AURORA

AURORA
PERTEMUAN MENGHARUKAN


__ADS_3

Enzo yang sedang melamun sendirian, dengan tubuh yang masih terbaring lemah di atas ranjang pasien, matanya teralihkan ke arah pintu ruang perawatannya, ketika telinganya mendengar pintu terbuka dari luar.


Sungguh hati Enzo berbunga-bunga sekali, di saat melihat siapa yang datang ke ruangannya.


" Aurora ," kata Enzo sambil mengulurkan tangannya.


Aurora masuk ke dalam sendirian, sedangkan baby Wilson dan Kimberly, sengaja di luar bersama Ayah Pippin dan Mama Azura.


Sambil berjalan ke arah Enzo, senyum di bibir Aurora tidak pernah luntur sama sekali.


Ketika sudah dekat dengan ranjang, Aurora langsung menggapai tangan Enzo yang sengaja diulurkan kepadanya.


Aurora menggenggam tangan Enzo dengan erat, dan mata mereka saling beradu sangat lekat sekali.


" Aurora ," ucap Enzo lagi.


Aurora tiba-tiba mencium tangan Enzo dengan lembut dan mengusapkannya di pipinya.


" Aku kembali ," kata Aurora.


" Aku kembali Daddy ," kata Aurora lagi sambil menangis.


Untuk pertama kalinya, Enzo menangis terenyuh, terharu dengan perjuangan cintanya yang tidak berakhir sia-sia. Aurora kembali, kembali karena hatinya sendiri, tanpa ada paksaan darinya sama sekali.


Aurora langsung menerjang tubuh Enzo dan memeluknya sangat erat sekali. Begitupula dengan Enzo yang langsung membalas pelukan Aurora sambil menangis bahagia.


Puas berpelukan, Enzo langsung menangkup wajah Aurora menggunakan ke dua telapak tangannya.


" Aku mohon, jangan pergi lagi dariku ," kata Enzo, dan Aurora langsung mengangguk.


" Aku berjanji, aku tidak akan pergi lagi darimu ," jawab Aurora.


" Maukah Mommy membesarkan anak-anak kita bersama dengan Daddy selamanya?? ," tanya Enzo.


" Iya, Mommy mau, Mommy mau Daddy ," jawab Aurora sambil menangis cukup deras lagi.


Enzo langsung menarik tubuh Aurora lagi untuk dia peluk sekali lagi, sebagai ungkapan rasa bahagianya.


Ayah Pippin, Mama Azura dan juga Kimberly, yang sedang menggendong baby Wilson, mereka melihat dan mengintip dibalik kaca pintu yang transparan.


" Lihatlah Ma ," kata Ayah Pippin.


" Apakah Mama masih mau memisahkan Enzo dengan Aurora?? ," tanya Ayah Pippin.


" Walau kita tidak suka dengan menantu kita, kita tidak suka dengan besan kita, tapi lihatlah, anak kita bahagia dengan pasangannya ," ucap Ayah Pippin.


" Sebagai orang tua, yang bisa kita lakukan cuma mengalah demi kebahagiaan anak-anak kita Ma ," nasihat Ayah Pippin.

__ADS_1


" Jika Mama masih mengedepankan ego, itu artinya, Mama sama saja dengan Aurora, atau bahkan mungkin lebih buruk darinya ," sindir Ayah Pippin.


Kimberly mendengar semua apa yang diucapkan oleh Ayah Pippin kepada Mama Azura. Dan Mama Azura sendiri hanya diam saja sambil terus memandang ke arah Enzo dan Aurora yang sedang berbahagia di dalam sana.


Kembali ke Aurora dan Enzo lagi.


Puas berpelukan, Enzo lalu mengusap perut buncitnya Aurora yang benar-benar terlihat sudah semakin membuncit, sebab usia kehamilannya sudah memasuki ke delapan bulan.


Mendapatkan respon dari si twins, Enzo dan Aurora tertawa dan tersenyum secara bersamaan.


" Sepertinya mereka rindu dengan Daddynya ," kata Aurora.


Enzo terus mengusap dan mengusap perut Aurora dengan penuh kerinduan.


Tubuhnya yang belum bisa dia ajak bergerak, membuat pergerakannya menjadi terbatas.


Mata Aurora tidak sengaja melihat ada beberapa makanan yang masih utuh di atas meja samping ranjang.


" Apakah Daddy belum makan?? ," tanya Aurora, dan Enzo langsung menggelengkan kepalanya.


" Makan ya, Mommy suapi?? ," kata Aurora lagi dan Enzo langsung mengangguk.


Aurora lalu duduk dan mengambil salah satu makanan yang ada di atas meja, untuk dia suap kan kepada Enzo.


Enzo tersenyum dan menikmati suapan yang dilakukan oleh Aurora kepadanya, hingga tidak terasa makanannya sudah habis setengah.


" Apakah Mommy sudah makan?? ," tanya Enzo.


" Belum untuk siang ini ," jawab Aurora.


" Kalau begitu, Mommy makan juga ya ," kata Enzo.


" Nanti saja, jika Daddy sudah selesai makan ," jawab Aurora.


" Daddy tidak mau makan, jika Mommy tidak ikut makan juga!! ," kata Enzo.


" Baiklah ," jawab Aurora. Dan pada akhirnya dia pun ikut makan juga dari sendok dan piring yang sama dengan Enzo.


Selesai menyuapi Enzo, gantian Aurora makan sendiri, begitu terus, hingga akhirnya dua porsi makanan mereka habiskan sendiri.


Sedang asik menikmati makan siang, tiba-tiba, pandangan mereka berdua teralihkan ke arah pintu, karena ada seseorang yang sedang masuk ke dalam.


Langkah kecilnya yang mungkin, dan wajahnya yang tampan, membuat Enzo dan Aurora merasa gemas sendiri.


Siapa lagi jika bukan baby Wilson, yang sengaja disuruh masuk oleh Kimberly, dan dia berjalan menuju ke arah Daddy beserta Mommy nya.


" Anak Daddy ," kata Enzo.

__ADS_1


" Daddy ," ucap baby Wilson sambil memukul-mukul ranjang pasien.


Aurora lalu mengangkat baby Wilson untuk dia bawa ke atas ranjang dan duduk di samping sang Daddy.


" Wilson, kenapa kamu sekarang terlihat hitam, apakah Mommy kamu mengajakmu berjemur kemarin ," kata Enzo menyindir Aurora sambil bercanda.


Enzo langsung tertawa terbahak-bahak, melihat muka merajuknya Aurora.


" Bercanda sayang, nanti setelah pulang dari rumah sakit, Mommy sama Wilson perawatan ke salon terbaik ya ," kata Enzo membujuk Aurora.


Mendengar ucapan sang suami, Aurora refleks meneteskan air matanya, karena sekarang dia sadar, jika Enzo begitu sangat memanjakannya.


" Iya ," jawab Aurora sambil menangis.


" Hei, kenapa Mommy menangis?? ," tanya Enzo.


" Apakah candaan Daddy tadi menyakiti hati Mommy?? ," tanya Enzo merasa takut.


" Tidak, justru Mommylah yang sudah sering menyakiti hati Daddy ," jawab Aurora.


" Mommy tidak pernah menyakiti Daddy, Daddylah yang terlalu sering membuat Mommy bersedih ," kata Enzo.


" Maafkan Daddy, Mommy ," kata Enzo meminta maaf.


Semakin deras lah air mata Aurora, mendengar Enzo malah meminta maaf kepadanya.


" Mommy juga mau meminta maaf kepada Daddy, dan Mommy mau memperbaiki hubungan pernikahan kita untuk di mulai dari awal lagi ," kata Aurora.


" Iya Mommy, Daddy mau ," jawab Enzo sambil tersenyum.


" Daddy harus sembuh ya, Mommy akan menemani Daddy sampai kapanpun, dan sampai Daddy bisa berjalan dengan gagah seperti sedia kala ," semangat dari Aurora.


" Daddy pasti akan sembuh Mommy, dan kalian berempat lah semangat terbesar Daddy ," jawab Enzo.


" Sebab Daddy tidak mau, ketika si twins lahir, Daddy masih duduk di kursi roda, atau lebih parahnya cuma bisa berbaring seperti ini ," kata Enzo lagi, dan Aurora langsung tersenyum manis sekali.


Sudah pas Aurora, Enzo dan juga baby Wilson menjadi sebuah Keluarga. Karena mereka bertiga terlihat Keluarga yang harmonis, romantis dan juga manis.


Sedang asik bercengkerama, tiba-tiba lagi padangan mereka semua teralihkan ke arah pintu, karena Mama Azura, Ayah Pippin bersama Kimberly, datang masuk ke dalam dan ingin ikut bergabung bersama mereka.


Senyum yang awalnya manis, cerah ceria, langsung pudar hilang seketika di wajah Aurora, di saat mata Aurora melihat Mama Azura masuk ke dalam ruang perawatan Enzo.


Aurora takut, jika Mama Azura akan mencaci makinya lagi, atau mengatakan cuma ingin memanfaatkan Enzo saja, karena dirinya yang miskin.


Namun yang terjadi, semuanya di luar dugaannya.


...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2