelas-jelas anak dari besan Mama dan Ayah ," kata Linnea.


Linnea terpaksa berkata seperti itu kepada Aurora, karena Aurora benar-benar keras kepala sekali.


Akhirnya, walau terpaksa, Mama Paulita dan Ayah Bogy, ikut juga dengan Linnea dan meninggalkan Aurora bersama baby Wilson sendirian di ruang perawatannya.


Ayah Bogy dan Mama Paulita juga terpaksa melakukan itu, karena mereka juga ingin memberikan pelajaran untuk Aurora, supaya dia sadar dari pikiran bodohnya itu.


Setelah kepergian dari mereka bertiga, ruang perawatan itu langsung terasa sepi dan juga hampa.


Benar semua apa kata Linnea, jika dirinya di dunia ini sudah tidak punya siapa-siapa, yang bisa menjadi tempat berbagi keluh kesahnya.


Sudah ditinggal pergi oleh Ayah Bogy, Linnea dan juga Mama Paulita, Aurora masih belum sadar juga, karena dia masih menyalahkan Enzo yang sudah menyebabkan Dickie meninggal.


" Jika Dickie masih hidup di dunia ini, pasti saat ini dialah yang akan menemaniku ," kata Aurora dengan lirih.


" Semua ini karena Tuan Enzo, yang sudah membuat Dickie meninggal ," kata Aurora lagi.


Aurora jadi teringat dengan perkataan Dickie sebelum dia meninggal, yang mengatakan jika dirinya sangat khawatir kepadanya, kalau tidak ada Dickie di sampingnya.


Sekarang Aurora mengerti apa maksud perkataan Dickie tersebut, dan perkataan itulah yang menunjukkan tanda-tanda Dickie akan pergi selamanya dari sisinya.


Ketika Aurora sedang termenung sendiri, sambil menepuk-nepuk baby Wilson yang masih tidur, tiba-tiba pintu ruang perawatannya terbuka lagi dari luar, dan kali ini yang datang adalah Mama Azura.


Namun ada yang berbeda dengan wajah Mama Azura saat ini, sebab wajah Mama Azura terlihat seperti sedang marah, dan ada bola apa di matanya yang tidak pernah Aurora lihat selama ini.


" Mama ," kata Aurora.


" Kamu tidak pantas memanggil saya Mama!! ," kata Mama Azura.


Nah kan, benar tebakannya Aurora, jika Mama Azura sepertinya sedang marah kepadanya.


Namun Aurora masih belum mengerti, apa yang membuat Mama Azura marah kepadanya.


...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2