AURORA

AURORA
IKAN PIRANHA


__ADS_3

Saat ini semua Keluarga Ayah Pippin sudah duduk anteng di ruang makan untuk menikmati sarapan pagi mereka, termasuk baby Wilson yang sudah MPASI.


" Daddy, bagaimana dengan parit yang Mommy minta?? ," tanya Aurora kepada Enzo.


" Mommy tenang saja, sudah hampir jadi ko ," jawab Enzo sambil tersenyum.


" Apapun yang Mommy minta, selagi Daddy bisa memenuhinnya pasti akan Daddy kabulkan ," kata Enzo lagi sambil mem63l41 rambut panjang Aurora.


" Kak Aurora minta dibuatkan parit?? ," tanya Arny.


" Iya, dan nanti di paritnya mau Kakak isi dengan ikan koi, sepertinya bagus untuk kesegaran mata ," jawab Aurora.


" Eh, sepertinya jangan ikan koi deh ," kata Aurora lagi.


" Memangnya Kak Aurora mau di isi sama ikan apa?? ," tanya Arny lagi.


" Ikan piranha saja sepertinya bagus ," jawab Aurora seperti tanpa di saring terlebih dahulu.


" Uhuk!! ," Ayah Pippin, Mama Azura dan juga Enzo, langsung tersedak makanan yang mereka makan, sedangkan Arny langsung memuncr4tkan air minum yang sedang diminumnya.


" Bagus tidak ide Aurora, hmm?? ," kata Aurora dengan ekspresi bahagia.


" Mommy jangan aneh-aneh deh, masa di paritnya mau di kasih ikan piranha ," kata Enzo yang sudah bisa menetralkan rasa keterkejutannya tadi.


" Lho kenapa memangnya Daddy,? biar seru, kan ikan piranha makannya daging, jadi jika Daddy macam-macam sama Mommy, atau suka bohong sama Mommy, tinggal Mommy ambil satu buat gigit Daddy ," jawab Aurora.


Enzo langsung saja menggelengkan kepalanya mendengar jawaban dari Aurora.


" Nak, ikan piranha itu berbahaya, kalau seumpama baby Wilson sudah bisa berjalan, nanti akan berbahaya jika dia bermain di parit itu ," kata Mama Azura.


" Mending di isi ikan yang warna warni yang cantik, biar jika di lihat mata enak untuk hiburan ," nasihat dari Mama Azura.


" Hmm, benar juga ya apa kata Mama, boleh deh idenya Mama ," jawab Aurora.


Mama Azura hanya tersenyum dan mengangguk saja menanggapi jawaban dari Aurora.


" Kira-kira paritnya hari ini bisa jadi tidak Daddy, kan Mommy ingin segera melihat ikan berenang?? ," tanya Aurora lagi.


" Kenapa tidak sekalian membuat air terjun atau danau buatan, atau juga sungai buatan Kak, kan malah lebih banyak ikannya ," kata Arny kepada Aurora.


" Eh boleh juga tuh idenya, nanti bisa Aurora isi ikan hiu, atau buaya, asyiiikkk ," kata Aurora sambil bertepuk tangan dengan sangat bahagia sekali.


" Arnyyyyyyyyy!! ," kata Ayah Pippin dan Enzo sambil melototkan matanya.

__ADS_1


Arny yang melihat sang Ayah dan sang Kakak sedang menampilkan wajah marah kepadanya, dia langsung saja tertawa seperti tidak merasa bersalah sama sekali.


Ketika sedang asik berbincang sambil makan, pandangan mereka semua tidak sengaja teralihkan ke arah orang yang baru saja datang, dan orang tersebut adalah Ayah Bogy untuk mengecek ladang milik Enzo.


" Permisi Tuan Enzo ," sapa Ayah Bogy.


" Eh, Ayah Bogy, sudah makan, ayo sini ikut makan bersama ," kata Aurora.


" Eh sudah Nak, Ayah tadi sudah makan ko di rumah ," jawab Ayah Bogy.


" Ada apa Tuan Bogy? ," tanya Enzo.


" Itu, di ladang sedang dibuat apa ya Tuan Enzo?? ," tanya Ayah Bogy.


" Aurora minta dibuatkan parit Ayah, nanti mau di isi ikan piranha ," jawab Aurora menggoda Ayah Bogy.


Benar saja, Ayah Bogy langsung melototkan matanya seperti ingin ke luar dari tempatnya, karena merasa terkejut mendengar jawaban dari Aurora.


" I-ikan piranha?? ," kata Ayah Bogy, dan Aurora langsung saja tertawa terbahak-bahak.


Sedangkan yang lainnya ada yang ikut tertawa karena merasa lucu dengan ekspresi Ayah Bogy, dan untuk Enzo hanya menggelengkan kepalanya saja.


" Jangan dengarkan Aurora, Tuan, dia cuma bercanda ," kata Enzo.


" Huhh, syukurlah, sudah tegang sekali rasanya dada ini ," kata Ayah Bogy sambil mengusap dadanya.


" Istriku ini sepertinya dia sedang ingin di manja ,"kata Enzo sambil mengusap rambut kepala Aurora.


" Kalau begitu saya permisi ke sana Tuan Enzo, mau mengecek sayur sama buah-buahannya, sekalian melihat paritnya ," pamit Ayah Enzo.


" Iya ," jawab Enzo sambil mengangguk.


Ayah Bogy pun lalu ke luar lagi menuju ke ladang milik Enzo, untuk memanen sayur-sayuran yang sudah siap untuk di panen.


Ketika setelah kepergian dari Ayah Bogy, tiba-tiba indra penciuman Enzo mencium sesuatu yang membuatnya langsung berlari menuju ke dalam kamar mandi terdekat.


Hal itu membuat Ayah Pippin, Mama Azura, Aurora serta Arny, menjadi kebingungan sendiri.


Aurora yang merasa khawatir, dia pun langsung menyusul Enzo untuk melihat keadaannya.


" Daddy,? Daddy kenapa?? ," tanya Aurora sambil mengetuk pintu kamar mandi.


Suara orang yang sedang muntah-muntah pun terdengar jelas di telinga Aurora, hingga tidak lama kemudian, Enzo pun ke luar dengan wajah yang basah terkena air.

__ADS_1


" Daddy kenapa?? ," tanya Aurora.


" Tidak tahu, tiba-tiba perut Daddy rasanya ko mual sekali ," jawab Enzo.


" Ayo kita kembali ke meja makan lagi ," ajak Aurora dan Enzo hanya mengangguk saja.


Sesampainya di meja makan, Enzo langsung saja menutup hidungnya dan mencari tahu sumber aroma yang membuatnya mual.


" Itu, makanan penutupnya singkirkan dari atas meja ini!! ," kata Enzo.


" Hah,??! kenapa harus di singkirkan Kak, ini kan makanan penutup kesukaan Arny?? ," kata Arny.


" Aromanya membuat perut Kakak mual ," jawab Enzo sambil menutup hidungnya.


" Aneh sekali sikap Kakak pagi ini ," kata Arny.


" Biasanya saja juga tidak pernah seperti ini ko ," kata Arny lagi.


" Bawa pergi,!! atau Kakak buang makanan itu!! ," kata Enzo.


" Enak saja dibuang, lebih baik Arny makan saja di ruang Keluarga sambil menonton televisi ," jawab Arny.


Arny pun lalu beranjak dari ruang makan, menuju ke ruang Keluarga untuk menikmati makanan kesukaannya itu, dan dia merasa sedikit heran dengan sikap sang Kakak yang menurutnya tidak mendasar dan juga aneh.


Ayah Pippin dan Mama Azura melihat ada hal aneh di dalam diri Enzo pagi ini, yang belum pernah mereka lihat sebelumnya, akan tetapi mereka berdua tidak tahu hal aneh apakah itu.


Selesai sarapan pagi, Enzo langsung mengecek parit yang sedang dikerjakan oleh para anak buahnya, yang bisa diprediksikan akan selesai dalam satu hari saja.


Sedangkan Aurora saat ini sedang bermain dengan baby Wilson dan Mama Azura di ruang Keluarga.


Kalau untuk Arny sendiri, dia sudah berangkat ke kantor sebentar, karena ada hal yang harus dia selesaikan terlebih dahulu, sebelum acara pernikahannya besok.


Begitupula dengan Ayah Pippin, yang juga langsung berangkat ke kantor untuk bekerja seperti biasanya.


" Tumben sekali kamu makan lemon Nak, apa tidak asam,? itu kan rasanya sangat asam sekali?? ," kata Mama Azura.


" Entahlah Ma, ko Aurora rasanya ingin makan yang asam-asam ya hari ini ," jawab Aurora.


Aurora yang makan, Mama Azura yang menelan air liurnya, karena dia merasa ngilu sendiri.


Mata Mama Azura dibuat terkejut, ketika tiba-tiba Enzo datang, dan langsung mengambil irisan lemon yang sedang di makan oleh Aurora.


Mereka berdua menikmati lemon tersebut, seperti tidak merasa asam sama sekali, dan hal itu membuat Mama Azura menjadi merinding sendiri.

__ADS_1


...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...


...***TBC***...


__ADS_2